Sabtu, 13 Juli 2013

menjelma nyata


aku memandangi hujan yang jatuhnya semakin menderas dari tempat dudukku
turun ia membawa butir-butir air berisi berjuta tanda tanya
tentang waktu yang terlalu lama menyembunyikanmu
tentang embun yang terlalu pagi mengirim nada-nada sendu menusuk hatiku

berhentilah menjadi bayang, menjelmalah hingga nyata
agar sunyi yang setiap hati tiba tak menjingga dan semakin menyilaukan mata

berhentilah dari sekadar fatamorgana, menjelmalah hingga nyata
tak perlu menepi ke hilir sekarang, sebab muara kita masih jauh terbentang

berhentilah memintaku mengugurkan daun satu-satu dan segeralah pergi dari ujung cakrawala, menyatalah di depanku
agar bisa ku hirup wangimu, ku kecup jemarimu, menyatu kita diiringi biru

hei, hujan sudah tak bersuara rupanya, mengingatmu membuat aku lupa akan petirnya yang sudah tak bergejolak
tak usah repot-repot mengantarkan pelangi agar binar mataku hanya tertuju ke arahmu
sebab mendung sudah menutup semua celah untukku berpaling
jika esok engkau menyata, tak perlu membawa bunga untuk pembuktian rindu, cukup hentikan sejenak waktu, agar aku bisa langsung mengenalimu.

-menuju senja yang sembunyi, 5 Ramadhan perhitungan hisab-

Tidak ada komentar: