Jumat, 26 Juli 2013

selamat hari puisi nasional!


22 juli satu tahun yang lalu, berlokasi di Pekan Baru, Riau, sebanyak 40 penyair Indonesia berkumpul untuk mendeklarasikan hari puisi nasional yang disepakati jatuh pada tanggal 26 juli. lho, kenapa ga di tanggal tersebut saja (22 juli) yang ditetapkan sebagai hari puisi nasionalnya. usut punya usut *ceileee, gaya* ternyata ditetapkan pada tanggal 26 juli alasannya adalah untuk menghormati "bapak puisi" Indonesia, Chairil Anwar yang lahir bertepatan pada tanggal 26 juli.

siapa Chairil Anwar?

Pria yang lahir di Medan pada tahun 1922 ini telah menghasilkan 96 karya dan bersama Asrul Sani serta Rivai Apin dinobatkan sebagai pelopor angkatan ’45 puisi modern Indonesia. karya-karya Chairil Anwar seringkali bertemakan pemberontakan, kematian, individualisme, dan ga jarang yang akhirnya multi-interpretasi. Sajak-sajaknya yang kadang radikal dan jauh dari romatisisme menjadikan sebuah awal dari revolusi puisi Indonesia pada saat itu.

Nama Chairil Anwar mulai kedengeran di dunia sastra saat majalah Nisan memuat tulisannya waktu Ia berumur 20  tahun. Nah julukan “Si Binatang Jalang” itu sendiri didapat dari sajaknya yang berjudul “Aku” yang banyak diapresiasi orang banyak karena sajak ini diartikan sebagai dorongan hati rakyat untuk bebas merdeka. Selain itu banyak karya-karya lain yang sangat terkenal dan berpengaruh pada jamannya seperti sajak berjudul “Krawang-Bekasi” yang sangat mengapresiasi perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan, “Persetujuan dengan Bung Karno” yang mencerminkan dukungannya terhadap Soekarno untuk memproklamasikan kemerdekaan 17 agustus 1945 , dan juga “Diponegoro”. Tapi sayang Chairil Anwar tidak berumur panjang. Ia meninggal tanggal 28 April 1949 pada usia 27 tahun karena sakit TBC.

sumber : nyunyu

jadi, sekarang pencinta puisi, sajak, dan kata-kata indah yang terangkai mesra #halah bisa dengan senang hati merayakan hari puisi nasional di tanggal 23 juli, dan tahun ini hari puisi nasionalnya, ya hari ini! :D

***

mari lebih dekat dengan puisi

Puisi adalah sebuah karya sastra dalam bentuk tulisan. Puisi memiliki unsur dramatis dan citra  rasa bagi si penulis mau si pembaca. Puisi bisa di kaitkan dengan perasaan juga pikiran. Karena puisi itu karya seni untuk menyampaikan gagasan, maka fungsi puisi adalah dulce, (indah, manis) dan utile ( berguna, bermanfaat). Dulce berhubungan dengan muatan yang dikandung puisi, berupa ajran, gagasan, atau pikiran. Ada beberapa definisi tentang puisi menurut para ahli.

Menurut Tarigan (1984: 4): kata puisi berasal dari bahasa Yunani “poesis” yang berarti penciptaan. Dalam bahasa inggris di sebut “poetry” artinya puisi, poet artinya penyair, poem berarti  syair atau sajak. Arti yang semacam ini lama-kelamaan dipersempit ruang lingkupnya menjadi “ hasil seni sastra yang kata-katanya disusun menurut syarat tertentu dengan menggunakan irama sajak dan kata-kata kiasan.

Menurut  Jhon Dreyden:  poetry is articulate music  (puisi adalah music yang tersusun rapi).

Menurut Samuel  Jhonson: puisi adalah peluapan spontan dari perasaan-perasaan penuh daya, dia bercikal bakal dari emosi yang gberpadu kembali kedalam kedamaian.

Menurut Mathew Arnold: puisi adalah bentuk organisasi tertinggi dari kegiatan intelektual manusia.

Menurut Bradley:  puisi adalah semangat.

Menurut Ralph Waldo Emerson: puisi adalah upaya abadi untuk mengekspresikan jiwa sesuatu, untuk menggerakan tubuh yang kasar dan mencari kehidupan dan alasan yang menyebabkan ada.

Menurut Byron: puisi adalah lava imajinasi yang letusannya mencegah timbulnya gempa bumi.

Menurut Percy Bysche Shelly:  puisi adalah rekaman diri pada saat-saat yang paling baik, menyenangkan, dari pikiran-pikiran yang paling baik dan menyenangkan.

Menurut  Drs. Zainuddin :  puisi merupakan karya sastra yang terikat ketentuan atau syarat tertentu dan pengungkapannya tidak terperinci, tidak mendetail atau tidak meluas.

Menurut Altenbernd: puisi adalah pendramaan pengalaman yang bersifat penafsiran (menafsirkan ) dalam bahasa berirama (bermetrum) (as the interpretive dramatization of experience in metrical language).

Menurut Samuel Taylor Coleridge: puisi adalah kata-kata terindah dalam susunan terindah.

Dari beberapa definisi diatas, saya lebih sependapat dengan Ralph Waldo Emerson, bahwa sesungguhnya 
puisi itu adalah upaya abadi untuk mengekspresikan jiwa sesuatu, untuk menggerakan tubuh yang kasar dan mencari kehidupan dan alasan yang menyebabkan ada. Mungkin jika di gambarkan seperi ini: Ketika kita sedang merasakan sesuatu, melakukan kegiatan, menjalani hidup, membenahi diri, mengingat kehinaan, bahkan mengobati kegundahan, puisi ibarat album yang kita potret dengan sebuah pena lalu kita edit menggunakan aplikasi perasaan agar wajah puisi terlihat rupawan.

Tidak semua orang itu suka puisi. Bahkan tidak jarang beberapa oknum mencibir kita ketika kita membuat sebuah dokumentasi tersebut. Ada yang berpendapat seperti ini; Orang yang sering menulis puisi adalah orang yang suka merayu, mengadu, bahkan menipu.  Memang ada yg seperti itu, tapi sekalipun seperti itu, mereka melakukannya bertemankan dengan perasaan yang ada di dalam hati. Di dalam kamus saya, orang yang suka berpuisi adalah seorang pembohong yang jujur, melakukan protes keras tentang sosial dengan cara memuji. Jadi, perhatikanlah cibiran seseorang, jadikan cibiran tersebut sesajen untuk kita menuliskan sesuatu termasuk berpuisi agar menjadi koleksi dokumentasi kita untuk jadi lebih baik dari yang sebelumnya, karena manusia adalah makhluk yang penuh dengan kesalahan. Khidmatlah puisi untuk membenahi diri.

Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawaa oraang lain kedaalam keaadaan hatinya.

Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala ‘keanehan’ yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi.

Saya akan mencoba mendokumentasikan momentum Hari Puisi Nasional yang diperingati setiap 26 july yang didedikasikan untuk merayakan ulang tahun sang pahlawan sastra sekaligus penyair terhebat pada eranya, Chairil Anwar.

“Kumpulan Aksara”

Berdirilah
tegak
di tengah panggung yang sering berbohong ini,
bercerminlah

Menggali sebuah tanah sejak dini
menemukan kumpulan aksara seadanya

Apa?
Ini!

S
E
L
A
M
A
T
B
E
R
P
U
I
S
I
             
                                                             Jakarta, 26 Juli 2013

sumber : di sini

 ***

jadi begitulah sejarah hari puisi nasional di negara kita tercinta ini, dan penjabaran beberapa arti/makna puisi yang saya ambil dari salah satu blog seseorang yang juga mencintai kata.

mari sedikit bernostalgia, ga ding sebenernya saya aja yang mau nostalgia, nginget masa-masa waktu pertama kali jatuh cinta dengan puisi. waktu junior high school #gaya #sokinggris pas smp saya telat nyadar kalau buku-buku puisi di perpustakan sekolah saya tuh bagus-bagus, jadilah baru pas kelas 3 saya nemuin buku puisi dengan judul "Dan Kematianpun Semakin Akrab" karya Subagio Sastrowardoyo, langsung jatuh cinta. setelah itu baru berpetualang dengan buku-buku puisi yang lain, termasuk juga ngubek-ngubek buku cerpen dan sastra.

beranjak sma #tsaaah alhamdulillah perpustakaan sekolah banyak buku-buku puisi yang bisa dipinjem dan tebal-tebal juga, xoxo. jadilah pas mulai sma saya iseng #preet buat puisi, huhuhu masih ada tuh binder kumpulan puisi yang saya buat waktu masa muda *ya sekarang gue belum tua-tua amat juga sik*.

kenapa saya yang pada saat itu (kelas 3 smp) bisa menyukai puisi-puisi yang ibaratnya punya kata-kata tingkat tinggi, ngayal, dan imajinasi kemana-mana, padahal saya baru 14 tahun, huhuhu. tapi ternyata kata-kata indah itu memang begitu memikat hati, sekalipun kadang kami -para pencinta kata- sering dianggap terlalu delusional, ngayal mulu, berharap sebuah keadaan seperti di negeri dongeng untuk hidup ini, dan bla bla bla lainnya. tapi, mereka tidak pernah melihat keindahan yang tersembunyi dibalik setiap kata yang terangkai #malahcurhat #pengalamanyes? setidaknya ketika menemui seseorang yang tidak sepemikiran jangan pernah menganggap dia aneh, freak, atau yang sejenisnya hanya karena ia tidak punya kebiasaan yang sama dengan anda. that called #RESPECT

dan ini, sebuah puisi untuk hari puisi nasional kita semua, sebuah puisi lanjutandari dua puisi pendahulunya, semoga berkenan.

adios!

***
kepada kamu (bagian ketiga)

mungkin aku, hanya satu dari pengagum (tak) rahasiamu
yang bersembunyi dibalik kata dan senyum malu-malu
hanya mampu bertanya-tanya dalam hati apakah dibalik dadamu juga tersimpan debar untukku
ataukah hanya rasa biasa tak ada apa-apanya

kepada kamu,
yang kelak akan selalu kubisikkan kata cinta seumur hidup sekalipun mungkin sesekali kau akan bosan mendengarnya
tapi jangan pernah menghindar untuk memberiku pelukan selamat pagi setiap harinya

kepada kamu,
yang dimasa tua ingin ku temani saat matamu menelusuri barisan kata di buku-buku yang kita susun rapi di rak-rak yang kita rias dengan bunga dari taman yang kita bentuk sendiri
mungkin kau akan bosan dengan mawar yang tumbuh di halaman, atau kamboja merah jampu yang sengaja ku tanam dekat jendela
tapi jangan pernah bosan untuk setiap catatan kecil berbonus bentuk hati di sela-sela peralatan rumah kita

kepada kamu,
kelak jika aku sudah mulai meraih kertas dan pena lalu duduk di sampingmu sambil menghirup aroma rumput basah sehabis hujan di pekarangan kita
maka ketahuilah bahwa kata yang bertaut yang kutulis adalah bagian dari perasaanku kepadamu, kata-kata yang kubuat sejak dulu, sekarang, dan nanti

nb : jangan lupa ucapkan selamat hari puisi untukku disetiap 26 juli kita ;)

Tidak ada komentar: