Kamis, 13 September 2012

status (bagian kesepuluh)

Siapa yang nekad masukin jari ke colokan listrik? Nggak ada orang waras yang mau melakukannya. Karena tahu persis itu membahayakan dan merusak diri sendiri.
Dalam banyak hal, gunakan logika ini jika kita mau coba2. Apapun itu, coba2 berbohong, bergunjing, merokok, mabuk2an, mengulur2 pekerjaan, pacaran, memfitnah, coba2 menyuap, korupsi, mencuri, dan berbagai hal yg berpotensi membahayakan dan merusak diri sendiri. Bayangkan jari kita dimasukkan ke dalam colokan listrik.
Semoga berhasil.

Jarak antara 'kebahagiaan' dengan 'orang2 yang bersabar' hanyalah satu benang tipis saja. Sudah dekat sekali.
Dan tidak ada yang bisa menyakiti hati seseorang yang sabar--fisiknya bisa, tapi jiwanya utuh.

Nasehat/saran yang baik itu kadag mahal sekali harganya. Bukan karena kita harus membayarnya mahal, tapi karena kita baru mau memahaminya, mendengarnya saat semua sudah terlanjur terjadi.

Saya itu amat menghargai paham kebebasan.
Bahkan kalau ada yang nanya: bolehkah kita meludah/buang dahak sembarangan? Maka jawaban saya, demi kebebasan, ya, boleh. Silahkan. Itu hak semua orang.
Tetapi silahkan sembarangan meludah/buang dahak di kamar sendiri, kasur sendiri, meja sendiri, laptop sendiri, HP sendiri, atau baju sendiri. Jangan mengganggu orang lain.
*hanya buat yg mau memikirkannya

Menjaga kehormatan hati/perasaan, sama pentingnya dengan menjaga kehormatan diri.
Jangan 'menjual hati/perasaan' begitu mudahnya.

Semut bisa mengangkat beban 20x berat tubuhnya.
Manusia tentu saja tidak dberikan kekuatan seperti itu--atlet angkat berat paling kuat pun tidak bisa.
Tetapi manusia diberikan kekuatan mengangkat 'beban kehidupan' berkali2 lipat. Itu lebih menakjubkan.

Ssssttt... banyak kejadian loh, kita sibuk memikirkan orang lain, menunggu reply komen, sms, telepon, dsbgnya, eh, orang tersebut ternyata jangankan balik mikirin kita, malah asyik dengan yg lain lagi. Nah, itulah pentingnya menyibukkan diri, biar tetap berpikiran positif.

Kalau menangis bisa menyelesaikan masalah, maka urusan lebih gampang. Sayangnya tidak, menangis bahkan bisa menambah masalah--seperti mata merah, bengkak, sembab.
Silahkan menangis, secukupnya, seperlunya. Lantas hapus air matanya, berdiri gagah menyusun rencana, mulai beraksi.

'Kenapa wanita suka berdandan, sedangkan cowok suka bicara gombal?'
Jawabannya: karena kebanyakan laki-laki jatuh cinta dari pintu mata, sedangkan kebanyakan wanita jatuh cinta dari pintu telinga (atau membaca sms, status, postingan jejaring sosial, di jaman modern ini).

Jika belum siap, maka tutup pintunya rapat2, gembok dengan rantai terbaik, lantas lemparkan anak kuncinya ke dalam lautan luas. Begitulah cara terbaik menjaga hati dari perasaan.
Well, jangan cemas anak kuncinya tidak akan ketemu. Jika sudah tiba saatnya, jodoh yg baik akan membawa anak kuncinya, dan hei, pas sekali, sempurna sudah membuka pintu hati.

Salah paham itu baru akan ketahuan setelah di ujungnya. kalau belum tiba, ya statusnya masih tetap salah--menurut versi yg masih berpasangka itu salah.
Sama, menyesal itu baru ketahuan setelah di ujung, ujuuungnya banget, kalau belum tiba, ya statusnya masih tetap baik2 saja--menurut versi yg suka baik2 saja dan tidak peduli kalau diingatkan.

**sumber : Darwis Tere Liye Facebook

Tidak ada komentar: