Kamis, 28 Maret 2013

wira garden ; first weekend with them

 ahad minggu lalu, 10.45 am




bersembilan kami datang ke Wira Garden, sebuah tempat/taman rekreasi di Lampung dengan niat mau main arung jeram, sekalipun gue takut, yes sebenernya, takut aja itu perahunya tiba-tiba kebalik namun sepertinya Allah hanya mengizinkan kami kecipak-kecipuk dalam air sehingga tidak jadilah itu main arung jeramnya.

cerita berawal dari ketuplak acara jalan-jalan ini, si Widhi Manyol yang tiba-tiba punya ide untuk ngajak kita-kita outbond, rencana awal kami akan outbond besok, Jumuah, pas tanggal merah, tapi karena satu atau dua pilih aku atau dia #abaikan hal maka kami putuskan untuk pergi di hari ahad saja. *sebenernya sih bukan keputusan kami, tapi keputusan mereka, karena gue sesungguhnya berkeberatan, awalnya. :D*

akhirnya kami berangkat pukul 08.30 dari yang janjinya jam 08.00 *gue tau pasti ngeles karena, itu kan janji ketemuannya bukan janji keberangkatannya* #yaudahlahbasingajaguemah sempat nyasar --ga perlu diceritain lah yaa, ntar ada yang naik panggung, eh naik emosi, hkhkhkhkhk-- akhirnya alhamdulillah bisa selamat sampai tujuan juga, Wira Garden, meskipun selanjutnya oom-oom penjaganya bilang kalau perahu arung jeramnya kempessss, ya sudahlah. karena sesungguhnya kan dateng ke sana numpang pemotretan

akhirnya kami main air dan dapat sewaan perahu untuk sekedar numpang dayung-dayung.

nih, saya kasih spoiler foto-fotonya :D






nah, udah yaa spoilernya. Wira Garden tempatnya lumayan bersih, kalau sekedar ingin mencari ketenangan sambil basah-basahan bolehlah main-main ke sini, tiketnya cuma Rp. 8.000,- kok. bukan postingan promosi.

sampai ketemu di foto-foto postingan liburan selanjutnya.

jika Allah cinta


Tidak ada sesuatu yang dilakukan oleh salah seorang di antara hamba-Ku yang mendekatkan diri kepada-Ku yang lebih Aku sukai daripada (melaksanakan) kewajiban yang telah Kutetapkan kepadanya. Setelah itu, barulah Dia mendekatkan diri kepada-Ku de­ngan melakukan ibadah nafilah (sunnah), sehingga Aku mencintainya. Dan bila Aku sudah mencintainya, maka saat itu Aku akan menjadi telinganya yang dia pakai untuk mendengar, matanya yang dia pakai untuk melihat, lidahnya yang dia pakai untuk berkata-kata, dan tangannya yang dia pakai untuk memegang. Jika dia memohon kepada-Ku pasti akan Aku kabulkan dan jika dia meminta kepada-Ku, maka pasti akan Aku beri.

hadist ini sering terbaca saat sedang membaca buku dan sampai ke bagian bagaimana jika Allah mencintai kita. dan maafkan saya karena saya lupa peraawinya, nanti di cek lagi atau ditanya lagi ke yang pernah menyampaikan.

membaca hadist ini atau mengingatnya, saat samapai pada bagian Aku akan menjadi .....nya untuk ........ sungguh hati seolah sudah tak membutuhkan apapun saat diri sudah sampai pada bagian itu, pada bagian di mana Tuhan sudah menunjukan bahwa Ia mencintai kita bahwa apa yang kita lakukan bersumber dariNya, penglihatan, pendenganran, langkah kaki, tangan yang memegang, Tuhan, seandainya bisa selalu dekat seperti itu..............karena sesungguhnya mendekatkan diri kepada Tuhan itu sulit, berat, dan tidak sebentar --untuk saya--

kedekatan dengan Tuhan adalah sesuatu yang harus, mutlak kita punya, wajib dan sangat berharga. baimana tidak, apa lagi memang yang dibutuhkan seorang makhluk saat ia tahu bahwa Tuhannya mencintainya, Tuhannya dengan senang hati berdekatan dengannya, hamba yang hina? di saat Allah dengan ke-Maha-anNya membangunkan kita disepertiga malam terakhir, saat kita masih terpejam, saat kita masih nyaman dengan kasur dan kenyang oleh makan malam, Ia membangunkan kita dnegan cintaNya, dan melihat kita berdiri, rukuk, sujud, berdo'a meminta ampunan, sungguh tidak ada yang bisa mengalahkan kesempatan terbaik itu, tidak ada kebahagiaan yang membuat hati lebih penuh dan membuncah selain mengetahu bahwa Allah senang berjumpa dengan kita dalam keheningan malam, saat yang lain masih terpejam, saat udara dingin masih menusuk, dan kita berdiri mengahdapNya dengan penuh pengharapan.

dan jika Allah sudah cinta, maka apalagi yang ditakutkan? ;)

Rabu, 27 Maret 2013

sajak cinta (bagian keenam)


sajak berguguran, sajak bertumbuhan, serupa cinta ~ @penyaircyber

Kekasih, kupanggili kamu di padang savana senja itu, kuteriakkan, agar namamu lebih luas dari kesepianku ~ @sudjiwotedjo

Sebuah taman, bayangan hujan, diriku adalah payung, dilupakan kenangan. Dirimu adalah bangku kayu, jemu menunggu ~ @warih_wisatsana

Ketika kuterima kau apa adanya, aku tak menuntut apapun, kecuali memintamu mulai berbahagia. ~ @sabdaliar 

aku ingin melihat malam terpejam agar bulan, bintang-bintang, dan rimbun pepohonan mampu meletakkan diri di matamu.~ @tepian_pantai
 
Aku sedang memakai baju yg kau jahit dengan tanganmu sendiri. Malam ini, Ibu, kutemukan hangat yg tak dikandung ribuan pagi. ~ @penagenic

sehalus tisu. dikecupkan lembutnya, ke sepasang pipimu; akulah itu, yang mengusap sedihmu, tapi kau tak boleh tahu. ~ @harian_siboy

sebab hampa ialah, malam berwarna, bulan menyala. tapi di udara yang dingin, kita hanya angin, yang tak ada. ~ @HendrikYuda

kau tak tahu sakit rumput, yang akarnya tercabut. atau perasaan langit, kala ditinggalkan hujan. tapi, itulah kepedihan. ~ @harian_siboy

Aku ingin jatuh ke matamu, lebih dalam dan diam, juga lebih dari sekedar hujan ~ @dipno_

Malam telah melukai mereka. Mungkin itu sebabnya kau selalu merasa bersalah, seakan-akan sedih adalah bagian dari ketidaktahuan. ~ @gm_gm

jatuhlah, dik, kepada cinta, juga hujan yang bahagia ~ @kolasecerita

tanpamu, pagi masih sama, harumnya memias cahaya, sejuknya mengecup rumpun rumbia; tapi bila aku bunga, mekarku tak bahagia ~ @harian_siboy

di batas kota, ada yang menatap kepergian; punggung seseorang yang hanya dapat digapai, dengan kenangan. ~ @kolasecerita

Pagi adalah caraku paling sejuk mengingatmu ~ @clearaa

Dan kabut semakin berat. Di sini, ada yg menulis puisi sedih karena merasakan tangismu. Jauh, sebelum semua terjatuh. ~ @akf_akf 

puisi ini tak akan membuatmu terpesona. biarkan saja ia meresap dlm jiwa, dan kau tak akan melupakannya ~ @agus_noor

Sebab cinta yang kau sembunyikan. Ialah cangkir kopi tanpa pegangan ~ @albumhitam

sebab tanpamu, cinta, adalah perahu yang membawaku pada laut gila, ombak raksasa. cuma, tak ada yang menjerit di sana. ~ @harian_siboy

● Cinta adalah secangkir kopi, di antara kita, yang tak satu pun berani memulai mengaduknya. ~ @stinr

Barangkali kamu suka, secangkir kopi beraroma duka. Kuseduh dari sedap kenangan. Dan, sedak masa silam. ~ @1bichara

Aku membisikan sesuatu kepada daun sebelum kepergian : ke manapun kau jatuh, di sanalah, tempat kebaikan yang sebenarnya ~ @alpha_aha

● Cinta ialah yang tak pernah kumengerti bagaimana ia membuat engkau dan aku bisa begitu saling mengerti ~ @ikavuje 

● kupungut saja namamu dari udara, seperti asal-asalan tapi kuyakin bukan: namamu satu-satunya yg bertahan di sana ~ @gunawanmaryanto

● Puisi menggenang bagai air. Puisi mengambang di udara beku. Puisi menuntunku dekat padamu ~ @AcepZamzamNoor 

● cinta adalah kau, yang tak mampu kusebut, kecuali dengan denyut ~ @1Srengenge 

mari bicara perihal musim, katamu. sebab perpisahan hanya terjadi saat daun-daun gugur, dan kita kehabisan kata-kata. ~ @semenjak 

Aku melukis angin menjadi gerakmu, kemudian mencium ketiadaan itu, sekali lagi. ~ @ranangdagama 

Aku melukis angin menjadi gerakmu, kemudian mencium ketiadaan itu, sekali lagi. ~ @ranangdagama 

meski terus bergetar, waktu tak akan menggesermu dari hidupku. dan meski usia adalah kekalahan bagi kita ~ @akf_akf

kelak, bila maut datang dari delapan puluh lima musim gugur. aku akan tugur, dari sebermula rindu --keluasan malam matamu. ~ @_nears 

"Selamat sendiri!" katamu di depan pintu setelah hujan. Sejak itu aku tahu, kau takkan kembali. Dan pintu pun menghilang. ~ @SalimDasSollen

● Musim semi, ambil apa saja yang ia inginkan, selain aku, selain apa pun yang tak akan mampu ia hidupkan. ~ @ranangdagama 

● Dua tangan yang bersahabat adalah sebuah pelukan yang hangat. ~ @ikavuje

Senja pertama di kotamu. Aku bangku taman kusam yang tak mampu melupakanmu ~ @Bemz_Q

Aku ingin bersepakat dengan waktu, agar kita dicintai harapan, seperti yang diriwayatkan oleh puisi-puisiku ~ @rerimbun

Kesedihan adalah pertanyaan-pertanyaan di dalam hujan. Sedang lenganmu, payung yang melebarkan jawaban ~ @ladangsandiwara

Lebih dari akar atau rumput tercerabut, pekerjaan terberat dari menjaga adalah merelakan ~ @Aka_Norris

Kau patahkan hatiku berkali-kali dan aku tak mengapa. Sebab hatiku ekor cicak. ~ @NDIGUN

Kesetiaan, daun tua mengering yang bersitahan di dahan, lalu jatuh terbaring di tanah. Seperti aku, padamu ~ @ikavuje #25 

Di bawah pohon kulihat kita duduk berdua. Kau sibuk membaca - sedang aku berdoa: agar buah-buah yg baik jatuh dlm hidupmu. ~ @ikavuje #25

Cintaku menyala, sengaja kuletakkan pada kedua bola mata, agar kau mudah menemukannya ~ @ikavuje #25

Aku akan terjaga, selama kau masih betah membaca mataku yang sajak, dan kau berdebar menduga-duga apa maknanya. ~ @ikavuje #25 

Cintaku padamu adalah lembah yang tak akan pernah menemukan dasarnya, kau akan terbenam, bila mejelajahi sendiri ~ @ikavuje #25 

Cahaya mungkin runtuh dan bintang jatuh, tapi siang malam bagiku sama saja; aku masih mencintaimu dan terus begitu ~ @ikavuje #25 

Tuhan memilih menciptakan surga di antara mata, juga kata-kata. Sebab sebuah pertemuan ialah jalan, untuk menghapus dosa. ~ @daunbasah

Seekor burung kecil menerobos hujan dan berharap penyair peduli pada caranya menghilang dalam kehampaan. ~ @lizacica

Telah kucintai kamu hingga melewati batas sakit; kesedihan yg belum pernah ditemukan, nyeri yg belum sempat diberi nama. ~ @sabdaliar

aku masih takut kau tinggalkan; seakan-akan kau mendorongku, padahal aku bermain ayunan, sendirian. ~ @dekboy_

Sampai hari ini aku masih percaya pada suara jatuhnya daun, dan perasaan baik yang tak bisa kaudengar ~ @alpha_aha

Sebab sebaik-baiknya rindu adalah doa, sajadah ini terlalu luas bagi cemas-harapmu ~ @aksara_saja

• Rindu yang sebaik-baiknya, ialah yang terucap lewat doa. ~ @ruth_rdk

• Dalam dadaku, selalu ada benih doa, untuk cinta kita. ~ @susyillona

• Dan kelak ketika musim memisahkan kita, kekasih, ambillah doa di airmataku, agar dapat kulihat dunia; selain keindahanmu ~ @Bemz_Q

• sebagai doa, aku akan memberi pelukan yang paling membahagiakan, bagi seluruh kecemasanmu, sayang. ~ @PrincessNatta

• Mendoakanmu adalah cara lain jantungku bernafas ~ @MataEmbun

Doa ialah anak-anak panah cinta yg kuarahkan ke dlm kalbumu. Doa ialah suara-suara ajaib tali jiwa yg kupetik setiap waktu ~ Ajib Rosidi
 
• tiap orang memiliki seseorang yg pergi, tetapi tetap abadi, tak habis meski tahun berkali-kali habis, di dalam doa-doa ~ @aanmansyur

• Sementara senja menjuraikan rambut cahayanya yg lembut, aku merasakan doa-doamu, berdenyut lembut dlm jantungku ~ @agus_noor

• Langit menghamparkan kesedihan hujan, sementara dalam doaku terus kuhayati kerinduan ~ @me_gaa


• Jangan lelah, aku adalah sebaik-baik waktu yang kau nanti ~ @albumhitam


di semesta yang tak ada kamu, aku cuma somnabulis: coba dengar, apa yang datang setelah mimpi ini selesai? ~ @eswlie


kesamaan kopi hitam dengan perasaan kehilangan: cukup ditelan pelan-pelan, bukan diucapkan ~ @pelukan_


Selasa, 26 Maret 2013

angka ; meski kini kau belum istimewa

duapuluhempat.

ga nyangka ternyata saya sudah memasuki usia dewasa  untuk ga bilang saya tua *tenang, masih banyak yang lebih tua dari saya* #disambit

tetapi, jujur saja bagi saya hari kelahiran bukanlah harus dirayakan dengan potong kue dan tiup lilin, atau menggelar pesta sekalipun orang tua saya pernah melakukannya saat saya berusia 17 tahun. karena toh, dengan kesibukan yang saya alami saya saja lupa kalau hari ini saya tambah tua berjiwa muda jadi jangan heran kalau smsnya ga saya balas, wall dan mention seakan dicuekin, tenang, insyaAllah saya berdo'a hal yang sama untuk kalian dan kalau kalian ulang tahun saya ga ngucapin bukan berarti ga perduli, sebab kepedulian tidak harus langsung ditunjukkan, bukan? bukankah do'a seseorang untuk oranglain dari jauh dan tersembunyi lebih disukai Tuhan dan cepat terkabulkan?

dan terimakasih kepada yang membuat tanggalan setiap tahun, bahwa miladnya Nabi tersayang SAW selalu diperingati jadi saya ga lupa akan tanggal 12 Rabiul Awal setiap tahunnya.

angka.

bagi saya saat ini hanya sekedar itu, sekedar angka yang melambangkan usia saat ini. apakah itu istimewa? mungkin, sedikit. istimewa sebab ia menjadi pengingat bahwa usia sudah semakin berkurang. tapi ia tetap tidak istimewa sebelum usia ini dengan membanggakan bisa memasukan saya ke dalam Surga.

dan terimakasih untuk semua do'ado'a yang diberikan, tapi kenapa pada do'ain cepet dapet jodoh? itukan sudah ditentukan sama kayak usia. ga perlu khawatirlah kalau sudah waktunya pasti kejadian. #ikiopo mbok yaa, kirim do'a "kalau nanti meninggal masuk Surga, aamiin" hkhkhkhk.

semoga di sana, di tempat yang insyaAllah Allah ridhai kau berdo'a untuk kebaikan dunia dan akhirat kita #tsaelah


angka ; kau bukan tidak spesial hanya saja belum menjadi istimewa sebelum dengan izin-Nya kau menjadi saksi aku melangkahkan kakiku ke dalam taman Surga dan memasuki rumah yang kubangun dengan amalanku sendiri.

Jumat, 22 Maret 2013

senja di kereta

apa rasanya menikmati senja di kereta? sepanjang perjalanan pulang hanya sawah, sapi, kebun singkong, dan stasiun yang terlihat. pengalaman itu terjadi kemarin, kamis 22 maret 2013 saat saya dan keluarga -ibu, kakak, kakak, (kakaknya ada dua), kakak ipar, keponakan, dan keponakan (keponakannya ada dua) sayang sekali kucing saya ga bisa diajakin *ya menurut loooo?*- kami berangkat dari stasiun pukul 07.00 wib, enaknya naik kereta itu mereka ontime pas waktunya berangkat yaa berangkat ga ada cerita tunggu-tungguan. penuh tidak penuh, tiket habis atau tidak, berapapun penumpangnya, jamnya berangkat yaa berangkat. sip banget, kan?

keretanya ngebut! asli. ini gue naek kereta berasa naek angkot supir rajabasa-tj karang cuma kurang music jedamjedumnya aja -oke, ini intermezo sedikit- kembali ke topik awal saya ingin bercerita tentang senja yang saya alami di kereta kemarin. sebelumnya spoiler dulu yaa keadaan stasiun dan sekitar saat keberangkatan.

pagi. 06:49




ini adalah kondisi stasiun Rejosari pagi hari, kami menunggu di stasiun ini untuk kedatangan kereta api Blambangan Umpu yang mengarah ke Kota Bumi. udaranya masih segaar, sayangnya karena berangkatnya kesiangan jadi sampai sana sudah berkeringat dan ngos-ngos-an. hkhkhk.

kereta berangkat sekitar pukul 07.00, di perjalanan karena belum sarapan jadi kami sarapan dulu sambil ngobrol-ngobrol dan menikmati pemandangan :D

my little nephew
itu suasana pagi hari, sekarang langsung saja masuk sajian utama, the sunset! momen ini terjadi di perjalanan pulang kami ke Natar, kami berangkat dari stasiun Kota Bumi pukul 16.45 dan seperti yang saya sebutkan di awal, ontime! ga nyangka ternyata sunsetnya bagus banget TT___TT ditambah langit yang kemaren sore tuh luas banget *sebenarnya karena awannya ga ada*

tapi sebelumnya kenalan dulu dengan kebun singkong dan persawahannya :D





nah, sekarang mari kita bertemu dengan indahnya matahari sore.


fotonya mungkin terlihat kurang rapi atau sedikit ngeblur. maklum saja yaa motonya kan dalam kereta masih ada efek kacanya. :D

kalian harus coba, sensasinya menikmati senja di atas kereta. ;)

my favorite

Rabu, 20 Maret 2013

cicak di dinding - puisi rectoverso delapan

nada dan puisi datang dan pergi menghampirimu
tiada yang mampu merengkuh arti dan isi hati

kadang benda mati yang memenangkan tempat di sisimu
atau hewan kecil yang luput dari pandanganmu

ku berserah dalam ketakberdayaan
berbahagia dengan satu impian
dan satu kejujuranku

ku ingin jadi cicak di dindingmu
cicak di dindingmu
hanya suara dan tatapku menemanimu

dan ku menyadari tanganku tak kan mampu meraihmu
walau cinta, katanya, tak lelah memberi

kulepas engkau, ombak hatiku
percikmu abadi menyegarkanku
namun biarlah kini....
ku ingin jadi cicak

seperti cicak di dindingmu
cicak di dindingmu....
melekat, menemani, membelai dinding jiwamu....

....[cicak, cicak di dinding]....

**by : Dewi "Dee" Lestari





- aku jatuh cinta pada pandangan pertama, kedua, dan seterusnya sampai mati. -


rectoverso ; cinta yang tak terucap



**nb : ini cerita dalam buku rectoverso bagian yang kedelapan, kenapa kedelapan, sepertinya loncat karena postingan tentang rectoverso kemarin adlah puisi keeman, jawabannya adalah karena cerita yang ketujuh pake bahasa inggris. *case closed* :p

Sabtu, 16 Maret 2013

peluk - puisi rectoverso enam

menahun, kutunggu kata-kata
yang merangkum semua
dan kini kuharap ku dimengerti
walau sekali saja  pelukku

tiada yang tersembunyi
tak perlu mengingkari
rasa sakitmu
rasa sakitku

tiada lagi alasan
inilah kejujuran
pedih adanya
namun ini jawabnya

lepaskanku segenap jiwamu
tanpa harus ku berdusta
karena kaulah satu yang kusayang
dan tak layak kau didera

sadari diriku pun kan sendiri
di dini hari yang sepi
tetapi apalah arti bersama, berdua
namun semu semata

tiada yang terobati
di dalam peluk ini
tapi rasakan semua
sebelum kau kulepas selamanya

tak juga kupaksakan
setitik pengertian
bahwa ini adanya
cinta yang tak lagi sama

lepaskanku segenap jiwamu
tanpa harus ku berdusta
karena kaulah satu yang kusayang
dan tak layak kau didera

dan kini kuharap ku dimengerti
walau sekali saja pelukku

**by : Dewi "Dee" Lestari
 

- seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukan ketakutannya akan sepi. -

rectoverso ; cinta yang tak terucap

dandelion, i'm in love

kalian kenal bunga cantik ini?


bagi sebagian orang nama dandelion mungkin terdengar asing, tidak terprediksi bunga apakah itu. dandelion biasa disebut bunga rumput, tumbuhnya di sekitar ilalang dan tanaman liar, bunganya yang putih cantik sering tak terlihat mata kita, sebab ia tersembunyi di bagian tempat-tempat yang tak terpikirkan orang-orang,

dulu, saya bingung saat mencoba mencari tahu apa yaa bunga yang paling saya sukai? anggrek adalah jawaban pertama yang saya berikan, lalu saya mulai menggantinya dengan mawar putih, beralih ke mawar pink, dan azalia, lalu bertemulah saya dengan dandelion. awalnya saya tidak tahu apa sih itu dandelion, saya melihat kata "dandelion" dari salah satu uname twitter seorang teman dunia maya, dan saat saya ketikan kata itu di google, maka munculah si putih yang indah ini.


apakah saya labil? sebab berganti-ganti bunga kesayangan? hkhkhkhk. dandelion, filosofinya banyak, saya juga sempat menuliskannya di sini sila dilihat atau bisa dicari di mesin pencari tentang makna bunga dandelion. tidak akan saya jabarkan lagi di sini, saya hanya ingin memberitahukan pada dunia #tsaelah tentang indahnya dandelion. dan semua gambar yang saya dapat saya berterimakasih sekali kepada google :p dan akan saya tunjukkan betapa bagusnya bunga ini :D


dan saya selalu berpikir untuk membuat rumah dengan taman dandelion sepanjang jalan menuju pintu utama, yang mekar bersama-sama, yang putihnya sangat membahagiakan. ;)


masih ingin bertanya tentang mengapa saya menyukai bunga ini? mungkin dandelion memang bukan bunga yang memiliki tampilan indah seperti mawar, filosofi lembut mempesona seperti bunga lily, atau mahal seperti anggrek, bahkan tempat tumbuhnya saja di semak belukar. tapi dandelion adalah bunga yang rela memberikan bitbitnya yang diterbangkan angin untuk pergi kemanapun takdir membawanya. *lah, jadi melankolis gini?*


cantiiiik, kaaaan?

tapi saya bingung, kenapa dandelion yang sering saya lihat setiap hari ahad di sepanjang perjalanan beda dengan dandelion yang ada di gambar google. -________________-

tetap saja cantik ;)

dandelion adalah bunga yang sangat menarik, ia tumbuh bukan di tempat yang indah dan terawat, tapi diantara semak belukar, tapi ia merelakan bibitnya pergi kemanapun angin berhembus, atau lewat tiupan manusia seperti saya yang suka sekali memetik dandelion sepanjang perjalanan ahad pagi dan mengamati indahnya, kemudian meniupkan bibit-bibitnya agar ia terbang dan mengindahkan dunia. #okeinilebay


pasti menyenangkan bukan jika bisa memiliki taman dandelion sendiri,menatap indahnya lewat jendela sambil membaca buku dan mendengar alunan musik yang lembut, menunggumu pulang ke rumah ^___^