Kamis, 28 Februari 2013

keran yang mengucur deras

Tahu kura-kura (darat)? Binatang yang lambat gerakannya di muka bumi ini. Suruh dia balapan dengan kancil, pasti kalah telak--kecuali dalam dongeng2 pengantar tidur. Suruh balapan sama ayam, kambing, juga kalah. Tidak ada yang bisa diandalkan kura-kura. Sudah lambat, susah bergerak, ngelihatnya bergerak saja gemas. Tapi binatang ini hidup di mana2, di gurun, padang rumput, hutan, rawan, dsbgnya. Hidup? Ya iyalah, meski lambat, tidak bergigi, ternyata kura-kura ini tidak pernah cemas atas rezeki hidupnya. Setiap hari ada saja yang bisa dia makan. Setiap hari, ada saja yang membuatnya bertahan hidup. Bahkan, usia kura-kura bisa ratusan tahun. Bagaimana mungkin binatang 'selemah' ini bisa bertahan hidup selama itu? Seharusnya dia kalah telak dalam hukum rimba, siapa yang kuat dia yang menang. Apalagi kalau jadi manusia, wah, dengan gerakan selambat itu, nggak akan bertahan deh.

Tahu yang namanya koala? Binatang ini ngetop, sama ngetopnya dengan kanguru. Nah, berbeda dengan kanguru yang lincah loncat-loncat, maka si koala ini adalah salah-satu binatang paling 'malas' sedunia. Koala bisa 'tidur' 16-18 jam per hari. Bahkan ada yang bisa 22 jam per hari. Come on! Jadi kalau tidur selama itu, dia hanya punya waktu 2 jam buat ngapa2in gitu? Iya. Wah, binatang semalas ini harusnya tidak bertahan lama di tengah kejamnya hukum rimba. Apalagi kalau koala ini manusia, tidur doang kerjaannya, pasti banyak yang ngomel, mengundang penyakit, bahkan kerusuhan massal. Tetapi koala tetap bisa hidup. Rezekinya sama dijaminnya dengan kanguru yang lincah bergerak.

Maka juga demikian dengan semut yang kecil, ulat yang imut, ubur-ubur, harimau yang gagah perkasa, burung elang, semua binatang di dunia ini memperoleh rezeki hidupnya. Allah menjamin rezeki mereka. Persis seperti ditulis: Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya.

Apalagi manusia. Rezeki kita dijamin oleh Allah.

Kesadaran atas hal ini seharusnya memberikan kita banyak sekali pemahaman yang baik, bukan sebaliknya, mencari sisi-sisi pemahaman yang bisa disalahgunakan. Sebelum orang2 mendaftar versinya sendiri, saya akan daftar beberapa versi pemahaman tersebut:

1. Janganlah cemas atas rezeki kita.
Besar kecil keran rezeki itu, sudah ditentukan. Maka sepanjang terus bekerja sungguh2, melakukan yang terbaik, insya Allah rezekinya tiba. Jangan berkecil hati jika ternyata keran rezekinya pas-pas-an, itu sudah karunia terbaik yang diberikan. Apakah rezeki itu harus dijemput? Ya iyalah, masa' kayak koala saja, hanya tidur. Tapi poin paling pentingnya adalah: seberapa percaya kita bahwa rezeki kita itu datang dari Allah. Bukan dari pak bos, bukan dari atasan, bukan dari menyuap pejabat agar menang tender, bukan dari itu semua. Dan lebih super penting lagi: jangan sekali2 PD-nya bilang, rezeki itu karena kita. Oooh, ini sih karena sy giat bekerja, karena sy pintar, karena sy banyak koneksi, karena sy menerapkan jurus mencari rezeki dari buku apalah. Apalagi bilang, lihat tuh, sy punya karyawan 1000, sy semua yang ngasih rezekinya.

Nah, pertanyaannya. Orang-orang yang yakin rezeki itu datang dari Allah, apakah akan tetap tergoda untuk memperoleh rezekinya dengan cara buruk? Tidak akan. Gagal jadi PNS karena memutuskan jujur tdk menyuap, no problem, santai saja, boleh jadi keran rezeki yang dijanjikan Allah datang dari pekerjaan lain. Kaya raya karena berkongsi korupsi, sogok sana, kolusi sini, itu benar, dapat duit memang, seolah rezeki itu dari Allah juga, tapi itu sungguh ujian yang nyata bagi orang2 yang tidak percaya. Terlihat baik-baik saja, tapi sejatinya tidak. Ilusi hidup, tipuan diri sendiri.

2. Jangan rakus atas rezeki kita.
Binatang itu kadang 'lebih berakal' dibanding manusia. Binatang paling ambisius makan, paling mentok hanya hingga perutnya buncit, saking kekenyangan tidak bisa bergerak lagi--dan bisa membahayakan diri sendiri karena jika ada predator dia tdk bisa melawan. Banyak manusia lebih parah, sudah perutnya kenyang, masih terus menimbun harta kekayaan. Tidak pernah merasa cukup. Rakus sekali. Binatang itu, paling hanya punya satu sarang, manusia rakus ingin punya banyak rumah. Binatang paling banyak pasangannya ya satu kawanan, manusia bisa dimana2. Tidakkah kita bisa berhenti seperti binatang? Toh, nasibnya sama saja, kalau sudah game over, semua tertinggal di atas dunia, jadi bangkai busuk. Maka tidak perlulah berlebihan berlomba2 mengejar rezeki. Tidak akan ada pemenangnya dalam lomba ini. Mending lomba balap karung atau makan kerupuk, jelas pemenangnya.

3. Berbagi rezeki.
Anak kecil yang berangkat sekolah, membawa bekal makanan, ketika Ibu-nya bilang, "anakku, di dalam kotak ini ada bagian untuk teman2mu di sekolah ya. dikasihkan ke mereka.", nah, anak kecil yang oke, pasti akan selalu ingat pesan Ibunya. Setiba di sekolah, saat jam makan, akan dia bagikan isi kotak makanannya ke teman yang lain.

Orang dewasa kadang lebih bebal. Dibilangin; hei, di dalam rezekimu itu ada bagian orang lain, ada hak orang lain. Hampir semua orang dewasa pernah mendengar kalimat ini--ada yang berkali2 dengarnya, ada yang pura2 bego tidak pernah dengar, lupa. Mengucur keran rezekinya, tampung ke dalam ember, bawa pulang. Ini buat gue semua. Enak saja bagi2, tumpah sedikit sj saya ogah.

Saya mendengar ribuan kali orang2 ber-argumen: "saya mau kaya, agar sedekahnya banyak, infaqnya banyak". Mereka ini lupa, kisah tentang orang yg pengin kaya agar sedekahnya banyak, tapi ternyata dusta, setelah kaya ternyata lebih asyik dgn harta kekayaannya itu berserakan di mana2. Satu-dua diabadikan agar menjadi pelajaran. Coba baca sejarah Nabi. Jangan diulangi-lah. Mending alasannya: saya mau kaya, karena sy mau kaya. Toh, kaya raya tidak ada yang melarang.

Ingatlah selalu, banyak sedikit infaq kita itu tidak ada korelasinya dengan kaya miskinnya kita, Di dalam rezekimu itu ada bagian orang lain. Kalimat ini mengunci banyak hal. Mau besar, mau dikit, mau cukup, mau nggak, di dalam rezekimu itu ada bagian orang lain. Kecuali kalau kalimatnya begini: hei orang2 yang beriman, jika gajimu sebulan di atas 10juta, maka 2 juta bagian orang lain. Kalau dibawah itu, maka hei orang2 yang beriman, tidak perlu deh berbagi ke orang. Nah, baru berlaku argumen oh, sy harus kaya biar bisa bagi2.

Berapa banyak bagian orang lain? Itulah rahasia hebat wasiat ini. Tidak diberitahu. Agar masing2 bisa membuktikan seberapa tangguh kepercayaan kita atas janji2 Allah. Agar mudah mengukur, mana orang2 yg gombal saja, mana yang terus percaya.

Terakhir, kalian tahu ikan paus? Tidak terbayangkan, ikan paus sebesar itu, ternyata hanya minum air doang. Tentu saja sy bergurau, tidak hanya air; di dalam air laut itu banyak sumber protein, karbohidrat, dsbgnya. Tapi poinnya adalah: hei, ikan paus saja dijamin rezekinya oleh Allah. Bisa jadi gendut sekali. Dia hanya cukup mengikuti peraturan alam saja. Kapan harus bermigrasi, kapan harus bergerak, kapan harus berkembang biak. Ikut peraturan Allah, dijamin sudah rezekinya. Apakah ada ikan paus yang kaya? ikan paus yang miskin? Apakah ada binatang yang kaya? Binatang yang miskin? Aduhai, meski manusia suka mendiskreditkan binatang dengan istilah jahat: 'hukum rimba', 'dasar otak binatang'; kehidupan mereka jauh lebih lurus soal rezeki ini. Mungkin binatanglah yang berhak bilang: "hukum manusia", "dasar otak manusia".

Maka, tidakkah kita mau berpikir?

*notes ini ditulis dengan banyak dalil2; tapi karena sy bukan ahli tafsir, sy tdk memasukkan dalil2 itu dalam kalimat langsung, menyebut sumber2nya; jadi, saran saya, silahkan pelajari sendiri lebih lanjut soal rezeki ini. maka kalian boleh jadi bisa menulis artikel yang 10x lebih keren, lebih bermanfaat dibanding tulisan tere liye si juru fiksi itu.

sajak cinta (bagian kelima)

di luar hujan, sebuah kehilangan mengembun pada jendela kaca. di sini, kulihat tanganmu, melambai dalam pigura. ~ @harian_siboy #25 

Kuberitahu kepadamu, rahasia dunia, dengan satu kecupan, lalu akan kurahasiakan kembali, dengan beribu pelukan. ~ @harian_siboy #25 

Aku masih suka mempuisikanmu di dadaku. Meski pedih, meski perih, tapi debarnya: tetap menggetarkan tubuh ini ~ @harian_siboy #25 

Aku pinjam tubuhmu yg jauh, kukenakan pada bantal guling penuh liur dan peluh di kasur. Setiap malam. Sebelum tidur ~ @nemubuku

"Aku punya sebuah payung, kau punya sebuah hujan, dan perjalanan malam menjelang fajar, tak pernah singkat, sayang." ~ ‏@ranangdagama

Ibarat Bisma, aku mencintaimu: Tak perih satu panah menembus jantungku. Karena seribu panah lain menopang punggungku. ~ @akf_akf

sebab hampa ialah, malam berwarna, bulan menyala. tapi di udara yang dingin, kita hanya angin, yang tak ada. ~ @HendrikYuda

Cinta yang baik: ialah apa yang telah kujatuhkan di jantungmu, tak pernah menyakiti kebahagiaanmu. ~ @harian_siboy #25 

Bersedihlah sepuasnya, kau akan tahu pada akhirnya, cinta ialah kereta yg tak pernah mengantarkan kita kemana-mana ~ @harian_siboy #25 

Aku ingin merebahkan jiwa pada selembar daun, menunggu lepasnya perasaan, sampai puisi ini kautemukan dalam keadaan gugur ~ @alpha_aha

Aku membutuhkan kamu, untuk merayakan perasaan-perasaan yang baik ini. ~ @RadityaNugie

Cinta yang baik: ialah apa yang telah kujatuhkan di jantungmu, tak pernah menyakiti kebahagiaanmu. ~ @harian_siboy #25

Bersedihlah sepuasnya, kau akan tahu pada akhirnya, cinta ialah kereta yg tak pernah mengantarkan kita kemana-mana ~ @harian_siboy #25 

Aku ingin merebahkan jiwa pada selembar daun, menunggu lepasnya perasaan, sampai puisi ini kautemukan dalam keadaan gugur ~ @alpha_aha

Aku membutuhkan kamu, untuk merayakan perasaan-perasaan yang baik ini. ~ @RadityaNugie

puisi, membuat aku merasa miskin, untuk berbagi sebuah percakapan, dengamu. ~ @RadityaNugie

sebagai musim. mungkin, dukamu ialah langit kering, tanpa awan dan hamparan biru. di sana, hanya aku yg mencintaimu. ~ @HendrikYuda

Aku butuh sesuatu yang lebih dari rindu, sesuatu yang lebih memaknai kehilangan kamu. ~ @dj_mblo

hujan kesunyian, jatuh di dua musim yg jauh. di antara kita, puisilah satu-satunya pelukan, sebelum jembatan itu sendiri ada.~ @harian_siboy

Aku bisu begitu lama, ketika kangen ini menjadi luka, perihnya melewati batas yang tak mungkin digambarkan kata-kata. ~ @sabdaliar

Di antara daun-daun, di antara semua ribuan pohon di hutan itu. Kau tetaplah rindu yang tak bisa pulang. ~ @gemahsetiady

kesetiaan itu, cintaku: ialah mawar yang terus mekar, di musim salju. batu yang tak gentar, didera lumut waktu. ~ ‏@harian_siboy

Aku memaknai kehadiranmu walau tiada. Mencintai meski tak nampak dari pelupuk mata. ~ @bataskata

5. #mendung yang kau gantung di senyummu itu ibu, pasti aku, yang tak kunjung membahagiakanmu. ~ @cicitmilano  

#mendung Hati yang mendung adalah rumah bagi kata-kata, sebelum menderas jadi sajak, jadi nada. ~ @wendra_wijaya

#mendung Bila mendung adalah berkah, akulah tanah, bila hujan adalah petaka, akulah sungai membawamu ke dermaga. ~ @erik_nusantara

Langit-langit yang senyap, dan detak jam-- betapa hari terlampau asing untuk mengingat bahwa kamu, tidak di sini. ~ @Delune

• Cinta ialah ketika kau dan atau aku memejam, tak ada yang hilang. ~ @dikiumbara

Rindu, ialah rahmat tak terhingga bagi puisiku ~ @Malaikat_Rapuh

di tepi jendela, sebuah botol kosong dipenuhi cahaya matahari. kadangkadang juga, hujan dan sedikit masa lalu. ~ @semenjak

Sabtu, 23 Februari 2013

bersama yang kau cinta

"bila hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka Aku adalah dekat ...." (Al Baqarah : 186)

cinta adalah energi, pandangan kasihnya jatuh ke retina cinta, tak akan berpaling selamanya. bahkah di kala tangis, ia menumba luhnya dari mata air cinta.

maka fragmen menyejarah seorang Arab gunung yang bertanya tentang kiamat kembali hadir dalam memori kita, "bilakah datangnya hari kiamat, yaa Rasulullah?", tanyanya. "apa yang sudah kau siapkan untuk menyambutnya?", sang Rasul balik bertanya. "cinta kepada Allah dan RasulNya...", jawabnya sepolos fitrah. "engkau akan bersama dengan yang kau cintai..."

betapa melegakan.

maka hati kita sendirilah yang memilih siapa yang akan kita bersamai kelak, Surga jelas menjadi tujuan utama, bersama yang kita cinta adalah kebahagiaan sempurna. maka seharusnya menggaung indahlah kalimat dari lidah manusia termulia di dunia setiap kali kita bicara tentang cinta. dan yang jelas, cinta selalu membutuhkan tindakan nyata, ia butuh bukti yang bukan sekedar kata.

"kau akan bersama dengan yang kau cintai......"


**dalam buku NPSP - Salim A. Fillah


sajak cinta (bagian keempat)

Duhai Tuhan, jangan Kau kurangi sedikit pun rasa cintaku padanya. ~ @akf_akf  

sebagai musim. mungkin, dukamu ialah langit kering, tanpa awan dan hamparan biru. di sana, hanya aku yg mencintaimu. ~ @HendrikYuda  

Aku butuh sesuatu yang lebih dari rindu, sesuatu yang lebih memaknai kehilangan kamu. ~ @dj_mblo

Dengan mencintaimu, aku menelusur kembali peta-peta sejarah kebahagiaan, yang pernah ada di dunia. ~ @akf_akf

hujan kesunyian, jatuh di dua musim yg jauh. di antara kita, puisilah satu-satunya pelukan, sebelum jembatan itu sendiri ada.~ @harian_siboy

Aku lah rintik hujan, yang mencoba mengingatkan, sebuah #kenangan, tentang kita yang kian terlupakan. ~ @Coretan_senja

Di beranda rumahku; kau adalah cahaya yang mengetuk pintu, sedang #kenangan enggan membukakannya.#SiCinta @Puisi__Cinta

Bila membahagiakan, aku ingin berada pada saat-saat di mana kita tidak lagi mengingat waktu dan usia. ~ @kolasecerita

tak ada yang berubah dari tempat ini, kecuali hujan dan arloji di tanganmu. mungkin juga, kita. ~ ‏@eswlie

Aku bisu begitu lama, ketika kangen ini menjadi luka, perihnya melewati batas yang tak mungkin digambarkan kata-kata. ~ @sabdaliar

Di antara daun-daun, di antara semua ribuan pohon di hutan itu. Kau tetaplah rindu yang tak bisa pulang. ~ @gemahsetiady

jadilah jam tangan, yang mengingatkan aku, waktu adalah untuk mencintaimu. ~ @PujanggaG

Jika puisi adalah pelajaran terbaik sebuah kehilangan, maka kau adalah puisi paling baik yg pernah aku ciptakan ~ @Bemz_Q 

Karena engkau kekasihku, tak ada satupun detak kehidupan kupalingkan darimu. @sajak_cinta 

sebab nafasmu adalah puisi. maka, aku menuliskannya sebagai sesuatu yang takkan pernah habis, meski maut mengikis. ~ @kolasecerita

kesetiaan itu, cintaku: ialah mawar yang terus mekar, di musim salju. batu yang tak gentar, didera lumut waktu. ~ ‏@harian_siboy
 
seringkali, kubayangkan jarumjam itu berputar ke kiri. lalu tersenyum, ketika luka di dadaku sembuh sendiri. ~ @harian_siboy

seekor gagak terbang, bulu-bulu sepi berguguran. dari langit yang hitam, kepak kesedihannya menghalau cahaya bulan. ~ @harian_siboy

senja basah oleh hujan. kangen ini: ialah keindahan langit sore, menuju kelam. juga bumi, menerima kebaikan tercurahkan. ~ @harian_siboy

akhirnya, kubayangkan engkau pulang bersama kapal-kapal nelayan yang berlayar namun tak pernah bersandar. ~ @tepian_pantai 

Barangkali doa, ialah selemah-lemahnya cinta yang kuberi, namun ia sumber kekuatan aku mencintai. ~ @kolasecerita

Sepedih inikah mengingatmu? Tiba-tiba aku merasa ngilu, melihat limau dan garam di meja dapur ~ @Malaikat_Rapuh   

 Aku memaknai kehadiranmu walau tiada. Mencintai meski tak nampak dari pelupuk mata. ~ @bataskata

5. #mendung yang kau gantung di senyummu itu ibu, pasti aku, yang tak kunjung membahagiakanmu. ~ @cicitmilano

#mendung Hati yang mendung adalah rumah bagi kata-kata, sebelum menderas jadi sajak, jadi nada. ~ @wendra_wijaya

#mendung Bila mendung adalah berkah, akulah tanah, bila hujan adalah petaka, akulah sungai membawamu ke dermaga. ~ @erik_nusantara

Langit-langit yang senyap, dan detak jam-- betapa hari terlampau asing untuk mengingat bahwa kamu, tidak di sini. ~ @Delune

Hanya ketika kau bahagia, aku bisa tidur, dengan perasaan lega. ~ @opiloph

• bicaralah seperti embun jika kau cinta, dari balik jendela aku siap, membersihkan seluruh duka ~ @elangmuda_ 

• Cinta ialah ketika kau dan atau aku memejam, tak ada yang hilang. ~ @dikiumbara

• Aku mengikatmu dengan nadiku, itulah mengapa bila kau lepas, aku yang sakit sendiri. ~ @Karizunique

Rindu, ialah rahmat tak terhingga bagi puisiku ~ @Malaikat_Rapuh

di tepi jendela, sebuah botol kosong dipenuhi cahaya matahari. kadangkadang juga, hujan dan sedikit masa lalu. ~ @semenjak 

Jika dengan cinta sajak menjadi hidup, maka engkau, yang kini tertiup, dalam napas sajak ini. ~ @akf_akf

tanpamu, pagi masih sama, harumnya memias cahaya, sejuknya mengecup rumpun rumbia; tapi bila aku bunga, mekarku tak bahagia ~ @harian_siboy

aku meneguhkan harapan yang tidak akan jatuh oleh apapun, selain cinta. ~ @kolasecerita

Barangkali cinta, hanya sebuah huma sederhana, dengan pondok kecil dikelilingi bunga heliconia. Pagi tak pernah habis di sana ~ @opiloph 

sesekali, aku butuh ketiadaan, tapi bukan yang tanpamu. ~ @erie_Nya

pernah aku mengingat sesuatu, hingga ada yg lembut menetes ke sepasang pipi. jika itu bukan kau, aku tak sebahagia ini..~ @harian_siboy 

Di dalamku, ada sebuah dunia, dimana mataharinya adalah api jiwaku, dan cahayanya, tak pernah berhenti, mencintaimu. ~ @opiloph

dalam kabut yang terbuat dari nafasmu, aku tak tahu lagi saat yang tepat, untuk berhenti mencintaimu ~ @gunawanmaryanto

Bukan pada hangat perapian aku memilihmu, namun pada dingin perjalanan, di mana hati kita, diberi kesempatan, berbagi hidup. ~ @opiloph

aku pantai, kau senja. cinta adalah malam yang tak kunjung menemui ujung. ~ @cindolonatape 

Malam telah melukai mereka. Mungkin itu sebabnya kau selalu merasa bersalah, seakan-akan sedih adalah bagian dari ketidaktahuan. ~ @gm_gm

Sungguh tak ada pohon yg kuasa menolak burung hinggap di dahannya, meski pada akhirnya tak memilih bersarang di sana. ~ @susyillona

Aku ingin jatuh ke matamu, lebih dalam dan diam, juga lebih dari sekedar hujan ~ @dipno_ 

kau tak tahu sakit rumput, yang akarnya tercabut. atau perasaan langit, kala ditinggalkan hujan. tapi, itulah kepedihan. ~ @harian_siboy

sehalus tisu. dikecupkan lembutnya, ke sepasang pipimu; akulah itu, yang mengusap sedihmu, tapi kau tak boleh tahu. ~ @harian_siboy

Aku sedang memakai baju yg kau jahit dengan tanganmu sendiri. Malam ini, Ibu, kutemukan hangat yg tak dikandung ribuan pagi. ~ @penagenic

aku ingin melihat malam terpejam agar bulan, bintang-bintang, dan rimbun pepohonan mampu meletakkan diri di matamu.~ @tepian_pantai

Ketika kuterima kau apa adanya, aku tak menuntut apapun, kecuali memintamu mulai berbahagia. ~ @sabdaliar

Sebuah taman, bayangan hujan, diriku adalah payung, dilupakan kenangan. Dirimu adalah bangku kayu, jemu menunggu ~ @warih_wisatsana 

Mereka datang, berganti rupa dan nama. Sebelum petang, bersilang jalan. Menyapamu, melupakan aku. ~ @warih_wisatsana

katakan padaku sesuatu yang tak akan kuingat bila kita terjaga nanti. 'aku mencintaimu,' seseorang berbisik ~ @semenjak

seorang penggali tak akan mati di dalam lubang yang ia gali, dan kedalaman mesti melahirkan gaungnya sendiri ~ Fitri Yani
 
kita akan dipisahkan oleh jalan-jalan dan harapan-harapan yg membuat kita saling mengingat atau barangkali, perlahan melupakan ~ Fitri Yani

Kekasih, kupanggili kamu di padang savana senja itu, kuteriakkan, agar namamu lebih luas dari kesepianku ~ @sudjiwotedjo

sajak berguguran, sajak bertumbuhan, serupa cinta ~ @penyaircyber 

Bila esok kau temukan dia di bait-bait puisiku, katakan; aku merindukannya. ~ @opiloph 

Sekali-kali, pejamkanlah matamu, dan rasakan betapa terang rasa rinduku padamu. ~ @kolasecerita


Rabu, 20 Februari 2013

seribu (puisi cinta Habibie-Ainun)

Keabadian cinta sejati yang diberikan bapak BJ Habibie kepada ibu Ainun tidak hanya dirasakan mereka berdua, tetapi juga dirasakan seluruh warga Indonesia. Saat berita wafatnya ibu Ainun tersebar, kita bisa melihat sendiri bagaimana bapak Habibie sangat kehilangan. Saat kesedihan dalam wajah terpancar, maka kesedihan dan rasa kehilangan itu menyentuh hati kita. Kita bisa merasakan betapa besar cinta seorang BJ Habibie kepada mendiang istrinya.

Seribu hari telah berlalu. Pada tanggal 15 Februari 2013, berlangsung peringatan 1.000 hari wafatnya Ainun di kediaman Habibie, Jl. Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan. Dalam acara tersebut, bapak Habibie menuliskan sebuah puisi cinta untuk ibu Ainun. Inilah puisi yang menggambarkan betapa dalam rasa cinta beliau.


Sudah seribu hari Ainun pindah ke dimensi dan keadaan berbeda.
Lingkunganmu, kemampuanmu, dan kebutuhanmu pula berbeda.
Karena cinta murni, suci, sejati, sempurna dan abadi tak berbeda.
Kita tetap manunggal, menyatu dan tak berbeda sepanjang masa.

Ragamu di Taman Pahlawan bersama Pahlawan bangsa lainnya.
Jiwa, roh, bathin dan nuranimu menyatu denganku.
Di mana ada Ainun ada Habibie, di mana ada Habibie ada Ainun.
Tetap manunggal dan menyatu tak terpisahkan lagi sepanjang masa.

"Titipan Allah bibit cinta Ilahi pada tiap insan kehidupan di mana pun.
Sesuai keinginan, kemampuan, kekuatan dan kehendak-Mu Allah.
Kami siram dengan kasih sayang, cinta, iman, taqwa dan budaya kami,
Yang murni, suci, sejati, sempurna dan abadi sepanjang masa.

Allah, lindungi kami dari godaan, gangguan mencemari cinta kami.
Perekat kami menyatu, manunggal jiwa, roh, bathin dan nurani kami.
Di mana pun, dalam keadaan apa pun kami tetap tak terpisahkan lagi.
Seribu hari, seribu tahun, seribu juta tahun.. sampai akhirat.

Bacharuddin Jusuf Habibie
Jakarta, 15 Februari 2013 
 

betapa beruntungnya pak Habibie dan ibu Ainun, mereka saling memahami apa hakikat cinta sejati, sehingga rela melepaskan dan melihat satu sama lain bahagia. bagaimana dalam film Habibie dan Ainun digambarkan bahkan pada saat kesakitan di ruang operasi sekalipun, ibu Ainun masih saja bisa memikirkan kesehatan pak Habibie, sungguh kemanunggalan cinta mereka semoga tersebar hingga ke Surga.

Sabtu, 16 Februari 2013

sudah datang waktunya

sehari sebelum Ahad, 17.38 WIB.

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?” (QS Al-Hadid [57] : 16).

menuju libur di hari Ahad, seperti biasanya, sama seperti hari-hari sebelumnya, Ahad-Ahad sebelumnya. masih segar diingatan pembicaraan di telepon tadi siang, dengan seorang guru yang begitu bersahaja -ah, rasanya pasti akan sedih sekali jika kelak sebab perpisahan itu datang-. pembicaraan singkat yang selalu saja meneangkan, membuat janji seperti biasanya dan mengabarkan pada yang lainnya.

sungguh, Tuhan begitu baik, bukan?

berhari lalu, saat Dia memberikan terik menyengat yang mungkin membuat kepanasan, hati merasa bahwa deras hujan mungkin akan melegakan dan dengan segala kebaikan-Nya Dia mencurahkan kabaikan hujan ke bumi, sekalipun cucian menjadi lebih lama mengering, hkhk.

sore ini, melegakan seperti biasa. seja dan pagi adalah waktu pergantian untuk mimpi-mimpi baru dan mengenang mimpi-mimpi lama yang tercapai ataupun yang tak terjadi. namun, bukankah Rabb kita begitu baik? sampai detik ini masih belum diminta membayar semua kebaikan-Nya, kan? sekalipun kita, sebagai hamba harus sadar bahwa kebaikan itu punya harga. semua pemberian-Nya punya harga.

keimanan kita, itulah bayarannya.

sudah datang waktunya, bukan? untuk menaati Allah dan segala ketetapan dan perintah-Nya, mejauhi dan tak menyentuh sama sekali larangan yang sudah diatur-Nya. jika kau berkata belum, maka renungkanlah sejenak apa sudah kau berikan pada Tuhanmu? harus bagaimana lagi diri tersdar akan kebesaran-Nya padahal segala bukti kekuasaan sudah ada di alam semesta dan diri kita sendiri.

sudah datang waktunya, bukan? mengikuti apa saja yang Ia minta, bukankah Ia selalu mendengar dan mengabulkan keinginan kita. hanya kadang kita tidak menghargai apa yang sudah diberikan oleh Allah. kita hanya mengingat apa yang tidak kita dapat dan melupakan apa yang sudah Ia berikan. apa jadinya kalau Allah hanya akan memberikan udara, cahaya, dan hal-hal lain yang selama ini gratis dengan pembayaran, atau minimal dengan do'a, jangankan berdo'a, mengingat Dia ketika bangun tidur saja kadang suka terlupa, bodohnya kita.

jangan sampai kita harus mengalami masa-masa menyakitkan supaya kita bisa dekat dengan Tuhan. jangan pernah mau jika kita harus mengalami saat-saat menyedihkan yang membuat kita sengsara supaya kita bisa mengenal Tuhan kita. bukankah lebih baik jika kita dekat dengan Dia lewat cara yang indah? lewat syukur setiap saat, lewat taat yang tak hilang, lewat kesadaran Dia lah yang Maha Segalanya.

sore ini, terimakasih banyak Rabbi, kebesaran-Mu ada disetiap langkah kaki kami, hamba yang hina, yang lebvih banyak lupa, dan suka sekali membantah, suka bertanya-tanya kemana arah ujian-Mu, padahal Surga sudah menjadi janji, yang jelas tak akan Kau ingkari.

sudah datang waktunya, Rabbi. sudah datang, sejak kami kau berikan ruh, sejak kami mampu berkata, "alhamdulillah" disetiap kebaikanmu, dan tetap "alhamdulillah"di segala kebaikanmu memberi nikmat dalam cobaan.


Jumat, 15 Februari 2013

ensiklopedia ; planet

hari ini saya ketemu sebuah buku yang sejak masa sekolah suka sekali saya ....... liatin sampulnya .____. #maksudl?  oke oke maksudnya, suka saya baca. pasti pada tahu dong buku ensiklopedia? kalau kalian sering mampir ke perpustakaan sekolah pasti tau dan bahkan mungkin termasuk yang suka membacanya.

sampul depan yang menarik, gambar yang penuh warna dan tentu saja dalamnya yang berisi kalimat-kalimat ringan namun bermanfaat jelas sangat menarik untuk siapa saja sekalipun ia adalah anak kecil yang belum tertarik dengan ilmu pengetahuan berat dan masih suka bermain-main.

ensiklopedia adalah buku yang berisikan ilmu pengetahuan, ada banyak jenisnya di dunia ini yang telah diterbitkan dengan berbagai ragam ilmu pengetahuan yang ada. dan yang hari ini saya temukan adalah ensiklopedia mengenai pengetahuan umum populer jilid ke-4 dari kata Navigasi-Reptilia.


dan saya akan berbagi mengenai salah satu isinya yaitu, planet. yup, saya juga suka sekali dengan ilmu astronomi. berawal sejak saya mengetahui bagaimana hebatnya Tuhan menciptakan semesta raya dengan berbagai fenomena yang ada, terutama dari langitNya yang begitu mempesona sehingga membuat tertrarik untuk memepelajarinya lebih dalam. #tsaelah #gaya
 
planet.



planet adalah benda angkasa yang berukuran besar yang berputar mengelilingi bintang. benda ini dapat berupa massa berbatu seperti Bumi atau terdiri atas gas dan ciran seperti Yupiter. eh, sebenarnya Yupiter apa Jupiter, sik?
 
kata planet berasal dari bahasa Yunani yang berarti pengembara. nama tersebut merujuk pada cara planet-planet tersebut bergerak berlawanan dengan bintang secara berulang-ulang. diperkirakan, planet-planet terbentuk bersamaan dengan terbentuknya matahari. ketika awan gas dan debu yang terbentuk menyusut membentuk planet dan bulan. batu yang lebih padat menyatu dekat dengan matahari, sedangkan gas yang lebih ringan menjauh.
 
sistem planet. planet-planet di sistem tata surya dan di sekitar bintang lainnya memiliki beberapa ciri yang sama. bagian tengah yang padat biasanya dikelilinbgi oleh lapisan gas yang membentuk atmosfer. benda langit yang mengelilingi planet adalah benda angkjasa mirip planet yang berukuran lebih kecil dan disebut bulan –naaaahhh, paham kan sekarang bulan itu apa? hkhkhk. *ngomong ke diri sendiri*

nah, sekarang mari kita berkenalan dengan planet-planet yang ada, kecuali Bumi. kenapa Bumi ga dikenalin juga? karena di ensiklopedianya ga ada, trus kan kita tinggal di Bumi juga yaa kenalan dong sendiri gih sama tempat tinggal kita yang sudah diciptakan sedemikian indah oleh Tuhan.


Merkurius, merupakan planet yang paling dekat dengan matahari, jaraknya berkisar 50 juta km. dengan diameter  4.878 km, Merkurius merupakan planet terkecil. saat siang hari suhu di sana bisa mencapai 430℃, cukup panas untuk melelehkan timah, sedangkan pada malam hari suhunya bisa mencapai -770℃. satu hari di Merkurius –waktu yang dibutuhkan untuk berputar pada porosnya- sama dengan 59 hari di Bumi. satu tahun di Merkurius –waktu yang dibutuhkan untuk sekali mengelilingi matahari-, sama dengan 88 hari di Bumi. lah, kalau gue tinggal di Merkurius, umur gue sekarang berapa, yaa? udah nininini pasti, hkhkhkhk. permukaan Merkurius yang berbatu sering diselimuti oleh pasir dan ditandai oleh kawah meteroit yang besar. tidak ada atmosfer di planet ini, dan planet ini sangat panas karena dekat dengan matahari.

planet Merkurius

Venus, dengan diameter  12.142 km, Venus hampir seukuran dengan bumi, tetapi hampir seluruh atmosfer Venus terdiri atas karbon diokdisa, yaitu gas yang mampu memerangkap panas matahari. gas yang memnimbulan efek rumah kaca ini membuat Venus lebih panas daripada Merkurius, meskipun ia dua kali lebih jauh dari matahari. hampir seluruh permukaan Venus ditutupi oleh lahar yang meletus dari gunung-gunung api raksasa sejak jutaan tahun lalu. Venus adalah satu-satunya planet yang berputar berlawanan arah dengan orbitnya. planet ini berputar sangat pelan sehingga satu hari di Venus berlangsung sepanjang 243 hari di Bumi. nah, kalau tinggal di Venus, sekarang kali saya masih jadi anak sd yaa? :D Venus memiliki lempengan batu yang retak dan debu di permukaannya. hampir seluruh sinar matahari dihalangi oleh awan asam sulfur di atmosfernya yang mengandung karbon dioksida dan nitrogen.

planet Venus
 

Mars, planet keempat dari matahari adalah Mars. lah, yang ketiga apa? yaa Bumi, tapi Bumi tidak akan saya ceritakan di sini, nanti kita buat artikel spesial saja yaa? *kedip mata* Mars hanya berukuran setengah dari Bumi dan udaranya lebih dingin. warna merah yang mencolok disebabkan karat pada bebatuan di permukaannya. atmosfernya kebanyakan mengandung karbon dioksida dan 1.000 kali lebih tipis dari pada atmosfer Bumi. pernah ditemnukan gunung api dan tebing besar di permukaan Maritannya. ciri lain Mars yang berhasil direkam adalah jalur sungai yang kering Mars memiliki dua bulan kecil, yaitu Phobos dan Deimos. Phobos, bulan yang paling besar hanya berjarak 4 km. wah, kita bisa poto-poto deket  bulannya, dong? :D
planet Mars
Yupiter, -oke gue bingung Yupiter apa Jupiter, ya tapi yang penting kalian yang baca ngerti lah yaa.- planet paling besar ini berukuran lebih dari 1.000 buah bumi –set dah, Bumi yang segini aja belum bisa dikelilingin semua, gimana kalau tinggal di Yupiter :|- diameternya hampir 142.800 km. Tetapi hampir seluruhnya tersusun dari gas dan cairan. Yupiter berputar sangat cepat sehingga satu hari berlangsung kurang dari 10 jam. namun, satu tahun di Yupiter hampir 12 kali lebih lama dari bumi –lah, gue bingung.- yupiter sendiri memiliki cincin dan 16 satelit. salah satunya, Ganymede,merupakan bulan paling besar dalam sistem tata surya kita, bahkan lebih besar dari Merkurius. sebagai planet gas raksasa, Yupiter tidak memiliki permukaan, tetapi memiliki lapisan padat gas yang mengelilingi sebuah inti. Io adalah salah satu dari 6 bulan milik Yupiter, memiliki permukaan berbatu yang berwarna merah karena mengandung sulfur dari banyak gunung api.

planet Yupiter

Saturnus, berdiameter 120.000 km, Saturnus berada di urutan kedua planet terbesar setelah Yupiter yang termasuk sebagai planet gas raksasa seperti Yupiter, Uranus, dan Neptunus. memiliki 91 % hidrogen di atmosfernya serta memiliki awan padat amonia, air, dan metana yang diwarnai dengan fosfor dan elemen lainnya. Saturnus terkenal karena cincinya yang terang dan terbuat dari triliunan partikel batu dan es. cincin Saturnus memiliki panjang lebih dari 272.000 km, tetapi mereka sangat tipis. Saturnus memiliki setidaknya 18 bulan. bulan yang paling besar adalah Titan, satu-satunya bulan yang memiliki atmosfer. cincin Saturnus tersusun dari debu, kristal es, dan batu yang panjangnya sampai 10 m. lebar cincinnya 66.000 km dengan ketebalan hanya 1 km. ketika saturnus mengitari matahari,cincinya terlihat dari beberapa posisi dari bumi.

planet Saturnus

Uranus, mengitari matahari 19 kali lebih lama daripada bumi, Uranus menerima panas yang lebih sedikit. suhu di awannya berkisar -220℃. dengan diameter 52.000 km, Uranus kurang dari separuh ukuran Saturnus, tetapi masih empat kali lebih besar dari Bumi. Uranus merupakan planet pertama yang ditemukan dengan teleskop. Uranus memiliki satu set cincin tipis yang gelap dan 15 bulan. planet gas ini tersusun dari hidrogen dan helium, dan dikelilingi poartikel berwarna hitam yang diiringi oleh dua bulan kecil.

planet Uranus
Neptunus, penampilan dan ukurannya hampir sama dengan Uranus. planet biru kehijau-hijauan ini mengitari matahari dengan jarak kurang lebih 2,8 triliun km. Uranus juga sangat dingin, dan 85 % atmosfernya adalah hidrogen. di sini angin yang kencang bertiup lebih dari 1.000 km per jam. Neptunus memiliki beberapa cincin tipis dan delapan bulan. planet gas raksasa yang kebiru-biruan ini dibentuk oleh gas metana. permukaan triton di planet ini terdiri atas metana dan nitrogen yangf membeku. Gieser gas nitrogen meledak sampai 8 km.

planet neptunus
 Pluto, sidang umum himpunan astronomi internasional ke-26 di Phara, Ceko, Agustus 2006, memutuskan pluto bukan lagi anggota kelompok planet utama. Pluto hanyalah sebuah planet kecil (dwarf planet) dalam tata surya. pada September 2006, nama Pluto bahkan diganti dengan nomor saja, yaitu 134340. nama ini diberikan oleh pusat planet kcil (minor planet center/MPC), yaitu organisasi resmi yang bertanggung jawab dalam mengumpulkan data tentang asteroid dan komet dalam tata surya.

pluto

begitulah yang saya dapat dari buku ensiklopedia pengetahuan populer jilid empat ini mengenai planet. selebihnya nanti kita sambung lagi. adios.

Kamis, 14 Februari 2013

heliotrope ; buntut tikus yang menjadi cinta abadi


Tanaman buntut tikus (heliotropium indicum L.) merupakan jenis tanaman tahunan yang berbulu. Tanaman ini umumnya dikenal sebagai heliotrop india. Heliotrupium indicum L. merupakan gulma yang umum di tempat-tempat sampah dan daerah menetap. Tanaman asli asia ini adalah tanaman yang tegak dan bercabang. Tanaman ini dapat tumbuh sampai ketinggian sekitar 20 cm sampai 80 cm (Mardiana dkk,2005).
Heliotropium indicum L. memiliki batang berbulu, bantalan bundar-telur atau bentuk bergantian sampai lanset-bundar telur atau bentuk daun. Tumbuhan ini memiliki bunga kecil berwarna putih dengan kelopak hijau, lima benang sari ditanggung pada tabung mahkota, gaya terminal dan ovarium empat lobed. Tanaman ini berasal dari Filipina kemudian menyebar dan tumbuh diberbagai daerah, antara lain : Indonesia (sengketan), South african basil (musik basil), Inggris (swamp basil), India (auchi-bauchi), Cina (xian guan xun), Vietnam (e sa), Afrika (mvumbue) (Mardiana dkk,2005).

Spesies ini dapat ditemukan di bagian selatan Missouri. Tanaman ini mudah diidentifikasi karena daun berkerut dan susunan bunga yang melingkar. Nama lokal atau nama daerah yang terdapat di indonesia adalah bandotan lombok, buntut tikus, ekor anjing, tusuk konde (Sumatera) ; gajahan,  langun, uler-uleran, sangketan, cocok bero, tlale gajah, tulale gajah (jawa) ; mostor in talun (sulawesi) ( Anonim,2009).

Sifat kimiawi dan efek farmakologis daun atau seluruh bagian tanaman dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan yaitu memiliki efek pewarna, anti-rematik dan obat sariawan. Daun heliotropium indicum L. juga memiliki aktifitas relaksan yang berguna untuk mengurangi ketegangan otak dan saraf. Kandungan kimia seluruh bagian tanaman ini mengandung alkaloida, kardenolin dan flavonoid (Anonim,2009).

sumber

bunga ini biasa disebut Heliotrope, warnanya ungu. satu tangkai memiliki banyak bunga-bunganya yang indah. bunga ini memiliki kisah yang memilukan, disebutkan seorang dewi yang jatuh cinta pada dewa matahari tetapi sang dewa tidak pernah mengindahkannya sehingga setiap hari ia sellau menatap ke langit tempat dewa matahari tersebut berada, sampai kematian datang menjemputnya. yaaa, saya saranin sih ga usah dipercaya aja mitos dari Yunani ini, ga penting juga kan ngurusin kisah cinta dewa-dewa yang ga pernah ada itu. nikmati saja indahnya bunga-bunga ciptaan Pemilik Semesta Alam ini. ;)



nah, yang saya agak bingung pertama kali adalah, kenapa bunga ini disebut buntut tikus, ternyata beginilah bentuk batangnya sebelum kembang-kembang ungu itu tumbuh.


kayak bentuk buntut tikus, kan?

ya udahlah yaa, mau buntut apa juga kan bunganya bagus. hkhkhkhk.

Heliotrope biasa diartikan sebagai bunga yang emlambangkan kesetiaan dan cinta abadi. mungkin karena mitos Yunanni tersebut yaa. tapi warna ungunya yang indah memang sangat mengundang untuk ditanam di pekarangan rumah kita kelak, bukan? :')


ini saya kasih bonus link short movie bagus yang menyentuh hati, biar matching sama postingan kali ini.


Rabu, 13 Februari 2013

it's Sunday Beach!

"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing." (QS Ar Rahmaan : 19-20)




ahad, 10 februari 2013.

finally, akhirnya bisa ke pantai lagi setelah errrr lupa udah berapa lama ga jalan-jalan ke pantai yang banyak airnya ini. -iyalah, kalau banyak apinya itu neraka, yakali mau jalan-jalan ke sana, amit-amit!- 

akhirnya saya, sintul, alip, dan idrul, berhasil menuntaskan hasrat kami untuk ke pantai bersama *potong tumpeng* -terimakasih yaa Allah!- di sela-sela jadwal yang padat #halah akhirnya bisa juga menemukan waktu yang -dianggap- pas untuk pergi ber-empat.

janjiannya jam setengah 8 sih, tapi yaa maklum orang Indonesia asli jadi yaa jam setengah 9 baru berangkat itu ga heran deh yaa. *lirik Sinta*. temen saya yang paling tua -baca : Sinta- bersemangat sekali menjadi tour guide kami yang pada awalnya terlihat sangat amat meragukan, tapi alhamdulillah sampai dengan selamat dan tidak kesasar.

jangan tanya nama pantai yang pertama kami datangi, taunya Mutun aja, ntah deh apa nama benernya, karena yang kami inget cuma "kartu parkir seharga Rp. 25.000,-" begitu sampai kita ber-empat bingung, mau langsung nyebrang pulau atau stay di pinggir pantai dahulu, yang akhirnya diputuskan untuk duduk di saung dan makan. awalnya santai aja, ga taunya saungnya suruh bayar, T_____T memang ikhlas itu mahal yaa, padahal apa susahnya berbaik hati pada pengunjung pantai dengan meng-gratis-kan saung. #dirudalyangpunyasaung

jepretan pertama
Idra-Sinta


Alif-Me
 
akhirnya, setelah sesi -mari kita makan semua bekal yang ada- kami memutuskan untuk berenang, ups bukan ding, main air tepatnya. karena harus jadi photografer buat mereka bertiga -dan saya sendiri tentunya- maka saya ga main air, berendem doang *berasa kebo* (-,-")




di saat Idra dan Sinta asik berenang, dan saya asik moto-motin mereka, ehh si Alif malah balik ke saung, tapi alasannya realistis juga sih karena di saung kami ga ada yang jaga, gimana kalau barang-barang berharga kami -baca : makanan- ilang semua, mau jadi apa kehidupan kami disana? #bercucuranairmata





setelah puas main air di pantai pertama, kami memutuskan untuk balik ke saung dan, makan. iyalah, makan. memang mau ngapain lagi, jadi seolah kami di sana cuma numpang makan dan poto-poto. hkhkhkhk. yaa kan jarang-jarang makan-makan di depan hamparan air yang luas, yakali lu pada mau makan depan sumur atau bak mandi.

jam menunjukkan pukul 11.30 saat kami memutuskan untuk nyebrang pulau, akhirnya dapet perahu dan berangkatlah ke pulau Tangkil.







sampaiiii.

sepanjang perjalanan memperhatikan kebesaran Tuhan, sungguh benar air laut yang sama sekali tak bercampur sekalipun berbeda warna.



sesampainya di sana, karena waktu sudah menunjukan pukul 12.00 siang dan sebentar lagi dzuhur, maka kami memutuskan untut shalat dahulu baru bermain-main lagi di pinggir pantai. kenapa di pinggir, karena kalau di tengah trus tenggelem kan rada nyusahin sih yaa.










dan di saat kami sedang asyik bercengkrama, terdengarlah suara teriakan yang berasal dari......................banana boot!!! dan kumatlah temen-temen pada kepengen, alhasil karena mereka ini sangatlah pintar kami menemukan coconut boot, hkhkhkhk.





oke, cukup yaaa. sekian aja foto-foto yang disebar, selebihnya koleksi pribadi laptop saya. hkhkhk.

setelah main coconut boot -asem, ketawa ngetiknya, nih :D :D :D- akhirnya kami memutuskan untuk, "yuk, pulang.", "laper.", "makan mie ayam mas yon, yuk.", "ayuk, gila kangen banget gue sama mie ayam mas yon.", "pake bakso yang gede." dll dsb. kamipun memutuskan untuk bilas dan ganti baju, setelah itu balik nyebrang pake perahu lagi daaaaan, pulang. *HOREEEEEEE*

udah, sekian sajalah cerita Ahad kemarin di Pantai, semoga nanti kita bisa jalan-jalan lagi yaa. dan jangan lupa kalau jalan-jalan BAWA NASI PADANG!! 

sekian dan terimakasih-sayang-.

:p

Sabtu, 09 Februari 2013

sajak cinta (bagian ketiga)

akhirnya, ia kembali. membawa ribuan kata dalam sehari, menyublim rindu yang selama ini pergi.

oke, akhirnya twitter @sajak_cinta kembali lagi setelah lama hiatus. dan saya bisa kembali membagikan kata-kata manis para pencinta kata yang seolah lupa bahwa ia tak sendiri di dunia ;)

Ada yang kucemaskan, melebihi kesedihan; sebuah hari di mana kebahagiaanmu, membuatku merasa kehilangan. ~ @sabdaliar

Bahkan tanpa kabut pagi ini pun, cinta adalah rahasia berlapis dan gelap. Ia hanya bisa dibaca oleh dirinya sendiri ~ @yettiaka


hujan yg tak punya musim, membiarkan kenangan memasukkan tangis ke dalam matanya. mata yg dibuat dari daun-daun kering ~ Irma Agrayanti

di sudut kota, payung yang sendiri bertemu dengan hujan yang bersedih. di depan meja, kita saling menghindari tatapan. ~ @semenjak

Cinta cuma kata. Yang menghidupkan, kita. ~ @ibanqm #100

 Ketika sajak ini telah gagal kau pahami dengan baik, entah, dengan apa lagi aku akan menyentuhmu ~ @aksara_saja #100

jatuh cintalah engkau, kepadaku dan puisi ini; kepada yang bercahaya, selain matahari ~ @aksara_saja #100

bersediakah kau meminangku dengan satu puisi, menanggung keseluruhan kata yang kau yakini? ~ @nopalina89_ #100

mencintai, sayang, seharusnya seperti mencelupkan jemari kita ke lautan, lalu tidak berpikir untuk memecah ombaknya ~ @_nears #100

 Hatiku adalah ibadahku maka ia menjadi rumah yang selalu membuatku terbangun dan terjaga. ~ @eviidawati #100

Kekasih, sering kita duduk di sini, memandang langit bersama -- betapa waktu telah mencuri banyak hal, dalam hidup kita. ~ @opiloph #100

 Ketika sampai padamu, sajak ini boleh jadi sudah lusuh, karena terlalu sering dipakai merayu. ~ @harigelita #100

Namamu, selalu api di puisiku. Meski setelahnya; puisi, terbakar dan mati. ~ @Sugianto_Iwan #100

Aku merapat, aku mendekat. Aku mengakar kuat. Pada cintaku: pada cintamu. ~ @eviidawati #100

Jika ada pilihan lain selain mencintaimu, hidupku tak akan memilih apa-apa ~ @Bemz_Q #100

aku memujamu, mengingat dlm pikiranku yang hidup teramat jauh, pada tempat yang bahkan kau tak pernah tahu letaknya. ~ @erie_Nya #100

Jika hujan ini adalah kecemasan, Tuhan, jatuhkanlah kebahagiaan kepada kami setelah pertemuan. ~ @kolasecerita   

Di nadi waktu, rindu adalah kamu yang selalu kukekalkan, bahkan dalam ketiadaanku. ~ @elnard_

Rinduku padamu, membuatku ingin hidup lebih lama, namun, apalah arti usia, jika kamu tak ada. ~ @ranangdagama

Sebab aku mencintaimu; segala yang jauh. Segenap rahasia utuh tak tersentuh. ~ @marsshmalloow   

Sekali-kali, pejamkanlah matamu, dan rasakan betapa terang rasa rinduku padamu. ~ @kolasecerita

Jadilah apa saja dalam ingatanku. Selain lupa, selain segala yang kemudian tak ada. ~ @marsshmalloow

Kesepian belum pernah tiba secepat ini, menggenang sepanjang jalan pulang, bahkan sebelum rintik pertama hujan datang. ~ @sabdaliar

sumber :  Sajak Cinta Twitter

Jumat, 08 Februari 2013

kisah taubat Malik bin Dinar

Aku seorang polisi dan menyenangi minum khamr. Aku membeli seorang budak yang cantik yang melahirkan seorang anak perempuan untukku. Aku sangat mencintai anakku dan ketika dia mulai merangkak dengan kedua tangan dan kakinya aku semakin mencintainya. Setiap kali aku meletakkan minuman keras di hadapanku dia akan datang kepadaku dan menjauhkan minuman itu, atau dia akan menumpahkannya dariku. Ketia dia genap dua tahun dia meninggal. Aku sangat berduka cita atas kepergiannya.

Ketika datang malam nisfu Sya’ban – itu adalah malam Jum’at –aku tinggal di rumah dan mabuk… Aku tidak melakukan shalat Isya. Kemudian aku bermimpi hari kiamat telah tiba, Sangkakala telah ditiup dan kuburan melontarkan isinya, seluruh manusia dikumpulkan dan aku berada diantara mereka. Aku mendengar sesuatu di belakangku. Aku menoleh dan melihat seekor ular yang sangat besar, berwarna biru kehitaman, mengejajarku dengan mulut terbuka. Aku berlari ketakutan.

Aku melewati seorang syaikh yang berpakaian bersih yang memancarkan wangi semerbak. Aku mengucapkan salam kepadanya dan dia pun membalan salamku. Aku berkata kepadanya: ”Wahai Syaikh! Lindungilah aku dari ular ini, semoga Allah melindungimu! Syaikh itu menangis dan berkata: ”Aku lemah dan dia lebih kuat dariku, aku tidak dapat melawannya. Pergilah cepat, mungkin Allah akan mengaugerahimu sesuatu yang akan menyelamatkanmu darinya.

Aku pun berbalik dan terus berlari. Aku memanjat salah satu tebing dari tebing-tebing Hari Kiamat memandang pada kobaran api neraka. Aku melihat kengerian di dalamnya dan hampir saja terjatuh ke dalamnya karena takut terhadap ular tersebut. Tetapi sebuah jeritan berteriak kepadaku: Kembalilah! Engkau bukanlah diantara penduduk neraka. Kata-katanya  menenangkan ketakutanku dan aku pun kembali.

Namun ular itu terus mengejarku. Aku kembali kepada Syaikh dan berkata: ”Wahai Syaikh! Aku memohon kepadamu untuk melindungiku dari ular ini, tetapi engkau tidak melindungiku.” Syaikh itu menangis lagi dan berkata: ”Aku lemah, akan tetapi teruslah menuju gunung ini. Disana terdapat simpanan kaum Muslimin, itu akan menolongmu.”

Aku memandang dan melihat gunung bulat yang terbuat dari perak dan diatasnya terdapat kubah di atas lembah permata dan tirai-tirai yang tergantung, dan setiap kubah memiliki dua pintu yang besar berwarna merah keemasan berkerak taburan zamrud dan mutiara dan digantungi tirai-tirai sutera.

Ketika aku melihat gunung itu aku berlari kepadanya dengan ular yang terus mengejarku. Ketika aku mendekati gunung itu salah satu malaikat berteriak: ”Angkatlah tirai-tirai, bukalah pintu-pintu, dan awasilah! Mudah-mudahan orang yang malang ini mempunyai sesuatu dalam simpanan bersamamu yang dapat menolongnya dari musuhnya.” Maka tirai-tirai pun diangkat, pintu-pintu dibuka, dan dari tempat itu terlihat anak-anak dengan wajah-wajah laksana bulan purnama. Ular itu nyaris menyusulku dan aku hampir putus asa.

Salah seroang dari anak-anak itu berkata: ”Celaka engkau! Kemarilah dan lihatlah kalian semua! Musuhnya sangat dekat dengannya.” Kemudian anak-anak itu keluar secara bergelombang, dan diatara mereka terdapat anak perempuanku yang telah meninggal dua tahun yang lalu. Ketika dia melihatku dia menangis dan berkata: ”Ayahku, Demi Allah!” Kemudian dia melompat ke dalam sebuah kereta cahaya dan datang mendekatiku dengan kecepatan laksana anak panah. Dia meletakkan tangan kirinya di tangan kananku dan aku berpegang kepadanya. Kemudian dia mengulurkan tangan kirinya ke arah ulat tersebut dan ular itu pun berbalik dan pergi.

Anakku mengajakku duduk, kemudian dia duduk dipangkuanku dan mulai membelai jenggotku seraya berkata: ”Wahai ayahku! “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?” (QS Al-Hadid [57] : 16). Aku pun menangis dan berkata: “Wahai anakku, kalian memahami Al-Qur’an?” Dia menjawab: “Ayahku! Kami mengetahuinya lebih baik darimu.”

Aku berkata kepadanya: ”Ceritakanlah kepadaku tentang ular yang hendak menghancurkanku.” Dia berkata: “Itu adalah amal-amal burukmu yang engkau bangun dan menjadi kuat, dan mereka akan membawamu ke neraka.” Aku bertanya: “Bagaimana dengan Syaikh yang aku lewati?” Dia menjawab: “Wahai Ayahku! Itu adalah amal kebaikanmu yang lemah sehingga mereka tidak dapat mengatasi dosa-dosamu.”

Aku berkata: “Wahai anakku! Apa yang kalian lakukan di gunung ini?” Dia menjawab: “Kami adalah anak-anak orang-orang Muslim, kami diberi tempat tinggal ini sampai datangnya Hari Kiamat. Kami menanti kedatangan kalian, dan kami memohon syafaat bagi kalian.”

Malik (bin Dinar) kemudian berkata: “Lalu aku terbangun dan melihat fajar telah tiba. Lalu kulemparkan minuman itu dariku dan kuhancurkan gelas minumanku, dan aku pun bertaubat kepada Allah.”

Judul: Kisah Taubat Malik bin Dinar
Penulis: Ibnu Qudamah



beberapa minggu yang lalu, saya mendapat nasehat mengenai taubat seorang Malik bin Dinar oleh guru mengaji saya. sebelumnya saya sudah pernah membaca kisah ini dibuku -yang belum dipulang-pulangin- "Hati Sebening Mata Air-

jujur saja, kisah ini begitu menyentuh, terutaama dibagian saat sang anak bertanya kepada ayagnya -Malin bin Dinar- ”Wahai ayahku! “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?”

maka benarlah semua ciptaan Tuhan semesta alam, Allah SWT. kata-kata dalam Al Qur'an begitu lembut namun menuntut jawaban yang sama sekali tidak main-main. belum datangkah kepadamu waktu untuk menundukkan hati kepada Allah saja? belum sampaikah padamu keadaan di mana sudah saatnya kembali pada Rabb semsta alam? belum sampaikah waktunya?

maka, guru mengaji saya pun menangis, dan kami hanya mampu tertunduk dalam-dalam. sungguh benar Tuhan, waktu itu sungguh telah datang sejak kami mengenalMu dan kebesaranMu.