Minggu, 21 Juli 2013

kepada kamu (bagian kedua)


yang mengamit jemari kala berjalan di tengah gugurnya dedaunan
yang menjajarkan langkah saat telapak kita menyentuh lembutnya pasir pantai
yang mendekap mesra kala angin musim semi mulai menemani senja
yang membisik berjuta cinta sembari berlari di bawah deras hujan  

kepada kamu, mungkin kelak atau bahkan saat ini kau membaca ribuan kata yang kutulis kau akan tertawa, atau justru kau rindu jua? seperti aku.
atau kau sedang mendo'akanku dari tempat yang tak ku tahu jauh atau dekatnya?

kepada kamu, aku ingin sampaikan melalui hembusan bayu yang berbisik di telingamu
sekalipun aku menyukai dongeng bahagia hingga akhir hayat, tapi kau tak perlu datang dengan kuda putih sebagai tunggangan sebab akupun tak punya gaun dan mahkota di kepala atau duduk di singgasana putri raja

kepada kamu, mungkin kau sudah terlelap dalam mimpi indah tidurmu malam ini, sementara aku menuliskan sebuah sajak penuh pengharapan
apakah perjalanan ini terlalu melelahkan? semoga saja tidak, sebab setapak yang akan kita lalui akan jauh lebih panjang
mungkin saja lebih terjal, tapi hati yang menyatu akan menciptakan harapan tak berbatas
do'a-do'a itu, semoga sampai ke pintu rumahmu, mengetuk lembut saja tak perlu terlalu keras, hanya agar kau terjaga sejenak

kepada kamu, selamat malam, semoga kita bertemu dalam bayang mimpi
jika kau dengarkan lagu merdu yang mengalun dalam ketidaksadaranmu, yakinlah dalam setiap baitnya ada aku, yang ingin membahagiakanmu
semoga Rabb kita yang Maha Mencintai berkenan memudahkan


Tidak ada komentar: