Rabu, 31 Oktober 2012

mari beriman sejenak - pelajaran 02

TUJUH GOLONGAN YANG MENDAPAT NAUNGAN DARI ALLAH SWT


pada hari kiamat Allah akan mengumpulkan seluruh manusia, yang terdahulu dan yang terakhir. dalam kondisi yang demikian berat, Allah menaungi tujuh golongan yang catatan amalan mereka menjadikan mereka mendapatkan ganjaran yang begitu besar.


  • pertama; pemimpin yang adil, yang memerintah dengan kebenaran dan bukan dengan hawa nafsu. (QS Shaad : 26) (QS An. Nisaa' : 58)
  • kedua; seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah. Allah membimbingnya sejak ia tumbuh besar dangan amal-amal shalih, menjadikannya mencintai amal shalih tersebut, dan menjadikannya benci terhadap keburukan serta membantunya meninggalkannya.(QS Al Kahfi : 13)
  • ketiga; seseorang yang hatinya selalu bergantung kepada masjid. (QS At Taubah : 18)
  • keempat; dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu karena-Nya, dan berpisah karena-Nya. (QS Al Maa'idah : 54)
  • kelima; seseorang yang diajak berzina oleh seorang wanita, dan dengan keimanan yang dalam dan kesadaran yang tinggi ia mampu menolaknya karena rasa takut kepada Allah. (QS An Naazi'aat : 40-41)
  • keenam; orang yang bersedekah, dan karena keikhlasannya dalam bersedekah membuatnya sampai pada tahap dimana ia ingin menyembunyikan sedekah dari dirinya sendiri jika ia mampu. (QS Al Baqarah : 271)
  • ketujuh; seseorang yang hatinya dipenuhi oleh rasa cinta kepad Allah, takut pada-Nya, dna mengagungkan-Nya. maka air matanya pun berlinang karena kerinduan kepada-Nya. (QS Al Anfaal : 2)

sumber : buku Mari Beriman Sejenak
penulis : Dr. Amin 'Abdullah Asy Syaqawi



Selasa, 30 Oktober 2012

how great is your love


in your smile that’s like a spring day, the whole world gets brighter
it makes me dream again
on the day where the sun sparkles,
i hold your hand and walk in sync with your footsteps
when i sometimes walk ahead and suddenly look back
that face that looks at me is so eye-blinding

when i hear the sound of spring coming, i walk on the path with the bloomed flowers
when the rainy summer comes, i walk as i see the rainbow
when autumn passes and winter comes, with the warmth from our hands
we walk together – how great is your love

i always waited for a love that resembles the sky to be given to me
on the day where the stars twinkle, i walk to the melody of the birds

your seasons that go round and round, repeating like a secret
in that unchanging love, my eyes are blinded

you became a bright light to me, who was exhausted by the world
even if winter comes at the end of this narrow road we walk together
if you would hold my hand, to me, this rough world will be like spring days
how great is your love
how great is your love


**popular by : SNSD / Girl's Generation - The Boys Album

mari beriman sejenak - pelajaran 01

IKHLAS

ikhlas adalah jika engkau tidak membutuhkan seorang saksipun atas amal-amalumu selain Allah, dan tidak butuh siapapun selain-Nya sebagai pemberi ganjaran.

(QS Al Bayyinah : 5)
(QS Az Zumar : 14)
(QS Al Mulk :2)

ikhlas berarti situjukan kepada Allah, dan benar sesuai dengan sunnah Rasulullah. (QS As Syuura :13)

ikhlas merupakan syarat diterimanya amal, dan sebuah amal tidak akan diterima kecuali dengan dua syarat :
  • pertama, sebuah amal harus sesuai dengan apa yang telah disyariatkan Allah SWT dalam kitab-Nya atau yang telah diterangkan oleh Nabi SAW.
  • kedua, amal tersebut harus ikhlas untuk Allah semata.
ikhlas juga merupakan dasar utama dari diterimanya do'a. (QS Ghafir :14)

meninggalkan amal karena manusia merupakan riya', dan mengerjakannya (suatu amal) karena manusia adalah syirik. ikhlas adalah bebas dari kedua hal tersebut.


sumber : buku Mari Beriman Sejenak
penulis : Dr. Amin 'Abdullah Asy Syaqawi

saya mau share pelajaran-pelajaran yang ada dibuku ini, insyaAllah ini buku saya beli udah lunas :p semoga penulisnya ridha, bingung ijinnya doi di Arab sono






tapi, biasanya orang yang liat buku saya selalu merespon, "mari beriman sejenak? beriman kok cuma sejenak?" meh, itu kan bukan arti yang sebenarnya, lagi kalau beriman sejenak aja ga mau gimana mau beriman selamanya.

Senin, 29 Oktober 2012

hari ini aku makin cantik

Tahukah engkau, aku makin cantik hari ini! Sungguh, aku makin cantik! Lebih cantik dari kemarin, dari kemarinnya lagi, dan dari kemarin-kemarinnya lagi. Coba lihat, dahiku tidak berkerut-kerut oleh pikiran dan kepedihan seperti beberapa hari yang lalu. Bibirku tidak mengerucut oleh kejengkelan dan kemarahan seperti kemarin.
Mukaku tidak lagi tertekuk penuh beban dan beBeTean seperti waktu-waktu yang lewat. Tubuhku tidak lagi lesu karena keputus as
aan dan kehilangan harapan.

Sungguh, aku makin cantik hari ini! Coba perhatikan, mataku bersinar-sinar oleh kegembiraan. Bibirku merekah lebar oleh senyum ketulusan. Pipiku merona merah oleh semangat pengharapan. Urat-urat wajahku santai memancarkan aura kepasrahan. Dan semuanya menjadikan wajahku berseri-seri. Sungguh, cantiknya aku hari ini!

Sudah sepekan aku banyak tertawa, menari dan menyanyi, menikmati hidup ini dan tidak membiarkan permasalahan mempengaruhi suasana hati. Ah, cantiknya diriku karenanya. Sudah sepekan aku berusaha banyak menyapa dan memaafkan semua saudara. Dan itu telah membuatku lebih cantik hari ini. Sudah seminggu aku berusaha lebih banyak berderma pada sesama. Kini aku merasakan cantik sebagai balasannya. Sudah seperempat bulan aku berusaha lebih mensyukuri setiap karunia Ilahi. Dan kini kurasakan Allah menambahi nikmat itu dengan menjadikanku cantik sekali.

Bahagianya aku karenanya! Dan bahagia itu, kurasakan kian membuatku cantik saja.

***

Ada kalanya kita membenci diri kita sendiri. Ada kalanya kita tidak menyukai apa yang kita lakukan. Ada kalanya kita melakukan kesalahan. Ada kalanya kita terpuruk dalam kepedihan. Ada kalanya kita tenggelam dalam kesedihan. Ada kalanya kita tak mengerti mengapa hidup berjalan tidak seperti yang kita bayangkan. Ada kalanya perjalanan menjadi demikian berat kita rasakan. Hingga sikap kita pun terbawa oleh perasaan.

Hingga kita mengambil langkah tanpa pertimbangan. Tindakan yang dilakukan pun merupakan reaksi spontan. Akibatnya yang tertinggal kemudian hanya penyesalan dan keterpurukan yang semakin dalam. Dan tahukah dikau? Semua itu akan menyebabkan penampilan dan tampang kita menjadi makin buruk saja.

Maka berbahagialah ketika kita bisa melewati masa-masa seperti itu dengan elegan. Saat kita bisa menahan diri terhadapa sesuatu yang sangat kita inginkan. Saat kita bisa menghadapi segala permasalahan dengan tenang.

Saat kita berhasil menaklukkan musibah dan hambatan penyebab kesedihan. Hidup tidaklah berjalan seperti yang kita inginkan, karena itu melewati saat-saat yang tidak meneyenangkan adalah sebuah hal yang membahagiakan. Misalnya, sesungguhnya aku adalah seorang yang sangat emosional. Adalah membahagiakan bagiku ketika dalam banyak hal akhir-akhir ini aku dapat meredam emosiku.

Dan itu membuat aku merasa cantik sekali. Aku adalah seorang yang sangat ekspresif, sehingga perasaan apapun yang tersimpan di hati akan nampak dengan jelas pada bahasa tubuh. Maka sungguh membahagiakan ketika dalam banyak hal kemudian aku dapat menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya dan dapat tetap tampil stabil.

Dan sungguh, aku merasa makin cantik karenanya. Adalah hal yang menyenangkan ketika aku tidak panik, padahal aslinya aku adalah seorang yang gampang panik. Maka sungguh menyenangkan, ketika aku dapat mengontrol semua emosi, pikiran dan perasaan sehingga berhasil mengatasi diri sendiri. Betapa membahagiakan tatkala kita berhasil mengalahkan diri sendiri. Ketika aku dapat melakukannya, maka ini adalah pencapaian terbesar dalam hidupku.

Hingga kemudian kegagalan-kegalan yang telah kita lalui bukanlah sesuatu yang sia-sia. Selama kita tak kehilangan pelajaran dari kegagalan yang kita alami, semua itu akan menjadi bukti sejarah atas pembelajaran hidup. Rasulullah bersabda, sesungguhnya seorang muslim yang terbaik bukanlah yang tidak pernah berbuat kesalahan, namun mereka yang tiap kali melakukan kesalahan mengakuinya, menerimanya dan kemudian berusaha bangkit untuk memperbaikinya, lagi dan lagi. Tak perlu ada sakit hati, tak perlu ada kecewa karena sesungguhnya segala sesuatu bagi orang muslim adalah baik saja, selama dia bersyukur tiap mendapat nikmat dan sabar saat tertimpa musibah.

Karena itu, dengan bangga kunyatakan, aku makin cantik hari ini. Apakah engkau juga? Hei, jangan lupa, ingatkan daku jika engkau melihatku lebih jelek esok hari!

by : Azimah Rahayu, dalam bukunya "Hari Ini Aku Makin Cantik", sub bab "Pagi Ini Aku Cantik Sekali"

jika kalian diminta menggambarkan apa arti kecantikan, apa yang akan kalian lukiskan? putih? tinggi? langsing?

kau tahu, kecantikan adalah kebahagiaan, bahagaia karena selalu berbuat baik, bahagia karena ssaling menasehati dalam kebaikan, bahagia karena Tuhan selalu menyayangi kita setiap detik, bahagaia karena keluarga yang baik, bahagaia karena selalu menjalankan perinta-Nya dan jauh dari larangan-Nya.

seperti kata mbak Azimah cobalah untuk berpositif thingking, bersyukur selalu atas apa saja pemberian Tuhanmu, percayalah kebersyukuranmu yang akan mengantarkan kebahagiaan maka itu akan terpancar dalam fisikmu, wajahmu, bahagaiamu menimbulkan senyuman, maka lihatlah di cermin, sungguh, kau cantik sekali dengan semua kebaikanmu.


isteri yang baik bagimu

menikah

sejak memasuki dunia perkuliahan, saya selalu punya keinginan menikah di usia muda, ya sekarang walau sudah bekerja pun tetap ingin menikah di usia muda sih. eh, emang batas usia muda berapa, yak? :D

saya ingin sekali menyempurnakan separuh agama dengan orang yang mencintai saya dan juga saya cintai sepenuh hati karena-Nya *siapa yang ga mau, Nay?!* *keplak* weiiitttsss, catet baik-baik yak, saya ga pernah pacaran, dengan siapapun!! :p apa? ga laku? idih, emangnya saya barang dagangan apa? lagian yang bisa “membeli” saya hanyalah orang yang di ridhai oleh Allah SWT, dan saya ingin Dia memberikan dia dengan ke ridhaan, bukan dilemparkan karena saya terus merengek minta dijodohkan dengan seseorang itu.

sudah ah, saya bukan mau membahas bagaimana cara mendapatkan jodoh yang baik dan benar, kalau pingin tau baca aja buku-buku tentang pergaulan Islam, pasti ngerti. kalau ga ngeti-ngerti juga? makanya ngaji! ga ngaji? ga gaul, lo!! :p

saya itu mau membagi cerita, insyaAllah bukan bermaksud menyebarkan aib atau keburukan, ini contoh yang bahkan sekarang dianggap lumrah atau biasa saja di masyarakat. tentang seorang isteri yang tidak pandai berterimakasih kepada suaminya. bagaimana mungkin, seorang isteri bisa dengan merasa biasa saat membentak suaminya –membentak disini bahkan saat sang isteri berkata pelan tetapi menyakitkan- bagaimana mungkin ia tidak sabar menunggu suaminya datang menjemputnya, bagaimana mungkin ia marah hanya karena keterlambatan yang sebentar saja.

tahukah kau wahai para wanita yang telah bersuami? laki-laki itu mengambil perjanjian yang teramat berat dari Tuhannya, ia memintamu dari orangtuamu, ia bersaksi di depan walimu, ia berjanji dengan nama Tuhanmu, dan jika ia lelaki yang shaleh, tentu saja ia tahu apa konsekwensi dari janji yang ia utarakan saat proses ijab qabul pernikahan kalian.

lantas bagaimana mungkin, jika kau bersuamikan lelaki yang shaleh, namun kau dengan teganya marah, ngambek ga jelas, hanya karena ia telat menjemputmu untuk pulang? jika untuk hal yang sekecil itu saja kau tak mampu bersabar, bagaimana mungkin kau mampu mencapai derajat wanita-wanita mukmin terdahulu, yang sungguh mulia, seperti bunda Hajar yang ditinggalkan begitu saja oleh nabi Ibrahim as di padang pasir, dan saat dia bertanya, mengapa? Ibrahim as hanya terdiam, lalu saat Hajar tahu itu semua perintah Allah, ia menerima dengan ikhlas, ini diminta tunggu sebentar aja udah kayak ditinggal di gurun pasir paling luas, ga ada makan dan minum, trus sebentar lagi datang badai pasir. plis deh!!

percayalah, jika Allah memberikanmu pasangan yang shaleh, yang dia tahu benar apa arti mitsaqan ghaliza yang dia lafadzkan dihadapan semua saksi dan wali, yang dia paham benar bagaimana Islam mengatur seluruh aspek kehidupan kita, yang mendahulukan Tuhannya diatas segalahnya, yang patuh pada ajaran Nabinya meskipun hanya sekadar sunnah harian, yang senantiasa memiliki semangat jihad demi membela agamanya, maka jangan sekali-kali kau berpikir untuk membentaknya, apa lagi marah hanya karena hal yang sepele, dan hanya akan menunjukkan ketidakdewasaanmu.

dan yang jelas, saat kita sudah sah menjadi isteri seseorang, maka kewajiban kitalah untuk berbakti dan menataatinya setelah Tuhan kita. mencintainya dengan sepenuh hati. lupakan siapapun yang pernah mengisi hati jika dia memang tidak halal bagimu. untuk apa bersusah hati sebab Allah tak mentakdirkan kalian bersama, bukankah do'a yang selalu kau pinta adalah pemberian terbaik dimata-Nya, lalu mengapa berduka dengan semua keputusan-Nya? itulah sebabnya -lagilagi- menjaga kehormatan perasaan itu penting, sangat penting.

beberapa contoh nyata yang ada di sekeliling saya, membuat saya selalu berusaha untuk berjanji pada Allah dan pada diri saya sendiri, serta pada dia yang kelak ditakdirkan untuk menemani, bahwa kelas saya akan berusaha untuk menjadi isteri yang baik untuknya, suami saya. isteri yang tidak mengeluh dengan pemberian suami walau sedikit, yang bersyukur dengan kehadirannya, yang bertemakasih atas segala kebaikan yang dia miliki, yang tidak marah daan ngambek hanya karena keinginan tak di turuti, dan ahhh masih banyak janji-janji lainnya, yang semoga kelak Allah perkenanakan untuk selalu ditunaikan dengan baik.

ini cuma buat yang udah nikah yaa, yaah meskipun yang nulis sendiri belum nikah sik, hikkssseuu. Ini bukan buat pasangan muda mudi yang pede sekali pacaran, mesra-mesra di dunia maya maupun nyata, seolah sudah yakin sekali nanti di Surga akan kembali berjumpa. pacaran hanya untuk laki-laki yang lemah iman dan pengecut, hanya untuk perempuan yang tidak bisa menjaga kehormatan perasaannya dengan baik.

semoga Allah membimbing kita semua, yang belum bertemu jodohnya segera bertemu jodohnya, yang sudah dipertemukan semoga semakin melengkapi dalam kebaikan, Allahumaamiin. dan semoga kelak, saya mempu menjadi isteri yang seperti ajaran Nabi SAW, menyenangkan jika dipandang, dan tidak mengkhawatirkan saat di tinggalkan, sehingga saya boleh memasuki Surga lewat pintu mana saja yang Allah sediakan, cihuuuyyy :D soalnya di Neraka itu panas, serius deh. Allah bilang Neraka panas, gue yang tiap hari ketemu panasnya Bandar Lampung aja kaga tahan apalagi kalau harus panas-panasan di Neraka, mana ga ada kipas angin atau AC kan disana, idih ga mau ga mau ga mau masuk Nereka pokoknya!! T___T

dan buat anda, calon suami saya, yang entah ada dimana, semoga Allah selalu melindungi keimananmu. see yaa, my dearest. :))

Sabtu, 27 Oktober 2012

maka nikmatilah, karena ini pun akan berlalu

Saat di depanmu terhidang nasi sayur tahu tempe, mengapa mesti sibuk berandai-andai dapat makan ikan, daging atau ayam ala resto? Padahal kalau saja kau nikmati apa yang ada tanpa berkesah, pastilah rasanya tak jauh beda. Karena enak atau tidaknya makanan lebih tergantung kepada rasa lapar dan mau tidaknya kita menerima apa yang ada. Maka nikmatilah, karena jika engkau terus mengharap makanan yang lebih enak, makanan yang ada di depanmu akan basi, padahal belum tentu besok engkau akan mendapatkan yang lebih baik daripada hari ini.

Saat engkau menemui udara pagi ini cerah, langit hari ini biru indah, mengapa sibuk mencemaskan hujan yang tak kunjung datang? Padahal kalau saja kau nikmati adanya tanpa kesah, pastilah kau dapat mengerjakan begitu banyak kegiatan dengan penuh kegembiraan. Maka nikmatilah, jangan malah resah memikirkan hujan yang tak kunjung tumpah. Karena jika kau tak menikmatinya, maka saat tiba masanya hujan menggenangi tanahmu, kau pun kan kembali resah memikirkan kapan hujan berhenti.

Percayalah, semua ini akan berlalu, maka mengapa harus memikirkan sesuatu yang tak ada, namun suatu saat pasti akan hadir jua? Sedang hal itu hanya akan membuat kita kehilangan keindahan hari ini karena mencemaskan sesuatu yang belum pasti.

Saat engkau memiliki sebuah pekerjaan dan mendapatkan penghasilan, meski tak sesuai dengan yang kau inginkan, mengapa mesti kesal dan membayangkan pekerjaan ideal yang jauh dari jangkauan? Padahal kalau saja kau nikmati apa yang kau miliki, tentu akan lebih mudah menjalani. Maka nikmatilah, karena bisa jadi saat kau dapatkan apa yang kau inginkan, ternyata tak seindah yang kau bayangkan. Maka nikmatilah, karena bisa jadi saat sudah kau lepaskan, kau akan menyesal, ternyata begitu banyak kebaikan yang tidak kau lihat sebelumnya. Ternyata begitu banyak keindahan yang terlewat tak kau nikmati.

Maka nikmatilah, dan jangan habiskan waktumu dengan mengeluh dan menginginkan yang tidak ada. Maka nikmatilah, karena suatu saat, semua ini pun akan berlalu. Maka nikmatilah, jangan sampai kau kehilangan nikmatnya dan hanya mendapatkan getirnya saja. Maka nikmatilah dengan bersyukur dan memanfaatkan apa yang kau miliki dengan lebih baik lagi agar besok menjadi sesuatu yang berguna. Maka nikmatilah karena ia akan menjadi milikmu apa adanya dan hanya saat ini saja. Sedang besok bisa jadi semua telah berganti.

Jika hari ini engkau menderita, maka nikmatilah, karena ini pun akan berlalu, jangan biarkan dia pergi, kemudian ketika kau harus lebih menderita suatu saat nanti, engkau tidak sanggup menahannya. Maka nikmatilah rasa sedihmu, dengan mengenang kesedihan yang lebih dalam yang pernah kau alami. Dengan membayangkan kesedihan yang lebih memar pada hari akhir nanti jika kau tak dapat melewati kesedihan kali ini.

Dengan menemukan penghapus dosa pada musibah yang kau alami kini. Maka nikmatilah rasa galaumu, dengan betafakkur lebih banyak atas permasalahan yang kau hadapi. Dengan memikirkan kedewasaan yang kan kau gapai atas resah dan galau itu. Dengan kematangan yang akan kau miliki setelah berhasil melewati semua ini. Maka nikmatilah rasa marahmu, dengan kemampuan mengendalikan diri. Dengan memikirkan penggugur dosa yang kan kau dapatkan. Dengan mendapatkan kemenangan atas diri pribadi yang tak semua orang dapat lakukan.

Maka nikmatilah, dengan berpikir positif atas apa pun yang kau jalani, atas apapun yang kau hadapai, atas apapun yang kau terima, karena dengan begitu engkau akan bahagia. Maka nikmatilah, karena ini pun akan berlalu jua. Maka nikmatilah, karena rasa puas dan syukur atas apa yang telah kita raih akan menghadirkan ketenteraman dan kebahagiaan. Sedang ketidakpuasan hanya akan melahirkan penderitaan. Maka nikmatilah, karena ini pun akan berlalu. Maka nikmatilah, agar engkau tidak kehilangan hikmah dan keindahannya, saat segalanya telah tiada. Maka nikmatilah, agar tak hanya derita yang tersisa saat semua telah berakhir jua.

by : Azimah Rahayu dalam bukunya "Hari Ini Aku Makin Cantik"

setiap kali saya membaca part ini di buku yang entah sekarang ada di mana (hehe, dipinjam teman sepertinya, cuma saya lupa siapa) saya selalu merasa seperti tertampar. betapa bodohnya saya yang mengharapkan sesuatu namun tak jua bersyukur dengan apa yang didapat saat ini.

seperti tulisan mbak Azimah ini, saat di hadapan kita ada tempe dan tahu mengapa harus berandai ada ayam gorang? saat pagi siang dan sore kita cerah, mengapa terus berharap hujan segera datang, dan ketika Tuhan sudah memberikan hujan lantas hati mengeluh kapan musim hujan akan berhenti. saat mendapat musibah, lantas mengeluh kapan Tuhan akan berikan jalan keluar, mendapat sakit -baik fisik maupun hati- lantas mengeluh ingin segera sembuh, padahal Ia Yang Maha Kuasa sudah berjanji tidak ada suatu rasa sakitpun yang tidak menggugurkan dosa-dosa kita.

sebab daalam banyak kasus, kita seringkali terlalu sibuk memikirkan apa yang belum terjadi dan apa yang kita inginkan supaya terjadi dibandingkan dengan bersyukur dan terus memperbaiki diri. padahal kalaupun semua yang kita inginkan diberikan oleh Tuhan, apa kita sudah sanggup untuk menerimanya? bisa saja Allah ingin kita pantas terlebih dahulu. bukankah Surga tidak akan kita masuki apabila masih ada dosa dalam diri kita?

lalu, munculah pertanyaan bagi orang-orang yang imannya lemah, yang berbuat kebaikan dan amal shaleh hanya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, ingat hadist arbain yang pertama? seluruh amalan itu bergantung pada niatnya. niatkan saja karena Allah, perkara nanti Allah membalas semua amalan kita yaa biarkan Allah yang putuskan. jangan pernah merasa bahwa rencana dan semua keinginan kita itu yang terbaik tanpa mengindahkan kepantasan kita di hadapan-Nya.

sungguh keterlaluan manusia yang tidak menikmati dan mensyukuri apa yang didapatkan olehnya, tidak mensyukuri apa yang sudah Allah berikan padanya. mengapa harus menanti hal yang akan terjadi sementara diri tak juga mensyukuri. ingin segara menikah, tapi tak kunjung memperbaiki diri. dan yang sungguh terlalu adalah, ingin memasuki Surganya Allah tapi tak juga melakukan amal kebaikan.

nikmatilah apa yang kau alami saat ini, apa yang Allah berikan. keluarga, pekerjaan, dan jika kau merindukan jalan cerita cinta, percayalah hanya pernikahan yang mampu melukis seluruh kebahagian dua insan yang slaing mencintai, tak ada cara lain. nikmatilah, sekalipun yang ada saat ini adalah kepahitan, kesakitan, dan kesabaran, sebab semua itu akan berlalu dan kelak kau akan bersyukur Tuhan pernah memberikan itu semua. nikmatilah, karena ini semua pun akan berlalu.

semoga Rabb kita yang Maha Membolak-balikkan Hati berkenan, meneguhkan rasa cinta kita kepada-Nya dan seluruh pemberiannya.

^___^

all for you

all for you

it’s already been a few days since you haven’t called
do you know that it’s my birthday soon?
but time keeps ticking without concern
because i was more worried than annoyed
i went to the entrance of your street without planning it
i didn’t think i’d see you but you greeted me with a smile

actually, i worried about this a lot
because i had nothing i could do for you
even though i lack so much and i don’t have much
will you still accept me?

for you, only for you
i might not be able to give you the whole world but
now i will promise only to you
i will be a person who is only for you

it’s only for you just wanna be for you
you just need to stay by my side just as you are right now
even if i’m born again
i want to look at only you forever

you don’t know but it was a bit hard for me
am i the right person for you?
and even if i’m not the one but it’s another person
i want to throw away that feeling now

love  in my small heart (oh love ) i want to fill it up with your scent
so even if i’m eternally trapped inside
i can be happy

for you

**popular by : Cool

**remake by : Apink Eun Ji ft Seo In Guk - Reply 1997 Korean Drama OST




Kamis, 25 Oktober 2012

nothing gonna change my love for you

if i had to live my life without you near me
the days would all be empty
the nights would seem so long

with you i see forever oh so clearly
i might have been in love before
but it never felt this strong

our dreams are young and we both know
they'll take us where we want to go
hold me now, touch me now
i don't want to live without you

nothing's gonna change my love for you
you oughta know by now how much I love you
one thing you can be sure of
i'll never ask for more than your love

nothing's gonna change my love for you
you ought to know by now how much I love you
the world may change my whole life through
but nothing's gonna change my love for you

if the road ahead is not so easy,
our love will lead the way for us
like a guiding star
i'll be there for you if you should need me
you don't have to change a thing
i love you just the way you are

so come with me and share the view
i'll help you see forever too
hold me now, touch me now
i don't want to life without you

** popular by : George Benson

Rabu, 24 Oktober 2012

menghargai yang menghargai, mengerti yang mengerti

tidak semua manusia mengerti segala perasaan
yang ada di hati kita
tidak pula dapat selalu memahami
gejolak jiwa yang ada di dalam diri kita 

janganlah selalu mengharapkan orang lain harus mengertiakan perasaanmu
walaupun ia adalah sahabat karibmu sendiri
karena perasaan adalah bahasa hati,
yang dapat berubah disetiap waktu

hari ini ia adalah orang yang sangat mengerti akan perasaan hatimu
mungkin esok, ia adalah orang yang paling tidak memahamimu
janganlah memaksa karena saudaramu juga adalah
seorang manusia biasa
 
-maydani, bahasa jiwa-

17.42 GMT +7

saya ga tau, pengen aja nulis tentang ini. dari judulnya mungkin akan membuat berpikir, apa maksudnya dengan "menghargai yang menghargai, mengerti yang mengerti".

menghargai orang yang menghargai kita dan tidak menghargai kita, serta mengerti orang yang mengerti kita dan tidak mengerti kita. itulah maksudnya.

kita, manusia kadang suka ga perduli dengan perasaan orang lain yang ada di sekitar kita. yang kita perdulikan ya cuma perasaan dan kondisi kita sendiri. tapi ketika kita sedang tidak memiliki kondiri diri yang baik kita suka sekali merasa bahwa kitalah yang paling pantas diperdulikan oleh orang lain. kita memaksa kondisi untuk selalu dimengerti dan dipahami.

padahal kita kan tidak bisa memaksa setiap orang -bahkan yang kita kenal dekat sekali- untuk selalu mengerti kondisi kita, seperti kita yang juga tidak selalu bisa mengerti kondisi setiap orang. meskipun kadang, yang kita pikirkan yaa hanya kondisi kita, hanya perasaan kita.

kadang, kita selalu ingin setiap orang bisa memahami kalau kita tiba-tiba diam dan bersikap aneh itu karena kita marah tau tidak suka dengan tingkah laku seseorang, tapi teman kita, sahabat kita, keluarga kita kan hanya manusia biasa juga, sama seperti kita yang tidak bpunya ilmu ajaib bisa membaca pikiran orang lain.

percayalah, menjadi orang yang bisa mengerti dan menghargai orang lain apapun kondisi kita, dalam apapun keadaan hati kita, sungguh akan membuat hati kita lebih jernih saat menghadapi suatiu masalah. hilangkan buruk sangka yang kecepatannya bahkan bisa mengalahkan kecepatan cahaya, buruk sangka itu seperti api memakan kayu bakar, bisa hilang dalam sekejap semua perbuatan baik yang pernah kita lakukan hanya karena buruk sangka kita.

menjadi orang yang selalu mengerti keadaan orang lain itu tidak merugi. hatimu akan selalu tenang tidak terpengaruh kondisi sekitar. kau akan selalu ingat bahwa setiap manusia kadang tidak bisa selalu mengerti kondisi kita, tidak bisa selalu meng-iya-kan keinginan kita.

maka sekarang, sebelum kita memutuskan untuk ngambek kepada seseorang yang tidak memahami kondisi kita, maka cobalah berada dalam posisi mereka, bukankah kita juga inginnya selalu dihargai dan dimengerti. maka, dalam kondisi apapun suasana hatimu, tersenyumlah dan hargai orang lain sebagaimana Rasul kita yang mulia pernah melakukannya bahkan pada mereka yang membenci beliau SAW.

lah, lalu mengapa orang yang tidak menghargai dan tidak mengerti juga harus kita hargai dan kita mengerti? maka, saat kita merasa tidak dihargai dan tidak dimengerti, sebelum mulai berburuk sangka terhadap sikap mereka cobalah sejenak memikirkan jika kita ada di posisi mereka. my dear, selalu ada penjelasan baik atas semua sikap yang dilakukan seseorang,

bukankah kita juga, jika ada dalam posisi sedang tidak bagus mood-nya, sedang tidak ingin diganggu -tapi kondisi memaksa kita untuk berinteraksi dengan orang lain -, sedang kesal, dan bla bla bla lainnya, bukankah jika kita mengalami itu semua kita sungguh ingin orang lain mengerti dan memahami sikap kita? kita tidak ingin mereka marah, kita ingin mereka paham, kita mau mereka tak mengganggu dan menambah masalah. tapi cobalah untuk berpikir di sisi mereka juga, bisa jadi mereka punya masalah yang sama atau bahkan lebih besar, namun ternyata kejernihan hatinya mengalahkan ke-egois-annya untuuk mementingkan dirinya sendiri.

kalaupun hanya kita yng berusaha untuk mengerti, berusaha untuk memahami, selalu berpikir jernih lurus dan baik tentang kondisi orang lain, itu tidak mengapa, sebab kemuliaan akhlak seseorang itu tidak akan tertukar, percayalah Tuhan akan membalasnya dengan ribuan kejadian yang lebih baik.

^^

someday

I hope this tears will stop running someday
Someday after this darkness clear up
I hope the warm Sunshine dries these tears
When I feel that I’m getting tired of looking me exhausted,
I want to give all my dreams I’ve kept hard
every time I feel that I’m lacking in many things more than I have
I lost strength in my legs and drop down

I hope this tears will stop running someday
Someday after this darkness clear up
I hope the warm sunshine dries these tears
Everyday I hold out comforting myself “it’ll be alright”

But it makes me afraid little by little
I tell myself to believe in myself, but I don’t
Now I don’t know how longer I can hold out

But wait it will come
Although the night is long, the sun comes up

Someday my painful heart will get well
I hope it helps me now.
I hope the God will help me
I don’t have enough confidence more and more to overcome myself

I hope this tears will stop running someday
Someday after this darkness clear up
I hope the warm sunshine dries these tears
But wait it’ll come
Although the night is long, the sun comes up
Someday my painful heart will get well

Someday… Someday…

 
**popular by : IU - Dream High Korean Drama OST

Selasa, 23 Oktober 2012

jangan pernah bersedih


Orang2 sibuk sikut-menyikut, sibuk menggunakan seluruh kelicikan, lantas kita tersingkir dari sebuah kompetisi tidak adil, terinjak-injak oleh orang lain yg memilih menyuap, menyogok, maka sungguh, my dear, jangan pernah bersedih hati.

Orang2 sibuk menumpuk harta, mobilnya dua tiga mewah-mewah, rumahnya menjulang tinggi-tinggi, tidak peduli lagi apakah halal atau tidak, yg penting kaya, sedangkan kita hanya berjalan kaki kemana2, naik kendaraan umum, masih mengontrak, maka sungguh, my dear, jangan pernah gundah gulana.

Orang2 sibuk bicara hebat, menonton konser group musik ngetop, pergi berlibur di antah berantahlah, ramai menghabiskan malam dengan hiburan, keren sekali, masuk dalam gaya hidup dunia, merayakan tahun baru dengan kembang api, merayakan hari kasih sayang, merayakan apapun, sedangkan kita hanya bisa menghibur diri, pukul sembilan sudah menguap mengantuk, tidur, hanya bisa merayakan dua lebaran saja, maka sungguh my dear, jangan bermuram durja.

Orang2 sibuk bicara sekolah2 hebat dan ternama, dengan bayaran mahal fasilitas oke pula, guru2 top, kurikulum internasional, akses pendidikan hebat kemana2, sedangkan kita hanya bisa masuk ke sekolah sebelah rumah, bertemu guru yang juga serba susah hidupnya, maka sungguh my dear, jangan pernah membuat sesak hati.

Termasuk saat orang2 bicara tentang fasilitas kesehatan. Berobat ke rumah sakit mewah dengan kamar rawat inap seperti hotel2. Dokter2 spesialis lulusan terbaik, sedangkan kita hanya bisa pergi ke puskesmas, atau mantri keliling, maka sungguh my dear, jangan pernah bersedih.

Jangan bersedih melihat gegap gempita dunia, dan kita seolah hanya jadi penonton. Jangan pula bersedih saat tersudutkan, tidak ada yang membela ketika punya masalah, sementara di luar sana, orang2 bisa membeli penegak keadilan. Jangan bersedih dengan pertunjukan menakjubkan dunia, orang2 seolah begitu gampangnya memperoleh uang, sementara kita penuh peluh hanya demi sesuap nasi. Jangan pernah bersedih saat orang2 menganiaya...

Karena sesungguhnya, my dear, bukan, saya tidak ingin bilang kebahagiaan ada di hati. Atau kitalah yg menentukan bahagia atau tidak. Bukan itu. Malam ini ijinkanlah sy menggunakan muasal seluruh penjelasan itu, malam ini, ijinkanlah sy menggunakan kalimat terbaik yg telah menurunkan begitu banyak kalimat2 indah di dalam novel2 itu, di dalam cerita2 itu. Jangan pernah bersedih, my dear, karena sesungguhnya Allah bersama kita.

cc : Darwis Tere Liye Facebook

jangan-jangan bersyukur itu mudah

Maka tanyakanlah kepada sebuah keluarga kecil, yg hidup seadanya. Berminggu2, dua anak perempuan mereka, yg berusia 9 dan 13 tahun, selalu bilang ingin mencicipi sepiring kentang goreng dan sepotong ayam crispy di sebuah restoran fast food. Tiga bulan berlalu, keinginan itu tercapai. Si sulung menangis saat menghabiskan makanannya, karena dia tahu persis, orang tuanya yg hanya buruh kasar, menyisihkan begitu banyak keperluan lain demi kemewahan sekejap itu. Sungguh dia amat berterimakasih.

Maka tanyakanlah kepada seorang anak kecil, Agus namanya, kelas enam SD. Bertahun2 hanya punya sepasang sepatu butut, jahitan ada di mana2 mencegah sepatu semakin robek. Kalau hujan, jalan ke sekolah becek, Agus melepas sepatunya, rela kakinya kotor, sampai sekolah kaki dicuci, baru dipakai sepatunya, biar sepatunya awet bertahun2 ke depan. Agus tertawa lebar, nyengir saat akhirnya dibelikan sepatu baru. Aduhai, indah sekali senyumnya. Sungguh dia amat berterimakasih.

Maka tanyakanlah kepada Nenek Fatimah, usianya lebih 65 tahun. Tinggal sendirian di rumah kecil, hidup dari pensiunan suaminya yg telah duluan meninggal. Anak2nya sibuk di lain kota, hidup mereka juga tdk terlalu beruntung, jadi bagaimanalah hendak membantu Ibu mereka. Lima tahun Nenek Fatimah hanya punya satu mukena, sudah kusam warnanya, jarang dicuci, agar tidak jadi lebih cepat rusak. Disayang2, kadang Nenek Fatimah merasa malu, menghadap Tuhan dengan pakaian seadanya. Sungguh, meski sudah keriput, wajah tua itu terlihat begitu terharu saat akhirnya bisa membeli mukena baru, disisihkan dari uang pensiunnya. Satu gumpal air mata mengalir di ujung matanya, Nenek Fatimah mencium mukena barunya. Sungguh dia amat berterimakasih.

Maka tanyakanlah pada bapak Wahid. Namanya memang wahid, nomor satu, tapi seolah dia selalu terakhir dalam urusan lainnya. Bertahun2 hanya tinggal di kolong jembatan, digusur, diusir kamtib. Pindah ke bantaran kali, digusur, diusir kamtib pula. Pindah ke tanah kosong, digusur, digebukin preman suruhan pemilik tanah. Keluarganya tidak punya rumah bertahun2, saat akhirnya mereka bisa menyicil rumah, alangkah bahagianya mereka. Sujud syukur berkali2. Padahal, kecil saja rumah itu, hanya ukuran 21 meter persegi--sudah dapur, ruang tamu, kamar, toilet mepet, sempit satu sama lain, kalah telak bahkan dibanding kamar hotel berbintang yg ukuran paling kecilnya 28 meter persegi--ada yg 28 meter persegi itu toiletnya saja. Tidak mengapa, bapak Wahid sudah amat bahagia. Sungguh dia amat berterimakasih.

Maka tanyakanlah pada kita, diri sendiri. Apakah makanan kita seperti dua anak perempuan itu? Apa sepatu kita seperti adik agus? Apakah mukena, kain, peralatan beribadah kita seperti Nenek Fatimah? atau apakah rumah tempat tinggal kita sekarang seperti bapak Wahid? Aduhai, apakah kita lebih susah dibanding hidup mereka? Jika tidak, mengapa kita tidak lebih dari mereka soal urusan bersyukur. Lihatlah, mereka bahkan sampai menangis menyatakan perasaan terima kasih pada yg maha pemilik dunia dan semesta. Lantas kita? bagaimana kita menyatakan semua terimakasih itu?

Saya khawatir, jangan2 'bersyukur' itu, bagi sebagian dari kita terlalu mudah, saking mudahnya, kita jadi menyepelekannya. Semoga tidak demikian. Ya Rabb, semoga kita semua senantiasa berada dalam golongan orang2 yg pandai bersyukur, secara lisan, dan juga secara perbuatan. Allah sungguh sayang pada hambanya yg bersyukur.

cc : Darwis Tere Liye Facebook

Senin, 22 Oktober 2012

status (bagian ketigabelas)


Ada perbedaan besar antara 'cinta' dan 'memiliki'. Apalagi kalau hanya maksa ingin segera bilang. Esok lusa kalau sdh tdk galau, semoga kalian paham.

Kita mau susah hati, mau bahagia, pagi hari itu pasti datang.
Kita mau sedih, mau tertawa, pagi hari itu pasti datang.
Kita mau tidak sabaran, kita sebaliknya takut sekali, pagi hari itu pasti datang.
Kita mau biasa2 saja, kita bosan, pagi hari itu pasti datang.
Kita mau tidak peduli, mau bodo amat, tidak penting, pagi hari itu pasti selalu datang.
Itulah salah-satu misteri Tuhan yg agung. Diciptakannya rutinitas seperti rumus pasti. Agar orang2 bisa memikirkannya, lantas sejenak tersenyum, amat bersyukur dalam hati, merekah perasaan terimakasih, lantas menyapa: 'selamat pagi'


Hal2 yg 'ajaib' dari orang2 yg tidak bisa mengendalikan perasaan itu misalnya (daftarnya semakin panjang setelah lama tdk dijenguk):
1. Sibuk ngisi quiz apakah dia suka padaku. Mulai dari yg simpel seperti mencocokkan nama, coret2 huruf yg sama, berapa sisanya, hingga yg canggih, alat menghitung kecocokan di internet, masukkan nama sendiri dan nama yg ditaksir, enter, hasilnya keluar. Tertawa riang kalau kesimpulannya bagus, dan nyengir kecewa kalau kesimpulannya jelek. Ajaib sekali, padahal jelas2 apa gunanya pula kalau kesimpulannya jodoh banget.
2. Sibuk mengawasi akun jejaring sosial yg ditaksir. Diintip2, diamat2i, dinilai2. Pasang status cari perhatian. Pengin banget ada aplikasi 'siapa yg melihat profileku' biar tahu apakah yg ditaksir juga ngelihat profilenya. Sibukk banget. Padahal yg ditaksir, justeru sedang tebar pesona ngelihat profile dua, tiga, empat orang lain, sama sekali nggak peduli. nungguin dia OL sepanjang malam, aduhai, pas dia OL, malah keringat dingin, kecut.
3. Berharap ketemu di manalah sama yg ditaksir, sudah dandan keren, kecewa berat saat nggak ketemu, tapi pas benaran ketemu malah melipir macam layangan putus, tidak berani bilang hai sepotong kata. Ajaib kan, padahal yg ditaksir itu boleh jd melihat juga nggak. Senang ngelihat genteng rumahnya, sumringah melihat jendela kelasnya, bolak-balik kayak setrikaan nyari perhatian, ck, ck
4. Menyimpan reply sms dari yg ditaksir, screenshoot reply komen, dll, padahal isi sms itu cuma: 'siapa sih ini?'
 5. Menulis cerita tentang dia, cerpen tentang dia, diary tentang dia, berharap dia membaca tulisan tersebut. bahkan mengkhayal, mimpi pun tentang dia. nonton film cinta2an serasa nonton dia dan aku. baca buku roman serasa baca tentang dia dan aku. Lupa, kalau di dunia ini ada 7 milyar orang, cuma dia saja di kepala. Bahkan, saking fokusnya mikir dia, tiba2 ada sms atau reply komen, sudah jingkrak2 senang, ternyata salah lihat, bukan dari dia. duuh..
6. Tiba2 menjadi penghafal sejati. Hafal dia besok berangkat jam berapa, dia lewat jalan mana saja, dia sukanya apa saja. Dan bergegas menyesuaikan jadwal agar sempat berpapasan. Sok tidak sengaja bertemu. Benar2 penghafal sejati, hafal bajunya, hafal gayanya. Coba kalau belajar matematika persis kayak gini prosesnya, pasti jenius semua loh orang2. Tiba2 jd detektif nomer satu, semua diselidiki. atau wartawan kelas wahid, semua diinterview.
7. pas tahu dia ternyata nggak naksir, atau kecewa dgn perasaan sendiri, memutuskan melupakan, mulai deh menghapus nomor HPnya, emailnya, remove fb, dsbgnya. padahal hiks, nomor HPnya sudah hafal mati, emailnya juga sudah hafal banget. mau dilupakan gimana? lantas bilang ke semua orang 'sudah biasa, kok. sudah nggak kenapa2 lg' hiks, hiks.
8. Kalau sudah jadian, berasa sudah menikah seratus tahun saja, majang status sayang setiap hari, ganti nama profile facebook: 'aku cayaaang xxxx', majang foto mesra, makai nama dia jadi second name, aduh, padahal ternyata hitungan bulan juga sudah putus. Lantas mau diapain itu foto2 lama? status2 lama?
daftarnya akan terus panjang seperti kereta api. kalian tahu, 20 tahun dari sekarang, kalian akan tertawa melihat betapa lucunya masa2 itu. nah, jika masa2 ini terlanjur keliru, ssstt, ada yg tertawanya sambil menyesal, entah buat apa penyesalan itu.
masa remaja, masa sekolah, dan kuliah adalah masa keemasan milik kalian, pastikan jangan sia2kan utk hal2 yg cepat atau lambat akan datang sendiri. lebih baik gunakan utk terus belajar memperbaiki diri, menyiapkan masa depan gemilang. dan kalian akan tertawa lurus, bahagia mengenang masa2 muda itu.

"Pacarku serius kok, Bang. Kita juga pacaran tidak buat main2."
Saya benar2 tidak paham kalimat ini. Sejak kapan pacaran itu masuk kategori hubungan serius? Tidak main2? Orang2 yg pacaran itu hanya satu seriusnya: serius untuk berasyik2 pacaran, main2 dengan perasaan.

jgn merasa lebih cantik/tampan sedikit pun dibanding orang lain. sekali terbersit perasaan itu, usir jauh2.
*hari ketiga shooting film 'bidadari2 surga'. sy masih sering terharu melihat laisa yg berjalan bungkuk di lokasi shooting. rambut gimbal, gigi hitam, tp hatinya baik tiada tara demi adik2nya.

jika ada dua orang cowok-cewek, berdua2an, mojok, maka hadir pihak ketiga: setan.
seram sekali bukan? jarang sekali kepastian setan hadir dlm sebuah situasi dinyatakan secara terang benderang. ini pasti: ada setannya.

doa ibu tidak ternilai harganya... boleh jadi doa itu telah membuka kunci2 kesempatan. menjauhkan bala dan marabahaya, menyingkirkan hambatan, atau mengangkat beban di pundak kita.
doa seorang ibu tdk ternilai harganya...

Ada dua jenis orang di dunia:
1. Bicara lebih dahulu, baru dipikirkan
2. Dipikirkan lebih dahulu, baru bicara
Kabar baiknya, kita selalu bisa memilih mau jadi yang mana.

'bacalah'
bukan 'bicaralah', 'ceramahlah', 'berdebatlah'
seharusnya kita semua adalah golongan orang2 yg haus mencari ilmu, berlomba2 'membaca'.

Di hadapan cermin, jangan biasakan mengeluh rupa kita jelek. Mematut2 jerawat, mematut gigi, pipi, dahi, rambut, dsbgnya.
Karena sesungguhnya jelek atau tidaknya rupa itu berasal dari dalam, dari definisi hati. Itulah kenapa, banyak wanita2 yg menurut standar dunia cantik, tapi jelek sekali perangai dan tingkahnya. Dan kabar buruknya, sudah jelek perangainya, tidak pernah merasa puas pula menatap wajah sendiri.

Kecepatan mobil balap F-1 300km/jam, kecepatan mobil tercepat di bumi 1150 km/jam, kecepatan Apollo 10 43.200km/jam, kecepatan Helios Probe (pesawat luar angkasa yg dikirim NASA utk menjelajah), 276.000 km/jam. Tapi itu belum apa2 dibanding kecepatan cahaya, 1.079.252.848 km/jam.
Tapi, boleh jadi, ada yg lebih cepat lagi. Yaitu, kecepatan 'buruk sangka'. Tidak pernah bisa dihitung, seberapa cepat dia menyergap, lantas merusak seluruh pagi yang indah.

Gombal kelas internasional itu adalah: bilang ke pacar 'Aku cinta kamu karena Allah, dek." Pacar? aduh, nggak banget deh. Jangan bawa2 Tuhan utk urusan pacaran yg jelas melanggar banyak peraturan agama.
*selepas pemutaran film 'hafalan shalat delisa' di tipi, ada saja yg menggunakan kalimat ini di jejaring sosial, sms, dsbgnya buat gombal. inspirasi yg disalahgunakan.

Dengannya, kita bisa berbahagia bahkan sebelum terjadi sesuatu. Dengannya, sebaliknya, kita juga bisa bersusah hati bahkan sebelum terjadi sesuatu.
Ah, ajaib sekali 'benda' satu ini.
Dengannya, kita bisa membuat hari2 terasa lapang dan tenteram. Tapi dengannya pula, kita bisa membuat hari2 terasa sesak dan lambat.
Itulah yang disebut: 'prasangka'

Itu benar sekali, pemulung atau penjaga toilet umum yg jujur berkali2 lipat jauuuh lebih terhormat dan mulia dibanding koruptor, penyogok, penyuap, orang2 yg punya pekerjaan tetap, seolah keren, tapi masuknya nyogok, nepotisme, dan menyikut orang lain.
Hina sekali orang2 jahat ini. Di dunia hina, di kubur mendapat siksa, di akherat kelak lebih hina lagi.

Mencuri itu candu. Sekali kita merasa aman, berhasil, baik-baik saja, maka kita akan ketagihan mengulanginya, lagi, lagi, dan lagi, tidak ada puas2nya. Juga berbohong. Itu candu, sekali berbohong, maka mudah sekali diulangi hingga jadi kebiasaan. Itulah yang terjadi dengan orang dewasa hari ini yang korup, penyuap, dsbgnya.
Mereka mencuri bukan karena miskin, banyak diantara mereka gajinya berkali2 lipat dibanding gaji rata-rata pegawai, tapi karena sudah menjadi kebiasaan sebagai pencuri. Dan saat ketahuan, mereka berbohong sekuat tenaga, menggunakan segala cara untuk melawan. Karena itu juga sudah jadi kebiasaan.
Padahal, oh my dear, tangan kita hanya dua, jika sekali mencuri, dipotong hingga pergelangan tangan, maka boleh jadi butuh seribu tangan, baru impas hukuman di dunia ini. Bahkan kita belum bicara pembalasan paling nyata kelak di hari yang tidak terbantahkan.

Ikhtiar (usaha) terbaik dan amat baik mencari jodoh adalah: dengan terus memperbaiki diri, menambah ilmu, memperluas wawasan, keterampilan, dsbgnya secara positif. Maka, menakjubkan, jodoh yg baik akan datang. Lakukan yg terbaik.
Nah, ikhtiar (usaha) terburuk dan amat buruk mencari jodoh adalah: dengan pacaran, ikatan semu, melanggar begitu banyak nilai2 agama.
Sedangkan posisi ikhtiar2 lain mecari jodoh, ada di tengah2 dua titik ikhtiar tersebut.

Nasehat, atau perintah, atau marah, atau pertengkaran dengan Bapak/Ibu selalu bisa dinilai dari dua sisi.
Sisi pertama, secara substansi.
Sisi kedua, secara kasih sayang.
Nah, andaikata secara substansi, nasehat, suruhan atau marah orang tua itu salah, maka dia impossible, tidak mungkin salah di sisi yang kedua, secara kasih sayang. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya salah langkah, salah keputusan. Boleh jadi karena mereka terlalu cemas-lah, maka mereka ngotot, jadi marah/bertengkar.
 Dengan memahami ini, ketika kita berbeda pendapat, punya pendirian lain, seharusnya kita sudah memiliki pondasi yg memadai untuk bicara pada mereka. Penuh penghargaan, dengan meyakini: nasehat mereka, tidak mungkin keliru di dua sisi sekaligus.

Gombal kelas kecamatan itu adalah:
Alkisah, suatu hari di sebuah pameran buku.
Mister X : 'Bang, boleh minta tanda tangan?' (dari antrian, mendekat cowok tampan sambil menyerahkan novel bidadari2 surga yg baru dibuka bungkusnya)
Saya : 'Buat siapa?' (mendongak)
Mister X : 'Eh, buat teman, Bang.'
Saya : 'Oh'
Mister X : 'Tolong tulis namanya, Bang. Sekalian selamat ulang tahun.' (si cowok tampan sambil cengengesan menyebut nama seseorang, cewek)
Saya : 'Loh kok nama cewek? Ini teman atau siapa?' (menyelidik)
Mister X : 'Teman, Bang'
Saya : 'Teman cewek? Atau pacar?'
Mister X: (mulai salah tingkah)
Saya : 'Jangan pernah bohongin saya."
Mister X : 'Eh, eh, pacar, Bang.'
Saya : Menyerahkan kembali buku itu ke tangannya, menggeleng, tidak merasa perlu menatap wajah Mister X, yg langsung 120% minus ketampanannya.
Novel 'Bidadari2 Surga' dengan tanda-tangan Tere Liye dijadikan hadiah spesial untuk pacar? Agar dia semakin sayang?
Terlalu.

 

Bagi anak laki-laki, Ibu adalah cinta pertama dan sejati. Jadi berhentilah menggombali anak gadis orang. Siapa sih gadis itu? baru kenal juga beberapa bulan, bukti cintanya pun belum terlihat, mau sekali disuruh2 nunggu, jemput kesana-kemari, ntraktir, ngabisin duit, batal belajar, galau, dsbgnya.
Bandingkan dengan Ibu kita, kenal sejak bayi, sudah terbukti cintanya, rela diberakin, dikencingin, tapi sudah besar kita disuruh mengerjakan hal sepele saja oleh Ibu, ah, tidak mau.
Selalu ingat, anak laki-laki yg baik, memuliakan Ibunya.




Manusia memiliki sendiri hari-hari spesialnya. Ada hari ketika ia dilahirkan, hari mulai belajar merangkak, hari mulai berjalan hingga bisa berlari.
Manusia tumbuh besar dengan hari-hari. Jatuh, bangun, sakit, sehat, tertawa, menangis, sendirian, ramai, sukses, gagal, semua dilalui bersama hari-hari. Tentu termasuk salah-satunya hari ketika kita bertemu dengan pasangan hidup.
Percayalah. Jangan dikotori dengan hal2 yg melanggar nilai2. Jalan hidup kita tidak akan tertukar. Saat hari itu tiba, kalian akan tahu. 



Pegang tangan pacar tiap minggu, pegang tangan orang tua cuma tiap lebaran. Masih bergaya pula bilang ke saya kalau cinta kami suci dan mengaku-ngaku paham benar hakikat cinta.
Terlalu.


Cinta sejati selalu datang pada saat yang tepat, waktu yang tepat, dan tempat yang tepat. Ia tidak pernah tersesat sepanjang kalian memiliki sesuatu. Apa sesuatu itu? Tentu saja bukan GPS, alat pelacak, peta, satelit, dan sebagainya, sesuatu itu adalah pemahaman yang baik bagaimana menjaga kehormatan perasaan dengan tidak melanggar nilai2 agama.

Bersyukurlah dengan apa yg dimiliki hari ini. Maka semoga, Tuhan akan memberikan kesempatan memiliki masa depan yg lebih baik.
Karena, banyak sekali di sekitar kita, orang2 yang tidak pernah bersyukur atas apa yg dimilikinya hari ini, maka boleh jadi Tuhan, menutup kesempatan memiliki masa depan yg lebih baik.



jgn merasa lebih cantik/tampan sedikit pun dibanding orang lain. sekali terbersit perasaan itu, usir jauh2.

cc : Darwis Tere Liye Facebook



Jumat, 19 Oktober 2012

bagaimana jika Allah rindu padamu?

Allah ternyata suka kangen sama hamba-hamba-Nya. kok bisa? iya, itu kata ust. Yusuf Mansur. Allah suka kangen sama hamba-hamba-Nya yang justru suka lupa sama Dia dan segala kebaikan yang telah diberikan. kita kadang datang kepada Allah hanya pada saat kita butuh, tapi pada saat kebutuhan kita sudah dipenuhi oleh-Nya kita lupa, kita ga inget lagi sama Dia.

saat kita butuh, kita berusaha sekuat tenaga untuk dekat dengan Allah, kita berusaha dengan semampu kita untuk terus mengingat Dia agar Dia berkenan memberikan apa yang kita inginkan.

bagaimana perasaanmu jika Allah rindu padamu?

tak bergetarkah hatimu?

bayangkan saja, pada saat kita lupa sama Allah. Allah ternyata menguji kita dengan mengambil semua kenikmatan karena Allah kangen, Allah mencari-cari kita, kemana yaa hamba-Ku ini, biasanya selalu bersama-Ku, mengingat-Ku? nah, masa sih hati kita tidak tergerak untuk mengingat Dia selalu? sungguh terlalu kita ini. Allah sudah turun ke langit dunia di sepertiga malam terakhir, setiap hari. SETIAP HARI. lah kita? asik aja tidur nyenyak, kalaupun kebangun cuma buat matiin alarm trus lanjut tidur. apa sulitnya kita untuk bangun dan mendirikan shalat barang 2 rakaat? percayalah, Allah bahkan datang ke langit dunia hanya untuk kita, hamba yang kadang inget sama Dia hanya sebagian kecil dari waktu yang kita miliki dalam sehari.

kadang, kita sering menyadari bahwa kita melupakan Allah disaat kita sudah dapatkan apa yang kita inginkan. kita suka ga sadar atau pura-pura ga sadar kalau Allah tuh kangen sebenernya sama kita. Allah ingin kita terus dekat, bukan hanya saat kita membutuhkan hal-hal dunia. Allah tuh ingin sama-sama kita terus.

makanya, kadang saat kita sudah lupa dengan Dia, kita disentil dengan berbagai cobaan dari Allah. semua yang kita harapkan hilang, yang kita miliki diambil lagi sama Allah. nah, sebetulnya, itulah cara Allah untuk memanggil kita kembali. hanya saja kita sering lupa, sering ga mau membaca tanda dari Allah.

ketahuilah bahwa Allah maha terpuji lagi Maha Mulia, memberikan kenikmatan kepada hamba-Nya sebelum diminta, walau banyak dari hamba-Nya tidak mau bersyukur. mengampuni segala dosa hamba-Nya kecuali syirik. setiap hari, semua yang ada di langit dan di bumi meminta kepada-Nya tapi Dia tidak akan kekurangan dan tidak akan disibukkan dengan permintaan hamba-Nya, bahkan Allah bergembira pada hamba-Nya yang mau berdo'a dan akan marah pada hamba yang tidak mau berdo'a, Allah akan malu jika tidak mengabulkan do'a hamba-Nya. Allah menutupin aib hamba-Nya sekalipun hamba-Nya tidak mau menutupinya. Allah meluaskan rezeki hamba-Nya yang mau bersedekah. barang siapa yang bergantung apda-Nya niscaya akan dicukupi-Nya.

berdasarkan semua kenyataan itu, bagaimana mungkin hatimu tidak mencintai Dia?

Selasa, 16 Oktober 2012

yakin (sami'na wa atho'na)

kami dengar dan kami taat.

salah satu ciri utama seorang mukmin adalah, ketika ia mendapati perintah dan larangan Allah maka yang ada di pikirannya adalah, kami dengar dan kami taat. sebab, mukmin sejati yakin seyakin-yakinnya akan janji Allah, percaya atas apapun yang Allah perintahkan dan larang adalah hal yang baik.

namun, kadang kita -artinya termasuk saya juga- suka ga semangat suka ga suka, suka ga punya keinginan yang kuat gitu untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang. diperintahkan shalat yang utama itu yang di awal waktu, ga mau, udah kayak yakin aja sedetik dua detik lagi masih hidup. diperintahkan untuk ga mendekati zina, masih aja pacaran, ehhhh ga ada pacaran yang islami, ga ada, sekate-kate!!

kita kadang suka banyak alasan. disuruh ini, nanti. disuruh itu, besok aja lah. disuruh tobat, pake jilbab buat yang perempuan, ga mau. udah pake kerudung, disuruh panjangin supaya menutupi dada, alesannya banyaaak, panjaaang kali lebaar jadi luas deh. segala sekarang itu jilbab dikepang-kepang -__________-

kita ini, manusia keinginannya banyak tapi diminta taat sama Allah sama Rasulullah aja susah. nuntutnya banyak, dituntut ga mau. padahal bukankah kita seharusnya sejak awal punya keyakinan kepada Allah bukan hanya menyakini Dia sebagai satu-satunya Tuhan kita, lalu blassss urusan akhlak dan tingkah laku jadi ga beres semua, yang penting ga murtad, yang penting masih mengakui Muhammad bin Abdullah adalah utusan Allah. yaa apa gunanya? apa guna semua keyakinan itu, sedang kita akhlak aja jauh jauh jauh dibawah orang yang sama sekali ga menyakini apa yang kita yakini?

namun ternyata persoalannya, ada pada keyakinan. keyakinan kita yang kurang. smi'na wa atho'na kita menjadi iya iya enggak enggak. padahal namanya iman, namanya yakin, yaa kalau belum ketemu jalan keluarnya tetap masih ada temannya, yaitu sabar. bukankah iman itu separuh sabar dan separuhnya lagi syukur?

pentingnya, kami dengar dan kami taat adalah sekitar janji dan ancaman. bukankah jika Allah memerintahkan pasti ada balasan. tapi, bukan tugas kita untuk berpikir bagaimana cara janji-janji Allah datang kepada kita, ga bakal sampe juga akal kita untuk memikirkannya. tugas kita hanya laksanakan, laksanakan saja apa yang Allah perintahkan dan jangan lakukan apa yang Allah larang. sudah.

maka, karena sami'na wa atho'na kita sudah mendarah daging, sudah tidak ada keraguan, kita tidak akan memiliki keraguan untuk melaksanakan semua yang Allah dan Rasul perintahkan. Allah sudah uraikan dalam Al Qur'an dan Rasulullah SAW juga sudah jelaskan melalui sabda-sabdanya.

rezeki, jodoh, jalan kehidupan, sudah diatur oleh Allah, sudah ada jalan mencapainya lewat tuntunan-tuntunan oprang-orang saleh. lakukan dengan cara yang halal dan baik, urusan bagaimana nanti datangnya rezeki dan jodoh kita yaa biar saja Allah yang atur. bukan tugas kita untuk memikirkan kapan datangnya,gimana caranya, siapa orangnya, berapa duitnya. tugas kita hanya laksanakan apa yang Allah perintahkan tanpa banyak pertimbangan, hasilnya? yaa urusan Allah, terserah Allah nanti mau gimana.

kalau memang kita pantas, kita lakukan dengan kami dengar dan kami taat yang sebenar-benarnya, maka tidak perlu lagi banyak pertanyaan, Allah sendiri yang akan atur. yakin, sami'na wa atho'na, kami dengar dan kami taat, yaa Rabb.

Rabu, 10 Oktober 2012

al baqarah : 216

diwajibkan atas kamu berperang , padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu , padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi ( pula ) kamu menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu ; Allah mengetahui , sedang kamu tidak mengetahui . (al Baqarah : 216)

pasti kita semua sudah tahu, bahkan hapal sekali dengan ayat yang satu ini. ayat yang begitu lembut namun juga tegas menegur kita sebagai hamba-hamba-Nya.

sebenarnya tafsir sesungguhnya dari ayat ini ditujukan kepada kaum muslimin pada masa Rasulullah SAW untuk berangkat berjihad, namun ternyata memang Al Qur'an diciptakan untuk manusia sampai kapanpun, abadi. maka, sungguh terdapat kolerasi antara ayat ke 216 di surat Al Baqarah ini dengan kehidupan kita di dunia. bagaimana tidak, dengan keinginan yang begitu besar dari makhluk yang diciptakan paling sempurna oleh Allah, tidak semua bisa kita dapatkan, bukan? maka, itulah pentingnya mentadaburi al Qur'an.

diwajibkan atas kamu berperang , padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci.

jelas, manusia tidaak akan yang menyukai kondisi peperangan, kondisi yang mencekam dan ketakutan. kecuali bagi orang-orang yang terbiasa dan suka menyakiti orang lain. maka Allah katakan di ayat ini bahwa Dia mewajibkan kita berperang, padahal jelas manusia diciptakan dengan akal dan juga perasaan sehingga tentu akan menolak hal-hal seperti ini, manusia benci berperang tapi oleh Allah diwajibkan. di jaman Rasulullah maka wajib berperang bisa jadi disamakan dengan jihad fi sabilillah, tapi dengan kondisi umat Islam yang stabil seperti sekarang -tidak berperang dengan orang kafir, kecuali di Palestina, Suriah, Rohingnya- maka apakah ayat ini tidak berlaku bagi kita?

 jangan salah, justru kita menghadapi peperangan yang lebih besar, jika jihad mengantarkan nyawa maka perang kita saat ini mempertaruhkan iman. kita berperang melawan hawa nafsau, melawan tipu muslihat orang-orang kafir, berperang melawan kaum liberal, berperang melawan semua konspirasi terhadap agama ini. dan yang paling sulit, jelas berperang melawan keburukan akhlak diri sendiri dan juga orang lain.

meskipun peperangan kita tidak melibatkan nyawa, sesuai dengan ayat ini, kita membencinya. jelas, kita benci harus melawan saudara seiman yang punya pemikiran semau gue padahal jelas Allah sudah mengatur segala hal sesuai syariat.

boleh jadi kamu membenci sesuatu , padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi ( pula ) kamu menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu

nah, kalau yang ini pasti pada sepakat kalau ga perlu pake acara perang, kita pasti -minimal sekali seumur hidup- mengalaminya. menyukai sesuatu yang buruk bagi kita dan membenci yang baik bagi kita.padahal, siapa yang bisa memastikan apa yang kita sukai itu baik, ga hanya buat kehidupan di dunia tapi juga kehidupan kita di akhirat. begitu juga sebaliknya, apa yang menurut kita buruk belum tentu dimata Allah itu hal yang buruk juga, bisa jadi menurut Allah itu adalah hal yang baik bagi kita.

Allah mengetahui , sedang kamu tidak mengetahui . 

nah, kalau yang ini jelas ga perlu ditanyain lagi, karena memang begitulah keadaan yang sebenarnya. kita, manusia yang meskipun memang diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna tetap saja kita tidak dapat mengetahui semua hal yang ada di dunia ini. Allah lah yang Maha Mengetahui sedang kita, kita tidak mengetahui apapun. jangankah yang berhubungan dengan masa depan beberapa tahun lagi, yang akan terjadi pada diri kita semenit lagi pun kita tidak mengetahuinya.


nah, dengan satu ayat ini saja kekurangan kita sudah jelas begitu banyaknya, maka kesombongan sudah jelas bukan hak kita. apa yang mau disombongkan ngurus diri sendiri aja belum bisa, masih selalu minta bantuan Allah, kan?

jadi, ayat ke 216 surat Al Baqarah ini mengingatkan kita bahwa apapun yang Allah takdirkan, entah kita merasa baik atau buruk, percayalah semua itu adalah keputusan terbaik dari Tuhan. Allah kan tidak pernah lupa pada hamba-Nya yang selalu bersabar dan bersyukur, kita aja yang sering lupa kalau Allah tuh sayang banget sama kita. jadi, kalau kita dapet hal yang -menurut kita- buruk maka percayalah kelak akan ada penjelasan baiknya dan itu merupakan hal terbaik dari Allah. dan jika kita tak mendapat apa yang -lagi-lagi menurut kita- baik maka percayalah bahwa Allah sudah siapkan yang jauh jauh lebih baik lagi.

iman itu, artinya percaya. percaya pada apapun keputusan Tuhanmu.

Senin, 08 Oktober 2012

jatuh cinta

aku jatuh cinta, tapi tak seperti kemarin
aku jatuh cinta, karena dia berbeda

aku memilihnya, karena tak seperti yang lain
aku jatuh cinta, inilah yang terindah

dia tahu bagaimana duniaku
dia tahu, dia tahu

dia tahu kapan harus denganku
dia tahu seperti apa mauku
dia tahu, dia tahu semua tentangku

tak ada samanya apa yang ku rasakan
dia tahu, caranya mencintaiku
tak ada samanya apa yang ku rasakan 
dia tahu caranya mencintaiku


**popular by : Cindy Benadette

inget banget suka lagu ini gara-gara nontonin FTv dan lagu ini sering diputer. akhirnya dapet juga lagunya setelah seharian ngubek-ngubek google pas masih jadi mahasiswa :D

bersediakah aku menikah dengan diriku?

pertanyaan di judul postingan saya kali ini ada di dalam buku Zabrina Abu Bakar yang berjudul "Satu Tiket ke Surga, jilid 2", buku yang bagus, menarik, dan isinya juga sangat bermanfaat bagi pembaca.

mungkin kita berkerut sesaat jika membaca judul postingan diatas, soalnya saya juga agak mikir plus cekikikan bacanya. apa yaa maksud sis Zabrina ini soal, "bersediakan aku menikah dengan diriku?"

jadi, sebenarnya pertanyaan ini sangat penting bagi kita-kita yaaaaaaanggggg *sebenernya sedih mau ngetiknya* *tarik napas* *fuuuuuuuuuuhhhhh* buat kita-kita yaaaang BELUM MENIKAH. jadi, kalau sekarang kita belum menikah dan akan menikah atau punya keinginan besar untuk segera menikah *itu sih saya* maka sebelum anda bertanya pada seseorang, "bersediakah kau menikah denganku?" maka berikanlah dahulu pertanyaan yang menjadi judul postingan ini ke diri anda sendiri. ya, "bersediakah aku menikah dengan diriku?"

maksudnya apa sik, ga ngerti? -______________________________- *keplak*

jadi tanyakan ke diri kita masing-masing, kalau kita bertemu dengan seseorang yang persis sekali seperti diri kita, ga ada buangannya, sama banget banget banget, baik-baiknya kita plussss jelek-jeleknya kita juga, mau ga menikah dengan orang tersebut?


dengan adanya pertanyaan itu, maka harapannya kita bisa terus memperbaiki diri. bukan menuntut orang lain agar sesuai dengan yang kita mau, terlalu lama menimbang kepribadian seseorang apakah kita menyukai akhlaknya atau tidak, tapi kita akan lebih sibuk untuk terus-terus-dan  terus memperbaiki diri agar kita pantas mendapatkan yang terbaik dari Tuhan.

maka sebelum kita melangkah lebih lanjut *tsaelaaaaah* kita akan senantiasa berpikir apakah kelak kita pantas mendampingi pasangan kita, dan apakah dia mampu menerima kita seperti kita menerima diri kita sendiri. maka, kita akan makin semangat memperbaiki diri, supaya ga malu-maluin calon suami/istri. lah, kalau kita sendiri ga bersedia menikah dengan orang dengan kepribadian seperti kita apalagi orang lain? *disepak pembaca setia* *gaya*

oke oke cukup. saya makin pengen nikah cepet-cepet ntar. hehehe.

jadi, bersediakah kamu menikah dengan dirimu?

Rabu, 03 Oktober 2012

azalia, bunga yang ku cinta

ku lihat bintang-bintang
tersenyum saksikan kau merekah
sang kumbang datang, hap hap hinggap perlahan
bunganya merekah berkembang-kembang

warnamu merah-merah
semerah danau di Katumiri
aku melangkah, tu, wa, ga, mendekati
betapa indahnya, ku suka

detik-detik waktuku, kian berlalu
tak jemu aku memandangnya
detak-detak jantungku, berdenyut slalu
ku jatuh hati memetiknya

azalia, kau bunga yang ku cinta



**

lirik diatas adalah lirik lagu ciptaan Aden Edcoustic yang dinyanyikan oleh Ali Sastra, lagunya bagus, indah, suaranya lembut, alunan musiknya juga menyenangkan telinga.

nah, karena jatuh cinta dengan lagunya, maka penasaranlah dengan bentuk aslinya bunga azalia ini. iya, azalia itu bunga, emang sangkanya apa? :p

azalia, nama yang indah, bukan? bunga dari keluarga Ericaceae dan genus Rhododendron ini memanglah istimewa. hanya tumbuh di sebagian dataran tinggi Asia timur dan Amerika Utara. bunganya yang mekar merekah hanya dapat disaksikan pada awal musim panas sekitar bulan Juni. di Jepang dan Korea, azalia dikenal dengan nama tsutsuji [ つつじ]. di sana, azalia disimbolkan untuk orang-orang yang berhati lapang dan penuh kesabaran.

jika diperhatikan sepintas kelopak bunga azalia terlihat seperti kembang sepatu (hybiscus rosaceae). warnanya yang merah keunguan membuatnya berkilau sempurna saat berbaur dengan terpaan cahaya matahari. azalia memang memerlukan kondisi lingkungan dengan cahaya matahari penuh untuk dapat berbunga. namun selain itu ia juga memerlukan kelembaban yang tinggi agar pertumbuhannya lebih mempesona. itulah mengapa azalia hanya dapat tumbuh baik jika berada di dataran tinggi. di Indonesia, kita ternyata juga dapat menemukan azalia di daerah Cianjur, Jawa Barat.

nah, ini penampakan si azalia :



cantik, yaa? :)) ini lagi yang ramean :D




tuh kan, tuh kan, bagus yaa? ihh jadi suka, jadi pengen juga. pasti cantik kalau disandingkan dengan dandelion :D

dan ternyata bunga azalia juga punya beberapa filosofi yang menarik. azalia adalah bunga yang tumbuh di bukit-bukit gersang, yang banyak dianggap oleh oraang-orang sebagai simbol perdamaian.

azalia adalah pemahaman, ia adalah pembelajaran, dan keikhlasan.

azalia, kau, bunga yang ku cinta ^_____________^

ini bonus, yang warna ungu :


lelaki bodoh dan lelaki buta

mengapa wanita, suka mempercantik diri? sebab lelaki -terbiasa- jatuh cinta  melalui matanya. itulah mengapa Rasulullah SAW memerintahkan untuk melihat lebih dulu calon istri sebelum dilakukan khitbah agar timbullah sebab seorang lelaki mencintai wanita.

tapi apa daya, kita saat ini sudah jelas hidup di tengah-tengah manusia yang amat sangat berlebihan mencintai dunia. yang rela melakukan apa saja agar hidupnya bahagia -menurut dia sik- pun dengan wanita. saya tak memungkiri, sebagai seorang wanita saya juga suka mempercantik diri, sebab terkadang bukan ingin tampil cantik di depan orang yang sudah jelas tidak punya hak untuk melihatnya, tapi hanya ingin menunjukkan kalu seorang muslimah itu bisa menjaga diri dan merawat pemberian Tuhan.

sayangnya, di dunia ini jumlah lelaki bodoh jauh lebih banyak dibanding lelaki buta. sebabnya sudah jelas, lihatlah banyak wanita yang pergi ke salon. di salon mana yang lebih banyak, lelaki atau wanita? jelas wanita, kan? sebab mereka tahu, cara menarik laki-laki adalah melalui mata mereka, maka baguskan penampilan anda!

bukan, saya bukan menganjurkan kalian para muslimah untuk berlomba-lombahmencari perhatian para lelaki, sebab kau jelas tahu persis kalau Tuhan kita sudah memberitahukan bahwa, lelaki baik untuk wanita baik dan wanita baik untuk lelaki baik.

jangan pernah bersedih sebab seseorang tak melihatmu hanya karena keadaan fisikmu tak "sempurna" dimatanya, jangan kecewa apabila kau di tolak hanya karena tampilanmu tak menyenangkan mata lelaki yang meminangmu. sebab, lelaki bodoh memang jumlahnya jauh lebih banyak dibanding lelaki buta.

maka, wahai wanita, janganlah berlebihan mencintai dunia ini, kalian adalah perhiasan apabila kalian shalelah, tidak ada sejarahnya wanita yang tak pernah absen setiap minggu di salon kecantikan punya pemahaman lebih luas mengenai agama dan keluarga dibanding mereka yang gemar mencari ilmu. percayalah, wanita kalian adlaah perhiasan jika shalehah bukan jika berdandan berlebihan, bukan jika berjalan gemulai menggoda.

tak usah pusingkan apakah jodoh akan datang meski kalian tak sempurna. percayalah, takdir Tuhan tak akan pernah tertukar. sungguh menyedihkan jika kita menilai kehidupan seseorang berdasarkan standar dunia yang sudah benar-benar keterlaluan ini. kalian boleh mempercantik diri, tapi lakukan dengan sederhana, bukan berlebihan.

cantik yang diartikan sama dengan kulit putih mulus bebas jerawat tinggi langsing dan bla bla bla lainnya hanya membuktikan kalau dunia ini memang sudah sempurna diisi dnegan pemahaman yang salah, semua definisi cantik tersebut menunjukkan kalau marketing produk kecantikan sudah sukses besar mengiklankan produk mereka.

berhentilah mengabiskan uang hanya untuk ke salon, duduk berjam-jam, hanya untuk mencari perhatian seseorang. ingatlah, kalian perhiasan hanya jika kalian shaleha, dan memang benarlah jumlah lelaki bodoh di dunia ini memang jauh lebih banyak di banding lelaki buta. mereka yang menilai cantik berdasarkan matanya jauh lebih banyak dibanding yang menilai cantik lewat hati dan akhlaknya.

lelaki bodoh menyukai tampilan yang wah, megah, dan begitu cantik hingga menyebabkan wanita -yang juga bodoh- rela mengorbankan hartanya untuk menarik hati mereka, padahal lelaki buta yang shaleh justru jauh lebih baik dibandingkan mereka yang mapu melihat tapi sebenarnya buta akan kebaikan yang tersembunyi. percayalah, lelaki yang baik tak menuntut seseorang yang menajdi pendamping hidupnya untuk keterlaluan mencintai dunia ini. 

kalian, wahai muslimah, adalah perhiasan hanya jika kalian shalehah.dan wanita shalehah hanya akan sepadan dengan lelaki yang shaleh, yang mampu menjaga dirinya dari kehidupan dunia yang berlebihan, mereka berusaha untuk Tuhannya, untuk akhiratnya. jadi, wahai wanita shalehah mana yang akan kalian pilih, lelaki bodoh yang terlalu mencintai dunia, atau lelaki buta yang menyingkirkan standar kehidupan dunia?

#ibu

1. Pertama kali kau menyapaku. Tanpa suara. Tetapi sangat asih. Dari diriku yang paling dalam. Disini. #Ibu. Aku di sini.

2. Menjadi #Ibu. Bagi jiwa perempuan penuh kasih adalah mimpi yang dilatih dengan kerinduan, cinta & asahan rasa. Ia mencahaya dalam jiwa.

3. Seruak cita itu adalah fitrah terindah yang dikaruniakan Allah. Kecenderungan, rasa, kemuliaan! #Ibu! Mulia dengan tapak kaki juangnya.

4. Sebab tak seorang pria pun termuliakan begitu tinggi hingga surga berada di telapak kaki. Demi Allah, tak seorang lelaki jua. Hanya #Ibu.

5. #Ibu! Panggilan yang begitu menggetarkan, membiruharu, menggemakan rasa terdalam di lubuk rasa setiap wanita. Ia menggeletarkan cinta.

6. Ada imaji surgawi & gairah hayat menggelora tiap kali kata tiga huruf itu diteriakkan oleh sosok-sosok mungil nan sambut kehadiran. #Ibu!

7. #Ibu, madrasah cantik, tempat anak-anak pertanyakan semesta dgn bahasa paling akrab, harapan paling memuncak, & keingintahuan plg dalam.

8. #Ibu. Dia dermaga nan paling tenang tuk melabuh hati saat mereka merasa teraniaya. Dia belai paling menenteramkan saat mereka gelisah.

9. #Ibu Dia dekapan paling memberi rasa aman saat ketakutan. Dia bahu paling kukuh untuk merebah, bertahan dari amuk badai kesedihan.

10. #Ibu Dia perpustakaan terlengkap, kelas ternyaman, gelanggang terlapang. Tak pernah ia bisa digantikan oleh gedung-gedung tanpa nyawa.

11. #Ibu Panggilan yang meneguhkan keutamaan; diulangkan, didahulukan. Sang Rasul sebut Ibumu tiga kali di depan, ayahmu menyusul kemudian.

12. #Ibu, panggilan perjuangan. Cantik nian senyumnya walau pegal bawa kandungan, susah memilih baringan, bengkak kaki & mual tak tertahan.

13. #Ibu, panggilan kepahlawanan. Seribu sakit berhimpun, tulang berlolosan, syaraf tercabik, robekan pedih, darah bersimbah. Lalu senyum.

14. #Ibu, degub jantungnya menenangkan saat kita didekap mesra, dia relakan jiwa raganya diserap untuk memberi hidup pada makhluq nan baru.

15. Ada pemuda nan berbakti pada #Ibu di masa ‘Umar. Dia menyuapi, mengipas lalat, mengelap peluh, memandikan, urus segala hajat kekotoran.

16. Pemuda itu gendong #Ibu-nya sepanjang jalan. Tiap henti, dia merangkak lengkungkan badan lindungi sang ibu dari mentari & terpaan hujan.

17. “Cukupkan ini untuk membalas segala kebaikan #Ibu di waktu kecilku?”, tanyanya. “Tidak, sama sekali tidak!”, jawab ‘Umar berkaca-kaca.

18. “Sebab #Ibu-mu dulu lakukan semua itu sambil mendoa bagi kehidupanmu. Sementara engkau kini melakukannya sembari menanti kematiannya.”

19. #Ibu, ada wanita yang kini enggan menjadi kata itu. Maka kemuliaan pun enggan menyapa, seirama anggapan bahwa anak adalah belenggu.

20. #Ibu Ketika kata itu dianggap neraka atau penjara, mereka tertuntun memasuki jerat kesendirian yang menuakan, menghampakan, mematikan.

21. #Ibu Ketika kata itu diabaikan, ia enggan menyediakan dermaga tempat para wanita menambat perahu hati, berlabuh dari galau kehidupan.

22. Mungkin memang tak sederhana. Sebab menjadi #Ibu adalah anugerah yang tak semua meraih agungnya. Bahkan imanpun, tak bisa menjaminkan.

23. Sebagaimana Aisyah. Dia ummul mukminin, #Ibu dari semua orang beriman. Tetapi mengandung, melahirkan, menyusui, menimang sibir tulang?

24. Tidak. Aisyah tak diberi Allah luap rasa yang melekati hakikat kata #Ibu itu. Tapi rindu & sabar hati adalah jua kesempatan berpahala.

25. Di lain sosok, kegelisahan, kecemasan, malu & pilu hati jika panggilan #Ibu itu tak segera hadir adalah ujian lain yang menyesakkan.

26. Alasan kesehatan, gangguan organ, serangan kuman, usia rawan persalinan, menjadi gurita kecemasan lain yang mencoraki ujian jadi #Ibu.

27. Allah menjawab doa hambaNya; istri Ibrahim dgn si shalih Ishaq, istri Imran dgn si suci Maryam, istri Zakariya dgn si alim Yahya. #Ibu

28. Mereka rayakan syukur karunia setelah penantian panjang, tubuh nan uzur, uban memutih, doa menghiba, dan rasa yang tersembilu. #Ibu

29. Menjadi #Ibu, kadang jua ujian yang membuat terragukannya suci & ibadah nan terjaga, seperti dialami #Maryam #Maria, ibunda #Isa #Yesus.

30. Begitulah kurnia besar nan di-#SYUKUR-i, #Isa #Yesus nan tiada duanya; selalu jua merupakan ujian besar yang harus di-#SABAR-i #Ibu-nya.

31. Menjadi #Ibu; melahirkan ataupun tidak; ba’da ikhtiar paling gigih, doa paling tulus, dan tawakkal paling pasrah, adalah kemuliaan utuh.

32. Menjadi #Ibu hakiki, Agar Bidadari Cemburu Padamu, terfahamlah kita; kau takkan tersaingi oleh jelita surgawi itu selama-lamanya;) #ABCP

sumber : Salim A. Fillah Twitter

tentang takdir


Bayangkan sebutir gandum tergeletak sendirian di lantai, di gudang penyimpanan. Sebutir gandum itu jatuh saat karung-karung ditumpuk. Lantas terkena sepakan kuli-kuli angkut yang beranjak pulang sore hari, terlempar kesana kemari, hingga akhirnya terjepit tersembunyi di sela-sela tegel. Seseorang yang bertugas menyapu lantai gudang menjelang malam meletakkan ember kering persis di atasnya. Sempurna sudah  melindungi butir itu dari apapun. Atap gudang penyimpanan itu juga kokoh dan rapi, tidak pernah tampias meski setetes air sepuluh tahun terakhir.

Malam itu hujan deras turun.

Tetapi kering atau basah nasib sebutir gandum itu sudah ditentukan. Tidak peduli seberapa baik atap gudang menahan hujan. Tidak peduli seberapa kokoh ember plastik melindunginya. Tidak peduli seberapa dalam rekahan tegel menutupinya. Kalau malam itu ditentukan basah, maka basahlah ia, kalau ditentukan kering, maka keringlah ia. Begitu pula kehidupan. Robek-tidaknya sehelai daun di hutan paling tersembunyi sekalipun semua sudah ditentukan. Menguap atau menetesnya sebulir embun yang menggelayut di bunga anggrek di dahan paling tinggi, hutan paling jauh…. semua sudah ditentukan.

My dear, kehidupan ini tidak sia-sia. Besar kecil, semua berarti. Semua sudah ada yang menentukan. Kalau urusan sebutir gandum saja sudah ditentukan, bagaimana mungkin urusan manusia yang lebih besar luput dari ketentuan…. Bagi binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda mati kehidupan adalah sebab-akibat. Mereka hanya menjalani hukun alam yang sudah ditentukan. Setandan pisang masak-menguning setelah sekian hari, setangkai bunga melati jatuh-layu setelah sekian hari, seekor buaya ditentukan jenis kelaminnya berdasarkan hangat-dinginnya suhu induk mengerami…. Tidak ada yang melanggar aturan main itu.

Bagi manusia, hidup ini juga sebab-akibat. Bedanya bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi dan begitu seterusnya, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu…. Saling mempengaruhi, saling berinteraksi…. Sungguh kalau kulukiskan peta itu, maka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar melingkar. Indah. Sangat indah. Sama sekali tidak rumit.

Itulah mengapa tidak semua orang mengerti apa sebab-akibat kehidupannya. Dengan tidak tahu, maka mereka yang menyadari kalau tidak ada yang sia-sia dalam kehidupan akan selalu berbuat baik. Setiap keputusan yang mereka ambil, setiap kenyataan yang harus mereka hadapi, kejadian-kejadian menyakitkan, kejadian-kejadian menyenangkan, itu semua akan mereka sadari sebagai bagian dari bola raksasa yang indah, yang akan menjadi sebab-akibat bagi orang lain. Dia akan selalu berharap perbuatannya berakibat baik bagi orang lain.

Kecil-besar nilai sebuah perbuatan, langitlah yang menentukan, kecil-besar pengaruhnya bagi orang, langit juga yang menetukan. Bukan berdasarkan ukuran manusia yang amat keterlaluan mencintai dunia ini.


* Tere Liye, novel "Rembulan Tenggelam Di Wajahmu"