Kamis, 22 November 2012

status (bagian keenambelas)

"Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong."
Jadi bisa diartikan: kalau cuma ngomong dan nulis doang, nggak berani melamar, nggak berani datang ke orang tuanya itu cinta yang masih omong kosong :)

Wahai para pencinta di seluruh dunia, kisah paling romantis itu bukan cerita Romeo dan Juliet yang menikah pun tidak, mati bunuh diri pula bersama, tidak bisa mengatasi masalahnya.
Kisah paling romantis itu adalah Ibu-Bapak kita yang menikah, terus bersama hingga maut menjemput secara alamiah, dan mampu terus menerus mengatasi berbagai masalah dalam hubungan mereka.
*Sy tulis ulang dari quote anonim bahasa inggris, dan sy suka membacanya.

*Orang sungguh
Orang sungguh baik itu bukan karena berharap balas, apalagi penuh perhitungan, tapi semata karena dia berharap janji Tuhannya.
Orang sungguh sabar itu bukan karena terpaksa, tidak ada pilihan, tapi semata karena dia memutuskan percaya pada Tuhannya.
Orang sungguh berani itu bukan karena sedang ramai, banyak yg membela, tapi semata karena dia bergantung pada Tuhannya.

Terkadang, kita menjadikan seseorang/sesuatu prioritas utama kita, tapi sebenarnya seseorang/sesuatu tersebut hanya menjadikan kita alternatif pilihan saja.
Terkadang, kita sibuk memikirkan orang lain, tapi orang lain itu malah memikirkan orang lain lagi.
Terkadang, kita membela habis2an, menyayangi segenap jiwa seseorang/sesuatu, tapi sebaliknya seseorang/sesuatu itu hanya menjadikan kita pilihan opsional saja.
Kehidupan persis seperti menaiki sepeda, jika kita tidak bisa menjaga keseimbangan lagi, maka segeralah maju, bergerak ke tempat baru, karena jika terus memaksakan diri berhenti, cepat atau lambat kita akan terbalik.

Inilah resep sederhana: "Jangan habiskan waktu kita untuk sesuatu yg tidak ada manfaatnya buat kita--meskipun itu terlihat menyenangkan."
*resep ini berlaku utk semua urusan, termasuk page sy ini.

tahukah kita, untuk merusak sebuah kebahagiaan, cukup hanya dgn berprasangka buruk tiba2..
tahukah kita, untuk menghabisi pagi yag indah, cukup hanya dgn makian kecil kepada seseorang atau sesuatu..
tahukah kita, untuk membunuh suasana pagi yg riang, cukup hanya dgn keluhan ringan tentang sesuatu yg amat sepele pula..
padahal, tidak setiap hari kita bisa menjalin kebahagiaan, memulai pagi yg indah, atau menyulam suasana hati yg riang penuh mood.. jadi, jangan mudah dirusak ya..
selamat pagi...

Nanti malam adalah malam tahun baru Hijriyah. Besok tanggal merah 1 Hijriyah.
Nah, yang kemarin pas tahun baru Masehi sibuk sekali bikin pengajian, shalat, musahabah, atau apalah, apakah kalian juga akan melakukannya malam ini? Yang kemarin pas tahun baru Masehi sibuk sekali merayakan, pakai kembang api, dsbgnya, apakah kalian juga akan melakukannya malam ini?
Yang kemarin pas tahun baru Masehi, sibuk sekali say happy new year lewat postingan jejaring sosial, sms, email, apakah kalian juga akan melakukannya malam ini?
*semoga ada jawabnya.

*Gagal, terlambat, dan kecewa
Kenapa kita disebut 'gagal'? Karena kita mencoba sesuatu, dan gagal. Tidak ada definisi gagal jika kita tidak mencobanya sama sekali, bukan?
Kenapa kita disebut 'terlambat'? Karena kita datang, dan telat. Tidak ada definisi terlambat jika kita tidak datang sama sekali, bukan?
Kenapa kita disebut 'kecewa'? Karena kita pernah berharap, dan sekarang harapan itu musna

h. Tidak ada definisi kecewa jika kita tidak pernah berharap sama sekali, bukan?
Dalam hidup ini, tidak ada definisi untuk tiga hal tersebut jika syarat kejadiannya tidak terpenuhi--juga hal-hal lain. Maka, jika semua itu sudah terlanjur terjadi, dan kita tidak bisa punya pilihan lain kecuali melewatinya, ayo ambil sisi positifnya. Lebih baik gagal daripada tidak mencoba sama sekali. Lebih baik terlambat daripada tidak datang sama sekali. Dan lebih baik kecewa daripada kehilangan pengharapan sama sekali. Maka besok lusa, diperbaiki, semoga kegagalan itu adalah sukses yg tertunda, keterlambatan itu adalah awal ketepatwaktuan, dan kekecewaan itu adalah awal kabar baik.
Kenapa kita disebut 'menyesal'? Yang ini sedikit berbeda definisinya, sebab menyesal, tidak pernah pandang bulu, mau kita lakukan, mau tidak, mau salah, mau keliru, dia tetap datang terakhir kali. Tidak perlu ada syarat kejadiannya. Menyesal adalah menyesal. Sungguh lebih baik gagal, terlambat, kecewa dibandingkan menyesal.
*semua isi page ini boleh di repost, share, copas, print, sepanjang menyebutkan sumber dan tdk komersil. tidak perlu ijin lagi :)



Kalau cuaca panas-panasnya di luar sana seperti sekarang, kita bisa ngadem di ruangan masing2, sambil minum jus atau minuman dingin lainnya, bukan?
Sama, mau sepanas-panasnya masalah di luar sana, kita bisa selalu ngadem di 'ruangan' masing2, sambil minum 'minuman dingin' untuk hati masing2--entah itu bacaan, menonton, mendengarkan musik, dsbgnya.



Anak kami Pasai, tahu kalau dia habis melakukan kesalahan serius--seperti melempar mainannya, memukul. Dan saat dia tahu Bapak-nya marah, maka dia akan berlari mendekati Bapaknya, sambil bilang, "Peluk, Pak! Peluk!" Kemudian setelah dipeluk, dia akan bilang, "Maaf."
Begitu juga dengan jutaan anak-anak di dunia. Selalu begitu. Sama spesialnya, sama istimewanya.
Boleh jadi, dalam banyak hal, kita-lah yang seharusnya belajar banyak dari dunia anak-anak yang polos dan simpel. Bukan sebaliknya, mereka terpaksa belajar dari dunia orang dewasa yang terlanjur dipenuhi prasangka buruk, sempitnya berpikir, dan sebagainya, dan sebagainya.

Di jaman modern saat ini, boleh jadi wanita tidak butuh perlindungan siapapun, mereka bisa menjaga diri.
Kalau mereka memang butuh, maka boleh jadi dia butuh perlindungan justeru dari ketidakpastian, berlama-lama, plintat-plintut, ragu-ragu, ketidaksiapan, ketidakberanian dari laki-laki yang mengaku mencintainya.
Jika kita selalu berkata yang benar, tidak ada yang perlu dipikirkan lagi, dicemaskan terus-menerus, dan sebagainya.
Sebaliknya.

Makan dan minum pakai tangan kiri itu tidak ada keren-kerennya, kecuali kita punya keterbatasan. Selalu gunakan tangan kanan.
Jika hal sesepele dan semudah ini kita tidak mau peduli dengan sunnah rasul, apalagi kalau disuruh yg lebih berat.

Oh dear, hidup ini tidak seperti novel, yang kalau halaman sekarang terasa sesak, sedih, menyakitkan, penuh masalah, maka dengan bersabar membaca 10, 20 halaman berikutnya semua selesai, berubah jadi membahagiakan. Apalagi seperti film, yang cukup beberapa menit berubah jadi happy ending.
Di kehidupan nyata, kita bahkan perlu 10, 20 hari, bulan, bahkan tahun harus terus bersabar agar semua selesai, berubah jadi membahagiakan. Karena itulah, menjadi dewasa oleh kehidupan, memiliki pemahaman baik karena proses kehidupan, akan menjadikan seseorang lebih kuat dan lebih kuat lagi. 

Saya menulis: jangan pacaran. Beberapa dari kalian komen: "siapa sih jama sekarang orang yang nggak pacaran?"
Saya menulis: jangan bohong. Beberapa dari kalian komen: "siapa sih orang biasa yang nggak pernah berbohong?"
Saya menulis: jangan menyuap. Beberapa dari kalian komen: "siapa sih hari gini nggak menyuap?"
Ayolah, berhenti berpikiran amat negatif dan memberikan komen yang justeru menunjukkan kalian melakukannya. Buang jauh-jauh selalu berpikir pesimis.

Gombal kelas kampung itu adalah: ramai orang paham bahwa pernikahan adalah prosesi suci, fasih menyebut semoga berkah, jadi keluarga sakinah mawaddah warahmah, canggih mengutip firman tentang manusia diciptakan berbangsa2, dstnya, keren sekali memanjatkan doa semoga seperti Yusuf dan Zulaikha.
Tapi oh tapi, kedua mempelai, keluarga, dan undangan, ternyata memilih tidak shalat saat resepsi daripada mengorbankan bedak dan maskara. Memilih nanti2 saja shalatnya atau sama sekali tidak daripada repot menyingsingkan gaun dan kain.
Itulah gombal kelas kampung.

Tidak apalah miskin harta, miskin wajah, atau miskin hidung pula; setidaknya kita kaya hati, kaya teman, dan kaya keluarga. Itu sungguh lebih keren. Kemuliaan hidup tidak akan pernah tertukar--dan tidak bisa ditipu2.
*sebelum ada yg protes, sy minta maaf jika ada yg pesek tersinggung; sy sungguh tidak bermaksud demikian.

Bukankah ada orang2 yg tidak kaya; tapi infaq sedekahnya tetap banyak. Sebaliknya juga ada (banyak malah), yg kaya berkecukupan; tapi infaq sedekahnya kecil kali.
Jadi, sedikit banyaknya kita mau infaq sedekah tdk ada hubungannya dgn miskin kayanya kita. Tapi dan hanya tapi: berhubungan erat dengan keyakinan. Yakin atau tidak?

Pertanyaan: Kenapa bang tere tidak memposting tentang Palestina?
Jawaban: Berapa usia kalian saat ini? kalau usia kalian 20, maka sy bisa paham kenapa bertanya. Karena saat sy sibuk menulis tentang hal ini, kalian masih berseragam merah-putih, masih lucu2nya.
Bukan hanya kalian, saya juga membaca berita tentang Palestina, saya geram, marah, sy punya tulisan2 tentang ini. Dan itu sudah saya lakuk

an belasan tahun silam. Silahkan cek blog, MP, friendster (kalau masih ada), dan tempat2 sy meletakkan tulisan ini, yg karena banyak, jadinya saya lupa.
Saya sekarang berubah pikiran, cara terbaik melawan adalah dengan menyiapkan generasi penerus lebih baik. Paham tentang agamanya. Memiliki akhlak yang baik. Menyebarkan kebermanfaatan. Itulah guna novel2, film2, tontonan2 tersebut. Kita membutuhkan orang2 yg demo, membuat petisi, tapi kita juga membutuhkan sisi lain saat melakukan perlawanan. ++
Kami debu merah.. (saya tulis Jan 6, '09; setelah serangan israel ke Gaza, 3 tahun silam)

Untuk semuanya
kami bukan angka.. 100, 500 atau 1000!
kami bukan bangkai.. berdarah, terluka, pecah kepala, robek perut, hilang kaki..
kami bukan kesedihan.. mati, pergi, yatim, piatu, hilang..
kami bukan tanah... jengkal, hektar, tepi, apalagi jalur..
kami bukan bangsa.. arab, mancung, gurun-pasir, kurma, dan panas..
kami bukan dikasihani.. ratapan, tangisan, bahkan tatap muka kehabisan kata..
kami adalah debu merah..
yg terbang mengarak tinggi kemuliaan..
jembatan menuju tempat terjanjikan..

Kami adalah debu merah..
hingga suatu saat nanti..
bahkan sebatang pohon pun akan bernyanyi..
tidak akan ada tempat bersembunyi..
maka saat itulah, waktu bagi kami..
menggulung tinggi kaum yg dinistakan bahkan oleh s e l u r u h kitab suci..
Jika belum siap, maka tutup pintunya rapat2, gembok dengan rantai terbaik, lantas lemparkan anak kuncinya ke dalam lautan luas. Begitulah cara terbaik menjaga hati dari perasaan.
Well, jangan cemas anak kuncinya tidak akan ketemu. Jika sudah tiba saatnya, jika Tuhan menakdirkannya demikian, jodoh yg baik akan membawa anak kuncinya, dan hei, pas sekali, sempurna sudah membuka pintu hati.
*setiap hari televisi, koran, majalah, media online, jejaring sosial menggempur remaja dan orang dewasa dengan contoh gaya hidup pacaran, dsbgnya. postingan sy hanya penyeimbang kecil yang tidak seimbang dalam kehidupan modern hari ini. silahkan repost, share, dan copas kemana2.

*Bukankah menghadap bos galak saja sudah menakutkan?
Seorang anak kecil, usia enam tahun, suatu ketika, dibiarkan Ibu-nya bermain sendirian di ruang tengah. Hanya satu pesan Ibu-nya, boleh bermain sepuasnya, asal mainannya jangan berantakan. Apa yang terjadi? Dua jam berlalu, si kecil bukan hanya membuat mobil2an, sepeda2an miliknya berhamburan di lantai, dia juga menyobek majalah Ibunya, menumpa

hkan air, membuat pot bunga percah terjatuh dan kekacauan khas anak kecil lainnya. Usianya enam tahun, tapi lebih dari cukup baginya untuk merasa takut. Dia tahu Ibu-nya akan pulang, melihat semua barang berantakan. Dia tahu persis itu masalah besar baginya. Perhatikan bagaimana ekspresi, gerakan tubuhnya saat dia mendengar Ibunya datang membuka pintu.
Remaja tanggung yang sudah diingatkan setelah sekolah segera pulang, tapi malah nekad keluyuran bersama teman-temannya, pulang kemalaman, kehujanan, habis jatuh, kotor pula pakaiannya, maka bukankah dia harap-harap cemas saat membuka gerbang pagar. Dag-dig-dug, saat mengetuk pintu rumah. Dan perhatikan bagaimana wajahnya yang tertunduk, gerakan badannya saat pertama kali melihat orang tuanya yang membukakan pintu.
Juga orang dewasa, seorang karyawan yang disuruh mengerjakan sesuatu. Pekerjaan yang amat penting bagi dirinya sendiri dan juga perusahaan. Yang jika berhasil bisa membuatnya promosi dan perusahaan untung besar. Tapi apa daya, ternyata gagal total, perusahaan jadi tekor, kerugian di mana-mana, belum lagi kekacauan lainnya. Bukankah karyawan itu keringat dingin saat harus menghadap bos? Panik harus menjelaskan apa? Gentar sekali membuka pintu ruangan bos, terbata-bata menjelaskan.
Di dunia ini, semua hal tersebut amat terlihat. Kita takut menghadap orang tua, guru, dosen, atasan, seseorang jika kita merasa gagal melakukan sesuatu, merasa tidak becus menyelesaikan perintah. Maka wahai, tidakkah kita akan takut saat suatu hari kelak, yang bahkan kejadian pembukanya saja adalah: ketika bumi diguncangkan, isi perut bumi muntah keluar, gunung2 meletus, lautan bergolak, itu pengantar yang menakutkan, bukan? dibanding mendengar suara langkah kaki orang tua, pintu dibuka, atau hanya dehem si bos.
Tidakkah kita merasa gentar, kelak di hari penghabisan, kita harus menghadap Tuhan kita? Di mana semua pekerjaan akan diminta pertanggungjawabannya walaupun sebesar biji super mungil. Itulah momen pertanggungjawaban terakhir dan paling penting. Tidak ada dusta lagi diantara kita. Dan jelas, tidak akan ada lagi kecemasan hadap-menghadap setelah itu. Selesai. Maka dipikirkanlah.

Kenapa benci itu tidak baik? Karena saat kita terlanjur benci dengan seseorang, apapun yg keluar dr orang itu kita benci, bahkan termasuk saat orang itu memberi kita kebaikan, kita tetap benci dan mengabaikan fakta bahwa kita termasuk yang menerima kebaikan itu secara gratis.
Dan yang membuatnya semakin rumit, kita tidak menyadari hal tersebut, karena setiap hari selalu punya alasan pembenaran untuk membenci.

Cowok yang hatinya benar2 baik, pelindung sejati, tidak akan pernah mengajak cewek pergi berdua-duaan.
Cowok yang mengajak pergi berdua2an cewek lain, tidak darurat, bukan mahram, maka itu jelas cowok genit. Dan lebih super genit lagi ceweknya, diajak cowok yg jelas2 genit saja dia mau.

Salah-satu isu yang harus dipikirkan oleh kita semua sebagai muslim adalah: kita hobi membuat golongan, kelompok, organisasi, partai, pengajian, paham dan sebagainya. Lantas kita merasa golongan kita lebih baik dibanding yang lain, berburuk sangka, bahkan tega menjelek2kan, menganggap salah dan rendah yang lain.
Hal ini benar2 harus dipikirkan oleh muslim manapun. Kesetiaan kita mutlak pada Tuhan dan Rasul, bukan pada ulama, ustad, ketua partai, ketua organisasi, guru2, dan sebagainya di kelompok tersebut. Boleh membentuk golongan? Silahkan. Tidak yang melarang, tapi jangan pernah merasa golongan kita lebih baik, berburuk sangka, bahkan tega menjelek2an, menganggap salah dan rendah golongan yang lain.


Pertanyaan: "Bang tere, saya mau berhenti pacaran, saya mau sekolah yang bener saja sekarang. Tapi bang, kenapa susah mutusinnya, kenapa saya nggak rela kalau dia jadian sama orang lain? Gimana bang?"
Jawaban: "Itu terjadi, karena pendeknya pengalaman, dangkalnya pemahaman, dan longgarnya keyakinan. Tanpa tiga hal tersebut, maka hati menelikung akal sehat, membuat dusta nyata, seolah baik dan sun

gguh baik hal2 yg sebenarnya buruk. Pernah nonton film 'Lord of The Ring'? Nah, bukankah Gollum susah benar hidupnya berpisah dengan cincin sakti yang justeru memenjarakan dirinya, merusak dirinya sendiri. Selalu mendesis-desis, my precious, padahal fisik, otak, semua miliknya yang berharga, termasuk teman, keluarga dirusak oleh 'my precious'-nya.
Percayalah, jika memang belum siap menikah, lepaskan segera, lemparkan jauh2 perasaan itu, nah, kalau dia memang jodoh terbaik, dia akan kembali dengan cara baik, cara terhormat. Kalau tidak kembali, insya Allah ada gantinya yg lebih baik.


"Dalam urusan perasaan dan duniawi lainnya, kita tidak akan pernah mengerti hakikat memiliki, jika kita terlalu ingin memilikinya. Justeru kita akan mengerti hakikatnya saat kita melepaskannya.
Gigit pemahaman ini baik-baik."
--Tere Liye, separuh quote dari novel 'Sunset Bersama Rosie'



Jangan tergoda untuk membuat tatto di badan. Saya tidak akan menggunakan argumen agama di sini. Cukup dengan argumen simpel: itu tidak ada keren-kerennya. Kulit badan kita itu sudah keren tanpa perlu tatto.
Coba lihat mobil2 mewah yang keren, mana mau pemiliknya masang sticker2 aneh di mobilnya (kecuali dibayar mahal oleh pemilik logo seperti mobil balap F1). Cuma mobil2 tertentu saja yg mau pasang sticker.

Tidak ada komentar: