Senin, 19 November 2012

pelangi ; tujuh warna langit yang memukau

siapa yang tidak kenal pelangi? lagunya sangat kita kenal saat masih di sekolah dasar, dan warnanya yang indah jelas menarik perhatian. kita mengetahui bahwa pelangi hanya akan muncul ketika hujan telah reda, ia melengkung indah di langit saat udara masih segar, dan tanah masih berbau basah. #tsaelah

nah, mari kita kenalan dengan fenomena alam ciptaan Tuhan yang indah ini.

Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.

cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. pita ini disebut spektrum warna. di dalam spektrum warna, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.

pelangi tidak lain adalah busur spektrum warna besar berbentuk lingkaran yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika menembus prisma kaca dan keluar menjadi spektrum warna pelangi. jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda-beda berderet dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air. cahaya keluar kembali dari tetesan air ke arah yang berbeda, tergantung pada warnanya. warna-warna pada pelangi ini tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi.

pelangi terlihat sebagai busur dari permukaan bumi karena terbatasnya sudut pandang mata, jika titik pandang di tempat yang tinggi misalnya dari pesawat terbang dapat terlihat sebagai spektrum warna yang lengkap yaitu berbentuk lingkaran. pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari di belakang orang tersebut. matahari, mata si pengamat, dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.

(wikipedia)



pelangi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah lengkungan warna spektrum di langit sebagai akibat adanya pembiasan sinar matahari oleh titik hujan atau embun. semua warna yang dihasilkan oleh pelangi berawal dari cahaya matahari. matahari itu sendiri memiliki beberapa warna yang disebut polikromatik. cahaya yang dapat ditangkap jelas oleh mata manusia hanya ada tujuh warna yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu (mejikuhibiniu).

pernah ada seseorang yang bertanya, mengapa warna merah letaknya selalu diatas sedangkan ungu letaknya di bawah pada pelangi? ternyata, ini disebabkan karena cahaya merah pada pelangi adalah spektrum cahaya yang memiliki panjang gelombang paling panjang atau memiliki frekuensi paling rendah ketimbang spektrum cahaya lainnya pada pelangi. sehingga pada pelangi  warna merah selalu berada diatas dan sebaliknya warna ungu selalu di bawah hal ini tidak lain karena panjang gelombang pada cahaya ungu rendah atau memiliki frekuensi paling tinggi.

keunikan pelangi adalah hanya dapat dilihat sesaat setelah hujan dan disertai cahaya matahari, biasanya terjadi di pagi maupun sore hari saat sudut antara matahari dan bumi masih rendah. posisi pengamat juga menentukan ternyata, yaitu jika diantara hujan dan sinar matahari, dan sinar matahari berada di belakang si pengamat. sehingga terjadi garis lurus antara matahari, pengamat, dan busur pelangi. akibatnya terbentuklah pelangi dari hasil pembiasan dan posisi pengamat tadi.

 ternyata pelangi itu ada bermacam-macam, diantaranya :
  • Classic Rainbow ; pelangi alam terdiri dari enam warna: merah, oranye, kuning, hijau, biru dan ungu. Intensitas warna masing-masing mungkin karena berbagai kondisi atmosfer dan waktu (kemudian). 

classic rainbow
  • Circular Rainbows ; pelangi itu benar-benar terlihat seperti busur lingkaran sempurna (dengan radius tepat 42 derajat, menurut Descartes), meskipun melihat pelangi ini sulit karena tanahnya memiliki kebiasaan menghalangi.

circle rainbow
  • Secondary Rainbows ; pelangi primer, sering disertai dengan pelangi sekunder biasanya tipis dan redup daripada pelangi primer. pelangi sekunder terkenal dengan karakteristik tertentu: spektrum ditampilkan dalam urutan terbalik dari sebuah pelangi primer.

    secondary rainbow
  • Sundogs ; yang paling sering terlihat rendah di langit di hari musim dingin yang cerah, sundogs dibuat ketika matahari bersinar melalui kristal es yang tinggi di atmosfer. Sundogs berwarna merah di bagian dalam dan ungu di bagian luar dengan sisa spektrum ramai di antaranya. semakin tebal konsentrasi kristal es di udara, semakin tebal pula struktur nya.

sundogs rainbow
  • fogbows;  fogbows lebih jarang terlihat daripada pelangi karena parameter tertentu yang harus disesuaikan untuk menciptakan mereka. misalnya, sumber cahaya harus berada di belakang pengamat dan membumi. juga, kabut di belakang pengamat harus sangat tipis sehingga sinar matahari yang dapat bersinar melalui kabut tebal di depan.
     
    fogbows rainbows
  • Waterfall Rainbows ; kabut air terjun bercampur ke dalam aliran udara konstan atmosfer terus menerus, terlepas dari cuaca. hal ini membuat sebuah foto teman-air terjun yang sangat baik untuk pelangi. seleksi pasangan beberapa gambar air terjun paling terkenal yang berbarengan dengan beberapa pelangi menakjubkan.

waterfall rainbow
  • Fire Rainbows ; pelangi ini bukan terbuat dari api, nama yang benar untuk efek optik yang indah ini adalah “circumhorizontal arc”. fenomena ini hanya dapat dilihat dalam kondisi spesifik tertentu: awan cirrus, yang bertindak seperti prisma harus setidaknya berada di ketinggian 20.000 kaki dan matahari harus menyorot ketika mereka berada di ketinggian 58-68 derajat. Rainbow Fire tidak pernah terlihat di lokasi lebih dari 55 derajat utara atau selatan.

fire rainbow
  • Moonbows ; seperti moondogs, adalah mitra untuk pelangi lunar. mereka juga jauh lebih sulit dilihat karena badai hujan harus berlalu dan, idealnya, bulan purnama yang terang tidak terhalang oleh awan. 




nah, mari kita sama-sama menanti hujan yang akhirnya akan memunculkan pelangi, tapi maaf karena ini bukan lagu jadi pelanginya tidak di matamu. #halah

Tidak ada komentar: