Kamis, 15 November 2012

hijrah, 4 maret 2005

selamat tahun baru Hijriyah 1434. semoga Allah memudahkan, meridhai, dan mencintai kita, hamba-hambaNya.

pagi ini, ketika bangun pagi di hari libur karena peringatan 1 Hijriyah 1434 saya teringat sesuatu yang terjadi lebih dari 7 tahun yang lalu. sebuah keadaan dimana saya berproses -berusaha berproses- untuk menjadi lebih baik lagi.

4 Maret 2005, akhirnya hari itu tiba juga. hari dimana saya sangat merindukan terjadinya sejak 5 tahun sebelumnya. hari dimana saya memakai jilbab/kerudung/pakaian takwa yang sudah diperintahkan Tuhan saya.

awal masuk SMP, alm bapak pernah bertanya, "mau pakai jilbab sekarang ga? biar sekalian baju SMP dari sekolah dibuatin yang panjang." saya menjawab, "belum, pak." padahal hati saya ingin, masuk ke kelas 2 SMP saya mengutarakan keinginan saya berjilbab, lalu kata orang tua saya, "nanti aja kalau sudah SMA." saya tidak marah karena mengetahui bahwa kondisi ekonomi belum memungkinkan untuk membeli pakaian baru untuk dipakai ke sekolah.

lalu saat pertama kali masuk SMA, saya ditanya lagi, "mau pakai jilbab ga? biar sekalian bajunya. jangan kayak pas SMP dulu udah kelas 2 baru bilang mau pake." saya malah dong-dongnya bilang, "ga." duuuuh, pabo banget sik gue -___-" hehehe.

saya sudah tahu, bahwa memakai jilbab untuk wanita muslim itu hukumnya wajib, bukan seperti kebanyakan orang yang sekedar ikut tren aja, sejak SMP saya sudah tahu itu. dan akhirnya saat kelas 2 SMA saya memutuskan untuk memakai jilbab, membeli pakaian takwa itu dnegan uang tabungan saya sendiri, kekeuh berusaha bertahan sekalipun banyak pihak yang mempertanyakan.

ya, karena pada saat itu, guru agama saya di sekolah berkata bahwa ia ingin semua siswa perempuan di kelas saya memakai jilbab, sehingga banyak ang memakai jilbab justru malah menjadi pertanyaan, apakah mereka memakainya dengan sungguh karena Allah ataukan karena "paksaan" dari guru agama saya itu. maka saya pikir ini kesempatan emas untuk bicara dengan keluarga saya, soalnya kan ada alesan tambahan tuh. 

bukan, bukan keluarga saya tak setuju saya memakai jilbab, apalagi bapak, beliau senang sekali kalau saya -anak permpuan satu-satunya- mau berjilbab, namun sekali lagi faktor ekonomi membuat mereka berpikir "mengapa tak dari dulu, saat pengukuran baju seragam sekolah SMA"

jadilah saya membeli seragam baru yaaaaaaaaaaaaaaaaaaang alhamdulillah kekecilan #malu hehehe. tapi setelah itu, yah namanya orang tua yak, sayang sama anaknya dibeliin juga lah saya baju seragam yang baru dan ga kekecilan lagi, xoxoxoxo.

itulah kisah hijrah saya dari belum memakai pakaian takwa menjadi memakai pakaian takwa yang insyaAllah sampai sekarang. memasuki dunia perkuliahan, alhamdulillah, terimakasih kepaada Tuhan saya yang Maha Baik, saya dikenalkan dengan mereka yang shaleh dan shalehah. menolong saya yang sempat terpeleset hingga kembali pada kebaikan, insyaAllah.

selamat tahun baru saudara-saudariku, semoga Allah memudahkan, semoga, amiin.

Tidak ada komentar: