Rabu, 10 Oktober 2012

al baqarah : 216

diwajibkan atas kamu berperang , padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu , padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi ( pula ) kamu menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu ; Allah mengetahui , sedang kamu tidak mengetahui . (al Baqarah : 216)

pasti kita semua sudah tahu, bahkan hapal sekali dengan ayat yang satu ini. ayat yang begitu lembut namun juga tegas menegur kita sebagai hamba-hamba-Nya.

sebenarnya tafsir sesungguhnya dari ayat ini ditujukan kepada kaum muslimin pada masa Rasulullah SAW untuk berangkat berjihad, namun ternyata memang Al Qur'an diciptakan untuk manusia sampai kapanpun, abadi. maka, sungguh terdapat kolerasi antara ayat ke 216 di surat Al Baqarah ini dengan kehidupan kita di dunia. bagaimana tidak, dengan keinginan yang begitu besar dari makhluk yang diciptakan paling sempurna oleh Allah, tidak semua bisa kita dapatkan, bukan? maka, itulah pentingnya mentadaburi al Qur'an.

diwajibkan atas kamu berperang , padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci.

jelas, manusia tidaak akan yang menyukai kondisi peperangan, kondisi yang mencekam dan ketakutan. kecuali bagi orang-orang yang terbiasa dan suka menyakiti orang lain. maka Allah katakan di ayat ini bahwa Dia mewajibkan kita berperang, padahal jelas manusia diciptakan dengan akal dan juga perasaan sehingga tentu akan menolak hal-hal seperti ini, manusia benci berperang tapi oleh Allah diwajibkan. di jaman Rasulullah maka wajib berperang bisa jadi disamakan dengan jihad fi sabilillah, tapi dengan kondisi umat Islam yang stabil seperti sekarang -tidak berperang dengan orang kafir, kecuali di Palestina, Suriah, Rohingnya- maka apakah ayat ini tidak berlaku bagi kita?

 jangan salah, justru kita menghadapi peperangan yang lebih besar, jika jihad mengantarkan nyawa maka perang kita saat ini mempertaruhkan iman. kita berperang melawan hawa nafsau, melawan tipu muslihat orang-orang kafir, berperang melawan kaum liberal, berperang melawan semua konspirasi terhadap agama ini. dan yang paling sulit, jelas berperang melawan keburukan akhlak diri sendiri dan juga orang lain.

meskipun peperangan kita tidak melibatkan nyawa, sesuai dengan ayat ini, kita membencinya. jelas, kita benci harus melawan saudara seiman yang punya pemikiran semau gue padahal jelas Allah sudah mengatur segala hal sesuai syariat.

boleh jadi kamu membenci sesuatu , padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi ( pula ) kamu menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu

nah, kalau yang ini pasti pada sepakat kalau ga perlu pake acara perang, kita pasti -minimal sekali seumur hidup- mengalaminya. menyukai sesuatu yang buruk bagi kita dan membenci yang baik bagi kita.padahal, siapa yang bisa memastikan apa yang kita sukai itu baik, ga hanya buat kehidupan di dunia tapi juga kehidupan kita di akhirat. begitu juga sebaliknya, apa yang menurut kita buruk belum tentu dimata Allah itu hal yang buruk juga, bisa jadi menurut Allah itu adalah hal yang baik bagi kita.

Allah mengetahui , sedang kamu tidak mengetahui . 

nah, kalau yang ini jelas ga perlu ditanyain lagi, karena memang begitulah keadaan yang sebenarnya. kita, manusia yang meskipun memang diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna tetap saja kita tidak dapat mengetahui semua hal yang ada di dunia ini. Allah lah yang Maha Mengetahui sedang kita, kita tidak mengetahui apapun. jangankah yang berhubungan dengan masa depan beberapa tahun lagi, yang akan terjadi pada diri kita semenit lagi pun kita tidak mengetahuinya.


nah, dengan satu ayat ini saja kekurangan kita sudah jelas begitu banyaknya, maka kesombongan sudah jelas bukan hak kita. apa yang mau disombongkan ngurus diri sendiri aja belum bisa, masih selalu minta bantuan Allah, kan?

jadi, ayat ke 216 surat Al Baqarah ini mengingatkan kita bahwa apapun yang Allah takdirkan, entah kita merasa baik atau buruk, percayalah semua itu adalah keputusan terbaik dari Tuhan. Allah kan tidak pernah lupa pada hamba-Nya yang selalu bersabar dan bersyukur, kita aja yang sering lupa kalau Allah tuh sayang banget sama kita. jadi, kalau kita dapet hal yang -menurut kita- buruk maka percayalah kelak akan ada penjelasan baiknya dan itu merupakan hal terbaik dari Allah. dan jika kita tak mendapat apa yang -lagi-lagi menurut kita- baik maka percayalah bahwa Allah sudah siapkan yang jauh jauh lebih baik lagi.

iman itu, artinya percaya. percaya pada apapun keputusan Tuhanmu.

Tidak ada komentar: