Senin, 17 September 2012

cinta sejati adalah melepaskan

"jika anda mencintai seseorang, biarkan dia pergi. jika dia kembali, ia selamanya milik anda."

pertama baca quote ini saya merasa, "wah bener banget nih." ga tau kenapa muncul saja perasaaan itu, perasaan bahwa kata-kata tersebut memang benar. jika kamu benar-benar mencintai seseorang maka biarkanlah jika dia ingin pergi, entah karena mengejar cita-citanya, ataukah memang hanya karena dia memang harus pergi. jika kelak ia kembali, maka ia selamanya milik anda.

benarlah kemudian saya mendapatkan quote cinta kembali dari bang tere -sepertinya saaya tidak perlu lagi menjelaskan siapa bang tere yang dimaksud, karena bahkan hampir separuh postingan saya adalah hasil share kalimat-kalimat indah dari beliau- dan lagi-lagi tentang cinta, tak pernah bosannya, xoxo.

"hakikat cinta adalah melepaskan. semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. percayalah, jika memang itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padamu. banyak sekali pecinta di dunia ini yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. malah sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia menggenggamnya erat-erat."


ada kesamaan diantara kedua quote diatas?

ya, cinta sejati itu melepaskan. biarkan dia pergi kemanapun yang dia mau, jika dia memang jodoh anda maka kelak Tuhan sendirilah yang akan menunjukkan jalan untuk mempertemukan kalian. seberapapun menyakitkannya hati merasakan saat ini, seberapapun pedihnya, seberapapun rindu ingin bertemu, ingin mengungkapkan isi hati, tetap saja jika dia ingin pergi, seseorang yang anda cintai itu ingin pergi maka biarkan dia pergi. jika kelak ia kembali, maka selama ia menjadi milik anda. lantas, bagaimana kalau ia tidak kembali? ya gampanglah, itu artinya sejak awal ia memang bukan milik anda. gitu aja kok repot.

maka inilah pentingnya menjaga kehormatan perasaan. coba saja bayangkan kalau sejak awal rasa suka itu muncul lantas kita dengan "senang hati" mengungkapkannya. memang sih, kadang rasa suka yang dipendam lama-lama itu bisa menyakiti, tapi bukan berarti menyatakan perasaan adalah pilihan yang tepat.

coba berkaca pada kisah Ali ra. ia menyukai Fatimah binti Muhammad sejak lama tapi ia bahkan tidak sepatah kata pun keluar untuk menyatakannya. apakah Ali ra. bukan lelaki jantan? ia berperang bersama Rasulullah SAW. jadi bagaimana mungkin Ali ra. bukan lekaki jantan jika hanya karena ia tidak mengungkapkan perasaannya pada Fatimah?

percayalah, takdir Tuhan tidak akan pernah tertukar. bisa saja sekarang berbual bilang cinta, lantas mengharap si dia membalas perasaan kita tapi apalah daya keputusan tetap ada di tangan yang Maha Kuasa, kan? lalu kalau kita sudah habis-habisan tapi ternyata dia bukan jodoh kita apakah tidak merasa malu. setiap saat berbual cinta tapi nyatanya kelak tak direstui oleh-Nya.

menjaga kehormatan perasaan bagi sebagain orang mungkin sama seperti menjaga kehormatan dirinya. sehingga ia tak sembarang mengungkapkan besarnya rasa yang ada dalam hatinya, bahkan meskipun perasaan itu sudah menggunung tinggi, seperti mau meledak jika tidak segera diungkapkan. lalu jika telah diungkapkan, so? memangnya mau apa kalau perasaan itu sudah terungkapkan kepada orang yang kita suka? mau dekat-dekat terus dengan dia? mau setiap detik tahu kabarnya? mau ingetin dia makan, sholat, bangun tidur, mandi? memangnya kamu alarm/reminder?

percayalah, cinta sejati itu melepaskan. jika ia memang benar Allah takdirkan untuk anda, maka Allah sendiri yang akan menunjukkan jalannya. tak perlu di buru-buru, bisa-bisa ketergesaan kita yang akan merusak jalan cerita indah dari Tuhan. sekarang lebih baik memperbaiki diri, dekatkan diri pada Allah, takdir Tuhan tak akan pernah tertukar. kunci pintu hati rapat-rapat, tak usah takut tak bisa dibuka, kelak jika cinta sejatimu tiba, dia memiliki kunci yang pas sekali mampu membuka pintu hatimu.

Tidak ada komentar: