Minggu, 16 Juni 2013

how to master your habits ; 30 hari membentuk kebiasaan baik


permasalahannya sedari dulu, selalu saja, bukan terletak pada bisa atau tidak bisa. tetapi lebih kepada mau atau tidak mau.

judul : how to master your habits
penulis : felix y. siauw
penyunting : ramadhi
tata letak : tim alfatihpress
perancang sampul : tim alfatihpress
tebal : 160 hlm + vii, 20,5 cm

sudah masuk radar buku ter-akandibelisesegeramungkin sejak berbulanbulan lalu, dan akhirnya tanggal 19 mei dengan izin Allah saya mendapatkan buku ini. jujur saja pertama membukanya saya degdegan berasa buku apaaaa gitu. dan akhirnya setelah......errrrr....sekian hari saya bisa mengkhatamkan buku ini. #idupinkembangapi

habits adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan kita melakukannya tanpa berffikir. habits adalah suatu aktivitas yang dilakukan terusmenerus, sehingga menjadi bagian daripada seorang manusia. dia adalah kebiasaan kita. - kalimat ini menarik sekali, ust felix menperkenalkan kepada pembaca apa itu habits yang sebenarnya, habits adalah kebiasaan, daaaaan ternyata ia bisa kita bentuk, kita atur semau kita.

lantas bagaimana kita bisa mengatur habits/kebiasaan kita? apakah benaar kita mampu membuat kebiasaan yang sesuai keinginan kita sendiri?

perbedaan antara bisa dengan tidak bisa itu sangat sederhana, yaitu habits. bisa karena biasa, tak bisa karena tidak biasa. sederhana. - so, jawabannya adalah kebiasaan. dan bagaimana membentuk kebiasaan? practice and repetition, laukan dan ulangi, itu saja. lakukan dan ulangi, maka tubuh kita akan menjalankannya otomatis, asik, kan?

ust felix menjabarkan dalam buku ini, tidak hanya teori bagaimana kita harus mempraktekan segala sesuatu yang ingin kita jadikan kebiasaan, tetapi juga memotivasi *sekalipun beliau bilang ini bukan buku motivasi* pembaca dengan contoh habits yang mudah dilakukan sehari-hari.

setelah saya membaca buku ini, saya fikir memang benar bahwa kebiasaan itu bisa kita atur seperti yang kita mau. lalu kenapa judul postingan ini ada 30 harinya? sebab ust. felix mengatakan eh menuliskan dalam bukunya bahwa sebuah kebiasaan baru bisa benarbenar tertanam dalam otak kita dimana seluruh sendi tubuh kita meng-iya-kannya sebagai sebuah kebiasaan yang jika tidak dilakukan maka hal tersebut akan berdampak bagi diri kita. mengapa disimpulkan selama 30 hari, ust. felix mengambil contoh pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan, kita menjalaninya selama 30 hari, selama itu pula tubuh kita menyesuaikan diri dengan aturan baru, dengan pola makan dan kebiasaan baru, saathari raya tiba, kita masih bisa merasakan kebiasaan itu, pagi hari tubuh kita belum menuntuk untuk diisi, dan kebiasaan ibadah kita selama Ramadhan pun masih tertinggal. itulah mengapa disebutkan 30 hari membentuk kebiasaan.

buku ini baik untuk kita yang ingin membentuk kebiasaan baru yang sesuai dengan apa yang kita mau, dan tentunya sesuai dengan ketentuan jalan hidup yang kita pilih #tsaelah #ikiopo

 
penampakan bukunya

nb : ditulis dalam rangka liqo' mandiri sebab hari ini Allah menghendaki rencana yang jauh berbeda, sesak rasanya tidak bertemu, sebab hal ini sudah menjadi sebuah kebiasaan menahun. umiiii, aini kangen. semoga ahad depan Allah memudahkan :')

Tidak ada komentar: