Selasa, 02 Juli 2013

status (bagian keduapuluhtiga)


Gengsi itu kadang mengalahkan akal sehat.
--Tere Lije

Dear remaja,
Sebenarnya banyak sekali orang2 di luar sana, yg hanya menjadikan kalian 'pangsa pasar' untuk jualan produk mereka. Termasuk penyanyi, anggota band, pesohor, penulis buku--macam saya, dan sebagainya.
Dan orang-orang ini--lagi2 termasuk sy, boleh jadi tidak peduli dengan kalian mau memiliki pemahaman baik atau tidak atas kehidupan ini, yang penting jualannya laku, apa yang kalian sukai, trend, menjadi alat promosi terbaik. Kalian adalah segmen pasar terbesar, menguasai nyaris 1/3 pengguna dunia maya ataupun dunia nyata, empuk sekali.
*Tere Lije

Menunggu dan bersabar itu termasuk usaha/ihktiar.
Kacau sekali kalau bilang menunggu dan bersabar itu bukan usaha/ihktiar. Bahkan, dalam situasi tertentu, menunggu dan bersabar adalah usaha terbaik milik umat manusia dan disebut dalam kitab suci. Jika kita tidak memahami hakikat di belakangnya--bahkan definisinya, bukan berarti kita mengabaikan fakta tersebut.
*Tere Lije

Kita selalu merasa kehilangan yang sangat, setelah sesuatu itu benar2 telah hilang. Coba kalau masih 'berkeliaran' di sekitar kita, cuek saja.
Kita merasa menyesal, setelah sesuatu itu benar2 telah terlambat, coba kalau masih di depan, santai2 saja, malah mengaku bosan.
*tere lije

Janganlah bersedih hati untuk hal2 sepele, galau karena hal2 kecil, resah, banyak pikiran. ayolah, tetap berpikiran positif. karena kalaupun kita merasa kita ini tidak penting, tidak diingat orang lagi, tidak diperhatikan, sesungguhnya kita selalu penting dan adalah semesta kehidupan bagi orang tua kita, bagi kakak-adik kita, bagi teman2 terbaik kita.
--tere liye

Bagi orang-orang yg bersabar, maka apa-apa yg datang di kemudian hari akan lebih baik dibanding yg lalu, yg telah pergi.
*Tere Lije

Bahkan untuk menjadi pendekar kungfu hebat macam Poh saja tidak ada resep spesial, tdk ada!
Di dunia ini, jangan2 hanya orang2 yg sebenarnya pemalas-lah yang sibuk bertanya resep spesial. Sementara di luar sana, orang2 yg sukses, para pelopor, orang2 yg berdiri di garda terdepan, memilih sibuk terus berusaha. terus berusaha. terus berusaha. Mari kita taklukkan kemalasan.
*Tere Lije

Satu hal yang harus selalu dicatat: tidak ada yang bisa dilupakan, meskipun itu kita tidak ingat lagi. Karena boleh jadi, di sisi2 lain, hal tersebut tetap diingat hingga kapanpun.
Jika kita tidak bisa memahaminya dari sisi yang tidak ingat lagi, maka cobalah dari sisi yang hingga kapanpun tetap mengingatnya. Dengan demikian, semoga kita selalu bisa menghormati perasaan-perasaan yang sempat bersinggungan dengan hidup kita. Dan selalu berhati2 dengan kehormatan perasaan sendiri.
*Tere Lije

Kalau badan kita tinggi besar, bukan berarti kita bisa mengintimidasi orang2 yang lebih kecil. Orang yang menggunakan kelebihan fisik untuk menganiaya orang lain itu memang sedangkal itulah pemahamannya.
Apalagi jika ada laki-laki yang menganiaya perempuan karena dia merasa lebih 'macho', lebih berkuasa', lebih tinggi, lantas ringan tangan memukul. Maka lebih super amat dangkal pemahamannya.
*Tere Lije
 

Untuk membuat sebilah pedang terbaik, pandai besi harus memanaskannya di tungku dengan suhu memerihkan wajah, menghantamnya berkali-kali, menempanya berulang-ulang, dan itu pekerjaan panjang penuh kesabaran serta ketekunan.
Sekali prosesnya selesai, beres, maka sepotong besi biasa, tumpul, jelek telah berubah menjadi sebuah pedang tajam, gagah, dan bisa menebas apapun. Indah sekali.
Begitulah kehidupan ini. Murid2 yang baik, para pembelajar kehidupan terbaik, harus ditempa2 berkali-kali, melewati situasi yang berat, jatuh bangun, hampir berputus asa, hingga akhirnya berubah menjadi seseorang yang 'tajam' dan bisa menebas ujian kehidupan manapun.
*Tere Lije
 

Segala sesuatu itu memang susah di awalnya. Tapi percayalah, saat dimulai, semuanya akan terasa lebih mudah.
Skripsi, belajar di sekolah, latihan, bsinis, apapun selalu begitu. 

Sendiri bukan berarti tidak bahagia.
Bersama juga bisa berarti kesedihan.
Momen, tempat, orang, dan caranyalah yang menentukan. Bukan sekadar soal sendiri atau bersamanya.
--Tere Lije
 

Ada banyak jenis rindu.

Rindu ingin terus memperbaiki diri sendiri. Rindu kehidupan sekitar lebih madani. Rindu ingin bermanfaat bagi orang banyak.
Bukan hanya rindu tentang perasaan, cinta dan sejenisnya.
Pun ada banyak jenis benci. Bukan cuma benci ke seseorang, aku tak sudi, tak mau dekat2 lagi.
*Tere lije
 

Waktu kita dalam sehari semalam itu hanya 24 jam. Semua orang memperoleh jatah yang sama persis.
Maka semakin banyak kita habiskan untuk hal2 seperti membenci, iri hati, cemburu, atau sekadar mengingat seseorang tidak henti-henti, galau, mubazir, maka semakin sedikit sisanya untuk hal-hal yang bermanfaat.
*Tere Lije
 

Menikah itu membutuhkan keyakinan dan keberanian. Hanya itu.
Jika umurnya sudah cukup, sudah selesai kuliah, bahkan sudah bekerja, tidak yakin, tidak berani, maka tidak perlu mengarang alasan lainnya.
*Tere Lije
 

Nasehat teristimewa bagi cowok2 di page ini adalah:
"Segeralah menikah. Jika kalian memperoleh istri yang baik, kalian akan hidup bahagia hingga akhir. Jika tidak, hei, itu bukan kabar buruk, setidaknya kalian akan menjadi filsuf/orang bijak."
*saya tulis ulang dari quote ternama milik Socrates
 

Ketika seseorang tidak paham, tidak mengerti, tidak tahu ilmunya, tidak membaca banyak buku, tidak pernah membaca banyak sumber/pendapat, maka saat dia terlibat dalam diskusi dia akan terus bersilat lidah.
Seolah keren, seolah menggunakan logika tinggi, seolah seru, tapi hanya kosong, permainan kata, menukar2 kalimat saja. Isinya nol besar. Jangan habiskan waktu menanggapi orang2 ini.
*Tere Lije
 

Kalau kita ingin memperoleh pasangan yang sempurna, maka sayangnya, mereka semua sudah menikah.
Nah, yang bisa dilakukan adalah, menemukan seseorang yang tidak sempurna, tapi saat kita menikah dengannya, maka sempurna sudah saling melengkapi. Sempurna sudah untuk belajar saling memahami, menerima kelebihan dan kekurangan
Mungkin begitulah hakikat 'pasangan yang sempurna'.
*Tere Lije
 

Kalau mau tahu dia itu suka atau tidak sama kita, cocok atau nggak, gampang. Tambahkan tanggal, bulan dan tahun lahir kita. Dapat hasilnya? Kemudian tambahkan lagi tanggal, bulan dan tahun lahir dia. Kalau hasil totalnya angka genap, berarti tidak jodoh. Kalau totalnya angka ganjil, berarti jodoh.
*orang2 yang galau berat dan tidak punya pemahaman baik, habis membaca postingan ini boleh jadi buru2 mau tahu tanggal lahir gebetannya. Kemudian mulai berhitung. Lantas berteriak senang jika hasilnya genap, atau nyengir kecewa jika ganjil. Padahal saya lagi ngupil bikin quiz bohong seperti ini. Tertipu mentah2.
 

Orang bawa bantal, belum tentu akan tidur. Orang bawa handuk, pun belum tentu bakal mandi. Orang yang bawa piring, juga belum pasti akan makan.
Di dunia ini banyak sekali yang sudah terlihat begitu, ternyata memang belum tentu akan begitu. Termasuk salahsatunya, orang2 yang perhatian sama kita, belum tentu memang suka, memang sayang sama kita. Mungkin saja dia memang perhatian dan baik ke semua orang, atau kitanya yang korslet, merasa GR duluan.
*Tere Lije
 

Orang2 kaya itu akan mengunyah uang jika tidak ada orang miskin yang menanam padi, gandum, jagung.
Orang2 kaya itu akan menelan emas, permata, jika tidak ada orang2 miskin yang berternak sapi, kambing, ayam.
Orang2 kaya itu sungguh akan tidur tanpa rumah, tanpa jendela, tanpa pintu, jika tidak ada orang2 miskin yang jadi tukang kayunya.
Dunia ini adalah manipulasi. Kita dimanipulasi oleh definisi kaya dan miskin. Siapa perlu, siapa yang memerlukan. Siapa yang sebenarnya bekerja, siapa yang hanya menikmati. Siapa yang memberikan pekerjaan, siapa yang butuh.
Pikirkanlah
 *Tere Lije 

Air itu sabar sekali sifatnya. Ketemu batu, dia berbelok. Ketemu lorong sempit dia masuk sedikit demi sedikit. Ketemu bendungan, dia bersabaarrr, terus mengumpulkan teman-temannya, sekali terlampui bibir bendungan, dia mengalir lagi.
Air hanya memastikan bahwa dia pasti dan akan terus mengalir ke tempat lebih rendah. Tidak ada yang bisa menghalangi takdir hidupnya tersebut.
Apakah kita juga seperti itu, Kawan?
*Tere Lije
 

Pertanyaan: "Bang Tere, saya menyukai seseorang, terus kita pacaran. Dia laki2 yang baik, pintar, kelihatannya alim. Dia bilang mau serius, tapi setelah setahun, tetap nggak ada kemajuan, malah ternyata dia suka sama cewek lain. Dia berkhianat. Saya kecewa sekali."
Jawaban: Seharusnya, kamu lebih kecewa kepada diri sendiri. Betapa mudahnya ditipu, dipermainkan. Bagaimana mungkin serius kalau diajak pacaran. Mau se-baik, se-alim apapun dia, jangankan setahun nggak ada kemajuan, detik pertama bicara tidak jelas mau apa, cuma modal bawa sekarung cinta, kalimat2 manis, tinggalkan. Perasaan itu membutuhkan kepastian. Kalau sudah berantakan begini, segera perbaiki hati, sibukkan diri dengan hal positif. Jadikan pelajaran berharga. Seseorang itu, lupakan, dia jelas bukan jodoh yang baik.
*Tere Lije
 

Orang2 yang bersabar, tidak otomatis hidupnya seindah definisi sabar tersebut. Di mata banyak orang, boleh jadi hidupnya biasa saja, menyedihkan malah.
Orang2 yang jujur, tidak selalu hidupnya jadi semegah definisi jujur tersebut. Di mata banyak orang, boleh jadi hidupnya patut dikasihani, miskin sekali.
Tapi sungguh, hidup ini bukan soal yang terlihat di mata orang2. Hidup ini adalah kebahagiaan. Dan jelas, kebahagiaan selalu bersemayam di hati masing2. Kitalah yang tahu persis bahagia atau tidak, bukan orang lain.
Kemuliaan hidup tidak akan tertukar walau seperjuta mili.
 

Banyak sekali dalam hidup ini, sesuatu yang kita pikirkan benar, ngotot sekali itu terbaik bagi kita, justeru jadi sungguh baik dan terbaik bagi kita saat ditinggalkan segera. Dijauhi.
Bukan sebaliknya.
*saya tulis ulang dari nasehat orang tua
 

Jika sendiri membawa kebaikan, menjaga kehormatan, maka pilihlah jalan itu. Bukan sebaliknya, bersama tapi melanggar seluruh pemahamn hidup baik, bahkan merusak diri sendiri.
*Tere Lije
 

Ya Allah, jadikanlah aku marah dengan korupsi waktu, sebagaimana aku selama ini marah melihat pejabat2 itu korupsi.
Dan jadikanlah aku lebih marah lagi dengan alasan2, ngeles, argumen2 pembenaran diri sendiri, sebagaimana aku juga marah melihat pejabat2 itu ngeles, bikin2 argumen pembenaran. Amin.
*Doa khusus agar tidak korup.
 

Berdiri kokoh di atas prinsip kebenaran, tidak selau membawa kebahagiaan.
Tapi bisa dipastikan, kebahagiaan sejati hanya bersumber dari kebenaran. Tidak akan datang dari dusta, aniaya, dan topeng kehidupan.
*Tere Lije
 

Saya kira, ketika kita nanti kelak dihisab di hari akhir, tidak ada satupun manusia yang bisa membela diri dengan bilang: "Semua ini salah setan, ya Allah. Mereka menggoda saya tiada henti, mereka memancing2 saya, memprovokasi saya. Semua ini salah setan."
Rasa2nya kita tidak bisa membela diri seperti ini, lantas dibebaskan, hukuman diberikan kepada setan semua.
Nah, jika kita memahami logika tersebut, maka pikirkan baik2 dalam kasus lain. Pemerkosaan misalnya, repot sekali kalau malah menyalahkan wanita dgn pakaian seksi, itu urusan mereka, biarkan hukuman Allah datang ke wanita2 tersebut, mutlak jatuhnya. Tapi jelas sekali, hukuman Allah akan datang ke pemerkosa, juga mutlak.
Pastikan saja, anak2 kita, teman2 kita, remaja2 kita yang wanita tidak berpakaian mengundang, tidak perlu berpikiran negatif meluluuuu menyalahkan wanita setiap kali kasus pemerkosaan terjadi, bilang wanitanya genit, cari masalah. Karena banyak kasus pemerkosaan menimpa wanita dengan pakaian tertutup.
*Tere Lije
 

Sudah lazim terjadi, jika ada anak kecil melanggar peraturan, mencuri misalnya, maka saat hendak dikenakan sanksi, si kecil ini akan berseru, "Teman saya yang lain juga mencuri, kenapa nggak dihukum? Kenapa hanya saya saja yang dihukum?" atau saat ada razia polisi, kita ketahuan menerabas jalan satu arah, lumrah kita seketika membela diri, "Orang lain kenapa boleh? Dibiarkan saja? Kenapa hanya saya yang ditilang?"
Itulah tabiat membela diri yang dangkal. Dan dimana2, namanya membela diri, memang selalu begitu, lucu, imut menggemaskan.
Catat baik2: Karena orang lain tidak dihukum, bukan berarti yang kita lakukan jadi benar. Karena penegakan hukum timpang sebelah, tebang pilih, apapun istilahnya, tidak lantas otomatis membuat kesalahan kita jadi bisa dibenarkan. Itu dua hal yang amat berbeda. Dan ngeles, nyari argumen, hanya akan menunjukkan kita lebih jelek dibanding sistem buruk tersebut.
Pikirkanlah dengan lega hati.
*Tere Lije
 

Tidak ada teman yang benar2 sempurna. Yang banyak adalah yang nyebelin, ember, suka cerita rahasia ke orang lain, tidak ada saat dibutuhkan, tapi kalau butuh nempel terus. Menghilang kalau kita lagi bokek, tapi selalu muncul di hadapan kalau kita lagi rajin bayarin nonton, ntraktir makan. Yang banyak teman2 seperti itu.
Tetapi bukan berarti kita tidak bisa memiliki teman baik yang sempurna. Itulah gunanya saling mengingatkan, saling memotivasi, berlomba2 dalam kebaikan, dan tulus melihat teman2 sendiri berhasil, sukses. Semakin baik kita berusaha menjadi teman yang baik, maka di sisi lain, juga akan semakin baik kualitas teman2 kita.
*Tere Lije
 

Sungguh tidak ada gunanya kita marah2 hanya karena sesuatu itu tidak berjalan sesuai rencana/keinginan kita.
*Tere Liye, film "Moga Bunda Disayang Allah" insya Allah rilis Lebaran/Agustus 2013
 

Zaman dulu, orang2 berperang tanpa tahu alasannya, tanpa tahu kenapa, hanya demi ego, kebanggaan, atau malah karena ingin menguasai, menjajah. Ikut saja perintah raja, jenderal perang, ngikut saja elit dari kaumnya.
Hari ini tidak.
Hari ini, kita justeru berubah menjadi pembela habis2an atas sesuatu yang kadang tidak kita pahami, tidak kita kenal, siapa kita juga bukan, pun apalagi, sama sekali tidak dikasih uang--malah dimintain uang untuk beli, sumbangan, dsbgnya.
Dunia telah berubah.
*Tere Lije
 

Sebenarnya ya, kita itu tidak pernah menghabiskan waktu; atau menggunakan waktu luang; atau memanfaatkan waktu senggang.
Mau kita hidup atau mati. Mau kita pingsan atau semangat. Mau kita galau atau bahagia. Mau apapun kondisi kita, waktu terus berjalan. Dan dia tidak peduli dengan manusia. Jadi bagaimana mungkin kita bilang menghabiskan waktu? Punya waktu?
Jangankan manusia, waktu bahkan tidak peduli dengan gunung (yang berjuta tahun berubah jadi lautan); waktu juga tidak peduli dengan lautan (yang berjuta tahun berubah lagi jadi gunung). Waktu tidak peduli. Jadi, kalau kita malas2an sekarang, sedang merasakan beban kehidupan, kecil saja urusannya bagi waktu dibandingkan benda2 raksasa lainnya. Dia tidak mikir dan peduli.
Karena kitalah yang seharusnya berpikir dan peduli.
*Tere Lije
 

Teman sejati adalah ketika dia tulus ikut bahagia melihat teman sendiri sukses. Bukan agar terlihat ikut senang saja, tapi di hatinya penuh jerawat tidak senang.
*Tere Lije
 

Saya kira, kalau ada laki-laki yang memasukkan syarat "harus bisa masak" bagi calon istrinya, maka dia sebenarnya bukan sedang nyari istri, mungkin sebenarnya sedang nyari koki.
Nah, sayangnya, ada sebuah rahasia kecil, wanita yang pandai memasak, lebih menyukai ke laki-laki yang bisa menerima apa adanya calon istrinya. Jadi tidak ketemu.
Selalu gunakan kriteria mendasar dan kokoh saat mencari jodoh. Seperti, carilah wanita yang mau memastikan keluarganya makan masakan yang halal dan baik, maka bahkan saat dia tidak tahu apa itu panci, yang mana itu kuali, apa beda lengkuas dan jahe, dia akan belajar memasak habis2an.
*Tere Lije
 

Omongan negatif, menjelek2an, prasangka buruk orang lain itu seperti lalat yang berterbangan ketika kita punya warung makan dengan masakan super lezat, aroma menggoda.
Jadi simpel, tutup pintu warungnya, pasang kaca di jendela, tutup makanannya, atau pasang alat pengusir lalat, agar tidak masuk ke dalam warung kita yang spesial tersebut.
*Tere Lije
 

Kenapa kita sesak mengenang masa lalu? Karena masa lalu tersebut bahagia, sedangkan masa kini kita menyedihkan, dan masa depan kita terasa suram.
Coba saja kalau situasinya adalah: masa lalu itu menyedihkan, masa kini kita bahagia, dan masa depan kita cerah, pasti tidak akan sesak mengenang masa lalu tersebut.
*Tere Lije

Saya untuk kesekian kali menghimbau agar fanboy, fangirl partai2 membaca peraturan page. Dilarang komen menyebut partai, apalagi sampai menulis mars/lagu partai kalian. Saya tahu tujuan kalian amat mulia, sangatttt tulus, persis seperti acara Dahsyat yang ada tim pemandu sorak, cuci2, la-la itu. Tapi page saya ini bukan tempat cheerleader beraksi.
Jika kalian tidak bisa menghormati tuan rumah page ini, Tere Liye (yg jelas2 memang tdk perlu dihormati), setidaknya hormati teman2 kalian, ribuan jumlahnya, yang setiap hari mau bertamu dengan nyaman, membaca dengan nyaman tulisan2 di page ini, bukan tiba2 harus membaca puisi tentang partai.
Nah, tentu saja boleh kalau mau ikut partai. 10 tahun lalu hingga sekarang, saya bahkan menyuruh orang aktif di partai, selalu menggunakan hak pilih. Tapi selalu tahu diri, jangan bablas. Cukuplah toilet2 terminal, toilet2 umum yg tiba2 di dinding/pintunya ada sticker partai, tidak perlu ditambahi di toilet, eh page ini.
Semoga tidak gagal paham.
Tanpa alasan yg jelas, sebaiknya ijin keluar rumah malam2 utk anak remaja tdk boleh diberikan.
*Tere Lije
Memakai pakaian yang disyaratkan agama adalah hak asasi setiap orang. Maka jika ada institusi/lembaga publik yang melarang anggota perempuannya berjilbab, itu jelas kontraproduktif.
Pola pikir lama yang tidak terbuka dan modern. Pola pikir kekuasaan--lupa kalau denyut jantung sendiri pun tidak bisa dia kuasai, disuruh2. Bahkan lupa, kalau gajinya sebagai petinggi di institusi/lembaga publik itu pun dari pajak rakyatnya.
*Tere Lije

"Kau tahu, Irfan, Ayah dan Ummi telah berpuluh tahun lamanya hidup bersama. Tidak mudah Ayah melupakan kebaikan Ummi. Bila datang ingatan Ayah terhadap Ummi, Ayah mengenangnya dengan bersenandung. Namun bila ingatan Ayah kepada Ummi itu muncul begitu kuat, Ayah segera berwudhu. Ayah shalat taubat dua rakaat. Kemudian Ayah mengaji."
Dan ketika ditanya kepada Ayah, kenapa Ayah harus melaksanakan shalat taubat, maka Buya Hamka menjawab: "Ayah takut kecintaan Ayah kepada Ummi melebihi kecintaan Ayah kepada Allah."
-- Buku "Ayah, Kisah Tentang Buya Hamka", Penerbit Republika, Irfan Hamka
*jika kalian tidak tahu siapa buya Hamka, akan saya tuliskan biografi singkatnya: beliau adalah ulama penulis Tafsir Al Azhar saat dipenjara oleh pemerintah, penulis belasan buku agama, juga penulis novel2 legendaris seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, dsbgnya. Pemegang DR honoris causa pertama yang diberikan oleh Universitas Al Azhar Kairo.
 

Pertanyaan: Bang Tere kenapa saya belum mendapat jodoh hingga hari ini? Susah sekali sepertinya Bang?
Jawaban: Simpel, boleh jadi karena kita mengabaikan orang2 yang lebih patut bagi kita, menutup pintunya, kemudian lebih asyik mengejar orang lain. Jangan2 kita memasang plang 'tidak' kepada orang2 yang sebenarnya lebih baik bagi kita, lantas lebih semangat mencari orang lain.
Ayo, amatilah sekitar, jangan2, ada loh yang bertahun2 sudah meletakkan doa terbaiknya untuk kita, tapi kita abaikan begitu saja.
*Tere Lije
 

Apa yang ada di kepala kita, melintas, maka tidak otomatis harus dituliskan, dikatakan semua. Dipilah-pilah dulu, disaring, dipikirkan, direnungkan, baru benar2 ditulis atau dikatakan.
Semakin luas pemahaman seseorang semakin terlihat dari kualitas apa yang dia tulis dan katakan. Karena hanya keluar yang terbaik. Sebaliknya, semakin dangkal ilmu dan pemahamannya, juga terlihat dari apa yang dia tulis dan katakan. Semua tumpah, berserakan, panjang lebar, di mana2, tidak ada yang disaring. Termasuk saat menanggapi kalimat2 simpel ini.
*Tere Lije
 

Dunia ini kadang crazy sekali, karena banyak yang hanya butuh 1 menit untuk tiba2 suka dengan seseorang, malah ada yang mengaku cinta pada pandangan pertama (itu berarti 1 detik saja); tapi kemudian, ternyata butuh seumur hidup untuk melupakannya.
Gila kan?
*ditulis ulang dr unknown quote
 

Jangan bodoh, jangan pernah menangisi orang yang justeru menyakiti kita, apalagi kalau orang itu suami/istri kita juga bukan, saudara jauh, pun bukan orang tua kita. Cuma pacar? Aduh, dunia ini kadang terbalik2 sekali.
Jadi, tinggalkan segera, boleh jadi kejadian tersebut blessing, momen untuk mengerti banyak hal, memperbaiki banyak hal. Dan jangan mengulang kesalahan yang sama dua kali.
*Tere Lije
 

Salah-satu sukses besar industri artifisial yang menggunakan wajah2 tampan dan cantik sebagai ujung tombaknya adalah: membuat penggemarnya tidak tahu bahwa mau sampai kiamat pun penggemarnya tidak akan memilki kulit seputih itu, wajahnya semulus itu, hidungnya sebagus itu, bibirnya semerah itu, rambutnya sekeren itu, bentuk badan semenarik itu. Tidak akan pernah meski ditambal dengan produk mereka.
*Tere Lije
 

Laki-laki sejati yang baik tidak akan pernah bisa digoda dengan tampilan fisik, pakaian mini2, imut, lucu, menggemaskan, atau bermanja2 (yg entahlah beneran manja atau minta ditabok).
Golongan laki-laki langka ini hanya bisa dicuri perhatiannya dengan tulisan, kalimat yang kita keluarkan, prilaku keseharian, atau perbuatan yang kita lakukan.
*Tere Lije
 

Buat perempuan, carilah suami yang tidak pelit/bakhil.
Sedangkan buat laki-laki, carilah istri yang tidak boros.
Itulah yang disebut dengan keseimbangan.
*Tere Lije

Kalau di jalan raya, banyak banget loh mobil atau motor yang selalu ngambil posisi nanggung. Ke kiri nggak, ke kanan nggak. Kadang zig-zag kiri-kanan pula. Kenapa mereka melakukannya? Kalau dia jago nyetir, karena dia sedang mencari celah, berhitung, mana yang lebih cepat, mana yang tidak macet, yang kiri atau yang kanan. Pengemudi seperti ini selalu menyebalkan bagi mobil/motor di belakangnya. Bikin sakit hati.
Nah, di dunia nyata, bukankah juga banyak cowok/cewek yang seperti ini? Hei, bilang iya nggak, bilang tidak juga nggak. Gantung saja di tengah jalan. Lagi berhitung mana yang lebih baik--dan kita hanya salah-satu opsi saja. Maka mending lupakan, wassalam.
*Tere Lije

Saya tentu paham "single", "married", "in relationship", "enganged", itu mudah dimengerti, meski banyak yang bohong nulisnya.
Tapi sebenarnya apa sih maksudnya "it's complicated"? Apakah kalian sedang dikejar2 debt collector? Lagi nunggu vonis hakim? Mau menikah tapi nggak punya modal, galau diancam calon mertua agar segera? Atau jangan2, cuma lagi cari perhatian doang--yang sayangnya yang dituju malah nggak online lagi?
Ada yang tahu? Bagi2 cerita dong buat yang pernah memasang relationship status seperti itu? Nggak usah malu2.
*Tere Lije

Apalah artinya beda pendapat, pertengkaran kecil, atau salah2 kata. Persahabatan itu jauh lebih berharga dibanding itu semua.
Jadi jangan diperbesar, sahabat baik selalu berbaikan.
*Tere Lije

Kalau kita mau menulis status, twet, komen, apapun itu di dunia maya ini, maka waktu terbaik untuk meng-edit-nya, membacanya berkali2 apakah ini seharusnya saya tulis atau tidak adalah "sebelum" di-posting.
Bukan setelah meng-klik "post" atau "enter".
Itulah yang membedakan pengguna internet yang dewasa atau balita yang dikasih mainan gagdet canggih, tapi terjebak di tubuh orang dewasa.
*Tere Lije

Walaupun main2, iseng, sebenarnya secara kasat mata mudah untuk mengukur apakah kita ini bermanfaat atau tidak di jejaring sosial.
Coba tutup profile kita selama beberapa minggu. Nah, kalau orang2 jadi susah, sibuk mencari2 kita, insya Allah meski kecil kayak kutil, ada manfaatnya memang. Tapi kalau orang2 malah sebaliknya, tidak ada yang peduli, pun nanyain, justeru ada yg bersyukur banget, alhamdulillah, nggak ada lagi yang nyampah, jadi lebih tenang lihat home, maka pikirkanlah sendiri.
*nasehat khatib majlis ilmu. beliau mencontohkannya dalam urusan bertetangga. saya tulis ulang, analogikan dengan jejaring sosial. tdk usah tersinggung, toh khatibnya juga bilang ini main2 saja, sambil bergurau.

Kita menunduk, merendahkan kepala dan badan, bukan hanya pas mengikat tali sepatu.
Tapi seharusnya dalam banyak kesempatan.
Rendah hati adalah sifat terpuji. Dan tidak akan pernah membuat kita jadi rendahan atau hina. Justeru sebaliknya.
*Tere Lije

Kita tidak akan berhenti menyerah untuk sesuatu yang menurut kita amat berharga, bukan?
Jadi, kalau kita menyerah, simply itu memang tidak berharga. Jadi besok lusa, tidak perlu menangis disesali, toh, kita dulu menyerah.
*Tere Lije

Saya tahu ketika banyak orang menulis nasehat: "Semua orang spesial." Lantas ada yang mengolok2, lah, kalau semua orang spesial, maka tidak ada lagi yang benar2 spesial. Sama semua, kan? Sama spesialnya. Lantas di mana spesialnya?
Itu benar2 contoh bersilat lidah.
Karena sebenarnya maksud nasehat semua orang spesial itu adalah: semua orang memiliki keunikan, kelebihan masing2, sehingga dia spesial dengan kelebihannya tersebut. Spesial atas keunikan individu. Nah, orang2 bersilat lidah itu juga spesial, mereka spesial soal "not action, talk only".
*Tere Lije

Kita harus menghormati orang tua, bukan karena mereka pernah melewati masa muda, dan kita sebaliknya belum pernah tahu rasanya jadi tua.
Kita harus menghormati orang tua, bukan karena besok lusa kita pasti akan tua, di posisi mereka, kemudian akan datang orang2 yang lebih muda, menggantikan posisi kita sekarang.
Kita harus menghormati orang tua, ayolah, tidak perlu banyak alasan kenapa, kenapa, dan kenapa lagi. Hormatilah orang yang lebih tua.
*Tere Lije

Jika menikah harus cukup harta benda dulu, maka orang tua kita dulu tidak akan pernah menikah.
Jika menikah harus menunggu siap dulu, maka tidak akan ada yang benar-benar siap untuk menikah.
Mungkin demikian.
*Tere Lije

Salah satu argumen perokok dan pembela perokok adalah: industri rokok memberikan triliunan cukai ke negara. Ada ratusan ribu orang yang tergantung nafkahnya dari rokok.
My dear anggota page, dalam hal-hal prinsip kebenaran, kita tidak pernah memakai argumen untung rugi materi. Ya ampun, kalau kalian hanya memikirkan itu, kenapa kita tidak sepakat legalkan saja bisnis judi dan prostitusi di negeri ini? Return of investmentnya lebih gila, margin keuntungannya berlipat, uangnya lebih dahsyat dibanding rokok, dan kita bisa kasih jutaan orang lowongan pekerjaan.
Atau, hei, kita legalkan ganja, heroin, itu sungguh bisnis menjanjikan, tanami satu provinsi dengan ganja, negeri ini bisa lebih makmur dibanding negeri manapun. Dan kita butuh jutaan tenaga kerja dalam proyek mega rakasasa tersebut.
Tetapi apakah kita mau menukar dengan kerusakan yang lebih besar? Kerusakan yg datang dari industri merokok itu besar sekali, terlepas dari apakah orang2 mau melihatnya atau tidak.

Buat apa sih? Buat apa orang2 suka pada kita atas sesuatu yang sesungguhnya bukan kita. Atas sesuatu yang tidak sungguh kita lakukan. Memakai topeng. Pemanis kalimat. Menjaga image. Penuh kepentingan, udang dibalik batu. Apa enaknya hidup begitu.
Lebih baik apa adanya, terus terang, meski itu membuat sebagian orang salah paham dan bahkan membenci kita. Tetapi itu adalah sesungguhnya kita.
*Tere Lije

Kata siapa stok cowok2 baik sudah habis? Ayah kalian adalah salah-satu contohnya. Dan besok lusa, Ayah dari anak2 kalian pun termasuk contohnya.
*Tere Lije
 

My dear anggota page yg wanita, kalian bisa saja memasukkan kriteria tidak merokok saat mencari suami. Demi bayi kalian kelak, demi kesehatan keluarga kalian. Demi menghindari hal2 mubazir yang amat merusak.
Pikirkanlah baik-baik.
*Tere Lije
**postingan ini khusus buat wanita, siapapun laki2 yg ikut komen, berarti mau bilang dia wanita.
 

Jika kalian tidak peduli atas diri sendiri, silahkan. Tapi mulailah peduli bagi anak2 kita, remaja2 kita. Jangan jadi contoh buruk merokok di depan mereka.
Jika kalian tidak peduli atas kesehatan kalian, tidak peduli dengan uang yang kalian bakar, tidak masalah. No problem at all. Tapi pedulilah bagi anak2 kita, remaja2 kita, jutaan jumlahnya. Jangan racuni mereka dengan teladan merokok.
Jika kalian sungguh tidak peduli dengan betapa mengerikan realitas merokok di negeri ini, silahkan. Teruskan saja merokoknya. Tapi tidakkah sedikit saja kalian terpanggil untuk memikirkan generasi berikutnya. Anak2 kalian, remaja2 kalian. Tidakkah kalian sedikit saja mau menyadarinya, mau menunjukkannya.
Panggil pemahaman baik itu, sekecil apapun.
*Tere Lije
 

Menghormati orang lain adalah karakter orang terhormat. Pun menghargai orang lain adalah karakter orang berharga.
Maka sebaliknya, merendahkan orang lain adalah tabiat orang2 rendah. Tidak menghargai orang lain, pun adalah tabiat orang2 tidak berharga.
Kadang kita lupa, jangan-jangan kita adalah orang2 yang rendah dan tidak berharga tersebut. Maka selalu cek, evaluasi, hisab diri, atau dalam bahasa gaul hari ini, mbok ya sekali2 ngaca.
*Tere Lije
 

Mencarikan jodoh buat teman itu sesuatu yang baik. Apalagi kita kenal satu sama lain, lebih mudah menjodohkannya.
*Tere Lije
 

Dalam setiap urusan, kita selalu bisa memanggil hati nurani kita untuk berpendapat. Dengarkan bisikan lembut penuh kebenaran itu. Biarkan titik paling cemerlang yang kita miliki bicara. Maka kita akan tercerahkan, bisa memutuskan mana yang baik, mana yang keliru. Itu sungguh salah-satu anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan.
Dititipkan sejak kita lahir.
 

Adik2 yang manis, my dear anggota page yang masih remaja, bicaralah dengan intonasi biasa saja. Tidak perlu sok imut, sok menggemaskan. Juga saat menulis, lurus saja nulisnya, boleh disingkat seperti yg, tdk. Boleh. Tapi nggak perlu pula pakai gaya bahasa sok manja, sok imut saat menulis.
Apalagi yang sudah besar, sudah kuliah, usia sudah di atas 20 tahun, kalau masih alay, manja, imut, ini sepertinya sindrom masa kecil tidak bahagia.
Kan tidak mungkin, besok lusa saat wawancara kerja, ditanya sama yang nge-interview, apa kelebihan Anda, kita menjawab dengan mata berkerjap-kerjap: "Aqyu ini imut dan menggemaskan, Oom interviewer. Suer deh." Yang meng-nterview kalian bisa pingsan di tempat.
*Tere Lije
 

Kalau ada yang bilang, wajar saja kalau cewek itu imut, menggemaskan, maka kalian benar2 korban bully paling klasik sepanjang sejarah manusia. Itu pola pikir yang tercipta dari hegemoni laki-laki, yang apesnya, mau saja dituruti oleh sebagian kaum wanita.
Kalian, kaum wanita, lebih dari soal imut dan menggemaskan. Kalian adalah benteng keluarga paling tangguh, pendidik generasi terbaik paling baik, pejuang kehidupan legendaris, kalian jauh dari stereotype seperti itu.
*Tere lije
 

Perasaan bisa naik turun. Hari ini cinta, besok benci. Orang2 bisa berubah, jadi lebih baik, jadi lebih buruk. Nasib juga bisa berganti, hari ini bahagia, besok penuh duka cita. Pun beban kehidupan, hari ini lapang, besok terasa sesak dan sempit.
Tapi bagi orang2 yang paham: komitmen selalu tetap.
Komitmen selalu tetap. Akan terus bersama, melewati apapun situasinya.
*Tere Lije
**totally gagal paham jika kalian gunakan quote ini untuk hubungan pacaran kalian. nah, kalau masih single, simpan quote ini untuk kelak saat kalian sudah berkeluarga.
 

Bagi orang2 yang penuh rasa sabar, apa2 yang dia biarkan pergi, segala sesuatu yang dia lepaskan, ihklas, tulus, maka akan datang pengganti yang lebih baginya.
Selalu begitu. Tidak akan keliru.
*Tere Lije
 

 Cukup sudah, hati kita adalah salah-satu harta terbaik yang kita miliki. Tidak akan kita biarkan dirusak oleh siapapun. Pergilah.
*Tere Lije

Menunggu bukan pekerjaan sabar atau tidak sabar.
Menunggu adalah pekerjaan bermanfaat atau tidak bermanfaat.
Menunggu bukan pekerjaan setia atau tidak setia.
Menunggu adalah pekerjaan awal dan akhir prosesnya,
Siapa yang mengerti, akan berakhir dengan pribadi lebih baik,
meskipun yang dia tunggu tidak pernah datang kembali.
*Tere Lije
 

Ketika kita sungguh menyayangi seseorang, maka perasaan itu tidak hanya menetap di hati kita, tapi juga di bola mata kita.
Itulah kenapa, saat ada seseorang yang benar2 mencintai orang lain, maka rasa cintanya terlihat dari bola matanya. Bola mata itu menatap seribu kali lebih indah.
*Tere Lije
**ini hanya perumpamaan, jadi jangan nyeletuk jenius sekali di kolom komen: "bagaimana kalau orangnya buta, bang tere?"
 

Orang yang menjaga kehormatan perasaannya, bahkan bisa menyimpan perasaannya hingga setan pun tidak tahu. Percaya bahwa Allah tidak akan zalim kepada hambanya yang selalu berserah diri.
Sementara di luar sana, para pencinta--yang mengaku cintanya sejati, berceceran di mana2 perasaannya, tumpah ruah, bisa di lihat dunia. Bahkan bangga melanggar batas, pamer hubungan tidak pada tempatnya, merusak diri sendiri.
*Tere Lije
 

Luruhkan semua daki kesombongan. Mandi hingga bersih. Lantas, kenakan baju kerendahan hati.
Luruhkan seluruh dengus kebencian. Tarik nafas dalam-dalam. Kemudian, hela nafas kelapangan hati.
Night, night.

Kehilangan selalu mengajarkan kita hakikat memiliki.
Dan hakikat memiliki pada akhirnya selalu mengajarkan kita bahwa pada akhirnya kita tidak pernah memiliki apapun, jadi bagaimana akan disebut kehilangan?
*Tere Lije

Manusia itu tidak akan mati karena menahan nafas. Coba saja. Ketika kita sudah hampir semaput, pingsan, kehabisan tenaga, maka dengan sendirinya kita akan reflek bernafas.
Itu contoh mendasar kemampuan bertahan hidup.
Maka, dalam situasi paling buruk, paling gelap, sepanjang kita memutuskan mau bertahan, dengan sendirinya akan muncul jalan keluar. Dan kita bisa meneruskan kehidupan.
*tere lije
 

Kenapa kita menangis? Karena kita punya sesuatu yang layak/berharga untuk ditangisi--meski kemudian sesuatu itu jadi dibenci.
Maka bersyukurlah meski kita sedang menangis, susah hati, bertumpuk beban pikiran; karena banyak orang di dunia yang tidak tahu harus menangisi apa dalam hidupnya.
--Tere Liye
 

Kenapa kita kecewa? Karena kita berharap.
Tidak akan kecewa kalau kita tdk berharap.
--Tere liye
 

Dilarang "underestimate"/menilai rendah orang lain. Dilarang keras.
Pun apalagi, dilarang underestimate/menilai rendah diri sendiri. Lebih dilarang keras.
*Tere Lije

Seorang guru pernah menasehati.
Anakku, ada empat prilaku manusia yang amat khas di jaman manapun—yang terkadang tidak disadarinya:
1. Menjawab bukan hal yang ditanyakan
2. Bertanya hal-hal yang sudah ada jawabannya
3. Berseru untuk mencari perhatian
4. Berkomentar padahal tidak mengerti maksudnya, bahkan tidak cocok dengan topiknya
Maka, juga ada empat obatnya, anakku:
1. Mendengar sebelum bicara
2. Membaca sebelum menulis
3. Mencatat sebelum menerangkan
4. Melengkapi sebelum menilai
*Tere Lije

Kebanyakan orang, dalam urusan menaklukkan cinta, memilih amunisi: dandan paling tampan/cantik, kenakan baju paling bagus, bawa kendaraan paling oke, bergaya begitu keren, bicara penuh bunga, dan sejenisnya dan sebagainya.
Tetapi dalam ilmu urusan cinta sejati, amunisi paling sakti justeru adalah: sabar. Itu sungguh lebih mujarab untuk menaklukkan cinta terbaik.
*tere lije

Teman yang baik, yang tidak sekadar menjadi teman, ada di saat susah, tapi juga saling mengingatkan dalam kebaikan, berani meluruskan jika kita melakukan khilaf adalah salah satu harta paling berharga di dunia.
Jika kita tdk memilikinya, maka mulailah dengan menjadi teman seperti itu ke siapa saja, maka semoga mekanisme ini akan bekerja dgn mengagumkan.
*Tere Lije, repost

Yang ganteng2, yang cantik2, ingatlah selalu, makan dan minum pakai tangan kiri itu tidak ada keren-kerennya, kecuali kita punya keterbatasan. Selalu gunakan tangan kanan. Dalam agama kita, sungguh besar larangan makan dengan tangan kiri.
Keren adalah makan dengan tangan kanan. Duduk.
*Tere Lije

Saya tahu, momen menyebalkan itu tidak harus ketika alien menyerbu bumi, lantas kitalah satu-satunya yang tidak tahu bagaimana mengalahkannya.
Momen menyebalkan itu, cukup seperti: kita melihat notifikasi kalau "si dia" komen di status kita atau nge-wall kita, amboi berseru senang, sialnya, saat bergegas mau diklik, dibuka, jaringan internet HP/modem tiba2 jadi edge, lemot ampun2an. Di klik berkali-kali, tetap nggak muncul.
Urusan perasaan memang kadang gila. Sama gilanya dengan kita yang memeriksa berkali-kali, kenapa "si dia" ini nggak membalas komen kita, sudah ditungguin semalaman.
*Tere Lije

Jadilah seseorang yang: "Aku akan tetap menunggu. Tidak peduli kau datang atau tidak." untuk seseorang yang: "Aku akan pasti datang. Tidak peduli kau tetap di sini atau pun tidak."
Meski hingga detik ini kita tidak tahu siapa seseorang tersebut. Meski kita terlampau malu dengan harapan2. Teruslah memperbaiki diri, besok lusa kita akan paham hakikat nasehat ini.

Ketika kita disuruh menunggu, lantas bertanya, hingga kapan? sampai kapan? berapa lama? Maka sebenarnya kita tidak sedang menunggu, Kawan. Tapi berhitung, penuh perhitungan sang pedit nan pelit.
Ketika kita disuruh bersabar, lantas nyeletuk iya kalau ujungnya dapat, kalau nggak? Rugi dong. Maka sebenarnya kita tidak sedang bersabar, Kawan. Tapi transaksi jual beli, atau malah bertaruh. Seolah bersabar adalah pilihan tersisa yang dilempar di atas meja taruhan.
Padahal, sungguh tidak ada resiko bagi orang yang sabar. Dia menjual sesuatu kepada yang maha memiliki segala sesuatu. Apanya yang akan rugi? Jangan begitu keliru memahami hakikat sabar. Orang2 dulu yang berilmu bahkan menghabiskan puluhan tahun hanya untuk mengerti satu cabangnya saja.
*Tere Lije

Semua orang memiliki potensi dicintai seluruh dunia. Tapi bagaimana itu akan terjadi, kalau kita sendiri tidak membuat diri sendiri dicintai orang banyak.
Apa yang kita katakan, sikap yang kita keluarkan, perbuatan yang kita lakukan, cara kita menghargai diri sendiri dan orang lain, cara kita menghormati diri sendiri dan orang lain, adalah sumber terbaik menumbuhkan cinta.
Sungguh akan cinta orang tua kita melihat anak2nya belajar dengan giat, rajin. Sungguh akan cinta teman2 kita melihat temannya selalu ada dan mendukung. Dan seterusnya...
*Tere Lije

Jadikanlah wajah tulus dan kebaikan, maka kita tidak perlu membeli bedak seumur hidup untuk membuat wajah cantik.
Jadikanlah bibir tersenyum bahagia, maka kita tidak perlu membeli sepotong lipstik untuk membuat bibir indah.
Jadikanlah mata yang selalu menatap bersahabat, maka kita tidak perlu membeli pewarna atau penebal alis.
Dan kabar baiknya, bahkan saat sudah keriput, tidak tertolong lagi oleh kosmetik fisik, maka kita justeru semakin menawan dengan kosmetik hati.

Jangan pernah memulai berpura-pura. Pura-pura menyukai sesuatu, pura-pura bilang iya, dan berbagai pura-pura lainnya.
Karena sungguh sudah tabiat pura-pura, kita akan jatuh dalam lubang jebakan panjang keberpura-puraan, untuk kemudian susah payah keluar dari dalamnya--bahkan tidak pernah berhasil keluar.
*Tere Lije

Minta tolong sama kuburan itu hal tidak masuk akal. Orangnya sudah mati. Mau minta apa? Disuruh beli pulsa saja sudah nggak bisa, lah, sudah di dalam kubur, nggak bisa kemana2, apalagi dimintain agar bikin lanzar rezeki, cepat jodoh, dan berbagai request menakjubkan lainnya.
Juga minta tolong sama dukun. Aih, itu dukun, kalo bisa bikin kaya, kenapa nggak dia saja yang kaya raya duluan. Kenapa masih minta duit sama orang2?
Jangan mudah percaya. Jangan pakai tapi, tapi. Kalau banyak orang melakukannya, tidak otomatis sesuatu itu jadi benar.
*Tere Lije

Bayangkanlah apa yg akan terjadi jika mata uang seluruh dunia diganti dgn ucapan "terima kasih". Orang2 yg menerima ucapab tsb paling banyak, paling tulus akan menjadi orang terkaya sedunia, dan siapapun yg tdk melakukan kebaikan, tidak mendapat ucapan tsb dari orang lain, tidak bisa belanja apapun, bahkan sekadar membeli pulsa internetan yg seharga "2 terima kasih".
*Tere Lije

Beruntunglah wanita2 yang tetap cantik hingga masa tuanya, meskipun kulitnya keriput, wajahnya berkerut, rambut menguban, dan tanda-tanda tua lainnya telah datang, tapi mereka tetap cantik.
Beruntunglah mereka, aduhai, bahkan semakin cantik saja, menyenangkan berada di dekatnya, menyenangkan menatap wajahnya, mendengarkan suaranya, nasehatnya.
Karena kecantikannya itu telah pindah, pindah ke dalam hatinya.
Pun sama untuk laki-laki, semakin tua, semakin tampan saja. Begitu menenteramkan, begitu melegakan menatapnya. Karena ketampanan itu mekar tak terbilang: di dalam hatinya.
--Tere Lije

(I)
Menjelaskan padahal tidak ada yang meminta.
(II)
Merasa, tersinggung padahal tidak ada satupun yang sedang menyindir.
(III)
Marah2, kesal padahal tidak ada yang sedang mengajak bicara.
(IV)
Tuan rumah padahal hanya tamu numpang lewat. Merasa berhak menulis apa saja di beranda rumah orang lain. Berpendapat profile orang lain adalah area publik.
Jika satu saja dari empat hal ini kita alami, maka positif kita terkena sindrom buruk "jejaring sosial". Dan jika setiap saat, setiap hari kita mengalaminya, sindrom buruk itu sudah akut sekali.
*Tere Lije

Tidak akan bahagia orang2 yang tidak bersyukur.
Sebanyak apapun sumber kebahagiaan yang dia miliki.
*Tere Lije

Mendengarkan adalah seni keheningan.
Mengamati adalah seni kesenyapan.
Bersepi-sepi sungguh adalah tabiat para pencari penjelasan. Tak akan tergapai oleh riuh rendah, bising.
*Tere Lije
 

Apapun yang menakjubkan, hebat, mempesona, membahagiakan adalah sekarang. Yang sedang kita lewati, yang kita miliki. Karena masa lalu sudah tertinggal, masa depan masih harapan.
Apapun yang menyakitkan, sebal, bikin susah hati, juga adalah sekarang. Yang sedang kita jalani, yang kita putuskan. Sebab masa lalu pun sudah jauh, masa depan selalu misteri.
Sekarang adalah sekarang. Kehidupan adalah 'fungsi' atau 'persamaan' sekarang.
*Tere Lije
 

Menyerahlah.
Menyerahlah atas kekeraskepalaan sendiri.
Maka semoga kita bisa menang dalam banyak hal.
*Tere Lije
 

Sekali kita mau menyadari sumber masalah itu adalah kita sendiri, berhenti menyalahkan orang lain, maka seketika solusi atas masalah tersebut hadir dengan sendirinya.
*Tere Lije
 

Kemalasan hanya akan melahirkan kemalasan berikutnya.
Keraskepala juga hanya akan melahirkan keraskepala berikutnya.
Mengeluh pun hanya akan melahirkan keluhan berikutnya.
Banyak bicara hanya disusul banyak bicara lainnya.
Hanya disitu-situ saja tempatnya. Jika tidak segera dipangkas habis.
*Tere Lije
 

Kenapa sebuah benda itu awet?
1. Karena kita rawat dengan baik
2. Jika rusak, segera diperbaiki
Sama dengan hubungan manusia. Jika dirawat dengan baik, kalau rusak segera diperbaiki, maka akan awet.
Carilah seseorang dengan pemahaman seperti itu; bukan sebaliknya, rusak sedikit, ketinggalan jaman, langsung buang, ganti yang baru.
 

(1)
Jangan pernah melupakan orang2 yang membantu saat kita sedang dalam kesulitan besar. Teman2 sejati.
(2)
Juga jangan pernah melupakan orang2 yang justeru pergi menjauh, apalagi bersedia membantu, sama sekali tidak mau, saat kita dalam kesulitan besar. Teman2 palsu.
(3)
Dan tentu saja, jangan pernah melupakan orang2 yang membuat kita dalam kesulitan besar tersebut. Dimaafkan iya, dilupakan jangan pernah.
*nasehat lama ini seperti main-main saja; banyak ditemukan di berbagai tulisan.
 

Kita terkadang lebih sering berbohong kepada orang yang percaya dan menyayangi kita (seperti orang tua);
Tapi sebaliknya, kita selalu berkata jujur, setia kepada orang yang tidak peduli bahkan tidak bisa dipercaya.
*Tere Lije

Penulis yang baik tahu: dari 100 hal melintas di kepalanya, hanya 10 yang layak dijadikan tulisan. Dan dari 10 yang layak tersebut, hanya 1 yang benar2 bermanfaat.
Pembicara yang baik juga tahu: dari 100 hal melintas di kepalanya, hanya 10 yang layak dibicarakan. Dan dari 10 yang layak tersebut hanya 1 yang benar2 bermanfaat.
Tidak semua yang ada di kepala kita mesti dimuntahkan. Tidak semua yang kita lihat, baca, dengar, mesti dikomentari. Tidak semua yang ada di sekitar kita mesti diomongkan. Berceceran, tumpah, bikin becek, menyebabkan pertengkaran, ribut atau dalam kadar paling rendah kesia-siaan.
Selalu ingat: bicaralah yang baik, atau diam.
*Tere Lije

 Nggak asyik memang punya teman yang ember, suka membocorkan rahasia. Juga nggak asyik punya teman yang suka menusuk dari belakang.
Jadi, pastikan saja kita bukan salah-satunya yang melakukan. Nah, buat yang sering melakukan, tapi nggak sadar2, semoga segera insyaf.
*tere lije

Perhatikanlah sekitar kita. Orang2 dewasa yang mengeluh pekerjaannya tdk oke. Orang2 dewasa yang mengeluh atas gaji, karir, dsbgnya. Kehidupannya tidak menyenangkan, rutinitas yang menyebalkan, apapun itu yang mereka keluhkan.

Perhatikan baik2 orang dewasa di sekitar kita.
Lantas kemudian catat fakta ini: kondisi orang2 dewasa itu sekarang adalah akibat dari pilihan yang dia lakukan beberapa tahun sebelumnya. Bagaimana dulu dia sekolah, bagaimana dulu dia bersungguh2 mengejar sesuatu, belajar, berusaha, bahkan bagaimana dulu dia mengejar mimpi2nya.
Maka, sebelum hal yang sama terjadi ke kita, my dear anggota page yg masih remaja, masih sekolah, mulailah membuat pilihan yang serius atas kehidupan kalian. Buatlah pilihan terbaik.
Karena apapun yang kita hadapi, simply adalah implikasi/akibat keputusan kita sebelumnya. Terpaksa atau dipaksa atau sukarela. Merasa punya pilihan atau tidak. Menyerah atas situasi atau tidak. Itu semua pilihan kita.
Nah, buat yang sudah terlanjur, kadung 'menikmati' akibat keputusan masa lalu itu, segeralah mengambil pilihan hidup yang lebih baik, semoga besok lusa berhenti mengeluh.
*Tere Lije
 

Tidak ada yang kebetulan di muka bumi ini. Bahkan sebuah kebetulan yang amat kebetulan adalah tetap rencana Tuhan yang tidak pernah meleset walau sepersejuta mili.
Maka, orang2 yang kita temui, kejadian2 yang dilewati, pagi, siang, malam, selalu menyimpan misteri. Ada tujuannya, ada maksudnya.
Hei, jika kita tidak berhasil menerjemahkan tiap detailnya, karena terlalu megahnya rencana Tuhan tersebut, itu jelas bukan kabar buruk. Setidaknya pastikan saja kita sukses menysukuri tiap detik rencana tersebut. Selalu berterimakasih. Itu lebih dari cukup.
*Tere Lije
 

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Jatuh saja jika telah tiba masanya.
Sama seperti matahari, tidak pernah membenci senja. Mengucapkan selamat tinggal ketika waktunya sudah habis.
Pun mawar merah merekah, tidak pernah menolak untuk rontok saat sudah tiba masanya. Luruh ke bumi penuh penerimaan.
Maka manusia yang memiliki akal, sudah sepantasnya lebih menakjubkan penerimaannya. Buat apa dilawan? Toh, kita tidak memiliki apapun pada akhirnya.
*Tere Lije
 

Saya bangga dengan KPK, penyidik2nya, petinggi2nya yang membawa makanan dan minuman sendiri kalau dijamu makan. Atau membayar sendiri. Tidak ada rumusnya makan minum sembarangan. Itu sungguh prinsip kehati2an yang menakjubkan. Saya kira, banyak orang yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri disiplin mereka.
Sungguh masih tersisa hal2 seperti ini. Juga masih banyak orang2 seperti ini di lembaga/institusi lainnya, meski tidak diketahui orang banyak. Dan di tengah gelombang perlawanan orang2 yang membenci--tentu saja akan melawan, waktu akan membuktikan siapa yang sesungguhnya tulus, siapa yang penjahat.
KPK jelas bukan lembaga para malaikat, dan jelas tidak ada satupun orang KPK yang mengaku mereka suci. Tetapi diantara begitu banyak orang2 munafik hari ini, sorry to say, saya lebih percaya kepada KPK. Jangan biarkan upaya pelemahan terhadap institusi ini, terus dukung, berikan doa terbaik agar mereka selalu lurus dan amanah. Agar mereka selalu diberikan kekuatan untuk bertindak adil dan berani.
*Tere Lije
 

Jadilah penulis yang menulis apa yang harus orang baca, bukan yang mau orang baca. Sampaikanlah apa yang harus orang dengar, bukan yang mau dia dengar saja.
Gunakan prinsip2 baik secara konsisten.
Hadapi resikonya. Termasuk jika ternyata tidak disukai.
*Tere Lije
 

Saya mendukung KPK menghabisi koruptor di negeri ini.
Kalau kalian punya masalah dengan dukungan saya, harap tinggalkan page ini. Cukup sudah kita bermanis2 mulut. 
Lu gue end. 

Hari ini, 44 camat, 267 lurah Jakarta hasil uji kompetensi terbuka dilantik. Ini menakjubkan, kawan. Perombakan besar2an birokrasi melalui tes bersama.
Terlepas dari efektif atau tidak, bagus atau jelek, proses ini menunjukkan janji perubahan yang kongkret. Selamat buat warga Jakarta yang punya lurah dan camat baru. Semoga urusan surat menyurat lancar, sesuai prosedur, tidak perlu nyogok salam tempel lagi. Semoga semua kantor kelurahan sama nyamannya seperti di kantor2 bank.
*Tere Lije
 

(I)
Buat yang cewek; kalau kalian dilamar cowok, diajak menikah, maka menjawabnya jangan cuma "Iya, iya, iyaaaa", sambil tersenyum manis, mengeluarkan semua sisi baik. Sekali2 jawab saja: "Saya ini pemalas, susah diatur, lambat, sering ngelawan, nyebelin. Kalau Kakanda tidak masalah dengan itu semua. Baiklah."
Besok lusa, setelah menikah, kalau suami kalian protes, bertengkar, gampang mengingatkannya waktu dulu proses lamaran.
(II)
Pun sama buat yang cowok; kalau kalian melamar cewek, jangan cuma bilang, "Lautan kuseberangi, gunung kan kudaki, maukah kau menikah denganku?" sambil tersenyum gagah dengan semua pesona baik2. Sekali2 mungkin bisa dengan, "Saya ini suka marah2, suka ngatur2, miskin, bodoh, tidak berilmu pula. Kalau adinda tidak masalah dengan itu semua, maukah menikah denganku?"
Nah, besok lusa, setelah menikah, kalau istri kalian protes, bertengkar, juga gampang mengingatkannya waktu dulu proses lamaran.
*Tere Lije
**Ini resep obat bebas, jadi jika terjadi kontradiksi, mall praktek, saya tidak bertanggungjawab.
 

Lepaskanlah, maka semoga yang lebih baik akan datang.
Lepaskanlah, maka semoga suasana hati akan lebih ringan. 
*Tere Lije 

Orang2 yang tidak tahu berterimakasih itu, baru tahu kalau orang lain telah melakukan banyak hal untuknya secara gratis, ketika orang lain itu tiba2 berhenti melakukannya. Baru paham, merasa kehilangan, merasa butuh.
Nah, orang2 yang keterlaluan tidak tahu berterimakasih itu adalah, ketika orang lain berhenti melakukannya, dia justeru protes, marah2, menuntut sana, menuduh semaunya, dsbgnya.
*Tere Lije

Pemimpin yang baik, adalah:
1. Berdiri paling depan saat peperangan, kecamuk, menjadi tameng, pelindung, berani dan gagah perkasa. Orang pertama yang meng-eksekusi ide, pengambil keputusan.
2. Berdiri di antara semua ketika situasi loyo, turunnya moralitas, berusaha memberikan semangat, motivasi. Orang terakhir yang menyerah, terus menjadi sumber inspirasi.
2. Berdiri paling belakang saat kemenangan, puja-puji, sanjungan, dan semua suka cita. Orang yang berdiri di belakang panggung atas semua hal yang telah terjadi.
Nah, kacaunya hari ini, justeru sebaliknya. Dan jangan lupa, kita adalah pemimpin atas diri sendiri, jadi nasehat ini relevan ke kita semua, bukan cuma mengkritik orang lain.
Nggak asyik memang menghadapi teman "bermuka dua". Di sini ngomong apa, di situ ngomong beda lagi. Di sini membela siapa, di situ membela yang lain lagi. Hanya demi kepentingan dirinya saja, agar dapat "berteman" kemana2.
Semoga kita tidak termasuk yang bermuka dua ini. Dan jaga jarak dengan orang2 ini.
*Tere Lije

“Sebenarnya siapa yang membuat kita kecewa? Kita sendiri. Bukan orang lain. Kita tidak akan pernah kecewa jika kita selalu mengendalikan harapan. Mau secanggih apapun orang lain memupuk pesonanya, menimbun perhatiannya, kalau kita sempurna mengendalikan hati, no problem at all. Mau se-PHP apapun orang2 ke kita, kalau kendali harapan itu di kita sendiri, tidak akan mempan”
--Tere Lije
 

Ada banyak anak2, remaja yang ingin cepat dewasa agar bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan saat remaja, kesal karena dilarang ini, dilarang itu, banyak peraturan
Percayalah, kalian akan tiba di masa itu, bahkan saat sudah tiba, semua masa-masa di belakang lewat bagai sekejap mata. Tiba-tiba sudah dewasalah kita. Hanya untuk kemudian menyadari, masa anak2 dan remaja jauh lebih menyenangkan meski dengan peraturan dan larangan berkali-kali lipat.
--Tere Lije
 

Kadang kita lupa rumus ini:
"Kalau kita menyukai orang lain, maka tidak otomatis orang itu menyukai kita. Jangan egois. Jangan GR."
--Tere Lije
 

"Kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu jika kita terlalu menginginkannya. Kita tidak akan pernah mengerti hakikat memiliki, jika kita terlalu ingin memilikinya."
--Tere Liye, novel "Sunset Bersama Rosie"
 

(I)
Semua orang makan dan minum--setiap hari pula. Tapi hanya sedikit yang senantiasa bersyukur atas setiap butir nasi yang dia habiskan, setiap tetes air minum yang dia teguk.

(II)
Jika kita bersabar "sedetik" saja dalam sebuah kemarahan. Maka boleh jadi kita terhindar dari "ratusan hari" penuh penyesalan.
(III)
Hidup selalu sederhana. Tapi kitalah yang membuatnya selalu rumit.
(IV)
Seseorang yang selalu menyela dengan kalimat "tidak mungkin", atau "tidak akan bisa terjadi" atau "bukan begitu caranya", dsbgnya. Maka dia sama sekali tidak berhak menyela orang lain yang sedang mengerjakannya. Bantu. Atau tutup mulut adalah lebih baik.
(V)
Dan, sungguh ada banyak jalan menuju puncak gunung. Ada yang cepat, ada yang lambat. Ada yang berkelok, ada yang lurus. Tapi sekali kita tiba di sana, pemandangannya akan selalu sama. Hargailah proses kehidupan kita. Hasil adalah bonus semata.
*saya sarikan dari berbagai nasehat dari negeri China. mungkin berguna.
 

Jangan pernah bersedih meski kita sederhana, tidak kaya, tidak sekolah di tempat elit menurut orang2, tidak punya gagdet canggih. Jangan pernah berkecil hati walau kita biasa saja, tidak ganteng, tidak ngetop, tidak pintar, tidak keren menurut orang2.
Jangan biarkan pikiran itu melintas walau sekejap. Karena apa kata orang2 itu tidak penting. Kitalah yang menjalani kehidupan, dan dari kita sendirilah sumber kebahagiaan tersebut.
Kemuliaan hidup tidak akan pernah tertukar. Jangan pernah bersedih hati
--Tere Lije
 

Hidup ini terbatas, dan hanya sekali. Jadi jangan habiskan dalam kehidupan orang lain. 

Kalau saling nasehat-menasehati adalah pekerjaan rese', termasuk sok ngurusin orang lain, maka kalian harus tahu, menurut definisi itu, Nabi kita adalah orang paling rese'. Beliau lah orang yang paling menyerukan agar kita semua saling nasehat-menasehati.
Maka, hati2 dengan komen dan pendapat kita. 
Jika kita tidak bisa mengambil bagian memperbaiki, jangan malah ngerecoki orang2 yang ingin bekerja. Jangan malah ngajak berantem orang2 yang ingin saling mengingatkan. Cara mereka boleh jadi keliru, tidak kita sukai, menurut kita munafik, dsbgnya, tapi mereka jelas mengambil bagian. Nah, kalau kita merasa lebih baik, lebih bijak, bergegas ikut serta.
Pikirkanlah.
*Tere Lije
 

Jangan membicarakan orang lain di belakangnya. Itu hanya prilaku pengecut yang tidak berakhlak.
Nah, jika kita yang dibicarakan tersebut. Jangan ambil hati, biarkan saja, itu simply menunjukkan orang2 itu memang selalu di belakang kita. Persis seperti roda belakang motor yang hanya bisa menatap roda depan, tapi tidak pernah bisa menyalipnya. Frustasi sekali.
*Tere Lije
 

Dimana2 tentu saja orang akan jatuh cinta ke orang yang tampil baik, keren, punya uang, pekerjaan, masa depan. Punya segala2nya. Situasi aman sentosa. Semua serba indah dan mudah.
Tapi sesungguhnya, perasaan diuji ketika situasi menjadi sulit dan rumit. Ketika kita bangkrut, dipecat dari pekerjaan, atau kecelakaan yang mengambil tampilan fisik, ketika sakit berkepanjangan. Saat situasi menjadi buruk dan sesak, dan kalimat2 cinta tidak bisa dimakan atau bisa membayar tagihan2.
Ketika itulah kita tahu persis siapa yang sebenarnya mencintai kita. Siapa yang tetap berdiri di sebelah kita.
 

Kebahagiaan itu selalu tergantung ke diri kita sendiri. Terikat utuh ke diri sendiri.
Tidak pernah tergantung atau terikat atas orang lain, kejadian, benda, sesuatu, apapun itu.
Jika kita ingin bahagia, titik, bahagia sudah kita, dengan apapun yang dimiliki.
 

Salah-satu hebatnya cinta yang datang dari anak2 yang masih balita adalah: saat kita sedang marah sekali, dia tiba2 bisa membuat kita tersenyum, bahkan tertawa. Berguguran marah di hati.
Maka, nasehat lama itu benar sekali: carilah seseorang, teman hidup yang selalu membuat kita tertawa, bahkan dalam situasi kita tidak ingin tersenyum sama sekali. Menyenangkan menghabiskan waktu dengan seseorang seperti ini.
*Tere Liye
 

Sebenarnya tidak ada definisi sibuk bagi orang tua yang mencintai anak-anaknya. Sesibuk2nya orang tua, kalau memang cinta, dia selalu punya waktu untuk anak2nya.
*Tere Lije
 

Boleh jadi, yang kita buang, adalah sesuatu yang kita butuhkan.
Boleh jadi, yang kita lupakan, adalah sesuatu yang mengingatkan.
Boleh jadi, yang kita tinggalkan, justeru adalah sesuatu yang selalu menunggu. Setia. Di sana.
*Tere Lije
 

Tidak akan ada yang menghormati kita, ketika kita tidak menghormati peraturan yang ada. Pun tidak akan ada yang menghargai pendapat kita, ketika kita tidak menghargai topik pembicaraan orang lain.
Belajarlah menempatkan diri, dimulai dari hal2 sepele. Sebelum besok lusa kita membayarnya mahal sekali.
*Tere Lije
 

Kalau kita tersinggung, marah2 membaca dinding orang lain, maka itu sebenarnya keren loh. Berarti kita ngerasa ada yang ganjel di hati. Ayo, daripada ngedumel, ngamuk2 membela diri--padahal orang juga bingung bacanya ini siapa sih yg tiba2 kalap, mending mengangguk, dipikirkan.
Jangan marahin tembok dindingnya ya. Mending kalau ditanggapin, kalau malah ditimpa temboknya, diusir, nggak bisa komen lagi, tambah keki, kan.
*tere lije
 

Tahun lalu untung perusahaan rokok Gudang Garam adalah 4,09 Triliun. Atas uang sebanyak itu, 1,3 Triliun dibagikan rata ke pemegang saham perusahaan ini. Hebat sekali.
Darimana untung sebanyak itu? Dari perokok, yang baik hati memberikan uang, untuk ditukar kenikmatan merokok yang merusak kesehatan. Siapa yang makin kaya atas industri rokok? Yang jelas bukan petani tembakau, buruh, apalagi perokoknya. Mereka hanya ada di dilantai dasar piramida bisnis ini.
Pikirkanlah.
*Tere Lije
 

Nasehat, suruhan, perintah, larangan atau apapun dari orang tua kita selalu punya dua sisi mata koin. Persis seperti koin uang logam. Sisi yang pertama: substansi atau isi dari nasehat, suruhan, perintah, dan larangan tersebut. Sisi yang kedua: kasih sayang mereka.
Maka, jika nasehat, perintah, larangan tersebut keliru di sisi substansi atau isinya, tidak akan keliru di sisi kasih sayang mereka. Melarang kalian sekolah jauh2 misalnya, boleh jadi substansi/isi larangannya keliru, tapi mereka benar karena kasih sayang mereka. Orang tua punya alasannya. Menjodohkan misalnya, itu boleh jadi tidak selalu benar, tapi tidak akan ada orang tua yang berniat jahat menjodohkan anak2nya.
Selalu pahami hal ini, sehingga kita bisa memahami mereka lebih komprehensif. Bukan dikit2 bilang orang tua saya banyak mau. Bahkan yg lebih parah lagi, menilai orang tua sendiri keliru dan salah. Kalian perlu merasakan punya anak seperti kalian baru paham bagaimana rasanya menjadi orang tua kalian. Banyak2lah bersyukur.
*Tere Lije
 

Jika kita menang dalam sebuah perdebatan; saya bisa pastikan, lawan debat kita tidak akan menghargainya. Jika kita kalah telak, pun kita tidak mau mengakuinya. Lantas apa poinnya adu celoteh? Biar tahu siapa paling pintar bicara atau paling pintar komen?
Hentikanlah berdebat, menonton orang berdebat, apapun itu. Biarkan saja orang2 lain melakukannya. Jadi tontonan di televisi, silahkan. Kita sih tidak, kita tahu persis bahwa masih banyak pekerjaan lain yang lebih penting dibanding adu kalimat, lantas saling emosi. Mending ngupil, gunting kuku, mencetin jerawat, setidaknya tidak menyakiti orang lain.
*Tere lije
 

Ketika kita merasa lebih pintar, lebih tahu, lebih paham dibanding orang lain (yang kadang lebih tua dibanding kita), maka itulah saatnya mulai membuktikannya. Bukan cuma sekadar rusuh, membantah, menyalahkan orang lain, tidak mau dinasehati, dsbgnya.
Egois, keras kepala, adalah penyakit yang merusak diri sendiri, dan tidak ada yang bisa menyembuhkannya kecuali diri sendiri. Pada akhirnya kitalah yang tahu persis kita ini bermanfaat atau tidak, bahagia atau tidak.
*Tere Lije
 

Kenapa saya selalu menyarankan agar kita tidak perlu menulis curhat, ratapan, galau, masalah, aib diri sendiri di jejaring sosial kita?
Karena sebenarnya:
--70% orang2 tidak peduli dengan apa yang kita tulis;
--10% lagi hanya membaca sekilas;
--10% justeru boleh jadi bilang "syukurin";
--dan 10% terakhir sedang mencari korban orang2 labil.
Jadi, pikirkanlah. Tiada banyak manfaatnya.
*Tere Lije, angka persentase hanya perumpamaan
 

Teman sejati itu tidak peduli kita ini anak siapa, dari keluarga apa, tidak peduli kita ini kaya atau miskin, pintar atau bodoh. Dan yang lebih penting lagi, tidak peduli kita ini lagi susah atau sedang menang undian sabun colek berhadiah 10 milyar. Teman sejati tidak peduli itu semua.
Yang dia peduli, teman sejati selalu ada, selalu menemani, selalu menasehati, selalu mengingatkan kebaikan, mengajak meninggalkan hal2 buruk dan sia-sia, dan bersama-sama terus memperbaiki diri.
*Tere Lije
 

Itu sudah hukum alam. Wajah halus akan berkeriput. Wajah mulus akan penuh lipatan. Rambut memutih, dan semua orang beranjak tua. Tidak tersisa lagi kecantikan atau ketampanan masa muda. Juga bentuk fisik mempesona, sempurna, berganti bungkuk, lemah, tidak menarik lagi.
Seseorang yang dulu ditoleh oleh satu jalan atau satu sekolah kalau lagi lewat, sekarang bahkan tidak ada yang menyadari dia barusan lewat.
Tidak ada yang awet dari wajah dan fisik kita. Tidak akan ada. Sehebat apapun teknologi yang dimiliki manusia. Tua adalah keniscayaan. Maka saya kira, sudah saatnya memikirkan sesuatu yang lebih hakiki, yang tetap awet hingga kelak waktu habis.
Mari kita mulai misalnya dengan hal kecil: senyuman. Senyuman baik dari hati tulus, itu boleh jadi akan awet melawan usia.
*Tere Lije
 

Bahagia t-i-b-a ketika kita b-e-r-h-e-n-t-i mengeluh.
Dan dia bergegas p-e-r-g-i ketika kita m-u-l-a-i mengeluh.
*Tere Lije
 

Jangan pernah malu kalau kita terlihat norak, terlihat bodoh, karena belum pernah naik pesawat, bingung masuk lift, gugup masuk gedung mewah, nervous saat makan malam dengan banyak sendok dan garpu, dan berbagai hal sejenis lainnya. Tidak ada yang perlu malu, kita tinggal belajar, bertanya.
Norak itu adalah ketika kita merendahkan orang lain padahal kita tahu persis bagaimana seharusnya bersikap. Norak itu adalah ketika kita mentertawakan orang lain, merasa lebih baik. Dan norak itu adalah ketika melanggar peraturan padahal kita lebih dari tahu itu harus dipatuhi.
*Tere Lije
 

Bahkan bekas luka fisik pun kita tidak tahu. Seseorang yang berdiri di hadapan kita, boleh jadi di punggung, dada, lengan, paha, penuh dengan bekas luka fisik, tapi tertutup oleh pakaian, dan kita tidak pernah tahu.
Apalagi bekas luka hati. Kita lebih tidak tahu lagi. Seseorang di hadapan kita, selalu tersenyum, terlihat bahagia, boleh jadi penuh bekas luka di hati. Bekas-bekas luka yang memberikan pemahaman baik, dan kini membuatnya bahagia.
Ketika kita tidak bisa melihatnya, maka bukan berarti bekas luka itu tidak ada.
*Tere Lije
 

Tenang saja, ketika sesuatu yang kita anggap baik berakhir, ketika kita kehilangan seseorang yang kita nilai spesial, ketika sebuah kesempatan emas hilang maka, tenang saja, akan datang sesuatu pengganti yang lebih baik, seseorang yang lebih istimewa, pun kesempatan emas lainnya.
Pastikan saja syaratnya dipenuhi: bersabar.
Bagi orang2 bersabar, selalu datang hal-hal baik sebagai pengganti hal-hal sebelumnya.
 

Salah-satu tabiat orang yang suka berdebat adalah dia meyakini bahwa debatnya itu bermanfaat.
Maka urusan jadi mudah, kita tinggalkan saja orang2 ini dengan hal yang diyakini bermanfaat tersebut.
Nah, sekali kita tinggalkan, maka orang2 ini sendiri yang akan menunjukkan persis seperti anak kecil yang ditinggal temannya bermain, marah2, protes. Sakit hati. Menjelek2an, bilang kita tidak mau dibantah, tidak mau berbeda pendapat, kita tidak bijak, dsbgnya.
Maka urusan jadi tambah mudah. Masuk rumah, tutup pintu, jangan biarkan masuk orang2 ini. Mari kerjakan hal2 yang lebih bermanfaat, terus produktif.
*Tere Lije

Cowok itu yang dibuat kekar, perkasa bukan hanya otot, badan, melainkan otak, cara berpikir, pemahaman. Segera mandiri, sekolah beres, bisa bekerja atau membuat lapangan pekerjaan. Bukan hanya merepotkan orang tua, nganggur, lantas kemudian bergaya menggoda cewek2 dengan otot, badan, tapi otak kosong.
*Tere Lije
 

Tidak ada yang suka nonton film, lantas tiba2 filmya berhenti di sebuah adegan, kemudian hanya untuk diulang2 saja adegan tersebut. Alias stuck, berhenti, rusak filmnya. Aduh menyebalkan, bikin keki bin penasaran.
Nah, tidakkah kita juga sebal kalau melihat diri sendiri stuck, berhenti di adegan itu2 saja dalam kehidupan nyata kita. Tidak move on.
*Tere Lije
 

Tidak ada komentar: