Minggu, 30 September 2012

melingkar

sudah hampir tujuh tahun, sejak pertama kali memulainya di kampus. melingkar.

bagi sebagian orang, pasti tahu apa yang saya maksud dengan melingkar. ya, kegiatan mengaji Islam yang dilakukan berkelompok, dengan satu orang sebagai pemateri dan beberapa peserta. kalau pertama kali di kampus nyebutnya BBQ atau Bimbing Baca Qur'an.

sampai sekarang, alhamdulillah masih ada yang berkenan memberikan asupan taujih disetiap melingkar, kami memanggilnya, umi :))

umi saya banyak, hmmm udah berapa yak? hehehe.

melingkar selalu menyenangkan, kalu bolos seminggu aja udah ga enak, rasanya ada yang hilang :(

melingkar itu tujuannya yaa untuk mengkaji Islam, saling menasehati dalam kebaikan, dan mengingatkan kalau ada kesalahan, belajar Al Qur'an dan silaturrahim. ada yang bilang, melingkar itu tujuannya untuk peningkatan "kedudukan" -saya tidak akan menjelaskan kedudukan apa yang dimaksud- tapi buat saya melingkar itu artinya titik balik.

bekerja setiap hari dari Senin-Sabtu, tidak memastikan keimanan akan selalu stabil sekalipun bekerja di tempat yang islami dan terjaga. bahkan disaat sedang berpuasa sekalipun, tidak bisa menjamin kalau keimanan kita tetap dalam kondisi baik. maka, melingkar adalah titik balik dari segala "kejenuhan" duniawi yang berlangsung berhari-hari. maka, melingkar memberikan energi positif, menjaga diri dan tingkah laku sekalipun esok hari sudah harus kembali berkegiatan. melingkar memberikan kekuatan tersendiri, percayalah.

sebab siapa yang bisa menjamin kita selalu menjaga hati, tingkah laku, dan segala perasaan kala kita sibuk dengan pekerjaan dunia. maka melingkar adalah pengingat bahwa masih ada yang lebih baik dari kita, bahwa saudari kita masih ada yang keimananya lebih indah dari kita, maka melingkar adalah pengingat, pemacu yang mengolah cemburu menjadi kekuatan untuk lebih baik dari hari ke hari.

mungkin kita memang bisa mendapatkan semua materi dari buku, semua tausiyah dari bacaan-bacaan kita yang bermanfaat, tapi melingkar membuat kita semakin dekat, melingkar menunjukkan kebesaran Allah akan ciptaan-ciptaanya yang sungguh selalu berusaha menjadi lebih baik lagi. sekalipun tidak ada jaminan seseorang yang rajin dan lama melingkar mempunyai akhlak yang lebih baik, tapi percayalah kebaikan yang konsisten akan menjadikan seseorang malu untuk melakukan keburukan. sekalipun yang berpuluh tahun melingkar memang tak menjamin keimanannya lebih baik dari yang tidak melingkar, tapi percayalah jika kita benar serius, kita benar berniat mendapatkan ilmu Allah, maka percayalah Allah sendiri yang akan membantu kita memperbaiki akhlak diri dan membentengi diri dengan rasa malu.

melingkar tidak harus dengan berkelompok datang ke tempat yang dijanjikan, tapi melingkar "besar" di masjid juga bisa, yang penting ilmu yang didapat semakin menguatkan cinta kita kepada Allah, insyaAllah.

semoga Allah meridhai semua kebaikan umi-umi saya yang tak lelah berbaik hati menerima kahadiran kami, dan semoga ikatan persaudaraan ini tetap abadi. sungguh, pertemuan itu selalu menggetarkan jiwa, mendengarkan nasehat, bertanya tentang ilmu yang belum kita tahu. 

hamba tak pernah mengharapkan lebih, hanya biarkan kami, yaa Rabb menikmati semua kebaikan-Mu melalui orang-orang yang pengabdiannya hanya meminta surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai susu. dan semoga ahad-ahad kami yang seterusnya dapat selalu berjalan dan selalu Kau ridhai setiap langkahnya. mudahkanlah yaa Allah, mudahkanlah. amiin.

Sabtu, 29 September 2012

kodrat wanita

kemarin, ehh dua hari yang lalu, saat saya sedang makan siang dengan beberapa teman kantor. waktu itu berempat, akhwat semua, tiba-tiba pembicaraan menjadi ke permasalahan kodrat wanita. salah satu dari kami kemudian bercerita mengenai pekerjaannya dahulu sebelum menikah. beliau berkata, "yaa, itu gak sesuai dengan kodrat kita, sebagai wanita.", lalu say iseng banget nanya, "emang kodrat yang mana, mbak?" beliau jawab, "ya itu, kerjanya sampai malam kadang larut malam, trus kita kan perempuan yak dan beberapa sudah menikah, lalu hamil jadi pekerjaan yang menumpuk sampai malam itu membuat kita ga optimal sebagai istri dan ibu, kadang juga kalau pulang malam diantar driver berdua yaa kan membuat kita ga bisa menjaga 'akhlak" kita." -ini redaksionalnya diubah-ubah dikit yak-

terusssss? terus saya nya kepikiran masa.  kira-kira kalau saya pulang kerjanya malem, apakah saya menyalahi kodrat saya sebagai wanita??!!!!!!

huhuhuhuhuhu. gimana dong ini masa saya melanggar aturan Tuhan saya?

nah sekalian kita bahas sebentar mengenai kodrat wanita. jaman sekarang yang katanya sik emansisapi eh salah emansipasi buat perempuan kadang kaum wanita ga sadar kalau justru mereka membela kebebasan yang terlalu. apa coba demo-demo menolak UU anti pornografi, emang mau jadi objek kesenangan kaum adam dan liberal yang ga punya iman?! terus abis itu demo-demo minta disetarakan dengan laki-laki. yang bener aja -______-

punya agama ga sik? kalau Islam, coba buka Al Qur'an deh jangan dibacanya pas Ramadhan doang, dipelajarin jangan cuma jadi hiasan lemari. jelas Allah sudah mentakdirkan laki-laki itu satu tingkat diatas kita. pahami sabda Rasulullah mengenai wanita yang banyak di neraka, ntar pasti paham. jangan mau di-bego-in sama kaum liberal yang berkedok Islam tapi soal jilbab aja masih setengah-setengah.

balik lagi soal kodrat seorang wanita. hiks, ini bikin galau deh, serius. semoga kelak, saat Allah sudah mengizinkan saya menyempurnakan separuh agama saya, saya bisa mengabdi kepada suami dan sesuai dengan kodrat sebagai seorang wanita. dan semoga sekarang, dimana saya masih sendiri menunggu dia -tsaahh siapakah dia?- datang, saya bisa menjaga hati dan kehormaatan diri sebagai seorang muslimah, serta menjaga kodrat saya sebagai seorang wanita Islam.


Jumat, 28 September 2012

cantik, ijinkan aku menunduk


demi Allah,
apa harus ku kecam hawa nafsuku,
atas cinta.
ataukah mataku yang menggoda, ataukah hati ini
jika ku kecam hati ia berkata : gara-gara mata yang memandang!
dan jika kuhardik mata, ia berdalih : ini kesalahan hati!
mata dan hati telah dialiri darah,
maka wahai Rabbi, jadilah penolongku atas mata dan hati ini.

(kata-kata seorang penyair yang dikutip Syaikh 'Abdul 'Aziz Al Ghazuli dalam buku Ghadul Bashar)

di tengah kejujuran itu, biarlah kita merindu sosok-sosok yang pandangannya selalu tunduk, menyerusuk ke dalam bumi. walau ia menyimpan kekaguman pada kecantikan maha karya Allah, tetapi kemampuan membedakan mana yang halal mana yang haram baginya telah mengajarkan kalimat, "cantik, ijinkan aku menunduk."

mari kita dengarkan Ummu Salamah berkisah tentang santunnya 'Utsman bin Thalhah dalam perjalanan mereka ke Madinah. sungguh hanya Allah yang mengawasi mereka sepanjang 400 kilometer itu. padahal Ummu Salamah adalah salah satu wanita tercantik di Makkah, dan 'Utsman pun tergolong tampan.

dan inilah yang dituturkan oleh Ummu Salamah :

..... "Utsman bin Thalhah bertanya padaku, "hendak pergi kemana wahai putri Abu 'Umayyah?"

"aku hendak menemui suamiku di Madinah."

"tidak adakah seseorang yang menyertaimu?'

"tak seorangpun kecuali Allah dan anakku ini."

"demi Allah tidak selayaknya engkau dibiarkan seperti ini", katanya. lalu dia menuntun tali kendali unta dan membawaku berjalan dengan cepat. demi Allah, aku tidak pernah bepergian dengan  seorang laki-laki dari kalangan Arab yang lebih santun dari dirinya.

jika tiba disuatu tempat persinggahan, dia menderumkan unta, kemudian dia menjauh dan membelakangiku untuk turun. apabila aku sudah turun, dia menuntun untaku dan mengikatnya di sebuah pohon. kemudian ia menyingkir dan mencari pohon lain, berteduh di bawahnya sambil tidur terlentang. jika sudah dekat waktunya untuk melanjutkan perjalanan, dia mendekat ke arah untaku dan menuntunnya. sambil agak menjauh lagi dan membelakangiku dia berkata, "naiklah!."

jika aku sudah naik dan duduk dan mapan di dalam sekedup, dia mendekat lagi dan mengungkung tali kekang unta. begitulah yang senantiasa ia lakukan hingga ia mengantarku sampai ke Madinah. setelah melihat perkampungan bani 'Amr bin 'Auf di Quba', dia berkata : "suamimu ada di kampung itu. maka masuklah ke sana dengan barakah Allah."

**kisah tersebut ada di dalam salah satu buku best seller milik Ust. Salim A. Fillah yang berjudul Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan.




kisah yang begitu indah. coba bandingkan dengan kita saat ini. jangankan ingin berkelakuan sama seperti 'Utsman bin Thalhah yang begitu santun kepada -bahkan- salah satu wanita tercantik di Makkah. saat ini malah kita sulit sekali penjaga pandangan apalagi pegang tangan, boncengan, dan bla bla bla lainnya -yang saya malas sekali kalau harus menjelaskan-

jangan pernah remehkan pandangan mata, sebab dari pandangan mata segala hal bisa terjadi. itulah sebabnya Allah SWT mewanti-wanti kita -lelaki beriman dan perempuan beriman- untuk menahan pandangan.

tapi jangan pula menyalahkan lelaki yang tidak bisa menahan pandangan matanya, sebagai seorang wanita kita juga mempunyai andil untuk betanggung jawab atas kehormatan diri kita. kehormatan seorang muslimah bukan sekedar menjaga -maaf- keperawanan, tapi kehormatan seorang muslimah juga adalah bagaimana cara ia menjaga dirinya dari perbuatan dosa. ga usah dulu bicara tentang dosa-dosa besar lah, bicara saja soal menahan diri dari melihat lawan jenis yang bukan mahramnya, berpegangan tangan, meneriwa tawaran boncengan -walau dengan alasan ga sentuhan, dibatasi tas, dll-

kehormatan seorang muslimah ada pada seberapa pandai ia menjaga harga dirinya, menjaga dari lelaki yang usil jahil sekaliapun ia beriman. 

di antara organ-organ badan yang paling sedikit bersyukur adalah mata. karena itu janganlah kalian memenuhi tuntutannya karena ia akan melalaikanmu dari mengingat Allah.

pandangan pertama untukmu. pandangan kedua berdosa dan untukmu. sedangkan pandangan yang ketiga merupakan kehancuran.


sumber : Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan karya Salim A. Fillah 

Rabu, 26 September 2012

the words of hikmah (bagian ketiga)

ibadah

pada saat seorang hamba berdiri melakukan shalat, rahmat Allah turun atasnya dari langit hingga bumi dan para malaikat mengelilinginya. seorang malaikat berkata, "jika si pelaaku shalat ini mengetahui kebaikan, rahmat, pahala, dan berkah yang ada dalam shalat, dia akan senaantiasa melaksanakan shalat."

hak shalatmu atas dirimu adalah engkau harus menyadari bahwa tatkala engkau sedang menjalaninya, engkau berada di ambang pintu keagungan-Nya.

bersujud merupakan hubungan terdekat manusia dengan Allah.

barangsiapa yang hendak mengetahui bahwa shaalatnya diterima atau tidak, maka hendaknya ia melihat apakah shalatnya itu telah mencegahnya dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar. shalatnya diterima dengan sejauh mana ia menjauhkan diri dari maksiat.

tidak ada seorang hamba yang memohon yang terbaik dari Allah kecuali Allah akan memberikan yang terbaik baginya meskipun ia tidak menyukainya.

orang yang berdo'a dengan tulus pasti akan mendapatkan satu dari ketiga ini : dosa yang diampuni, kebaikan yang disegerakan, atau keburukan yang ditangguhkan.

barangsiapa yang sudah sejak lama berdo'a maka do'anya akan dikabulkan bila pada suatu saat dia terkena bencana; dan para malaikat akan mengatakan bahwa suaranya dikenal dan dia tidak dihalangi dari langit. dan barang siapa yang tidak berdo'a sejak lama, maka do'anya tidak akan dikabulkan pada saat bencana turun kepadanya; dan para malaikat pun akan mengatakan, "itu suara yang tidak kami kenal."

tertulis dalam Taurat yang tidak beruabah bahwa Musa as. bertanya kepada Tuhannya, "wahai Tuhan, katakanlah apakah Engkau dekat denganku sehingga aku harus berdo'a kepada Engkau dengan bisikan atau Engkau jauh sehingga aku harus bersuara keras menyeru-Mu?" kemudian Allah SWT mewahyukan kepadanya, "wahai Musa! Aku bersama yang mengingat-Ku". Musa as. berkata, "siapa mereka yang akan Engkau lindungi pada hari ketika tidak ada perlindungan kecuali perlindungan-Mu?", Dia mejawab, "mereka yang mengingat-Ku dan Aku mengingat mereka, mereka yang saling mencintai demi Aku, dan Aku mencintai mereka, mereka adalah orang-orang yang Ku ingat saat Aku hendak menimpakan musibah atas penduduk bumi sehingga musibah terhindarkan dari penduduk bumi karena mereka.".




hari kemudian

perbanyaklah mengingat mati. karena tidaklah seseorang memprbanyak menginat mati kecuali pasti dia hidup zuhud di dunia.

seluruh malapetaka yang kadarnya masih di bawah kadar siksa neraka adalah kesenangan.

barangsiapa menundukkan pandangan, tenanglah hatinya.

di antara organ-organ badan yang paling sedikit bersyukur adalah mata. karenaa itu janganlah kalian memenuhi tuntutannya karena ia akan melaalaikanmu dari mengingat Allah.

pandangan pertama untukmu. pandangan kedua berdosa dan untukmu. sedangkan pandangan yang ketiga merupakan kehancuran.

jika engkau ingin mengetahui apakah engkau baik atau tidak, maka engkau harus menguji hatimu. jika hatimu condong kepada orang-orang yang taat kepada Allah dan membenci orang-orang yang tidak taat kepada-Nya, maka engkau adlah orang baik dan Allah mencintaimu. namu jika hatimu membenci orang-orang yang taat kepada Allah dan condong kepada orang-orang yang tidak taat kepada-Nya maka engkau hampa dari kebaaikan dan Allah membencimu.

barangsiapa memelihara tiga perkara pasti ia bahagia: jika muncul padamu nikmat, maka pujilah Allah. jika terlambat datangnya rezeki, maka mohonlah ampun. dan jika kamu ditimpa banyak musibah maka perbanyak mengucapkan , tiada daya dan upaya melainkan dengan Allah.




penulis : Andi Anas

i swear

it was strange to see you smile as you looked at me
i lifted my head when you called out my name with your lips
i barely managed to see you and you were dazzling

** a long time has passed so i’m used to being in front of you
but it’s still so precious to me
didn’t you hate me for being shy and not saying thank you?
 


at some point, i got used to your love
as if i’ve always been this way
i thought this was just natural
like a fool i just have a sorry heart

**


even if darkness comes (Love U) Baby I Love U, Thank U (Thank U)
i will hug you (Love U) Baby I Love U, Thank U (Thank U)
even if darkness comes (Love U) Baby I Love U, Thank U (Thank U)
i will hug you (Love U) baby I Love U, Thank U (Thank U)

i’m falling for your love
i’m falling woo, i’ll protect you

though a long time has passed, i couldn’t say the words “I Love You”
because i felt awkward but
let’s cherish our memories of crying and laughing that cannot be erased

 

(I Love U)
even if darkness comes (Love U) Baby I Love U, Thank U (Thank U)
i will hug you (Love U) Baby I Love U, Thank U (Thank U)
even if darkness comes (Love U) baby I Love U, Thank U (Thank U)


baby, i swear, forever.

**popular by : TVXQ

Selasa, 25 September 2012

keseharian Rasulullah SAW

Kepribadian yang baik akan tercermin dari kesehariannya. Ada banyak ajaran mulia Rasulullah yang bisa membawa kita pada kehidupan yang lebih baik
.

1. Berdoa

     Doa adalah hal yang tidak pernah ditinggalkan dalam kehidupan Rasulullah. Meskipun Rasulullah saw. sudah dijamin akan masuk surga oleh Allah swt., namun itu tidak membuatnya malas berdoa. Doa Rasulullah adalah doa yang pasti akan dikabulkan oleh Allah swt., karena itu banyak orang yang meminta didoakan oleh beliau. 
     Setiap kali berdoa, Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan setelah selesai kedua telapak tangannya diusapkan kewajahnya. Ia selalu berdoa dengan suara yang pelan. Rasulullah juga tidak pernah mendoakan sesuatu yang buruk untuk orang lain. Sekalipun disakiti Rasulullah saw. tidak hanya memaafkan orang tersebut, tetapi juga meminta ampunan kepada Allah swt. serta mendoakan yang baik untuk orang tersebut.
     Inilah bukti kepasrahan seorang manusia yang bergantung sepenuhnya kepada Sang Pencipta. Keteladanan yang penunjukan bahwa sekuat dan semampu apa pun manusia, tidak akan ada yang berhasil tanpa campur tangan dan ridha Allah. Salah satu cara untuk mencari ridha Allah adalah dengan berdoa.
 
2. Cincin

     Cincin yang dikenakan Rasulullah punya fungsi ganda. Selain sebagai pemanis dijari karena ia menyukai keindahan, juga digunakan sebagai stempel setiap kali berkirim surat untuk menunjukan identitas diri.
     Sebelum diharamkan oleh syariat, banyak para sahabat yang mengenakan cincin dari emas. Namun, setelah ada larangan bagi laki-laki untuk mengenakan cincin dari emas dan dicontohkan Rasulullah saw., mereka meninggalkan perhiasan emas.
     Sebenarnya yang kita jadikan pelajaran bukan pemakayan cincinnya, tetapi penggunaan stempel atau identitasnya untuk setiap surat yang dikirim.

3.Yang Disukai
  1. Anggur dan semangka.
  2. Buah-buahan yang manis
  3. Memulai perang di hari kamis
  4. Kaum Muhajirin dan kaum Anshar bersanding di dalam shalat untuk menjaga persatuan.
  5. Bunga dari segala pohon yang berbau harum.
  6. Melakukan siwak (gosok gigi) setiap kali akan beribadah.
  7. Makan daging pada bagian bahu.
  8. Minum manisan yang dingin.
  9. Mentimun.
  10. Berbuka puasa dengan 3 kurma atau makanan yang tidak terkena api.
  11. Madu.
  12. Lauk pauk y ang disukai adalah cuka.
  13. Kurma yang disukai adalah kurma yang terbungkus.
  14. Pakaian yang disukai adalah jubah dan gamis.
  15. Warna hijau.
  16. Amal ibadah yang disukai adalah yang terus-menerus, meskipun jumlahnya sedikit. 
4. Mandi

     Dari Ibnu Abbas, Maimunah (istri Rasulullah saw.) penah berkata, "Aku menyiapkan air untuk mandi Rasulullah saw. Maka, beliau memulai dengan membasuh kedua tangannya dua kali atau tiga kali. Kemudian, menuangkan air untuk bagian tubuh yang kanan dengan mengakhiri yang kiri. Lalu, membasuh tangannya dan kepalanya tiga kali, lalu menuangkan air keseluruh tubuhnya. Kemudian menyingkir dari tempat mandi dengan membasuh kedua kakinya." (H.R. Bukhari)

5. Berpakaian

     Berpakaian yang dicontohkan Rasulullah saw. bukan hanya yang menutupi aurat. Tetapi, juga menampilkan keselarasan dan keindahan pakaiannya. Terlebih Rasulullah saw. selalu memperhatikan kebersihan dan kerapian dalam berpakaian. Walau tidak mewah, tapi juga tidak compang-camping. Sederhana seperti anjuran Al-Qur'an. Rasulullah saw. juga tak segan-segan menegur sahabat yang berpakain tidak rapi dan bertentangan dengan syariah.

6. Berjalan

     Dalam berbagai hadis diriwayatkan bahwa ketika berjalan Rasulullah saw., tidak banyak menoleh. Jalannya cepat, selalu menunduk seolah jalanan menurun. Ia lebih senang memilih jalan sepi bila berjalan sendirian. Saat berjalan bersama sahabat, ia memilih berjalan di belakang para sahabatnya.
     Cara berjalan tersebut menunjukan kerendahan hati Rasulullah saw. dan tidak ingin disanjung. Hal ini patut kita teladani. Rasulullah saw. adalah pemimpin yang memiliki kedudukan yang tinggi, namun tidak berharap dihormati seperti kebanyakan pejabat tinggi sekarang ini.

7. Makan

     Umar bin Abi Salamah (anak tiri Rasulullah saw.) berkata, "Sewaktu aku masih kecil berada di kamar Rasulullah saw. dan tanganku gegabah meraih makanan yang ada dipiring. Maka Rasulullah saw. berkata padaku,'Wahai Ghulam, sebutlah nama Allah (sebelum makan), makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu.' Maka sejak itu, aku tidak meraih makanan yang jauh dari tempatku, jika makan bersama orang lain." (H.R. Bukhari)
     Dalam berbagai riwaya, dikisahkan Rasulullah saw tidak pernah mencela makanan, bila tidak suka makan akan ditinggalkannya. Beliau juga tidak pernah makan sambil tiduran, dan selalu makan dalam jumlah secukupnya.

8. Minum

     Kebiasaan minum Rasulullah saw. adalah sebagai berikut :
  1. Boleh minum saat berdiri.
  2. Tidak bernafas dalam tempat minum (gelas).
  3. Larangan minum langsung dari tempat air.
  4. Minum seteguk demi seteguk.
  5. Tidak menggunakan tempat minum dari emas dan perak.
  6. Bila berdampingan dengan orang lain, beliau selalu menawarkan minum ke orang disebelah kanannya terlebih dahulu.
  7. Memulai buka puasa dengan minum.
  8. Membaca doa: "Segala puji bagi Allah Dzat Yang Memberi minum kami dengan air tawar dan tidak menjadikan air tersebut menjadi asin disebabkan dosa-dosa kami." 
9. Tidur

     Rasulullah saw. tidur layaknya manusia biasa, namun ada beberapa kebiasaan Rasulullah saw. dalam urusan tidur yang patut untuk dicontoh, diantaranya :
  1.  Menggosok gigi saat akan tidur atau bangun tidur.
  2. Bersuci dengan wudu.
  3. Pergi ke tempat tidur dengan berdoa, "Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan mati."
  4. Mengibaskan tempat tidurnya terlebih dahulu.
  5. Saat akn tidur, meletakan tangan kanannya di bawah pipinya lalu berdoa, "Ya Allah, hindarkan kami dari siksa-Mu pada hari Engkau bangkitkan semua hamba-Mu,"
  6. Tidur dengan kedua matanya, namun hatinya tetap terjaga dengan mengingat Allah swt.
  7. Tidur di awal malam dan di akhir malam.
  8. Membaca surat pendek, seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An Naas,dan membaca takbir, tasbih, dan tahmid masing-masing 33 kali.
10. Duduk

     Setiap kali selesai shalat subuh, Rasulullah saw. akan duduk bersila dalam majelisnya sampai matahari terbit. Saat di serambi Kakbah, beliau duduk sambil mendekap lutut dengan kedua tangannya. Bila ia duduk di suatu majelis dan hendak berdiri maka ia membaca istigfar 10-15 kali. Ketika sampai di rumahnya dari bepergian, ia tidak akan duduk sebelum shalat dua rakaat. 
     Rasulullah bersabda, "Duduk dengan orang fakir itu bagian dari ketawadukan (kerendahan hati) dan juga termasuk jihad yang paling utama." Beliau juga terbiasa duduk dan makan tanpa alas. Semua itu adalah cermin pribadi mulia yang hidup dalam kesederhanaan.

11. Khotbah

     Dalam berkhotbah Rasulullah saw. selalu menggunakan bahasa sewajarnya, khotbahnya pun tidak terlalu panjang agar manfaat dan nasihat yang disampaikan tidak hilang.Rasulullah saw. bersikap fleksibel, lembut, dan tidak kaku atau keras.

12. Luwes

     Rasulullah saw. bersukap luwes, beliau selalu mengatasi masalah yang menurut para sahabat sulit dengan mudah. Beliau juga tidak melarang gurauan atau candaan asal sesuai porsi dan tidak bertentangan dengan syariah.
**sumber : blog orang

Sabtu, 22 September 2012

status (bagian kesebelas)

lepas magrib hingga jam 9 kurang, sy menyusuri jl soekarno hatta, borobudur, basuki rahmat, balik lg soekarno hatta. tempat2 makan ramai.
duhai, malang sekali perjalanan menikmati kota malang malam ini. meja2 makan dipenuhi oleh pasangan2. dan separuh lbh ceweknya berkerudung. inilah trend kota2 di indonesia, juga di kampung2, pintu gerbang pergaulan bebas didirikan di mana2. ramai pengikutnya.
jika tdk ada yg peduli, hanya soal waktu saat pasangan tinggal serumah tanpa ikatan menjadi lumrah. belajarlah dari evolusi kota2 di luar negeri. itulah gunanya kenapa kita disuruh melihat dunia luas. buka mata kita. ikut peduli.


"semoga pacar aku serius."
pacaran? sejak kapan pacaran masuk kategori hubungan serius?
kalau mau serius menikah kalee.
*dipahami. direnungkan.


sy beritahu sebuah rahasia, cinta laki2 itu sifatnya kecil tapi sering terjadi, sebaliknya cinta perempuan sifatnya besar tapi jarang terjadi.
jd kalau kalian perempuan, jgn mau digombali cowok kecuali dia mengajak menikah. karena dia boleh jd jg gombal ke bnyk cewek lain.
nah, buat cowok, berhentilah menggombali anak gadis orang lain atau kalian akan membuktikan rahasia kecil ini benar adanya.


Kejujuran itu dimulai dari hal kecil.

Kalau kita ngantuk pas shalat jum'at, jangan salahkan khatibnya yg tdk bisa ceramah. Boleh jd karena kita yg menganggap shalat jum'at itu sekadar rutinitas mingguan saja.
Nah, biar tdk membosankan, sekali-kali dengarkan baik2 khatibnya, tuliskan kembali, lantas posting nasehat khatib barusan.
 

Pertanyaan: "Kenapa bang tere suka menggunakan kata 'astaga' dibanding istigfar, menulis nya, mu dgn huruf kecil saat merujuk Allah, memilih menulis Allah (bukan Alloh), menggunakan kata kerudung dibanding jilbab, menulis maaf dibanding afwan, atau cowok cewek dibanding ikhwan-akhwat."
Jawaban:
1. Sy tahu ribut2 soal 'astaga' atau 'istigfar', menurut hemat saya, kata 'astaga' yg saya tulis adalah

bentukan bahasa indonesia yg tdk merujuk kalimat istigfar. Hanya seruan biasa, seperti amboi, oh, ya ampun, dsbgnya. Tidak ada larangan dalam agama kita menggunakan bahasa lokal, kebiasaan setempat, termasuk seperti kerudung (bagi sy definisinya setara dgn jilbab), maaf (bagi sy juga setara dgn kata afwan), cowok-cewek (lagi2 bagi sy juga setara dgn definisi ikhwan-akhwat). Jika kalian memiliki definisi yg berbeda dgn saya, dan merasa terganggu dgn pemahaman itu, maka urusannya teknis, bukan hakikat makna. Dunia kepenulisan sy tdk disibukkan dgn typo, definisi per kata, per kalimat. Sy lebih konsen dengan cerita, pesan cerita--toh, itu fiksi.
2. Sy tdk pernah memposisikan diri sebagai ustadz, ulama, dan sbgnya dalam setiap tulisan. Novel2 sy dibanjiri dgn karakter antar bangsa, antar suku, dan antar agama. Beberapa novel bahkan tdk memiliki setting agama, dibiarkan universal. Lagi2, jika kalian merasa itu mengganggu, maka sy tdk bisa membantu memberikan penjelasan. Bahkan kenapa Kak Laisa di novel Bidadari2 Surga tdk berkerudung, lagi2 itu teknis setting setempat, tahun 70-an settingnya tdk ada perempuan yg berkerudung di tempat tsb. Bisa saja demi ego sy 'kerudung'-kan, tp poin cerita bukan disitu--dan bukan berarti sy menolak kerudung, page ini dipenuhi postingan ttg kewajiban berkerudung, dan di dunia nyata, konsen sy jauh lebih besar.
3. Sy tdk bisa memuaskan semua ekspektasi pembaca, terlebih kalau kalian berharap sy akan menulis novel2 dgn karakter full berkerudung, baju koko, berjanggut, dsbgnya. Sy akan selalu menggunakan budaya lokal, kebiasaan setempat, dan menyesuaikan dengan sebagian besar sasaran pembaca novel2 itu agar pesannya efektif. Sy tahu diri sekali status sy sbg penulis fiksi, dalam kasus ekstrem, sy bahkan menerima peringatan/pertanyaan/pernyataan kalau novel2 itu haram, sesat. Jadi kalau kalian tidak puas dgn penjelasan ini, maka sy tdk bisa menjelaskannya lbh baik lagi. Dikembalikan sj ke masing2, mau baca silahkan, tdk pun tdk masalah.

Jangan cemburu apa yg dimiliki orang lain,apalagi orang itu adalah saudaramu sendiri.
--Ummi Salamah, novel 'Hafalan Shalat Delisa', btw, definisi saudara itu luas sekali.
 

Berharap sedikit, memberi banyak. Maka kau akan siap menerima segala bentuk keadilan Tuhan.
--Tere Liye, novel 'Rembulan Tenggelam Diwajahmu'
"Banyak orang mengeluh: andai saja saya sebebas itu, andai saja saya tidak hidup di masa ini, andai saja saya memiliki keluarga yang berbeda, andai saja saya memiliki kemampuan, kelebihan, andai saja dan andai saja...
Tetapi jelas sekali, bukan kita yang memutuskan hidup di jaman ini, dengan keluarga seperti ini, dan dengan semua 'keterbatasan' seperti ini.
Yang bisa kita putuskan adalah: akan melakukan apa dengan semua yang telah diberikan tersebut. Menjadi besar, atau menjadi kerdil"
--Gandalf

Ketahuilah, kita hidup dalam norma2, nilai2, batasan2 yg harus dihormati. Kecuali kalau kalian menolak norma2, nilai2, batasan2 tersebut, silahkan (dan berhenti sudah membaca postingan page ini, karena kita sudah tdk se-zona waktu lg).
Itu benar, memiliki perasaan itu kadang serba salah, makan tak enak, tidur tak enak. Itu benar, ada keinginan utk tahu apakah seseorang itu balik menyukai, keingi
nan utk bilang, cemas nanti dia digaet orang. Tapi kalau hanya ini argumen kalian agar bisa pacaran, dekat2 dengan lawan jenis, oh dear, orang2 sakau, ngobat, lebih tersiksa lagi saat dipisahkan dr hobinya tersebut. Mereka bisa mencakar2, bahkan melukai diri sendiri hingga begitu mengenaskan dan (maaf) is dead.
Saya rasa, seingin apapun kalian jumpa dia, paling cuma nangis, tidak akan mati. Itulah kenapa hidup kita ini punya peraturan, agar semua orang bisa punya pegangan, selamat dr merusak dirinya sendiri. Sy tdk akan menggunakan dalil2 agama dalam page ini--karena orang2 yg pacaran, kadang risih mendengarnya. Jadi kita sama2 kuat, sy pakai logika kalian saja.
Maka sifat jujur selalu lebih penting dibanding pintar.
Maka sifat kerja keras selalu lebih unggul dibanding jenius.
Teruslah percaya, meski tinggal satu orang yg mempercayainya di atas dunia ini.

“Kesibukan fisik dapat membantu banyak memutus kesibukan hati memikirkan banyak hal, pikiran yang hanya mengundang kesedihan.
Percayalah, sy nggak bohong. Itu manjur sekali nasehatnya.
Nah, jadi kalau sedang galau, justeru jangan segan menawarkan diri untuk ngepel lantai, jemur kasur, bersihin loteng, hingga menyikat kakus rumah, teman hingga tetangga.”
 

“Kata orang bijak, kita tidak pernah merasa lapar untuk dua hal. Satu, karena jatuh cinta. Dua, karena kesedihan yang mendalam.
Aku pernah merasakan dua-duanya sekaligus, Jadi bayangkanlah betapa tidak pentingnya urusan makan?"
--Tere Liye, novel "Sunset Bersama Rosie"
 

*pikirkan baik2
demi Allah.. tahukah kalian ketika Rasullah menyampaikan perintah berkerudung (sy akan menyebutnya berkerudung, pakai bahasa nasional sj) kepada sahabat2nya? tahukah kalian apa reaksi mereka? hari itu juga, detik itu juga, mereka menyuruh anak2 gadis, istri2 mereka utk melakukannya.. dan apa yg dilakukan oleh anak2 gadis mereka? istri2 mereka saat mendengar perintah itu? 

mereka adalah sekelompok orang yg mendengarkan seruan apa-adanya... tidak banyak bertanya.. tidak banyak membantah.. kecintaan mereka kepada Allah dan Rasul-nya lbh di atas segalanya.. maka mereka mencari kain apa saja utk berkerudung.. tdk ada kain, mereka merobek tirai2, mengambil alas2 tidur, apa saja.. lihatlah! mereka bergegas.. takut benar dalam hitungan detik dunia kiamat dan tak sempat lagi membuktikan ketaatan mereka..
dan tdk usah terlalu jauh menarik sejarah ke belakang, tahukah kalian, apa yg harus dibayar ibu2 kalian? tante2 kalian? kakak2 kalian? yg memutuskan berkerudung tahun 80-an, 90-an. Mereka dicurigai, mereka difitnah, mereka bahkan dihambat, didiskriminasi, dilecehkan, bahkan tdk sedikit yg harus berurusan dgn petugas intelijen. tanyakan kpd orang tua kalian, tetangga, kolega, boleh jd mereka saksi hidup.
sy memasukkan lagu, 'aisyah adinda kita, ada 10 aisyah, berbusana muslimah, dstnya' dalam novel hafalan shalat delisa adalah simbol betapa sy amat menghormati pencipta lagu dan penyanyi yg mempopulerkan lagu ini tahun2 itu, karena hebat sekali orang yg menyerukan berkerudung di jaman itu. salah2, bisa dicap ekstrem kanan paling menakutkan.
maka, sekarang, pikirkan baik2, lantas apa yg telah kita bayar atas melaksanakan perintah berkerudung itu? amat menyedihkan melihat kerudung dianggap hanya fashion, gaya hidup, pakaian saja. Lihatlah, di mall, di taman2, di tempat keramaian, tdk terhitung anak2 gadis berkerudung bergandengan tangan entah dgn siapa, mojok dgn siapalah--sy jd ilfil memberi contoh2 berikutnya. kerudung tdk hadir di hati, hanya melekat di badan. kerudung tdk tersimbolkan lewat akhlak yg baik, hanya penutup kepala saja.
Jaga anak2 gadis kita. teman2 kita. tetangga kita. ingatkan, saling menasehati. Pastikan mereka bukan salah-satu dari golongan ini. Dan dengan postingan mengingatkan 'menyebalkan' seperti ini, awas saja, kalau itu salah-satu dari anggota page ini--yg 75% anggotanya adalah cewek.

"Dek, Kakak sungguh cinta Adek karena Allah." -Kata si gombal, lagi mojok bedua di taman sama pacarnya.
"Beneran, Kak? Kakak cinta sama adek karena Allah." -jawab si mudah sekali dibodohin--bahkan, nggak tahu kalau motor cowoknya itu juga modal minjam. Senang betul, merasa sudah jadi orang terbahagia di dunia karena pacarnya cinta karena Allah.
Dan saya cuma bisa gigit jari tangan, duduk di pojok kamar, menatap ujung jempol kaki, merasa bersalah telah menulis kalimat 'Aku cinta Ummi karena Allah' di novel/film hafalan shalat delisa, karena ternyata ada yg menyalahgunakan kalimat seindah itu utk keperluan yg berdaya rusak tinggi.
Terlalu.
 

Saya berkali2 mengingatkan agar jangan menjadikan artis, penyanyi, boyband, politis, ustad, artis, pemain bola, apapun itu sebagai idola, sibuk menyanjung2 mereka, nanti kalian bisa kecewa.
Nah, itu termasuk pula jangan nulis komen di page ini, ngirim email, ngaku nge-fans sama tere liye. Itu jelas2 tidak ada gunanya, kalian bisa kecewa besar. Kalau tetap dilakukan, itu sama saja dengan kalian menghormati sesuatu, tapi tanpa merasa bersalah tega (maaf) mengencingi sendalnya.
Saya itu amat menghargai paham kebebasan.
Bahkan kalau ada yang nanya: bolehkah kita meludah/buang dahak sembarangan? Maka jawaban saya, demi kebebasan, ya, boleh. Silahkan. Itu hak semua orang.
Tetapi silahkan sembarangan meludah/buang dahak di kamar sendiri, kasur sendiri, meja sendiri, laptop sendiri, HP sendiri, atau baju sendiri. Jangan mengganggu orang lain.
*hanya buat yg mau memikirkannya

  **sumber : Darwis Tere Liye Facebook

Kamis, 20 September 2012

berpuasa

berpuasa adalah salah satu rukun islam dalam agama Islam. saya ga tau, kenapa saya suka sekali dengan rukun ini, bukan berarti saya ga suka dengan rukun-rukun islam yang lainnya -____- hanya berpuasa buat saya selalu saja special. tapi kalau ditanya apa alasan saya berpuasa, jujur saja saya juga bingung menjawabnya. kadang pernahkan kita merasakan suka dengan sesuatu tapi kita ga ngeh sebab utamanya bisa suka itu apa yaa?

selain dari keuntungan kesehatan yang kita dapat, -sila cek di sini
kita juga jelas akan mendapatkan kebaikan dan keberkahan dari Allah. jangan ragu wong Allah sendiri yang janji jadi yaa ga bakalan Allah berdusta. nah, saya mau share puasa-puasa sunnah yang diajarkan sama agama kita itu apa aja:

 1. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Baik dilakukan secara berturutan ataupun tidak. Keutamaan puasa romadhon yang diiringi puasa Syawal ialah seperti orang yang berpuasa selama setahun (HR. Muslim).

2. Puasa Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Yang dimaksud adalah puasa di sembilan hari yang pertama dari bulan ini, tidak termasuk hari yang ke-10. Karena hari ke-10 adalah hari raya kurban dan diharomkan untuk berpuasa.

3. Puasa Hari Arofah
Yaitu puasa pada hari ke-9 bulan Dzuhijjah. Keutamaan: akan dihapuskan dosa-dosa pada tahun lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang (HR. Muslim). Yang dimaksud dengan dosa-dosa di sini adalah khusus untuk dosa-dosa kecil, karena dosa besar hanya bisa dihapus dengan jalan bertaubat.

4. Puasa Muharrom
Yaitu puasa pada bulan Muharrom terutama pada hari Assyuro’. Keutamaannya adalah bahwa puasa di bulan ini adalah puasa yang paling utama setelah puasa bulan Romadhon (HR. Bukhori)

5. Puasa Asyura
Hari Asyura adalah hari ke-10 dari bulan Muharrom. Nabi sholallohu ‘alaihi wasssalam memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari Asyura ini dan mengiringinya dengan puasa 1 hari sebelum atau sesudahnhya. Hal ini bertujuan untuk menyelisihi umat Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada hari ke-10. Keutamaan: akan dihapus dosa-dosa (kecil) di tahun sebelumnya (HR. Muslim).

6. Puasa Sya’ban
Disunnahkan memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban. Keutamaannya,bulan ini adalah bulan di mana semua amal diangkat kepada Robb semesta alam (HR. An-Nasa’i & Abu Daud, hasan).

7. Puasa pada Bulan Haram (bulan yang dihormati)
Yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rojab. Dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah pada bulan-bulan tersebut termasuk ibadah puasa.

*Note*
Walaupun namanya bulan haram bukan berarti diharamkan untuk berpuasa.Untuk penjelasan lebih lengkapnya seputar berpuasa di bulan haram,sobat bisa mencarinya di search engine

8. Puasa Senin dan Kamis
Namun tidak ada kewajiban mengiringi puasa hari Senin dengan puasa hari Kamis atau sebaliknya. Keduanya merupakan hari di mana amal-amal hamba diangkat dan diperlihatkan kepada Alloh.

9. Puasa 3 Hari Setiap Bulan
Disunnahkan untuk melakukannya pada hari-hari putih (Ayyaamul Bidh) yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan. Sehingga tidaklah benar anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa puasa pada harai putih adalah puasa dengan hanya memakan nasi putih, telur putih, air putih, dsb.

10. Puasa Nabi Daud
Yaitu puasa sehari dan tidak puasa sehari. Kemudian puasa sehari dan tidak puasa sehari. Keutamaannya adalah karena puasa ini adalah puasa yang paling disukai oleh Alloh (HR. Bukhori-Muslim).



**sumber : web orang

Senin, 17 September 2012

cinta sejati adalah melepaskan

"jika anda mencintai seseorang, biarkan dia pergi. jika dia kembali, ia selamanya milik anda."

pertama baca quote ini saya merasa, "wah bener banget nih." ga tau kenapa muncul saja perasaaan itu, perasaan bahwa kata-kata tersebut memang benar. jika kamu benar-benar mencintai seseorang maka biarkanlah jika dia ingin pergi, entah karena mengejar cita-citanya, ataukah memang hanya karena dia memang harus pergi. jika kelak ia kembali, maka ia selamanya milik anda.

benarlah kemudian saya mendapatkan quote cinta kembali dari bang tere -sepertinya saaya tidak perlu lagi menjelaskan siapa bang tere yang dimaksud, karena bahkan hampir separuh postingan saya adalah hasil share kalimat-kalimat indah dari beliau- dan lagi-lagi tentang cinta, tak pernah bosannya, xoxo.

"hakikat cinta adalah melepaskan. semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. percayalah, jika memang itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padamu. banyak sekali pecinta di dunia ini yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. malah sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia menggenggamnya erat-erat."


ada kesamaan diantara kedua quote diatas?

ya, cinta sejati itu melepaskan. biarkan dia pergi kemanapun yang dia mau, jika dia memang jodoh anda maka kelak Tuhan sendirilah yang akan menunjukkan jalan untuk mempertemukan kalian. seberapapun menyakitkannya hati merasakan saat ini, seberapapun pedihnya, seberapapun rindu ingin bertemu, ingin mengungkapkan isi hati, tetap saja jika dia ingin pergi, seseorang yang anda cintai itu ingin pergi maka biarkan dia pergi. jika kelak ia kembali, maka selama ia menjadi milik anda. lantas, bagaimana kalau ia tidak kembali? ya gampanglah, itu artinya sejak awal ia memang bukan milik anda. gitu aja kok repot.

maka inilah pentingnya menjaga kehormatan perasaan. coba saja bayangkan kalau sejak awal rasa suka itu muncul lantas kita dengan "senang hati" mengungkapkannya. memang sih, kadang rasa suka yang dipendam lama-lama itu bisa menyakiti, tapi bukan berarti menyatakan perasaan adalah pilihan yang tepat.

coba berkaca pada kisah Ali ra. ia menyukai Fatimah binti Muhammad sejak lama tapi ia bahkan tidak sepatah kata pun keluar untuk menyatakannya. apakah Ali ra. bukan lelaki jantan? ia berperang bersama Rasulullah SAW. jadi bagaimana mungkin Ali ra. bukan lekaki jantan jika hanya karena ia tidak mengungkapkan perasaannya pada Fatimah?

percayalah, takdir Tuhan tidak akan pernah tertukar. bisa saja sekarang berbual bilang cinta, lantas mengharap si dia membalas perasaan kita tapi apalah daya keputusan tetap ada di tangan yang Maha Kuasa, kan? lalu kalau kita sudah habis-habisan tapi ternyata dia bukan jodoh kita apakah tidak merasa malu. setiap saat berbual cinta tapi nyatanya kelak tak direstui oleh-Nya.

menjaga kehormatan perasaan bagi sebagain orang mungkin sama seperti menjaga kehormatan dirinya. sehingga ia tak sembarang mengungkapkan besarnya rasa yang ada dalam hatinya, bahkan meskipun perasaan itu sudah menggunung tinggi, seperti mau meledak jika tidak segera diungkapkan. lalu jika telah diungkapkan, so? memangnya mau apa kalau perasaan itu sudah terungkapkan kepada orang yang kita suka? mau dekat-dekat terus dengan dia? mau setiap detik tahu kabarnya? mau ingetin dia makan, sholat, bangun tidur, mandi? memangnya kamu alarm/reminder?

percayalah, cinta sejati itu melepaskan. jika ia memang benar Allah takdirkan untuk anda, maka Allah sendiri yang akan menunjukkan jalannya. tak perlu di buru-buru, bisa-bisa ketergesaan kita yang akan merusak jalan cerita indah dari Tuhan. sekarang lebih baik memperbaiki diri, dekatkan diri pada Allah, takdir Tuhan tak akan pernah tertukar. kunci pintu hati rapat-rapat, tak usah takut tak bisa dibuka, kelak jika cinta sejatimu tiba, dia memiliki kunci yang pas sekali mampu membuka pintu hatimu.

Jumat, 14 September 2012

urusan perasaan, perasaan, dan perasaan.

Saya akhirnya menulis tentang ini, sebenarnya akan lebih baik jika kalian berproses menemukan pemahaman ini, proses yg kelok-kelok, terjaga, penuh kehormatan, selamat tiba di ujungnya. Itu akan lebih spesial, membekas, lantas mengenang semuanya sambil tertawa, ah, dulu ternyata semua itu lucu ya.

Tapi baiklah, karena page sy ini persentase anggota remaja hingga usia 22-nya tinggi sekali, dan jika sy tdk hati2, malah bisa salah paham, ada yg seolah2 mendapatkan pembenaran, maka akan sy rangkum beberapa poin penting urusan perasaan menurut versi tere liye (yg akan kalian jumpai paralel konsepnya dgn di novel, buku2).

1. Jatuh cinta itu manusiawi. Urusan perasaan, urusan membolak-balik hati itu adalah milik Allah. Boleh jatuh cinta? Ya boleh, tidak ada ulama dari mazhab manapun yg melarang jatuh cinta lawan jenis, mengharamkannya. Apalagi, duhai, seperti terjatuh, kita tdk pernah tahu kapan jatuh cinta itu terjadi. Tiba2 perasaan itu sudah mekar tak berbilang.

2. Lantas, kalau kalian jatuh cinta, so what? Nah, ini bagian yg menariknya. Kalian mau menyatakan perasaan itu? Lantas so what? Kalian mau dekat2 dgn seseorang itu? Kalian mau telpon2an, tahu dia sedang apa, apakah bisulnya sudah sembuh, apakah panunya tidak melebar, apakah konstipasinya sudah hilang, sudah bisa ke belakang? Kebanyakan di usia remaja, hingga 20-an something, lantas kemudiannya ini yg tidak jelas. Pacaran? Tidak pacaran? Langsung menikah?

3. Ketahuilah, kita hidup dalam norma2, nilai2, batasan2 yg harus dihormati. Kecuali kalau kalian menolak norma2, nilai2, batasan2 tersebut, silahkan (dan berhenti sudah meneruskan membaca notes ini, karena kalian sudah tdk se-zona waktu lg dgn tulisan ini). Itu benar, memiliki perasaan itu kadang serba salah, makan tak enak, tidur tak enak. Itu benar, ada keinginan utk tahu apakah seseorang itu balik menyukai, keinginan utk bilang, cemas nanti dia digaet orang. Tapi kalau hanya ini argumen kalian, oh dear, orang2 sakau, ngobat, lebih tersiksa lagi saat dipisahkan dr hobinya tersebut. Mereka bisa mencakar2, bahkan melukai diri sendiri hingga begitu mengenaskan dan (maaf) is dead. Sy rasa, seingin apapun kalian jumpa dia, paling cuma nangis, tidak akan mati. Itulah kenapa hidup kita ini punya peraturan, agar semua orang bisa punya pegangan, selamat dr merusak dirinya sendiri. Sy tdk akan menggunakan dalil2 agama dalam notes ini--karena orang2 yg pacaran, kadang risih mendengarnya. Jadi kita sama2 kuat, sy pakai logika kalian sj.

4. Tapi saya harus bilang agar lega, bagaimana dong? Ya silahkan saja kalau mau bilang. Tapi camkan ini baik2, cinta sejati adalah melepaskan. Catat itu baik2, tanyakan pd pujangga kelas dunia, hingga pujangga amatiran narsis tere liye, semua bersepakat, cinta sejati adalah melepaskan, lepaskan dia jauh2, maka kalau memang berjodoh, skenario menakjubkan akan terjadi. Jadi? Kalau kalian belum jelas so what-nya, lantas kemudian mau apa setelah bilang, maka mending ditahan, disimpan dalam hati. Tuhan itu mendengar, bahkan desah tersembunyi anak manusia di pojok kamar paling gelap, paling sudut, di salah-satu kampung paling terpencil, paling jauh dari peradaban, paling tdk ada aksesnya. Jodoh itu misteri. Kalau nggak pakai usaha, nanti nggak dapat, gimana dong? Tentu saja usaha, tapi bukan dengan pacaran. Usaha terbaik mencari jodoh adalah: dgn terus memperbaiki diri. Nggak paham, kok malah aneh, malah disuruh memperbaiki diri. Ya itulah, dalam banyak hal, kalau kita nggak nyambung, memang nggak ngerti. Misalnya, banyak orang yg mikir kalau mau dapat ikan itu harus mancing di sungai. Padahal sebenarnya sih, kalau mau ikan, ya tinggal pergi ke pasar ikan. Lebih tinggi kemungkinan dapat ikannya--asumsinya punya uang.

5. Tapi apa salahnya pacaran? Boleh2 saja dong? Saya justeru merasa lebih semangat, lebih kreatif, lebih apa gitu setelah pacaran? Nah itu dia, kalian benar2 menyimpan bom waktu jika meyakini pacaran itu memberikan energi positif. Pacaran itu bentuk hubungan, dan sebagaimana sebuah bentuk hubungan antar manusia, posisinya rentan rusak, gagal, dan binasa. Boleh jadi betul, riset canggih akademik membuktikan orang2 pacaran bisa memperoleh motivasi baik, tapi saya, tidak akan memilih menggunakan 'pacaran' sbg sumber energi, mengingat sifatnya yg temporer sekali. Mending sy milih kekuatan bulan, jelas2 bulan itu sudah ada milyaran tahun, pacaran paling mentok hitungan jari tangan bertahannya.

6. Baik, baik, lantas kalau tidak boleh pacaran, gimana dong? Kongkretnya apa yg harus sy lakukan? jawabannya mudah: Tidak ada yg perlu dilakukan. jatuh cinta, alhamdulillah, itu berarti tanda kita normal. lantas? Biarkan saja. Sibukkan diri sendiri dgn hal2 positif, isi waktu bersama teman2, keluarga. Belajar banyak hal, mempersiapkan banyak hal. Hanya itu. Nggak seru, dong? Lah, memangnya kalau pacaran seru? Paling juga cuma nonton ke manalah, pergi kemanalah. Pacaran itu seolah seru, karena dunia telah menjadi etalase industri entertainment. Pesohor2 menjadi teladan--padahal akal sehat siapapun tahu itu bahkan rendah sekali nilainya. Dari jaman batu, hingga kelak dunia ini game over, pegang kata2 saya: menghabiskan waktu bersama orang tua, kakak, adik, teman2 terbaik selalu paling seru. Apalagi jika ditambah dgn terus belajar, produktif, dsbgnya.

7. Lantas bagaimana sy melewati masa2 galau ini? Lewati seperti kebanyakan remaja lainnya. Lurus. Boleh kalau kalian mau menulis diary tentang perasaan2 kalian. Boleh galau menatap langit2 kamar. Boleh cerita2 curhat sama teman dekat dan orang tua. Boleh, tapi ingatlah selalu perasaan itu punya kehormatan. Kalian pasti sebal kan lihat teman sekelas yg tiba2 datang ke sebuah pesta ultah (padahal dia tidak diundang), sudah tdk diundang, makannya paling banyak, teriakannya paling kencang, paling gaya, norak, tidak tahu malu. Nah, ada loh--bahkan banyak-- orang2 yg tdk sadar kalau dia sebenarnya juga norak dan tidak tahu malu dalam urusan perasaan. Ya, kita sih kadang tdk merasa kalau sudah genit, ganjen, lebay. Sy tahu, istilah menjaga kehormatan perasaan ini boleh jd susah dipahami, tapi itu nyata, orang2 yg bisa menjaga perasaannya, maka se galau apapun dia, sesengsara apapun dia menanggung semua perasaan, besok lusa, kemungkinan untuk tiba di ujungnya dgn selamat akan lebih besar. Jangan coba2 berdua2an, jangan coba2 pergi kemanalah hanya berdua, bergandengan tangan, dsbgnya. Itu benar2 menghabisi kehormatan kalian.

8. Nah, bersabarlah. Tunggu hingga kalian memang telah siap. Jika sudah yakin, silahkan kirim sinyal2, menyatakan perasaan, lantas silahkan libatkan orang tua. Btw (masih ngeyel), tapi banyak juga orang2 yg menikah tanpa pacaran bercerai, kok. Dan sebaliknya, orang2 yg pacaran malah langgeng? Itu benar. Sama benarnya dgn banyak orang2 yg mabuk2an, ngobat, tetap saja umurnya panjang. Eh, ada tetangga, alimnya ampun2an, malah meninggal lebih dulu. Harusnya kan kalau mereka melanggar peraturan, langsung ada petir menyambar. Menikah, membina keluarga, langgeng atau tdk, bahagia atau tidak, boleh jadi tdk ada korelasinya dgn pacaran atau tidak. Kita mungkin tdk pernah tahu misteri ini, tapi dengan menjalani prosesnya dgn baik, mengakhirinya dgn baik, semoga fase berikutnya berjalan dgn baik.

Sy konsen sekali masalah pacaran ini, karena sy tdk ingin kalian menghabiskan masa2 penting kalian utk urusan perasaan yg sebenarnya di usia kalian tdk penting2 amat. Dan sy harus bilang, orang2 yg paham, mengerti benar bahwa pacaran adalah pintu gerbang pergaulan bebas. Itu mengerikan. Masa' kalian mau dekat2 dengan pintu yg ada tandanya 'pergaulan bebas'. Saya bisa menjaga diri kok, tenang saja. Well, rasa2nya tidak ada orang di muka bumi ini, di zaman sekarang, yg bisa bilang dia sempurna bisa menjaga dirinya. Kalau bisa, maka setan akan gigit jari.

Sy membuat beberapa novel tentang perasaan, semoga itu bisa menjadi salah-satu alternatif kalian memahami beberapa poin di atas, hidup ini memiliki batasan2 yg tdk bisa dilanggar, bahkan sekuat apapun cinta tsb. Selalu ambil sisi positif dlm cerita2 tsb, lihat dr sudut pandang berbeda, maka boleh jd kalian akan menemukan pemahaman baru yg baik. Bukan sebaliknya, mengambil yg bisa memberikan argumen buat kalian--karena namanya novel, tentu sj sy harus memasukkan tokoh2 buruk, jahat. Sy juga menumpahkan banyak postingan soal ini, konsen saya.

Sy benar2 tdk bisa melakukan hal yg lebih kongkret dalam urusan ini, selain dgn tulisan2. Tapi itu hanya tulisan2. Itulah kenapa sy sangat menghormati guru2, orang2 dewasa, orang tua di sekitar remaja yg lebih kongkret, secara terus menerus menanamkan pemahaman itu ke remaja2 mereka. Dan di atas segalanya, yg akan membuat itu berhasil atau tidak, adalah kalian sendiri.

Mari kita janjian, yuks, hari ini, 13 September 2012, maka dua puluh tahun lagi, 2032, kalau umur kita panjang, dan kalian masih ingat postingan ini, kenanglah kembali masa remaja, masa usia 20-an something kalian. Rasa2nya sy bisa menebak, kalian akan nyengir mengingatnya. Boleh, nanti tiba2 mengirimkan email ke saya, Bang tere, sy masih ingat postingan 20 tahun lalu itu--asumsi sy masih ber narsis ria di mana2. Dan Bang tere ternyata salah. Boleh. Atau kalau sebaliknya, tentu saja boleh, kirim email, bilang, ternyata Bang tere benar.

**sumber : Darwis Tere Liye Facebook

Kamis, 13 September 2012

status (bagian kesepuluh)

Siapa yang nekad masukin jari ke colokan listrik? Nggak ada orang waras yang mau melakukannya. Karena tahu persis itu membahayakan dan merusak diri sendiri.
Dalam banyak hal, gunakan logika ini jika kita mau coba2. Apapun itu, coba2 berbohong, bergunjing, merokok, mabuk2an, mengulur2 pekerjaan, pacaran, memfitnah, coba2 menyuap, korupsi, mencuri, dan berbagai hal yg berpotensi membahayakan dan merusak diri sendiri. Bayangkan jari kita dimasukkan ke dalam colokan listrik.
Semoga berhasil.

Jarak antara 'kebahagiaan' dengan 'orang2 yang bersabar' hanyalah satu benang tipis saja. Sudah dekat sekali.
Dan tidak ada yang bisa menyakiti hati seseorang yang sabar--fisiknya bisa, tapi jiwanya utuh.

Nasehat/saran yang baik itu kadag mahal sekali harganya. Bukan karena kita harus membayarnya mahal, tapi karena kita baru mau memahaminya, mendengarnya saat semua sudah terlanjur terjadi.

Saya itu amat menghargai paham kebebasan.
Bahkan kalau ada yang nanya: bolehkah kita meludah/buang dahak sembarangan? Maka jawaban saya, demi kebebasan, ya, boleh. Silahkan. Itu hak semua orang.
Tetapi silahkan sembarangan meludah/buang dahak di kamar sendiri, kasur sendiri, meja sendiri, laptop sendiri, HP sendiri, atau baju sendiri. Jangan mengganggu orang lain.
*hanya buat yg mau memikirkannya

Menjaga kehormatan hati/perasaan, sama pentingnya dengan menjaga kehormatan diri.
Jangan 'menjual hati/perasaan' begitu mudahnya.

Semut bisa mengangkat beban 20x berat tubuhnya.
Manusia tentu saja tidak dberikan kekuatan seperti itu--atlet angkat berat paling kuat pun tidak bisa.
Tetapi manusia diberikan kekuatan mengangkat 'beban kehidupan' berkali2 lipat. Itu lebih menakjubkan.

Ssssttt... banyak kejadian loh, kita sibuk memikirkan orang lain, menunggu reply komen, sms, telepon, dsbgnya, eh, orang tersebut ternyata jangankan balik mikirin kita, malah asyik dengan yg lain lagi. Nah, itulah pentingnya menyibukkan diri, biar tetap berpikiran positif.

Kalau menangis bisa menyelesaikan masalah, maka urusan lebih gampang. Sayangnya tidak, menangis bahkan bisa menambah masalah--seperti mata merah, bengkak, sembab.
Silahkan menangis, secukupnya, seperlunya. Lantas hapus air matanya, berdiri gagah menyusun rencana, mulai beraksi.

'Kenapa wanita suka berdandan, sedangkan cowok suka bicara gombal?'
Jawabannya: karena kebanyakan laki-laki jatuh cinta dari pintu mata, sedangkan kebanyakan wanita jatuh cinta dari pintu telinga (atau membaca sms, status, postingan jejaring sosial, di jaman modern ini).

Jika belum siap, maka tutup pintunya rapat2, gembok dengan rantai terbaik, lantas lemparkan anak kuncinya ke dalam lautan luas. Begitulah cara terbaik menjaga hati dari perasaan.
Well, jangan cemas anak kuncinya tidak akan ketemu. Jika sudah tiba saatnya, jodoh yg baik akan membawa anak kuncinya, dan hei, pas sekali, sempurna sudah membuka pintu hati.

Salah paham itu baru akan ketahuan setelah di ujungnya. kalau belum tiba, ya statusnya masih tetap salah--menurut versi yg masih berpasangka itu salah.
Sama, menyesal itu baru ketahuan setelah di ujung, ujuuungnya banget, kalau belum tiba, ya statusnya masih tetap baik2 saja--menurut versi yg suka baik2 saja dan tidak peduli kalau diingatkan.

**sumber : Darwis Tere Liye Facebook

#pacarrr

1. #Pacarrr itu salah satu istilah yg statusnya bener2 ngga jelas... ;)

2. Katanya sih klo ama #pacarrr kita udah punya ikatan, tapi sebnrnya ya cuma pura2 punya. Ngga jelas. :)

3. Maksimal, ama #pacarrr itu punya kesepakatan. Tp ya gitu doang, klo dilanggar atö dikhianati, ngga ada konsekuensi. Bubar. ;)

4. Mgkn ada kesepakatan ama #pacarrr soal jadwal ketemu, siapa bayarin makan, atö dilarang ini-itu. Jg legalisasi buat pegangan... #hiii ;D

5. Trus #pacarrr ngerasa punya hak buat ngatur2, kudu ngeluangin waktu lebih byk, sampe minta macem2 ngga pake mikir. Idih! :P

6. Pdhl kan klo ce/akhwat lom nikah, dia cuma wajib patuh ama ortunya. Org laen ngga ada hak ngatur2, apalagi #pacarrr. :P

7. "Tp punya #pacarrr itu enak loh min, makanya kita skrg tetep pacaran tapi yg Islami..." #eaaa ... ayo kita bahas. :D

8. Pertama kita liat dulu nih, punya #pacarrr dlm Islam itu gimana. Halal atö haram? Klo sayah ditanya, jawabannya ngga 2-2-nya. ;)

9. Knapa punya #pacarrr itu ngga halal jg ngga haram? Iya, krn pacaran itu ngga ada dlm Islam. Yg ada cuma 2, menikah atö ngga. ;)

10. "Jd boleh punya #pacarrr?" ... nah, yg ngga boleh itu ngedeketin zina. Tp mana ada ceritanya punya pacar makin jaoh dr zina? ;)

11. Klo ada yg punya #pacarrr trus makin jaoh dr zina, itu baru pacaran Islami. Tp bnran ada loh, namanya MENIKAH. #eaaa :D

12. Yg punya #pacarrr coba deh direnungin, tiap detik barengan ama doi udah diitung ngedeketin zina, nelpon juga, texting jg. :')

13. Bahkan mikirin #pacarrr berlebihan jg bisa diitung ngedeketin zina, ngasih hadiah jg makin deket ama zina. Gimana tuh? ;)

14. Klo nikah? Beda ama #pacarrr. Ikatannya kuat, disaksikan Allah, dicatat khusus ama malaikat. Istilahnya, mitsaqon gholizho... #eaaa :)

15. Nikah itu ada ijab qobul, nyerahin tanggung jawab mendidik dari ayah ke suami. Klo #pacarrr sih mau enaknya doang. Sah? #eaaa ;)

16. Suami ngatur istri itu berpahala, asal ngga buat maksiat. Diatur ama #pacarrr, jatuhnya pasti dosa walo utk ibadah. Takut dah. ;)

17. Status sbg #pacarrr bikin org slalu menuntut macem2, ada aja kurangnya. Tp suami-istri, slalu pengen memberi yg terbaik. #eaaa ;)

18. Lelaki sejati itu yg berani ngelamar nikah, bukan cuma ngejadiin ce/akhwat sbg #pacarrr alias dikapling doang. #eh ;)

19. Perempuan sejati itu ngga suka punya #pacarrr. Prinsipnya, ngga sembarang org boleh merasa memiliki diriku, hanya suamiku! #eaaa ;)

20. Emg enak dijadiin #pacarrr? Ngga, mas bro. Tuh ce/akhwat digantung nasibnya gitu apa ngga kasian. Lamar dong, kasih kepastian. #eaaa ;)

21. "Bang, klo ngga segera ngelamar, itu ada laki2 soleh mau ktmu ortu. Eneng terima boleh ya?" | "Nggaaa!!" Rasain loe. #eaaa ;) #pacarrr

22. "Eneng ngga kasian ama abang yg udah 10 taon nungguin?" | "Engga Bang, eneng maunya ama yg pasti2 aja" #eaaa ;D #pacarrr

23. "Abang pasti ngelamar, tunggu aja. Abang janji." | "Abang janji, yg sono ngelamar beneran... pilih mana coba?" #eaaa ;) #pacarrr

24. "Eneng ga cinta ama abang?" | "Bang, cinta itu dr Allah, bukan punya kita. Klo Allah merintahin cinta suami, ya asik aja" #eaaa #pacarrr

25. "Tapi eneng ngga setia, ninggalin abang sendirian!" | "Bang, selama jd #pacarrr, eneng srg ngerasa sendiri. Cuma Allah yg nemenin" #eaaa

26. "Ya udah deh, abang ijinin eneng nikah duluan" *sambil mewek* | "Yee, siapa jg butuh ijin abang. Kan wali eneng ayah" #eaaa ;) #pacarrr

27. "Klo gitu skrg abang tobat, ngga nyari #pacarrr lagi. Mau serius cari modal buat nikah." | "Sip dah bang, good bye." #eaaa ;) #pacarrr

28. Kebahagiaan wanita itu bukan pas ditembak jd #pacarrr, tp waktu dilamar jd istri. Saaah? #eaaa ;)

29. Waktu dijadiin #pacarrr, mgkn ce/akhwat luarnya hepi, tapi itu cuma sesaat. Dlm hatinya berontak, krn kodratnya bukan itu. :')

30. Wanita diciptakan bukan utk jd piala, dibawa atö dipamerin ke mana2. Ngejadiin #pacarrr, sama aja ngerendahin perempuan.

31. Semua perempuan butuh pendamping hidup, tp bukan #pacarrr yg cuma mau menikmati kecantikannya tp ngga mau ambil tanggung jawab. :P

32. Pendamping hidup yg kerja keras membahagiakan dirinya, menghibur dukanya, menerimanya apa adanya. Itu namanya suami, bukan #pacarrr. :)

33. "Kan msh skul min" ... ya udah, seriusin aja cari ilmu. Drpd punya #pacarrr, malah ngabisin duit ortu. #eaaa ;)

34. "Kan msh lama nikahnya" ... drpd punya #pacarrr ngedeketin zina? Mendingan deketin Allah biar jodohnya jg deket ama Allah. Ya ngga? ;)

35. Ce/akhwat solehah insya Allah dpt jodoh yg soleh. Klo #pacarrr yg soleh/ah ... pasti langsung diputusin. #eaaa ;D

36. Klo ada yg bahagia abis jalan atö makan ama #pacarrr, itu cuma ilusi. Krn dia bukan milikmu seutuhnya... #eaaa ;)

37. Sama suami/istri, ntar baru namanya cinta sejati. Menerima kita apa adanya, seutuhnya, & sesayangnya... #eaaa ;) #pacarrr

38. Udah nikah, insya Allah bareng dunia-akhirat... semoga di surga dah. Ama #pacarrr? Jelasnya skrg lagi diseret ke neraka. #jlebbb

40. Klo suami/istri? Setetes keringatnya nyari nafkah atö nyiapin makan malam, ngedeketin situ berdua ke surga! Beda ama #pacarrr. #eaaa ;)

41. Rejeki udah ada jatahnya, jodoh jg udah ada yg ngatur... ngga punya #pacarrr pun insya Allah asik2 aja. Percaya deh ama Allah. :')

42. Klo pgn suami/istri yg soleh/ah, ngga selingkuh, rajin ibadah, ya perbaikin diri dulu. Insya Allah jodoh setara dgn kita. :') #pacarrr

43. Ngga percaya suami/istri bakal setara kita? Buka dah, al-Quran surat 24:26 dan nikmati ndiri. #Pacarrr sih, ngga diitung. ;P

44. Jadi yg skrg punya #pacarrr, saran sayah, stop ajah dulu. Sereus skul/kul/ker ama ibadah biar ntar jodohnya jg keren. Mau? #eaaa ;D

45. Klo ditembak "mau jd #pacarrr gue?" itu anggap aja kayak "mau ngedeketin zina ama gue?" ... jawabnya gimana tuips?? #eaaa ;D

46. "Punya #pacarrr kan urusan gue!" ... iya sih, cm kesian aja ama ortunya situ. Anak bs ngebawa ke surga, klo gini bs nyeret ke neraka.

47. "Kan berat mutusin #pacarrr!?" ... makin lama ngedeketin zina, bakal makin sulit ngejauhinnya. Paling sip ya skrg jg. #eaaa ;)

48. Krn kangen jodoh, trus #pacarrr jd pelarian. Ini kliru. Jgn rusak kebahagiaan jodoh kita krn org lain pernah mengisi hati. #saaah ;)

49. Udah, #jlebbb nya udah kena? Klo blm yakin, yakinilah. Dekatkan diri ke Allah... menangislah karena takut pada-Nya. :') #pacarrr

50. Punya #pacarrr itu bukan solusi apa2, malah nambah problem baru. Siapa pun doi, statusnya pembawa kita menjauh dr Allah. :')

cc : PKS Jerman Twitter

Selasa, 11 September 2012

kejujuran

1. kita semua tahu, kejujuran adalah salah-satu harta paling berharga, lantas kenapa? banyak orang jujur, apakah hidupnya kaya raya? berkecukupan? faktanya tidak, hidupnya biasa-biasa saja dibanding gelimang dunia, bahkan ada yang ternista oleh masyarakat, direndahkan oleh teman dan tetangga, ditinggalkan pula oleh keluarganya.

2. kita semua tahu, kejujuran adalah salah satu sikap paling mulia, lantas kenapa? banyak orang jujur, apalah hidupnya jadi terhormat? berpangkat? faktanya tidak, hidupnya justeru remah-remah, tersingkirkan, bahkan terlempar jauh sekali dari ring utama etalase 'orang-orang terhormat'.

3. kita semua tahu, kejujuran adalah salah-satu senjata kehidupan paling perkasa, lantas kenapa? duhai, banyak orang jujur, apakah hidupnya jadi lebih aman, tenteram? faktanya juga tidak, hidupnya justeru dibayang-bayangi ketakutan, dikejar2, bahkan diburu oleh kemurkaan dunia.

hari ini, banyak sekali hal-hal menyedihkan seperti tiga hal di atas yang terjadi.

apakah itu benar? tidak. sama sekali tidak benar. demi Allah, yang menggenggam seluruh kehidupan, tiga poin kenyataan di atas adalah dusta.

serendah apapun orang2 hari ini meletakkan nilai kejujuran, maka dia tidak akan pernah runtuh nilainya. kejujuran adalah kejujuran, dia tetap salah-satu harta paling berharga, sikap paling mulia, dan senjata kehidupan paling perkasa. jangan pernah berhenti percaya. serusak apapun di sekitar kita. jangan pernah sedetik pun berhenti percaya.

maka semoga Allah memberikan kita kekuatan. mulai dari kita sendiri, tegakkan dalam keluarga kita, ingatkan teman2 kita, dan serukan ke orang banyak. kita semua rindu menatap wajah Rasul Allah, bukan? berlinang air mata, rindu walau hanya sekali saja menatapnya dari kejauhan. maka ingatlah, salah-satu sifat paling kuat yang ada dalam sosok Rasul Allah di masa kecil, remaja, dan sebelum menjadi Nabi adalah sifat terpercaya.


*sy sarikan dari nasehat khotib jum'at, dgn beberapa penyesuaian


**sumber : Darwis Tere Liye Facebook

Senin, 10 September 2012

luar biasanya puasa

"wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa." [QS Albaqarah : 183]

ada banyak rahasia penyembuhan penyakit. tapi yang paling dari semuanya adalah rahsia penyembuhan penyakit melalui shaum (puasa). nah apa saja manfaat puasa yang agama kita ajarkan, let see!

puasa membantu membunuh virus dan mengusir racun

para ilmuan mengatakan bahwa menahan makanan dan minuman untuk beberapa periode waktu dalam satu hari, akan memberi kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh menjalankan fungsinya lebih kuat, juga akan mengurangi beban banyak organ tubuh, karena makanan berlebihan akan memperberat kerja tubuh. melalui praktek shaum sel-sel tubuh kita akan mampu mengusir racun yang telah terakumulasi sepanjang tahun. dengan berpuasa kita bahkan memiliki cara paling efektif melawan obesitas dan berbagai komplikasi penyakit yang timbul karenanya.


puasa mengurangi resiko tumor dan kanker


para ilmuan mengatakan puasa yang terarur, diiringi pola makan yang normal dan mengurangi garam serta junk food,bisa membuat sel-sel tubuh bekerja lebih teratur dan mencegah transformasi menjadi sel kanker. maka penyebaran sel kanker juga akan terhambat sejak awalnya. menahan makan dan minum dalam waktu tertentu bahkan bisa mengurangi tumbuhnya tumor hingga nol, penelitian lain menunjukkan bahwa menahan makan dan minum seperti berpuasa akan meningkatkan kelangsungan hidup di antara pasien yang menderita penyakit yang bisa berubah menjadi tumor di masa mendatang.


puasa memperlambat penuaan


selain melawan penyakit kronis, ternyata berpuasa juga berguna untuk memperlambat tumbuhnya penuaan pada sel-sel otak. seperti dalam beberapa studi ilmiah, berpuasa bisa memperlambat ketuaan sel otak dan mencegah kemunculan penyakit Alzheimer. puasa bahkan sangat berpengaruh pada penundaan ketuaan jaringan otak.


energi tambahan dari puasa


puasa merupakan cara alami menyembuhkan penyakit yang ada dalam tubuh. para peneliti modern menyebutkan bahwa, tenaga orang yang sedang berpuasa itu justru bisa meningkat melewati batas maksimalnya. ketika seorang mukmin berpuasa, terjadi banyak kondisi negatif yang tidak kita rasakan. ketika pengaruh negatif tidak ada, maka energi dan tenaga kita akan meningkat, sebabnya jelas karena kita telah terlepas dari sumber kegundahan yang sangat menyita energi. tubuh kita memiliki stok energi yang terbatas, energi itu akan bertambah karena puasa menahan makan dan minum tetap tersedia, ditambah rasa bersih dan khusyu' yang lahir karena ibadah puasa.


detoksofikasi melalui puasa


tubuh kita menerima banyak air yang kita minum dalam sehari, bisa lebih dari 200 gram yang sangat mungkin mengandung unsur logam dan racun. selain itu, kita juga kalangan medis yang menggunakan terapi puasa mengatakan; solusi paling efektif untuk menghilangkan akumulasi materi kotor yang ada dalam tubuh adalah dengan menggunakan senjata puasa, yang mampu melindungi dan membersihkan tubuh dari unsur-unsur tersebut secara efektif. dan jenis puasa yang baik adalah yang dilakukan secara teratur.


atasi stress dengan puasa


puasa memperbaiki kemampuan kita menahan stress, frustasi dan mengatasi kesulitan hidup. di zaman seperti sekarang, yang penuh tekanan hidup, kita sangat memerlukan puasa yang bisa membantu memperkuat daya tahan mental terhadap beragam kondisi. puasa juga bahkan bisa memperbaiki kualitas tidur dan menenangkan jiwa.


puasa bikin awet muda


proses pembersihan yang dilakukan secara rutin terhadap sel-sel tubuh melalui puasa, bisa memperpanjang umur sel. dengan begitu, proses penuaan juga akan menjadi lebih lambat melalui puasa. bahkan melalui puasa, kebutuhan tubuh akan protein menjadi berkurang seperlimanya dari kondisi tidak berpuasa. ini artinya sel-sel tubuh juga mendapatkan kesempatan untuk beristirahat. puasa juga dteliti sebagai cara memperbaiki sel-sel tubuh yang paling aman.



nahh semua pengetahuan yang di dapat ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ilmuan non islam, yang mana puasa yang mereka lakukan bukan dengan cara dan kegiatan yang islami. lantas bagaimana dengan kita, sebagai umat muslim yang melakukannya dengan cara islam, tentu hasilnya jauh lebih luar biasa.

selamat berpuasa :))

**sumber : Tarbawi (edisi 280 Th. 14 Syawal 1433 - edisi 281 Th. 14 Dzulqaidah 1433)

Sabtu, 08 September 2012

all my love is for you

My reflection was in the window of the train I boarded in the new town.
My eyes seemed uneasy.
You taught me not to forget my true self
I wonder if you’re even shining now

The flowing scenery made me take a deep breath.
And looking up the sky’s horizon
I hear your voice

Even if you leave me far away, if I close my eyes, your heart will be near
All my love is for you
Nothing left to lose
Because I know the meaning and strength of your love more than anybody else

Because I know its strength

Your love has lightened
Because of the slanted world, it seems like I’m tumbling down
You supported me
Even standing on a shaking train
Your simple smile is the best

Even if the world ends, I will believe in your smiling face for eternity.
I decided at that time.

Even if you leave me far away, if I close my eyes, your heart will be near.
All my love is for you
Nothing left to lose
Because I know the meaning and strength of your love more than anybody else

All my love is for you
Whatever the future holds, I will open it with these hands

Even from the far and distant roads, you continue to shine for me so
You can start to run with fear (not for you)
Because I know the meaning and strength of your love more than anybody else

Your heart will be near
Your heart will be near
Your heart will be near

**popular by : Shoujo Jidai / SNSD

semua pasti ada penjelasan baiknya

ketika kelak suatu hari kita mengalami hal yang tidak menyenangkan dalam hidup -ini sih sepertinya setiap hari bisa merasakan, ya?- maka ingatlah, selalu ada penjelasan baik atas apapun yang kita alami hari ini, semua kejadian yang kita anggap buruk.

jika kelak suatu hari kita merasa sakit hati atas kata-kata atau perlakuan seseorang pada kita, ingatlah selalu bahwa semua hal yang terjadi akan selalu ada penjelasan baiknya.

maka pemahaman atas kelimat sakti ini jelas sangat luar biasa jika kita ingin menerapkannya dalam kehidupan kita, kalimat yang simple saja bahkan bisa membuat pandangan hidup kita berubah.

percayalah jikapun semua yang kita alami selama ini -menurut kita- adaalah hal yang buruk, tidak menyenangkan, merasa tidak adil, percayalah suatu hari nanti dibalik semua takdir Tuhan, akan selalu ada penjelasan baiknya. hanya saja, kadang kita sendirilah yang tidak mau memahami, tidak mau tahu, dan tidak mau mencoba mengerti, memangdang masalah dari sisi lain, dan mencari jawaban atas semua pertanyaan. sehingga kita akan terus meraasa tak ada penjelasan baiknya, padahal pasti ada, pasti ada penjelasan baik di setiap hal yang kita rasa buruk.

kelak, jika tak dijelaskan di dunia, maka akhirat adalah tempat pembalasan dan penjelasan yang paling nyata. maka, jangan sampai pemahaman kita yang kurang ini menjadi lebih buruk kelak saat kita tercengang saat kita terbelalak tak percaya dengan apa yang Tuhan sampaikan.

semua pasti ada penjelasan baiknya. bukankah Allah sudah katakan kita ini manusia yang tak mengetahui sedangkan Dia adalah yang Maha Mengetahui, bukankah kadang kita merasa beruntung dan bersyukur atas kejadian-kejadian menyakitkan. maka, semua pasti ada penjelasan baiknya.

Kamis, 06 September 2012

ilmu b-e-n-c-i dan kebencian

saya pikir, untuk orang suci, seperti Nabi sekalipun, di hatinyalah pastilah ada segumpal benci dan kebencian... tp bedanya dgn kita yg bencinya murahan dan gombal, tentu saja bencinya Nabi berkelas wahid dan bermanfaat buat umat manusia... Nabi boleh jadi 'benci' kaum munafik, benci orang2 yg melanggar perintah Tuhan, dan beragam benci-benci lainnya.. dan tentu saja; beda dengan kita yang kadang bencinya tidak masuk akal, kekanak2an, keras-kepala, dan sebagainya, benci Nabi boleh jadi juga terstruktur, argumentatif, sistematis, dan yang paling MANTAB: punya pola penyelesaian yg diinginkan... itulah benci yg indah.. benci yang diterima dan terterimakan...

lantas apa bentuk benci dan kebencian yg sekarang menggumpal di hati kita saat ini? benci dengan rekan kerja satu lantai (yg saking bencinya, menghindar bertemu di lift); benci dengan kenalan tertentu (yg saking bencinya, lihat di ngirim email dia milist saja rasanya bete tak tertahankan?); benci dengan teman (yg saking bencinya, kalian persis tahu sendiri apa yg kalian lakukan), benci dengan tetangga, benci dengan mantan pacar, atau benci terhadap orang yg suka merokok sembarangan, benci sama pemerintah, benci sama boss, benci sama becek, benci sama angkot, benci sama banci, benci sama panci, benci sama kuaci, dan benci-benci lainnya...

sy tidak akan berlama2 berdeskriptif dan bernaratif ria dengan karakter dan konsep benci.. buat apa? toh kita semua adalah master atas perasaan benci dan kebencian itu sendiri.. jangan2 kita lbh mahfum dan tahu lebih banyak bentuk kebencian dibandingkan siapapun di seluruh dunia dan peradaban... termasuk betapa menyiksanya ketika rasa benci itu datang tak terhingga... jd langsung sj sy akan membahas point pentingnya, menulis sisi2 benci dan kebencian yg sering lalai diingat selama ini.

1. benci itu penyakit hati sistemik dan self-destruktif... hahaha, simpelnya begini... kita benci.. terus? kita benci bangetttt... terus?? kita super-duper-benci.. teruss?? so what?? karena jangan2 ya, orang yg kita benci biasa2 saja tuh.. jangan2 sesuatu yg kita benci hepi2 saja tuh.. hidupnya bahagia, hari2nya berjalan indah.. sedangkan kita? aduh, duh, duh... kalau realitas ini bisa di buat karikaturnya, maka akan jd gambar yg membuat kita kemehek-mehek ttg: benci itu penyakt di hati kita sendiri, dan jelas jika itu berlebihan akan self destruktif buat kita sendiri...

2. 99% jenis kebencian yg ada di hati manusia saat ini (kalau sy bisa mengumpulkannya); sy hampir yakin 99% juga kalau itu adalah benci dan kebencian yg remeh-temeh, sepele, tak berharge dan jelas nggak worthed sama sekali di benciin sebenarnya... lantas kenapa kita masih benci?? jangan2 hidup kalian mirippp banget dgn necromancer... hidup dr kesedihan dan rasa benci yg ada...

3. ada banyak terapi dan solusi buat mengeliminasi benci... semakin ke sini bahkan teori dan pendekatannya semakin sophisticated.. tp kalau dipilah lebih dalam.. diurai lbh panjang.. maka ternyata semua solusi agar kita tak berbenci lagi itu sederhana: diri dan hati kita sendiri... KATA KUNCINYA: kita sebenarnya niat atau tdk buat mengusir kebencian tsb... omong-kosong soal nasehat2 dll, jika sebenarnya kita belum membuka pintu hati kita sendiri.. mendengarkan, tapi mental.. meminta nasehat, tp cuma buat curhat dan sejatinya nyari tempat nge-dumel doang... tidak lebih; tidak kurang..

terakhir... hidup ini tanpa benci sebenarnya malah nggak seru... karena segala sesuatu berpasang2an... biar klop, biar pas.. benci itu manusiawi, hanya saja seharusnya itu benci yg terkontrol... maka hidup ini akan semakin seru jika kita sudah bisa mencapai derajat benci yg: terstruktur, argumentatif, sistematis, dan memiliki pola penyelesaian yg baik.. tanpa itu? maka jelas benci dan kebencian kita gombal belaka...

(kalau mau komen, silahkan tulis apa yg paling kalian benci saat ini, anyway, kalau sy sih, sering benci lihat status kalian yg tdk penting, apalag kalo nggak ada yg komen, eh di-komenin sendiri, likes it sendiri)


**sumber : blog bang tere

Rabu, 05 September 2012

kesetiaan

Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:

“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.

“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis

” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.

Dear my friends, that’s a true story from someone who taugh me about the important of investment three years ago. I wish i could be someone like him…to give all attention to family..i believe family is our precious thing..more than money or gold.

**sepertinya saya tidaak perlu berkata banyak-banyak, cukup berusaha menjadi pasangan yaang baik kelak untuk seseorang yang telah Allah takdirkan bahkan sejak kami berdua sama-sama belum diciptakan. :))

**cc : sumbernya

status (bagian kesembilan)

Gombal kelas nasional itu adalah orang pacaran yg ngaku2: "Cinta kita suci, ini anugerah Tuhan yang tidak kita minta"
Suci? Tapi dikotori dengan pacaran, yg melanggar begitu banyak peraturan Tuhan.

Bukankah sudah sering terjadi, kita bingung memutuskan A atau B, ternyata malah akhirnya C. bahkan dalam urusan paling simpel yg tergantung mau kita, seperti beli buku, sudah direncanakan dari rumah buku A atau B, setiba di toko, malah yg dibawa pulang buku C.
Begitulah kehidupan. Ada rahasia takdir yg tidak pernah ketahui, mau sekuat apapun kita mengontrol sebuah kejadian. maka jangan terlalu membebani diri, banyak2lah berdoa, diberikan yg terbaik.

Kita harus peduli.
Bahkan, hanya sekadar memindahkan duri, batu atau paku kecil di jalanan yg bisa membahayakan orang lain.
Kita harus peduli.
Apalagi, untuk hal-hal besar yang bisa merusak kehidupan kita bersama.
Kita harus peduli.
Karena jika tidak ada lagi yg peduli, maka situasi tidak akan pernah menjadi lebih baik. Tidak akan.

Pertanyaan: "Kenapa novel tere liye ada bagian pacaran?"
Jawaban: Lantas bagaimana sy harus menceritakan sisi buruk dlm hidup ini agar kalian mengerti? Kalian mau novel itu isinya semua orang baik, sempurna, yg cewek pakai jilbab semua, yg cowok pakai baju koko semua? Cerita fiksi adalah replika imajinasi dunia nyata.
Ini sama dengan pertanyaan, kenapa Mei (dalam novel Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah) tidak berjilbab? Karena tentu saja Mei tidak berjilbab--masa' kalian harus menjilbabi teman wanita kalian yg bukan muslim hanya demi ego sebuah cerita fiksi?
Rasa-rasanya, tidak ada novel sy yg kalimat2nya membahayakan bahkan utk pembaca anak2 sekalipun. Dan btw bicara soal 'pacaran', coba cek lagi baik2 yg kalian maksud pacaran tersebut dlm novel, baca detail, komprehensif, pahami nasehatnya, semoga kalian akan paham hikmah terbaiknya--bukan sibuk nyari sisi yg gue banget.
Contoh fatal memahami novel tere liye adalah novel 'Daun yg jatuh tidak pernah membenci angin'. Banyak di antara pembaca lantas mengambil pelajaran: 'wah, kalau begitu, gue harus buru2 bilang dong, jangan dipendam, nanti menyesal'. Sampai melupakan bahwa: Tania, tidak akan menjadi gadis yg mandiri, pintar, cemerlang karirnya, jika sejak awal dia sudah bilang perasaan itu. Tania menjaga kehormatan perasaannya, dengan terus memperbaiki diri, dan dia menerima apapun takdir hidupnya seperti daun yg tidak pernah membenci angin.
Saya sudah menjelaskan ini berkali2. Jika kalian masih punya pertanyaan, coba cek postingan lama di page ini. Rasa2nya banyak pertanyaan sudah sy jawab, termasuk yg nanya, kapan bang tere main film, bikin boyband, hingga group kasidahan sekalipun. Silahkan dicari..

Kalian yg ngebet betul ingin menyatakan perasaan, khawatir banget doi duluan digaet orang, lantas pacaran adalah orang yg tidak paham bahwa: cinta adalah perjalanan panjang, bukan tujuan.
Oh, well, kalau cinta hanya tujuan, jangankan kalian yg cuma pengin say i love you, pengin dekat2 selalu, pacaran, lihatlah, bahkan banyak pasangan suami istri yg bercerai, runtuh bangunan cintanya, karena tidak sanggup melanjutkan perjalanan tersebut.
Cinta adalah perjalanan panjang, super2 panjang. Jika belum pasti, belum siap, maka siapkanlah bekal terbaik. Apa itu? Banyak, buat cewek, belajar benerin genteng bocor, benerin pintu rusak karena boleh jadi besok lusa suaminya dinas di luar kota. Buat, cowok, belajar nyuci, ngepel, masak, karena boleh jadi besok lusa istrinya sakit.

1. Senyum sendiri, ketawa sendiri, nangis sendiri. Marah2 sendiri, gemas sendiri, tiba2 riang, tiba2 sebal. Apakah itu? Jawaban lazimnya adalah orang tidak waras; tp jawaban teka-teki ini adalah orang yg sedang membaca novel tere liye :p
2. Sepanjang hari menatap jendela, menghela nafas menunggu, duduk. Setiap hari menulisi dinding, menyapa pagi, siang, malam. Menatap jendela lagi, menulisi dinding, menghitung hari. Apakah itu? Jawaban lazimnya adalah orang2 yg sedang di penjara; tp jawaban teka-teki ini adalah orang yg menghabiskan banyak waktu dgn menatap jendela laptop/hp, update status di wall, setiap hari.

Oh dear, jika dua orang memang benar2 saling menyukai satu sama lain. Itu bukan berarti mereka harus bersama saat ini juga. Tunggulah di waktu yang tepat, saat semua memang sudah siap, maka kebersamaan itu bisa jadi 'hadiah' yg hebat utk orang2 yg bersabar.
Sementara kalau waktunya belum tiba, sibukkanlah diri utk terus menjadi lebih baik, bukan dengan melanggar banyak larangan. Waktu dan jarak a
kan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar.
*Sy repost berkali2, tidak bosan2nya. Ingatlah selalu, jika sebagian dari kita meyakini bahwa perasaan itu suci, diberikan begitu saja oleh Tuhan, maka jangan dikotori dgn melanggar banyak peraturan Tuhan--jadi kontradiktif 'sucinya' kalau kalian pacaran. Tidak usah diapa2kan. Dibiarkan sj. Bersabar.

Perlakukanlah bawahan/anak buah/siapapun yg berada di bawah kita, sama persis dengan kita menghormati, terbirit2, menghadap atasan/bos/siapapun yg berada di atas kita dalam dunia kerja/sekolah/bermasyarakat.
Perlakukanlah orang2 yg urusannya tersangkut dgn kita, sama persis dengan ketika kita memelas, meminta tolong ke orang2 yg urusan kita tersangkut padanya.

*Kita hidup dalam ilusi, kawan...
Kita hidup dalam ilusi, kawan. Kita merasa berkuasa dengan pangkat dan jabatan tertentu, padahal tidak. Kita merasa punya anak buah yg bisa disuruh melakukan apapun, yg kita PD sekali yakin, disuruh makan baut pun mereka mau. Kita bisa memerintah, berteriak marah, memecat, merendahkan, kita merasa sekali. padahal tidak. Demi Allah, semua kekuasaan yg kita miliki
hanya titipan.
Kita hidup dalam ilusi, kawan. Kita merasa kaya, dengan segala harta benda, padahal tidak. Kita merasa bisa membeli apapun, memaksa memiliki apapun. Kalau tinggal ditolak, naikan harga tawarannya. Ditolak lagi, naikkan lagi berkali2 lipat harganya, sampai tidak ada yg bisa menolaknya. Kita merasa bisa memiliki dunia dengan uang. padahal tidak. Demi Allah, semua kekayaan yg kita miliki hanya titipan.
Kita hidup dalam ilusi, kawan. Kita merasa pintar, hebat sekali dengan banyak pengetahuan. Bisa membuat orang terpesona dengan kepandaian bicara, menulis, temuan hebat, teknologi. Merasa bisa menulis buku yg merubah dunia. Merasa bisa menemukan teknologi yg membalik jalan sejarah. padahal tidak. Demi Allah, semua kepintaran yg kita miliki hanya pemberian.
Kita hidup dalam ilusi, kawan. Berapa banyak dokter yg pongah merasa dialah yg memberikan kesembuhan? Padahal sehat dan sakit adalah milik Allah. Berapa banyak guru yg sombong merasa dialah sumber ilmu pengetahuan? Padahal ilmu adalah hadiah dari Allah, sebiji atom sj dititipkan ke kita. Berapa banyak polisi, tentara, pegawai yg merasa memegang kerah leher urusan orang lain? Padahal kekuasaan yg diberikan hanya amanah yg harus dijaga. Berapa banyak pesohor, aktor, penulis, yg merasa ngetop sekali, bisa membuat trend, bisa membalik budaya, kebiasaan--seperti gaya rambut, semua orang kenal dia? Padahal ketenaran adalah debu hina titipan Allah.
Kita hidup dalam ilusi, kawan. Maka berhentilah.
Berhentilah merasa lebih berkuasa, merasa lebih pintar, merasa lebih tenar, merasa dibutuhkan, merasa apapun. Karena semua hanya titipan.... benar2 hanya titipan... kita harusnya menangis, berlinang air mata. Ayo, mari pejamkan mata sejenak, bayangkan saat mati tiba. semua diambil dari kita. Apapun itu, semua diambil begitu saja. Persis seperti anak kecil yg diambil mainan kesayangannya. Bedanya, anak kecil itu bisa berteriak marah. Tapi kita, hanya terbujur kaku, bahkan satu kata protes pun tidak bisa lagi.
Duhai Rabb, ya Rahman, benar2 semua ini hanya titipan. Tidak lain, tidak bukan. Maka, please ya Allah, ajarkanlah selalu di hati kami kesadaran: bahwa bahkan diri kami sendiri, diri kami sendiri pun bukan milik kami.
Jauhkanlah perasaan merasa lebih dibanding orang lain. Walau sekecil apapun. Jauhkanlah.

Perasaan/cinta tidak pernah rumit.
Orang2-lah yg membuatnya rumit.

Orang paling miskin di dunia adalah orang yang paling banyak kehendaknya. Ini itu, itu ini, banyak nian keinginannya.
Sedangkan orang paling kaya di dunia adalah orang yang selalu merasa cukup. Tidak usah, ini saja, tidak perlu, sudah cukuplah semuanya, mau apalagi.
*nasehat lama, nasehat orang2 tua kita; boleh jd sudah banyak yg tidak setuju, karena sekarang toko buku, televisi, dsbgnya dipenuhi dgn paham sebaliknya.

Jangan berkecil hati jika orang lain hanya mengingat kita saat butuh pertolongan, dan cuek bebek jika tidak, seolah tidak kenal lagi.
Karena dengan demikian, sebenarnya malah keren, kita dianggap seseorang yg amat penting dalam hidupnya.
*lagi2 nasehat orang2 tua. kayaknya minggu2 ini sy lg senang me-share nasehat2 lama.

"Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit, bersih dan suci, cuma tanahnya lah yang berlainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipuan, langkah serong dan lain-lain perangai yang tercela. Tetapi kalau ia jatuh ke tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuci
an hati, keikhlasan, setia, budipekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji."
Alamak, tapi itu belum tokcer, ada yg lebih rancak:
"Saya takut terjatuhnya ke dalam jurang cinta, tetapi orang mengkhabarkan bahawa takut itupun setengah daripada rupa cinta juga"
*dua quote ini dari novel Buya Hamka. Beliau adalah ulama sohor, penulis tafsir al azhar, penerima gelar doktor HC pertama universitas al azhar mesir, pernah di penjara soekarno demi memegang prinsip, dan juga penulis banyak novel2 roman.

Permasalahan atau urusan hidup itu persis seperti rumput di halaman. 100 kali kita potong, rapikan, perindah, maka 100 kali pula rumput tersebut tumbuh lagi, tinggi, berantakan. Terus saja begitu, ada-ada saja masalah/urusan baru yg muncul.
Oleh karena sudah demikian kodratnya, maka drpd mengeluh, berputus asa, lebih baik siapkan peralatan yg baik, sisihkan waktu, dan jangan malas segera disiplin memotong rumputnya, agar terus indah dilihat sepanjang waktu.
*lagi2 nasehat orang2 tua. sy lupa berapa belas tahun lalu saat melakukan perjalanan mendengarnya, lantas 'dicatat' baik2. silahkan ikut dicatat atau dishare jika bermanfaat.

Salah satu hal yg menyedihkan di dunia adalah orang2 yg mencari perhatiandgn cara yg murahan sekali, buruk bagi dirinya sendiri dan berdampak buruk bagi orang banyak.
Semoga kita terhindar dari hal tersebut, bahkan dari hal paling kecil perbuatan ini, seperti mencoba eksis, ngetop di jejaring sosial dgn postingan dan komen yg buruk.

Kita semua rasa2nya mayoritas pasti akan menggeleng jika disuruh berlari 42 km nonstop. Susah dibayangkan. Nggak akan kuat.
Itu karena kita disuruh sekaligus mengerjakan tugas berat tersebut. Coba kalau pelan2 hari ini disuruh 1 km, sebulan kemudian 10km, enam bulan kemudian 20 km, maka persis di akhir tahun, kita sudah bisa menjadi pelari marathon yg baik.
Dalam banyak hal, begitu pula kehidup
an. Berlatih sesegera mungkin atas sesuatu, akan membuat kita lebih tangguh dari hari ke hari. Semenyakitkan apapun tugas/beban tersebut, jika telah berlatih, proses melewatinya bahkan bisa dinikmati.
*lagi2 ini nasehat lama orang2 tua. sy hanya penyambung tangan sj. silahkan dicatat, lantas dishare jika ada manfaatnya.

Segelas jus pare itu terasa pahit, karena ada di satu gelas, lantas kita minum. Coba tuangkan segelas jus pare itu ke dalam kolam renang, apa masih pahit air kolamnya?
Begitulah pula kehidupan. Rasa sakit, sesak, kesedihan, kesusahan, kesulitan yg kita alami, itu terasa pahit kalau dilihat dari satu titik waktu, coba dibentangkan lebih luas demi masa depan yg lebih baik, demi manfaat bagi sekitar, maka apa tetap terasa pahit?
Ini petuah lama orang2 tua kita, sy bantu tulis ulang. Karena orang2 tua di sekitar kita sudah panjang pengalamannya, dlm banyak sisi, nasehat ini boleh jadi berharga utk dipikirkan, atau di share ke orang lain.

Seekor semut yang tinggal di Medan, sama sekali tidak masuk akal bisa berpergian pulang-pergi ke Jakarta hanya dalam waktu 5 jam saja. Sekilas lalu, sama sekali tidak masuk hitung2annya.
Tapi kalau semut itu ternyata tidak sengaja nempel di tas seseorang, lantas seseorang itu naik pesawat, semut itu duduk di tepi jendela selama pesawat pulang-pergi, maka perjalanan ajaibnya bisa terjadi. Make se
nse sekali.
Ada banyak hal di dunia ini, yg kalau kita tidak tahu penjelasannya, bukan berarti itu tidak masuk akal. Kita saja yg terlalu pandir utk memahaminya. Itulah gunanya keyakinan, iman. Dan itulah gunanya, terus mencari tahu jawabannya--yg proses belajarnya tetap dijaga dgn batas2 iman serta keyakinan tadi.

Poin 1: Sebagai orang tua, kita mencemaskan agama anak2 kita, itu benar. Melarang mereka pacaran, berpakaian yg aneh2, itu benar.
Poin 2: Sebagai orang tua, kita mencemaskan akhlak/budi pekerti anak2 kita, itu benar. Melarang mereka pulang malam, bergaul dengan sembarangan teman, merokok, kasar, tidak sopan, dan berbagai peraturan lainnya, itu juga benar.
Tetapi dengan begitu banyak hal yang te
lah kita tanamkan ke anak2 kita, belasan tahun berkomunikasi, masa' iya sih kita juga akan memaksa, mengatur pilihan sekolah mereka? Bahkan memaksa, memilihkan jodoh buat mereka? Apakah sama sekali tidak ada kepercayaan kepada mereka selama belasan tahun itu, bahwa mereka bisa memilih sendiri dengan baik? Bukankah kita sudah menanamkan poin 1 (agama) dan 2 (ahklak) di atas sebagai dasar mereka memilih?
Jangan2, jangan2, sebagai orang tua, kita bahkan tidak pernah peduli dengan poin 1 (agama) dan 2 (ahklak) anak2, kita tidak pernah mengatur2 hal tersebut bagi mereka selama ini, lantas saat mereka beranjak dewasa, kita peduli dan maksa sekali memilihkan pendidikan formal dan jodoh mereka.
Saya berdoa, semoga kita semua diberikan pilihan yg terbaik. Kalaupun tidak, tidak usah terlalu khawatir, ada banyak orang hidup bahagia dgn pilihan ke-2, ke-3 bahkan yg sama sekali tidak pernah dipilihnya.

**sumber : Darwis Tere Liye Facebook