Rabu, 26 Juni 2013

penghapal hadist itu bernama, Abu Hurairah


"dari Abu Hurairah r.a ......."

siapa tidak mengenal beliau? sila cek di sini sebelum kita membahas tentang perawi hadist kesayangan saya ini, xoxo.

Abu Huairah r.a. dilahirkan 19 tahun sebelum masa Hijrah, berasal dari kabila al-Dusi di Yaman. nama aslinya adalah Abd as-Syams, nama ketika beliau masih dalam kondisi jahiliyah, setelah memeluk Islam nama beliau menjadi Abd al-Rahman.

dalam suatu riwayat disebutkan, "Rasulullah saw bertanya kepada Abu Huairah, "siapa nama anda?", "Abdu Syamsi. (hamba matahari)!" jawabnya singkat. "bukannya Adbu Rahman (hamba Allah)?" tanya Rasulullah saw. demi Tuhan! benar Abdu Rahman, yaa Rasulullah!" jawab Abu Hurairah menyetujui.

lantas bagaiamana bisa beliau lebih dikenal dengan nama Abu Hurairah?

gelar Abu Hurairah diberikan langsung oleh Rasulullah saw sebab beliau suka sekali bermain-main dengan anak kucing, sebab hurairah itu artinya kucing, sejak kecil beliau memang suka sekali bermain dengan anak kucing. suatu hari Rasulullah saw bertemu dengan Abu Hurairah r.a. dan bertanya, "apa yang ada di dalam lengan bajumu?", lalu beliau r.a. mengeluarkan anak kucing yang ada dalam lengan bajunya itu. sejak saat itu Rasulullah saw menggelarinya dengan sebutan Abu Hurairah.

Abu Hurairah r.a. memiliki seorang ibu yang sudah lanjut usia dan masih tetap syirik, beliau r.a. tidak henti-hentinya mengajak sang ibunda memeluk Islam, karena dia sangat menyayangi ibunya dan ingin berbakti dengan sebaik mungkin. namun ibunya malah menolak ajakannya dan menjelek-jelekan Rasulullah saw, maka ia pun pergi meninggalkan ibunya untuk bertemu dengan Rasulullah saw sambil menangis tersedu.

"mengapa kamu menangis wahai Abu Hurairah?" tanya Rasulullah saw letika mereka bertemu, Abu Hurairah menjawab, "aku tidak bosan-bosannya mengajak ibuku masuk Islam, tetapi beliau selalu menolak dan mengucapkan kata-kata kasar mengenai engkau, yaa Rasulullah, yang tidak sudi aku mendengarnya. tolonglah do'akan, yaa Rasulullah semoga ibuku tergugah masuk Islam." kemudian Rasulullah saw mendo'akan sebagaimana yang diminta olehnya.

tidak lama setelah itu ibunda Abu Hurairah pun akhirnya memluk Islam sebagai agama yang haq, dan beliau r.a pun kembali menemui Rasulullah saw dengan tersedu dan menangis bahagia mengabarkan bahwa akhirnya ibunya bersedia memeluk Islam.

Abu hurairah sangat mencintai Rasulullah saw, sampai mendarah daging. dia tak pernah bosan melihat wajah Rasulullah saw. katanya, "bagiku tidak ada yang lebih indah dan cemerlang selain wajah Rasulullah saw. dalam penglihatanku, seolah-olah matahari sedang memancar di wajah beliau."

Zaid bin Tsabit pernah bercerita, "pada suatu ketika aku dan Abu hurairah serta seorang sahabat yang lain berada di dalam masjid. kami berdo'a kepada Allah dan berdzikir. tiba-tiba Rasulullah saw mendatangi kami, dan beliau duduk di dekat kami. kamipun diam. "ulanglah do'a dan dzikir yang kalian baca!." seru beliau saw. lalu aku dan sahabat lainnya membaca do'a. Rasulullah saw pun mengaminkan. kemudian Abu Hurairah membaca do'a juga, "wahai Allah, aku memohon kepada-Mu apa yang di mohon kedua sahabatku ini. dan aku memohon kepada-Mu ilmu yang tidak dapat aku lupakan." Rasulullah saw mengaminkan do'a itu. kamipun berkata, "kami juga akan memohon kepada Allah ilmu yang tak dapat kami lupakan.", "kalian telah didahului putera Bani Dausy (Abu Hurairah)," tegas Rasulullah saw.

atas do'a Rasulullah saw pulalah Abu Hurairah memiliki ingatan yang begitu kuat, karena sebelumnya Abu Hurairah memiliki ingatan yang lemah dan ia datang mengadu pada Rasulullah saw, akhirnya Rasulullah mendo'akannya.

***

mengapa di atas saya tulis perawi hadist kesayangan, ehem sebab beliau r.a suka kucing, sih :D :D :D

dan beliau r.a. memang keren sekali, banyak hadist shahih yang bersumber dari ingatan beliau, semoga Allah berkenan memudahkan langkahnya ke Surga.

-dari : berbagai sumber -

1 komentar:

januar surya mengatakan...

mantap artikelnya.

bisnis online minim resiko www.kiostiket.com