Minggu, 30 September 2012

melingkar

sudah hampir tujuh tahun, sejak pertama kali memulainya di kampus. melingkar.

bagi sebagian orang, pasti tahu apa yang saya maksud dengan melingkar. ya, kegiatan mengaji Islam yang dilakukan berkelompok, dengan satu orang sebagai pemateri dan beberapa peserta. kalau pertama kali di kampus nyebutnya BBQ atau Bimbing Baca Qur'an.

sampai sekarang, alhamdulillah masih ada yang berkenan memberikan asupan taujih disetiap melingkar, kami memanggilnya, umi :))

umi saya banyak, hmmm udah berapa yak? hehehe.

melingkar selalu menyenangkan, kalu bolos seminggu aja udah ga enak, rasanya ada yang hilang :(

melingkar itu tujuannya yaa untuk mengkaji Islam, saling menasehati dalam kebaikan, dan mengingatkan kalau ada kesalahan, belajar Al Qur'an dan silaturrahim. ada yang bilang, melingkar itu tujuannya untuk peningkatan "kedudukan" -saya tidak akan menjelaskan kedudukan apa yang dimaksud- tapi buat saya melingkar itu artinya titik balik.

bekerja setiap hari dari Senin-Sabtu, tidak memastikan keimanan akan selalu stabil sekalipun bekerja di tempat yang islami dan terjaga. bahkan disaat sedang berpuasa sekalipun, tidak bisa menjamin kalau keimanan kita tetap dalam kondisi baik. maka, melingkar adalah titik balik dari segala "kejenuhan" duniawi yang berlangsung berhari-hari. maka, melingkar memberikan energi positif, menjaga diri dan tingkah laku sekalipun esok hari sudah harus kembali berkegiatan. melingkar memberikan kekuatan tersendiri, percayalah.

sebab siapa yang bisa menjamin kita selalu menjaga hati, tingkah laku, dan segala perasaan kala kita sibuk dengan pekerjaan dunia. maka melingkar adalah pengingat bahwa masih ada yang lebih baik dari kita, bahwa saudari kita masih ada yang keimananya lebih indah dari kita, maka melingkar adalah pengingat, pemacu yang mengolah cemburu menjadi kekuatan untuk lebih baik dari hari ke hari.

mungkin kita memang bisa mendapatkan semua materi dari buku, semua tausiyah dari bacaan-bacaan kita yang bermanfaat, tapi melingkar membuat kita semakin dekat, melingkar menunjukkan kebesaran Allah akan ciptaan-ciptaanya yang sungguh selalu berusaha menjadi lebih baik lagi. sekalipun tidak ada jaminan seseorang yang rajin dan lama melingkar mempunyai akhlak yang lebih baik, tapi percayalah kebaikan yang konsisten akan menjadikan seseorang malu untuk melakukan keburukan. sekalipun yang berpuluh tahun melingkar memang tak menjamin keimanannya lebih baik dari yang tidak melingkar, tapi percayalah jika kita benar serius, kita benar berniat mendapatkan ilmu Allah, maka percayalah Allah sendiri yang akan membantu kita memperbaiki akhlak diri dan membentengi diri dengan rasa malu.

melingkar tidak harus dengan berkelompok datang ke tempat yang dijanjikan, tapi melingkar "besar" di masjid juga bisa, yang penting ilmu yang didapat semakin menguatkan cinta kita kepada Allah, insyaAllah.

semoga Allah meridhai semua kebaikan umi-umi saya yang tak lelah berbaik hati menerima kahadiran kami, dan semoga ikatan persaudaraan ini tetap abadi. sungguh, pertemuan itu selalu menggetarkan jiwa, mendengarkan nasehat, bertanya tentang ilmu yang belum kita tahu. 

hamba tak pernah mengharapkan lebih, hanya biarkan kami, yaa Rabb menikmati semua kebaikan-Mu melalui orang-orang yang pengabdiannya hanya meminta surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai susu. dan semoga ahad-ahad kami yang seterusnya dapat selalu berjalan dan selalu Kau ridhai setiap langkahnya. mudahkanlah yaa Allah, mudahkanlah. amiin.

Tidak ada komentar: