Jumat, 20 Juli 2012

[tradisi] meminta maaf sebelum Ramadhan

sehari sebelum Ramadhan, biasanya ada sebuah tradisi bagi orang-oang muslim untuk meminta maaf kepada semua orang yang dikenalnya, seolah itu bagian dari sunnah atau malah kewajiban yang diajarkan Rasulullah. padahal? itu hanya sebuah tradisi, tradisi yang sayangnya sekarang sudah seperti hal yang tabu juka tidak dijalankan.

kenapa saya beri postingan tentang minta maaf sebelum Ramadhan ini sebagai sebuah tradisi?

karena jelas Rasulullah dan para sahabat tidak pernah mengajarkannya. beliau SAW mengajarkan kita untuk menyambut Ramadhan dengan suka cita, itu benar. mengajarkan kita untuk beribadah denganbaik -super baik dibanding bulan lainnya- itu benar. namun, bagi kebanyakan masyarakat terutama kaum muda, mereka seolah memiliki kewajiban yang harius dituntaskan kepada orang-orang yang mereka kenal, yaitu meminta maaf sebelum bulan Ramadhan dimulai. entah melalui sms, email, telfon, facebook, twitter, atau bertemu langsung.

saya pun, -jujur- pernah melakukannya sekali seumur hidup saya, sibuk meminta maaf sebelum bulan Ramadhan datang. saaya tergelitik untuk mencari tahu, apakah memang benar kita diharuskan/disunnahkan meminta maaf sebelum memulai puasa Ramadhan? karena saya merasa janggal, bukankah kalau memang kita memiliki kesalahan seharusnya langsung meminta maaf, tidak perlu menunggu moment Ramadhan atau bahkan Idul Fitri.

ternyata, setalah saya cek and ricek ada beberapa orang -yang sampai saat ini pun tidak jelas siapa- yang seenaknya saja menafsirkan hadist yang sesungguhnya tidak berkaitan dengan meminta maaf sebelum Ramadhan, hadist yang dijadikan landasan mereka untuk mengirimkan ucapan maaf sebelum Ramadhan adalah :
Ketika Rasullullah sedang berhotbah pada suatu Sholat Jum'at (dalam bulan Sya'ban), beliau mengatakan Aamin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Aamin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Aamin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Aamin sampai tiga kali. Ketika selesai sholat jum'at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: "ketika aku sedang berhotbah, datanglah Malaikat Zibril dan berbisik, hai Rasullullah aamin-kan do'a ku ini," jawab Rasullullah.

Do'a Malaikat Zibril itu adalah sbb: "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada).

Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri.

Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasullahpun mengatakan Aamin sebanyak 3 kali.


sayangnya, perawi hadist diatas tidak jelas siapa, dan kedudukannya pun jauh dari shahih. lalu mengapa sebagian orang percaya saja dengan hadist palsu diatas? alhamdulillah, saya akhirnya ketemu dengan history hadist yang sesungguhnya, yaitu :
Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu’anhuma Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Amin, amin, amin”.

Para sahabat bertanya.”Kenapa engkau berkata amin, amin, amin, wahai Rasulullah?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata : ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’.

Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi itu tidak memasukkan dia ke syurga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’ “.

Kemudian Jibril berkata lagi.’Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’.” (Dikeluarkan oleh Imam al-Bukhari di dalam Adab al-Mufrad dan dinilai Sahih Lighairihi oleh al-Albani di dalam Sahih Adab al-Mufrad – no: 644)


bagaimana? jauh berbeda, bukan? hadist yang kedua jelas sekali perawinya dan jelas masuk dalam kitab shahih bukhari-muslim. lalu bagaimana bisa, isi hadist yang seperti itu melenceng jauh menjadi hadist berisi minta maaf kepada semua orang sebelum Ramadhan?

tidak ada salahnya memang meminta maaf sebelum bulan Ramadhan tiba, tapi bukan berarti meminta maaf dikhususkan pada saat itu kan? lah, memangnya kemarin-kemarin ga ngerasa punya salah sampe harus nunggu awal Ramadhan buat minta maaf?

kalau dengan alasan, biar puasanya lebih afdhal, hati lebih tenang beribadah, kenapa ga sejak hati mulai gelisah dan merasa punya salah meminta maafnya? apakah dulu hatinya tenang beribah sementara masih merasa punya salah, kok tiba-tiba mau Ramadhan jadi ga tenang dan sibuk sms minta maaf.

lagi pula dalam Islam, yang dianjurkan adalah memaafkan, bukan meminta maaf.

Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma”ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.(QS. Al-A”raf: 199).


Dan hendaklah mereka mema”afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. An-Nuur: 22)


Masalahnya bagaimana jika meminta maaf itu selalu saja dikhususkan dan kaitkan-kaitkan dengan ibadah yang sudah mahdhoh (sudah ada ketetapan syarat dan rukunnya).

Naah, yang seperti itu yang tidak boleh. Kenapa? Karena ada Qoidah Ushul menyatakan Bahwa tidak boleh mengkhususkan yang Umum. Maksudnya sesuatu yang sifatnya umum kebolehannya kemudian kita khususkan dan mestikan. Atau ditambah embel-embel pahala ini dan itu, atau yang lebih dahsyat dari itu. Itu yang tidak boleh.

Sebagai contoh kasus meminta maaf sebelum Ramadhan. Artinya itukan dikhususkan dan sangkut pautkan dengan Ramadhan. Seolah satu paket atau syarat saat memasuki Ramadhan. Padalah meminta maaf sifatnya umum dalam kebolehannya. Yang boleh dilakukan kapan saja.

jadi, meminta maaf sebelum Ramadhan itu boleh-boleh saja, asalkan tidak menjadi kebiasaan yang akhirnya jadi kewajiban seolah jika tidak melalukannya menjadi dosa besar.

sumber : blog catatan sang zundi
blog bang tere

2 komentar:

tari kartika putri mengatakan...

begitu yaa..aq baru tau..tq info nya. memang benar, untk meminta mf tidak ada wktu khusus, kalo salah ya minta mf..

Nur'aini Tri Wahyuni mengatakan...

iya mbak, sama-sama berbagi, sama-sama belajar yaa :))