Jumat, 19 Juli 2013

ulama pencinta kucing


Pagi tadi ada sebuah foto yang lewat di beranda facebook saya. Menampilkan seorang ulama muda lengkap dengan kopiah dan jubah Azhari-nya tengah bermain-main dengan seekor kucing. Terlihat akrab dan menyenangkan sekali. Tampak di foto beliau tengah mencandai si kucing yang berusaha mengambil makanan yang ada di tangan beliau. Comel sangat!. Para pecinta kucing memang selalu terlihat mesra dengan para kucing ^_^


Ulama muda yang berwajah teduh ini-pun salah seorang pecinta kucing.

Siapakah beliau?

“Inilah Islam. Syeikh Usamah bermain dengan kucing di Masjid Al-Azhar. Siapa yang selalu pergi atau ikuti kelas di Masjid Al-Azhar pasti akan jumpa dengan kucing ni. :) ”

Demikian caption yang tertera pada foto tersebut, menerangkan bahwa ulama muda yang tengah bersenda gurau dengan kucing eksotis tersebut bernama Syaikh Usamah: salah seorang ulama muda kharismatik Al-Azhar yang pengajiannya selalu diminati civitas akademik Al-Azhar serta warga Mesir pada umumnya. Keilmuan beliau begitu mumpuni sehingga dihormati oleh warga Mesir—bahkan oleh para ulama tua di Al-Azhar. Tak heran jika Samahatul Imam Al-Allamah Dr ‘Ali Jum’ah Muhammad ~Hafidzahullah Ta’ala~, Mufti Agung Mesir, selalu menunjuk Syaikh Usamah sebagai pengganti beliau untuk menyampaikan khutbah jum’at di Masjid Sultan Hassan, salah satu masjid terbesar dan bersejarah di Mesir. 
Syaikh Usamah As-Sayyid Mahmud Muhammad Al-Azhari dilahirkan di Alexandria pada hari Jum’at, 18 Rajab 1398 H yang bertepatan dengan 16 Juli 1976 dan dibesarkan di kota Suhaj yang terletak di hulu Sungai Nil. Beliau menghafal Al-Qur’an dibawah bimbingan ayahandanya yang selalu mendoakan agar Allah  Ta’ala berkenan menganugerahi beliau ilmu yang luas.

Tahun 1999, beliau memperoleh gelar Lc dari Fakultas Teologi dan Da’wah Islamiyah (Kulliyyah Ushul Ad-Din wad Da’wah Al-Islamiyah) Universitas Al-Azhar. Lalu pada tahun 2005 menyelesaikan magisternya di bidang ilmu hadits dari fakultas yang sama. Terakhir pada tahun 2011 menyelesaikan doktoralnya dengan peringkat Martabah Syaraf Al-Ula alias unggul cemerlang pada peringkat pertama.

Selain nyantri di Al-Azhar Asy-Syarif, beliau juga berguru kepada banyak ulama di seantero negeri Islam seperti Arab Saudi, Yaman, India, Libya, dan Syiria. Diantara guru-guru beliau adalah Al-Allamah Badruddin Al-Hasani (Arab Saudi), al-Habib Al-Idrus bin Umar Al-Habsyi (Shan’a), Al-Allamah Syah Waliyullah Ad-Dahlawi (India), Al-Allamah Muhammad bin Ali As-Sanusi (Libya), dan Al-Allamah Syaikh Muhammad Al-Mathi’ (Syiria) yang bersambung sanad keilmuannya sampai Sang Musnid Zaman Ini: Musnid Ad-Dunya Al-Allamah Muhammad Yasin Fadani ~ridwanullah ta’ala anhum ajmain~.  
               
Kini Syaikh Usamah Sayyid Azhari ~Athaalallahu umrahu fis sihhati wal aafiyah~ mengajar di Kulliyah Ushuluddin wad Da’wah Al-Islamiyah di Zaqaziq. Beliau mengajar dan menyampaikan pengajian dalam berbagai ilmu keislaman seperti hadits, tafsir, ushul fiqh, manthiq, nahwu, dan aqidah. Beliau telah memperoleh ijazah ilmiyah lebih dari tiga ratus ulama pemilik sanad dari berbagai penjuru dunia Islam. Beroleh kemuliaan dengan bermulazamah serta menyertai banyak ulama besar Al-Azhar maupun para ulama besar negeri Yaman, Syam, dan Maghrib.


Dan tidak lupa, beliau pecinta kucing :D
             
Salah satu bukti kecintaan dan kasih sayang beliau  pada kucing dapat dilihat pada video ini:


Dalam video ini terlihat Syaikh Usamah tengah duduk di Masjid Al-Azhar dikelilingi para jamaah yang dengan antusias menyimak materi pengajian yang beliau sampaikan. Selang beberapa saat, tanpa sungkan beliau memberi isyarat dengan tangannya dan tiba-tiba ada seekor kucing yang lumayan besar mendekat ke kursi beliau lalu naik ke tempat beliau duduk lantas berbaring santai di meja kecil di sebelah kanan beliau. Si kucing terlihat nyaman berada di dekat Syaikh Usamah dan menikmati kasih sayang beliau. Apalagi kemudian Syaikh Usamah menyampaikan kisah berikut ini:

“Imam Ibnu Thulun: Syams Ibnu Thulun Al-Hanafi di dalam kitabnya Al-Fulkil Masyhun fi Ahwal Syams Ibn Thulun mengkhususkan sebuah juz tersendiri untuk membahas hadits-hadits tentang kucing yang beliau beri judul Idzhar As-Sirr fima Warada fil Hirr (Menyingkap Rahasia Kucing). Dan Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam jika melihat ada kucing yang datang beliau akan memanggilnya dan mendekatkan bejana tempat minum agar kucing itu bisa minum. Beliau juga bersabda bahwa sesungguhnya kucing itu adalah binatang yang biasa berkeliaran di sekitar kalian, jantan maupun betinanya. 
                
Dan disini, di Al-Azhar yang mulia, suatu ketika salah seorang seorang imam besar, Syaikhul Islam, pemimpin ulama madzhab Mailikiyah: Abul Barakat Ahmad Ad-Dardir ~ rahimahullah ta’ala wa rhadiya ‘anh~ duduk menyampaikan pengajian dan beliau melihat seorang santri yang kedapatan mengusir dengan kasar seekor kucing yang masuk diantara barisan jamaah. Menyaksikan hal tersebut Imam Ad-Dardir merasa marah sekaligus merasa sedih. Beliau segera turun dari kursi pengajian dan membopong kucing tersebut lalu didudukkannya di samping beliau sendiri. Lantas beliau mengeluarkan makanan khusus –yang sejatinya untuk beliau santap sendiri- lalu diberikan pada kucing tersebut sehingga kucing itu merasa nyaman jika berada di dekat Imam Ad-Dardir.
               
Keesokan harinya, setiap Imam Ad-Dardir masuk ke Masjid Agung Al-Azhar kucing itu selalu ikut dan Imam Ad-Dardir begitu menyayanginya. Beliau selalu mendekatkan kucing itu kepadanya dan memberikannya makanan khusus. Bahkan setiap kali Imam Ad-Dardir masuk ke komplek Masjid Al-Azhar, tak tahu entah darimana, kucing-kucing berdatangan dari segenap penjuru berkumpul di dekat kaki beliau sehingga mencapai seratusan ekor dan bahkan lebih.

Semoga Allah merahmati dan meridhai beliau”

So sweet banget ya, kucing lovers :D

Sebetulnya di dalam video itu Syaikh Usamah masih memberikan banyak pelajaran dan hikmah berharga yang dapat dipetik seorang muslim dari ajaran Islam tentang kasih sayang pada binatang, khususnya kucing. Bagi yang paham bahasa arab ya silahkan dilanjut play videonya. Dan bagi yang nggak paham ya... sabar...

Saya sendiri menterjemahkannya bebas dan to the point kok, maklum santri mbeling... ^^’ 

sumber : di copy tanpa edit di sini

***

nb : huhuhu, seneng banget liatnya, pencinta kucing berwajah teduh. subhanallah, bagaimana bisa kita berfikir bahwa kucing menyebabkan kemandulan sementara Rasulullah saw saja menyayangi kucing, sedang takdir sudah ditetapkan Tuhan, semoga tak ada lagi yang suka menendangi kucing apalagi tega membunuh binatang manis itu.

Tidak ada komentar: