Sabtu, 09 Maret 2013

hanya isyarat - puisi rectoverso lima

kucoba semua, segala cara
kau membelakangiku
kuikmati bayangmu
itulah saja, cara yang bisa
untuk kumenghayatimu
untuk mencintaimu

sesaat dunia, jadi tiada
hanya diriku yang mengamatimu 
dan dirimu yang jauh di sana
ku takkan bisa, lindungi hati
jangan pernah kau tatapkan wajahmu
bantulah aku semampumu

(rasakanlah)
isyarat yang sanggup kau rasa
tanpa perlu kau sentuh
(rasakanlah)
harapan, impian,
yang hidup hanya untuk sekejap
(rasakanlah)
langit, hujan, detak, hangat nafasku

(rasakanlah)
isyarat yang mampu kau tangkap
tanpa perlu kuucap
(rasakanlah)
air, udara, bulan, bintang, angin, malam, ruang, waktu, puisi

itulah saja cara yang bisa

**by : Dewi "Dee" Lestari


- aku sampai pada bagian bahwa aku telah jatuh cinta. namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja. seseorang yang hanya sanggup kuhayati bayangannya dan tak pernah kumiliki keutuhannya. seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan. seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa. -

- saya adalah orang yang paling bersedih, karena saya mengetahui apa yang tidak sanggup saya miliki. -

- ia kembali menjadi sebentuk punggung yang sanggup ku hayati, yang kuisyarati halus melalui udara, langit, sinar bulan, atau gelembung bir. -

rectoverso; cinta yang tak terucap

Tidak ada komentar: