Senin, 08 Juli 2013

tak sekadar lapar dahaga





judul asli : Aqbalta yaa Ramadhan
judul buku : Ramadhan, agar puasa tak sekadar lapar dan dahaga
penulis : Dr. 'Aidh Al-Qarni, M.A.
alih bahasa : taufik
deain sampul : AREZdesign
editor : wendy febriangga
penerbit : AQWAM
cetakan : II Agustus 2007
tebal : 136 hlm. ; 20.5 cm 

saya membelinya sekitar dua tahun yang lalu, mendekati puasa Ramadhan. dengan jaminan nama penulis saya mengambil buku dari rak dan pergi ke kasir untuk memohon supaya dibawa pulang gratis, ga ding, gue bayar, kok.

buku ini cocok untuk kita yang menginginkan menjalani bulan Ramadhan yang sudah di depan mata dengan penuh kekhusuk-kan dan agar puasa kita tak hanya sekadar lapar dan dahaga saja. bagi syaa sukup memadai sekalipun bukunya tipis, maksudnya si penulis menjabarkan point-point pentingnya saja, dari mulai menyambut Ramadhan, melaksanakan puasa dengan benar, tuntunan Rasul dan Sahabat, serta bagaimana bersikap saat Ramadhan sudah berakhir. dan seperti biasa saya mau spoiler isi bukunya :p

***

bagi siapa saja yang ingin lebih mengenal Allah pada bulan Ramadhan, maka ketahuilah bahwa Rabb bulan Ramadhan adalah sama dengan Rabb bulan Syawal ataupun Sya'ban. untuk itu, takutlah kepada Allah pada bulan Ramadhan dan selain Ramadhan, karena Dia adalah Rabb di segala tempat dan waktu.

berlaparlah, agar anda bisa kenyang di sisi Allah, agar bisa memasuki pintu Ar Rayyan di jannah, karena yang bisa memsasukinya hanya orang-orang yang berpuasa. apabila mereka telah masuk, ditutuplah pintu itu. berdahagalah, agar anda bisa minum dari Al Kautsar, yakni telaga Nabi Muhammad saw. pada hari itu beliau berdiri memberi minum para hamba dan bersamanya ada 70 malaikat di sekitar beliau yang mengalirkan airnya. panjangnya satu bulan dan lebarnya satu bulan. jumlah periuknya sebanyak bintang-bintang di langit, airnya lebih manis dari madu, lebih dingin dari salju, dan lebih putih dari susu.

pada setiap malamnya, Allah membebaskan seratus ribu orang yang berhak dimasukkan ke dalam neraka, dan pada akhir malam yang terakhir, Allah membebaskan manusia sejumlah orang yang Dia bebaskan pada malam-malam sebelumnya.

alangkah beruntung bagi perut-perut yang lapar di jalan Allah. selamat bagi perut-perut yang menahan dahaga karena ingin memperoleh ridha Allah. selamat bagi kalian yang didatangi bulan (Ramadhan), pada saat kalian berpuasa di dalamnya karena iman dan ikhlas, Allah membanggakan kalian dari atas langit ke tujuh.

bila selalu tidur, anda bagaikan hidup si malam hari tidak berpuasa. di manakah substansi keimanan pada bulan Ramadhan, bila seluruh malam dilalui dengan begadang, obrolan sia-sia, dan senda gurau, dan siang harinya hanya untuk tidur. jika seperti ini, di manakah arti bulan Ramadhan?

kebanyakan manusia di bulan Ramadhan selalu tidur setiap hari atau sebagian besar harinya digunakan untuk tidur, dari Subuh hingga Dzuhur, dari Dzuhur hingga Ashar, bahkan di antara mereka ada yang tidur dari Ashar hingga Maghrib. lantas, di manakah kenikmatan berpuasa, di manakah rasa payah, rasa lapar, dan dahaga?

sekarang ini, banyak oraang yang berprasangka bahwa di dalam islam ada hidayah, akan tetapi ia tidak meyakininya dengan sepenuh hati bahwa hakikat hidayah yang sebenarnya ada dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.

kemaksiatan adalah kegelapan di dalam hati manusia dan rona hitam di wajah, kemerahan di dalam hati manusia dan kesempitan di dalam rezeki. - ibnu abbas r.a

ketika qiyamullail ditinggalkan oleh umat islam tanaman keimanan di dalam dada mereka akan menjadi layu dan lemahlah keyakinannya. selanjutnya generasi ini akan hidup penuh kelemahan, kehinaan, dan kemalasan kecuali yang dirahmati Allah.

beraapa banyak dari kaum muslimin yang diterima amalnya, ia bergembira pada hari raya, ia bergembira dan bersuka-ria. berapa banyak orang yang ditolak pada hari raya, ia gagal dan terusir.

***

ahlan wa sahlan, yaa Ramadhan. semoga Allah selalu memudahkan kita semua, aamiin. 

nb : jangan lupa list targetannya ^___^ 
 

Tidak ada komentar: