Rabu, 05 Juni 2013

hujan bulan juni


tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

-1989, Sapardi Djoko Darmono



mari bicara soal salah satu karya pujangga berbakat Indonesia, Sapardi Djoko Darmono. profilnya bisa di lihat di sini

kenapa memilih memposting hujan bulan juni? yaa, karena sekarang bulan juni dan sudah memasuki musim tak berpenghujan alias musim kemarau di negara kita ini. hujan bulan juni dibuat pada tahun 1989 saat pergantian iklim di Indonesia masih 'normal' dan bulan Juni adalah bulannya kemarau yang berarti hujan tidak datang sesering bulan-bulan sebelumnya atau bahkan tidak turun selama bulan Juni. 

Sapardi membuat hujan dalam puisi ini seperti punya ruh, seperti memiliki rasa, menilik ke dalam setiap bait-baitnya, seakan beliau ingin memberitahukan kepada kita tentang perasaan hujan di bulan ini, seperti perasaan seseorang yang tak tersampaikan, hanya bisa menitip tiap jejak-jejak kerinduannya pada pohon berbunga, seperti menceritakan bahwa hujan sangat merindukan tanah yang ingin ia basahi tapi sayangnya ia tidak mampu untuk sebatas sampai ke sana, memuai begitu saja diantara dedaunan. seperti seseorang yang ingin menyampaikan perasaan tetapi terhalang oleh keadaan, yang menyebabkan ia hanya mampu menahan seluruh rasa, tak mampu walau sekadar diucapkan, tak mampu walau sebatas dibisikkan, sebab tak ada hujan di bulan Juni, sebab ada rasa yang mungkin memang harus selamanya tersimpan rapi. 



oya, ada musikalisasi hujan bulan juni yang menurut saya bagus, keren sekalipun ada yang bait yang kelupaan, xoxo. sila :

Tidak ada komentar: