Rabu, 22 Agustus 2012

status (bagian ketujuh)

Urusan perasaan itu ibarat jalan raya panjang berkilo-kilometer. Semua orang melewatinya, dan punya jalannya masing2.
Maka, kita semua, melewatinya dengan kekhasan masing-masing. Berkelok-kelok, naik turun, pemandangan indah, pemandangan menyedihkan, hujan deras, cerah sentosa, ban kempes, mogok, dan semua yang ada di sepanjang perjalanan.
Nah, agama, nilai2 di sekitar kita, memberikan rambu-rambu sepanjang perjalanan tersebut. Kalau kalian mau selamat dan berbahagia sampai di ujungnya, patuhi rambu2 tersebut. Jangan ngebut, jangan grasa-grusu, dan jangan nekad keluar jalur, agar tidak menyesal di kemudian hari.
*Selamat kembali ke kota masing2. Libur panjang sudah selesai.

Sy pikir dulu hanya berjalan di trotoar saja yg berbahaya, disenggol motor yg tiba2 naik trotoar. Ternyata sekarang, berjalan di halaman ruko-pun sama berbahayanya. Jalanan tersendat, motor2 tidak sabaran merangsek masuk halaman ruko hanya utk lebih cepat beberapa detik. Baret kecil di tangan, motornya sudah wuss, melaju tidak peduli.
Jika kalian pejalan kaki, harap selalu menghormati pengguna ke
ndaraan bermotor (mau mobil atau motor). Punya motor nggak, mobil juga nggak, cuma modal jalan kaki, masih saja mengganggu mereka lewat. Segera minggir jika mereka mau lewat.
*ini postingan sarkasme, direnungkan saja, jangan2 malah anggota page sy ini yg tega nyenggol sy di halaman ruko beberapa hari lalu sebelum lebaran.

Oh dear, jika dua orang memang benar2 saling menyukai satu sama lain. Itu bukan berarti mereka harus bersama saat ini juga. Tunggulah di waktu yang tepat, saat semua memang sudah siap, maka kebersamaan itu bisa jadi 'hadiah' yg hebat utk orang2 yg bersabar.
Sementara kalau waktunya belum tiba, sibukkanlah diri utk terus menjadi lebih baik, bukan dengan melanggar banyak larangan. Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar.

Usaha terbaik dan amat baik mencari jodoh adalah: dengan terus memperbaiki diri, menambah ilmu, memperluas wawasan, keterampilan, dsbgnya yang positif. Itu janji Tuhan, ada dalam kitab suci. Bukalah, bacalah.
Nah, usaha terburuk dan amat buruk mencari jodoh adalah: dengan pacaran.

Jodoh itu rahasia Tuhan.
Yang namanya rahasia, kita mampu merobohkan gunung sekalipun, mengeringkan lautan, kalau tidak berjodoh, tidak akan pernah terjadi. Sebaliknya, mau benci setinggi bulan, mau menghindar ke ujung dunia, kalau memang berjodoh, tetap akan terjadi, ada saja jalannya.
Banyak sekali yg paham dan manggut-manggut membaca kalimat ini. Sayangnya, lebih banyak yg cuma manggut-manggut doang, di dunia nyata tetaaap saja galau, memaksakan cerita, tidak sabaran dan sekian banyak kelakuan lainnya. Kenapa nggak ditunggu saja sih? Sambil terus belajar banyak hal.

Pandai memperhatikan dan mendengarkan jauuuh lebih penting dibandingkan pandai bicara dan memerintah.

Saya harus memberitahu kalian, tahun 80-an, 90-an, wanita yang berkerudung/berjilbab adalah keputusan berani demi menegakkan perintah kitab suci, jumlahnya sedikit, terlihat berbeda dan bisa-bisa dalam kondisi ekstrem dianggap subversif, membahayakan negara, diinterogasi keamanan. Tanyakan pada orang tua, kakak2 kalian yang masih mengalaminya.
Hari ini, wanita yang berkerudung/berjilbab sedang pa
caran mojok di manalah, naik motor memeluk erat pasangan lawan jenis, kelayapan malam2, terlihat lumrah sekali.
Ayo, mari selalu mencari ilmunya. Jangan sungkan mendengarkan nasehat, didengarkan dgn hati riang, rajin membaca buku2 agama yg baik, mendengarkan nasehat orang tua. Dengan begitu, semoga kita semua termasuk orang2 yg selalu disayang Allah.

Jika kalian berinteraksi dgn profile yg suka sekali menggunakan kata2 kotor, memaki dlm postingannya maka sy menyarankan utk segera remove. Ini hanya dunia maya :)

Jangan pilih2 teman itu adalah paham di sebelah sana.
Di sebelah sini sih jelas sekali pahamnya: bertemanlah dgn orang2 baik, yg saling mengajak kpd kebaikan, dan saling mengingatkan utk kebaikan.
*btw, kalau ada yg mau komen: "Lantas siapa yg bisa menilai seseorang itu baik? pakai standar lu yg sok sudah baik?" well, silahkan bergabung ke sebelah sana. kami yg di sebelah sini sih memilih fokus ke substansi pesan, dipikirkan, direnungkan, semoga ada manfaatnya.

Semua masalah itu simpel. Kita saja yang suka bikin rumit.

Terkadang, kita menjadikan seseorang/sesuatu prioritas utama kita, tapi sebenarnya seseorang/sesuatu tersebut hanya menjadikan kita alternatif pilihan saja.
Terkadang, kita membela habis2an, menyayangi segenap jiwa seseorang/sesuatu, tapi sebaliknya seseorang/sesuatu itu hanya menjadikan kita pilihan opsional saja.
Kehidupan persis seperti menaiki sepeda, jika kita tidak bisa menjaga keseimbangan lagi, maka segeralah maju, bergerak ke tempat baru, karena jika terus memaksakan diri berhenti, cepat atau lambat kita akan terbalik.

Yang nggak banget itu adalah: Saat saya memposting "Terkadang, kita menjadikan seseorang/sesuatu prioritas utama kita, tapi sebenarnya seseorang/sesuatu tersebut hanya menjadikan kita alternatif pilihan saja. Terkadang, kita membela habis2an, menyayangi segenap jiwa seseorang/sesuatu, tapi sebaliknya seseorang/sesuatu itu hanya menjadikan kita pilihan opsional saja. Kehidupan persis seperti menaik
i sepeda, jika kita tidak bisa menjaga keseimbangan lagi, maka segeralah maju, bergerak ke tempat baru, karena jika terus memaksakan diri berhenti, cepat atau lambat kita akan terbalik."
Maka kalian sibuk ber ih, gue banget.
Padahal siapa pula yg sedang memikirkan perasaan galau kalian, persoalaan asmara gombal, dsbgnya. Ada alasan penting sekali ketika kalimat tsb diposting. Tetapi sy tdk berputus asa dari pengharapan kalau anggota page ini adalah bagian golongan yg terus berusaha memperbaiki diri.

Pasangan suami isteri yang saling mencintai, hidup bersama bertahun-tahun, bahkan berkata ribuan puisi cinta indah dalam diam, dalam perbuatan, dalam tatapan mata.
Sebaliknya,
Pasangan remaja2, orang2 dewasa di facebook, twitter, yg baru juga apa sih? pacaran? apa? baru jadian? berapa lama? beberapa hari, beberapa bulan? bahkan telah membuat satu buku puisi cinta gombal yang bisa dibaca oleh siapapun di dunia maya.

Bukankah seringkali terjadi, kita merasa sesuatu itu bakal seru, keren, menyenangkan, ditunggu tidak sabaran, susah tidur, ternyata setelah tiba, dijalani, biasa saja. Dan sebaliknya, kita merasa sesuatu itu bakal membosankan, menyebalkan, atau menyakitkan, ditunggu dengan cemas, susah tidur, setelah dijalani, ternyata biasa saja.
Jadi kesimpulannya: tidur nyenyak dalam situasi apapun itu boleh jadi salahsatu tanda orang yg tidak banyak pikiran.

“Kau membunuh setiap pucuk perasaan itu. Tumbuh satu langsung kaupangkas. Bersemai satu langsung kauinjak. Menyeruak satu langsung kau cabut tanpa ampun. Kau tak pernah memberikan kesempatan. Karena itu tak mungkin bagimu. Sayangnya, dalam urusan seperti ini, saat semua sudah terlanjur tumbuh, maka tunas-tunas perasaanmu tak bisa kaupangkas lagi. Semakin kautikam, dia tumbuh dua kali lipatnya. Semakin kauinjak, helai daun barunya semakin banyak.”

Salah satu jurus sakti mandraguna yg harus dipelajari dlm hidup ini adalah: sabar. Kita bisa memenangkan banyak pertempuran penting dengan jurus pamungkas ini.

Kehidupan semakin rusak dan tambah rusak bukan karena semakin banyak orang jahat. tapi lebih karena semakin banyak orang2 yang tidak mau peduli.
Keadilan semakin roboh dan tambah roboh bukan karena banyak orang2 zalim menindas dan mengambil hak orang lain. tapi karena semakin banyak orang2 yang memilih diam, tidak mau mengambil bagian setidaknya melaporkannya.

Saya tulis novel 'daun yang jatuh tak pernah membenci angin' sedemikian rupa agar 'merakyat' bagi segmen pembaca tertentu, menurunkan standarnya dibanding novel2 lain agar 'gue banget'. Sayangnya, sudah dibuat sedemikian rupa, yg diambil pelajarannya oleh segolongan pembaca justeru adalah: jika naksir seseorang, maka katakanlah segera; bang tere meng-endorse pacaran, karena danar pacaran di buku.
Melupakan bahwa pesan terbesar novel itu adalah: Tania, hanya akan jadi anak jalanan kebanyakan, atau remaja2 kebanyakan, jika dia tidak bisa menjaga perasaannya sejak rasa suka itu muncul. Tania tidak akan jadi sehebat itu, jika rahasia perasaanya bocor, tumpah kemana2. Tania menjadikan semua harapan, semua rasa suka, menjadi energi besar utk terus belajar. Baca baik2 di halaman2 tertentu, terlihat sekali ekspresi remaja yg paham, mau mendengarkan nasehat, dan akhirnya jadi sesuatu.
Tidak semua novel sy itu menceritakan orang alim, malah jadi aneh sekali kalau sy memutus realitas dunia di dlm novel. Nah, pembaca yg baik, menyerap pemahaman baiknya, dan sy senang, tidak terhitung di antara anggota page ini yg ingin seperti Tania. Atau seperti Kak Laisa dalam versi yg berbeda, dan segmen pembaca yg boleh jd juga berbeda.

“Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kaupamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu.”
—Tere Liye (Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah)
*postingan ini khusus utk kita yg sibuk banget naruh foto2 mesra, status2 mesra, kalimat2 mesra utk seseorang eh siapa sih? pacar?

**sumber : Darwis Tere Liye Facebook

2 komentar:

shandrakusuma mengatakan...

mbak, ini blog resume-an buku2 dan status tere liye yak ?

Nur'aini Tri Wahyuni mengatakan...

bukan, mbak. ini blog pribadi. memang suka dgn tere liye, jd banyak postingan tentang beliau ;)