Senin, 29 Oktober 2012

isteri yang baik bagimu

menikah

sejak memasuki dunia perkuliahan, saya selalu punya keinginan menikah di usia muda, ya sekarang walau sudah bekerja pun tetap ingin menikah di usia muda sih. eh, emang batas usia muda berapa, yak? :D

saya ingin sekali menyempurnakan separuh agama dengan orang yang mencintai saya dan juga saya cintai sepenuh hati karena-Nya *siapa yang ga mau, Nay?!* *keplak* weiiitttsss, catet baik-baik yak, saya ga pernah pacaran, dengan siapapun!! :p apa? ga laku? idih, emangnya saya barang dagangan apa? lagian yang bisa “membeli” saya hanyalah orang yang di ridhai oleh Allah SWT, dan saya ingin Dia memberikan dia dengan ke ridhaan, bukan dilemparkan karena saya terus merengek minta dijodohkan dengan seseorang itu.

sudah ah, saya bukan mau membahas bagaimana cara mendapatkan jodoh yang baik dan benar, kalau pingin tau baca aja buku-buku tentang pergaulan Islam, pasti ngerti. kalau ga ngeti-ngerti juga? makanya ngaji! ga ngaji? ga gaul, lo!! :p

saya itu mau membagi cerita, insyaAllah bukan bermaksud menyebarkan aib atau keburukan, ini contoh yang bahkan sekarang dianggap lumrah atau biasa saja di masyarakat. tentang seorang isteri yang tidak pandai berterimakasih kepada suaminya. bagaimana mungkin, seorang isteri bisa dengan merasa biasa saat membentak suaminya –membentak disini bahkan saat sang isteri berkata pelan tetapi menyakitkan- bagaimana mungkin ia tidak sabar menunggu suaminya datang menjemputnya, bagaimana mungkin ia marah hanya karena keterlambatan yang sebentar saja.

tahukah kau wahai para wanita yang telah bersuami? laki-laki itu mengambil perjanjian yang teramat berat dari Tuhannya, ia memintamu dari orangtuamu, ia bersaksi di depan walimu, ia berjanji dengan nama Tuhanmu, dan jika ia lelaki yang shaleh, tentu saja ia tahu apa konsekwensi dari janji yang ia utarakan saat proses ijab qabul pernikahan kalian.

lantas bagaimana mungkin, jika kau bersuamikan lelaki yang shaleh, namun kau dengan teganya marah, ngambek ga jelas, hanya karena ia telat menjemputmu untuk pulang? jika untuk hal yang sekecil itu saja kau tak mampu bersabar, bagaimana mungkin kau mampu mencapai derajat wanita-wanita mukmin terdahulu, yang sungguh mulia, seperti bunda Hajar yang ditinggalkan begitu saja oleh nabi Ibrahim as di padang pasir, dan saat dia bertanya, mengapa? Ibrahim as hanya terdiam, lalu saat Hajar tahu itu semua perintah Allah, ia menerima dengan ikhlas, ini diminta tunggu sebentar aja udah kayak ditinggal di gurun pasir paling luas, ga ada makan dan minum, trus sebentar lagi datang badai pasir. plis deh!!

percayalah, jika Allah memberikanmu pasangan yang shaleh, yang dia tahu benar apa arti mitsaqan ghaliza yang dia lafadzkan dihadapan semua saksi dan wali, yang dia paham benar bagaimana Islam mengatur seluruh aspek kehidupan kita, yang mendahulukan Tuhannya diatas segalahnya, yang patuh pada ajaran Nabinya meskipun hanya sekadar sunnah harian, yang senantiasa memiliki semangat jihad demi membela agamanya, maka jangan sekali-kali kau berpikir untuk membentaknya, apa lagi marah hanya karena hal yang sepele, dan hanya akan menunjukkan ketidakdewasaanmu.

dan yang jelas, saat kita sudah sah menjadi isteri seseorang, maka kewajiban kitalah untuk berbakti dan menataatinya setelah Tuhan kita. mencintainya dengan sepenuh hati. lupakan siapapun yang pernah mengisi hati jika dia memang tidak halal bagimu. untuk apa bersusah hati sebab Allah tak mentakdirkan kalian bersama, bukankah do'a yang selalu kau pinta adalah pemberian terbaik dimata-Nya, lalu mengapa berduka dengan semua keputusan-Nya? itulah sebabnya -lagilagi- menjaga kehormatan perasaan itu penting, sangat penting.

beberapa contoh nyata yang ada di sekeliling saya, membuat saya selalu berusaha untuk berjanji pada Allah dan pada diri saya sendiri, serta pada dia yang kelak ditakdirkan untuk menemani, bahwa kelas saya akan berusaha untuk menjadi isteri yang baik untuknya, suami saya. isteri yang tidak mengeluh dengan pemberian suami walau sedikit, yang bersyukur dengan kehadirannya, yang bertemakasih atas segala kebaikan yang dia miliki, yang tidak marah daan ngambek hanya karena keinginan tak di turuti, dan ahhh masih banyak janji-janji lainnya, yang semoga kelak Allah perkenanakan untuk selalu ditunaikan dengan baik.

ini cuma buat yang udah nikah yaa, yaah meskipun yang nulis sendiri belum nikah sik, hikkssseuu. Ini bukan buat pasangan muda mudi yang pede sekali pacaran, mesra-mesra di dunia maya maupun nyata, seolah sudah yakin sekali nanti di Surga akan kembali berjumpa. pacaran hanya untuk laki-laki yang lemah iman dan pengecut, hanya untuk perempuan yang tidak bisa menjaga kehormatan perasaannya dengan baik.

semoga Allah membimbing kita semua, yang belum bertemu jodohnya segera bertemu jodohnya, yang sudah dipertemukan semoga semakin melengkapi dalam kebaikan, Allahumaamiin. dan semoga kelak, saya mempu menjadi isteri yang seperti ajaran Nabi SAW, menyenangkan jika dipandang, dan tidak mengkhawatirkan saat di tinggalkan, sehingga saya boleh memasuki Surga lewat pintu mana saja yang Allah sediakan, cihuuuyyy :D soalnya di Neraka itu panas, serius deh. Allah bilang Neraka panas, gue yang tiap hari ketemu panasnya Bandar Lampung aja kaga tahan apalagi kalau harus panas-panasan di Neraka, mana ga ada kipas angin atau AC kan disana, idih ga mau ga mau ga mau masuk Nereka pokoknya!! T___T

dan buat anda, calon suami saya, yang entah ada dimana, semoga Allah selalu melindungi keimananmu. see yaa, my dearest. :))

Tidak ada komentar: