Sabtu, 07 Juli 2012

status (bagian kedua)

Ketika komen, postingan, message, email kita tidak dibalas orang lain, maka berhentilah galau sedunia semesta, lantas ngomel2 di manalah, bersedih hati sepanjang menit. Ini dunia maya, orang2 boleh jd lagi sibuk di dunia nyatanya. Nah, saran paling pamungkas dari tere liye kalau kalian tetap galau, nggak bisa cuek bodo amat, maka sebaiknya nggak usah komen, bikin postingan, kirim message, kirim email. Dijamin 100% nggak kepikiran kenapa oh kenapa tdk dibalas.

Kalau kita nih nonton film2 Indonesia lewat dvd/vcd bajakan, youtube, maka tidak usahlah banyak protes soal kualitasnya. Karena lucu jadinya. Tapi bagi yg menganggap tdk lucu, memang tdk lucu sih. Justeru yg salah tetap yg capek2 bikin film. Apa dosanya kita nonton bajakan?

oh dear, hidup ini tidak seperti novel, yang kalau halaman sekarang terasa sesak, sedih, menyakitkan, penuh masalah, maka dengan bersabar membaca 10, 20 halaman berikutnya semua selesai, berubah jadi membahagiakan. di kehidupan nyata, kita bahkan perlu 10, 20 hari, bulan, bahkan tahun harus terus bersabar agar semua selesai, berubah jadi membahagiakan. karena itulah, menjadi dewasa oleh kehidupan, memiliki pemahaman baik karena proses kehidupan, akan menjadikan seseorang lebih kuat dan lebih kuat lagi. selamat menulis 'novel' kehidupan masing-masing.

Ketika sy memposting: 'Wanita, kosmetik itu tidak pernah bisa membuat lebih cantik. Kosmetik hanya bisa membuat yang memakainya 'merasa' lebih cantik, atau membuat yg melihatnya 'terasa' lebih cantik. Maka, bukan berarti sy melarang dan anti dgn kosmetik. Silahkan, toh, ada juga kosmetik utk tujuan medis/kesehatan. Maksud saya adalah: silahkan dipakai secukupnya, dan akan lebih baik lagi, ketika pemakai kosmetik memiliki pemahaman yg baik. Dan tentu saja, menarik perhatian dengan kosmetik, maka jangan salahkan siapapun, saat esok lusa, dia tertarik dengan pemakai kosmetik lain yang lebih oke.

Saya pikir, seharusnya kita punya pembalap2 yg berkali2 lebih jago dibanding Rossi, Stoner, atau Hamilton, Schumacher. Di jalanan kota, jalanan desa, di mana2, lumrah sahaja menemukan pengemudi motor atau mobil yg bisa nelepon, ngirim sms, atau bila perlu update status di fb saat berkendara. Kalau cuma level Lorenzo, dibanding kita, yang lain pasti ketinggalan deh.

Yang membuat rendah dan rusak nama sebuah organisasi, individu, atau apalah, bukan karena fitnah, kebencian, dijelek2an, penilaian orang2 di luar. Tapi yang cepat sekali membuat rendah dan rusak adalah kelakuan bin tabiat orang2 di dalamnya. Dan semakin rendah dan rusak sesuatu itu, maka semakin keras kepala orang2 di dalamnya, tutup kuping, tutup mata tdk mau mendengarkan nasehat lagi.

Kenapa masih ada yg merokok padahal kita tahu itu berbahaya utk kesehatan? Dan tidak ada manfaatnya? jawabannya mudah: karena itu menyenangkan. Kenapa masih ada yg suka berprasangka buruk? Asal nulis/bicara, suka menjelek2an, merendahkan, dan berbagai penyakit hati lainnya? padahal tahu kalau itu merusak diri sendiri? Jawabannya mudah: karena itu menyenangkan--setidaknya membuat dirinya senang dan puas.

Kalau sy menulis postingan: “Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”
Lantas kalian bilang: "Kalau begitu, bang tere, baiknya bilang saja kan? Walaupun menyakitkan."
Maka, kalian kehilangan poin terpenting yg disebut 'hikmah belajar'. Karena poinnya adalah: maka tentu saja lebih baik jangan memendam perasaan, galau, nggak jelas. Lebih baik menyibukkan diri, terus belajar, terus memperbaiki diri, hingga suatu saat tiba masanya, semoga kisah perasaan kita berakhir baik. Drpd capek memilih simpul, nungguin komen, reply, mending melakukan sesuatu yg lebih bermanfaat, memperelok hati, perangai, mimpi2, cita2, dsbgnya. Iya kalau yg di sana juga sama, boleh jd yg ditungguin malah sibuk sama hal lain.
Selamat malam minggu.

yg baca novel 'daun yg jatuh' atau 'angpau merah' atau 'sunset bersama rosie' bilang ada pacarannya, please deh, bacanya yg betul. semua tokoh utama dlm cerita punya pemahaman yg baik dan sukses jd orang yg baik, berpendidikan, mandiri. lah, urusan uang jajan sj masih nyusahin orang tua kok mau pacaran.

pacaran itu tdk keren sama sekali. berprestasi di sekolah, jago di ekskul, punya hobby positif,menyayangi adik, kakak dan orang tua, itu baru keren.

bagi orang2 yg bersabar, maka apa2 yg datang di kemudian hari akan lebih baik dibanding yg lalu, yg telah pergi.

saat semua terasa menyesakkan, tdk tahu mau apa lagi, maka hanya menunggu dan berharap hal terakhir yg bisa dilakukan. menunggu. berharap.

Maka sifat jujur (selalu) lebih penting dibanding pintar.
Maka sifat kerja keras (selalu) lebih unggul dibanding jenius.

Sebelum kita memutuskan curhat dgn seseorang, maka ingatlah selalu, ada tempat curhat yg lebih utama dan lebih bermanfaat.
Kesusahan dan kesedihan itu hanya pantas disampaikan ke yang paling berhak mendengarnya. Bukan kepada manusia, yang jelas2 sama2 suka berkeluh-kesah, dan tentu saja, jangan berkeluh kesah di facebook, twitter, blog.

Kalau kalian bisa facebook-an, twitter-an, maka tidak masuk akal kalian mengaku miskin. Nah, kalau tetap ngotot masuk golongan orang2 miskin, sana kerja, gunakan waktunya utk hal2 yg produktif. Aneh sekali, sudah ngaku miskin, tapi sibuk internetan doang.

Kalau kalian bisa facebook-an, twitter-an, maka tidak masuk akal kalian mengaku sibuk, tidak punya waktu buat menulis, membaca dan kegiatan baik lainnya. Nah, kalau tetap ngotot masuk golongan orang2 sibuk, tidak punya waktu, sana gunakan waktunya utk hal2 yg produktif. Aneh sekali, sudah ngaku sibuk, tdk punya waktu, tapi sibuk internetan doang.

'Manusia adalah mahkluk paling suka membantah'
'Manusia adalah mahkluk suka berkeluh kesah'

Kenapa merokok? Kenapa pacaran? kenapa nge-fans sama boy band yg ganteng2? kenapa suka keluyuran malam2? kenapa?
90% lebih jawaban sebenarnya karena ikut2an.
Hari gini, ikut2an itu sama sekali tidak keren.

"Tips berkecukupan itu mudah sekali, yaitu: jangan pernah MERUBAH gaya hidup. Atau kalau memang harus berubah, lakukanlah lambat sekali. Hanya itu. Bayangkan, kalian sudah kerja, tapi gaya hidupnya masih seperti anak kuliah, serba irit. Kalian sudah jadi manajer, GM atau direktur malah, tapi gaya hidupnya masih seperti karyawan biasa. Dijamin nyaman dan selalu merasa cukup.
Nah, orang2 yg suka mencuri, adalah orang2 yg selalu merubah gaya hidupnya, bahkan kecepatan. Baru juga kerja lima tahun, sudah ingin bergaya seperti direktur atau orang kaya yg punya mobil dan rumah mewah. Dan lebih kacau lagi, baru juga mapan, sudah mau seperti pesohor dengan tas/jam tangan mahal. Pusing memikirkannya, jadilah mencuri."

Dari jaman dulu, hingga kiamat nanti, orang2 yg bahkan satu surah pun tidak hafal, bisa bergaya sekali mendebat seseorang yg hafiz Al Qur'an. Kenapa mereka bisa mendebat? Hanya dengan logika dan sepotong2 pengetahuan. Dari jaman dulu, hingga kiamat nanti, orang2 yg MENYENTUH Al qur'an sekali sehari pun tidak, bisa gagah perkasa mendebat orang2 yg belajar siang malam tafsir Al Qur'an.
Pertama kali mendengar kalimat ini, sy gentar dan takut sekali termasuk golongan orang2 itu, karena saya tahu persis seberapa banyak hafalan dan belajar Al Qur'an sy.

"Jika demikian dalamnya kau mencintainya, maka menangislah sendiri. Jangan membuatnya menangis karena kau."
"Atau, jika demikian dalamnya kau mencintainya, maka tertawalah sendiri. Jadikan dia tertawa karena melihat kebahagiaamu."

Saya suka mengumpulkan kalimat2/quote tentang cinta, perasaan, patah hati, pengorbanan, bertepuk sebelah tangan dan lainnya. Satu dua kadang menyalinnya sambil menghela nafas panjang, alangkah dalamnya sebuah perasaan bisa menyulam kata2 menjadi begitu memilukan/membahagiakan.
Nah, kalau kalian suka mengkoleksi quote2 macam begini, semoga kalian juga melengkapinya dgn pemahaman yg baik.
Orang2 yg memiliki pemahaman baik, selalu percaya takdir terbaik akan datang, maka kisah cintanya bahkan bisa digubah menjadi puisi indah di pagi syahdu di depan bisunya suara air terjun.
Tapi orang2 yg tdk memiliki pemahaman baik, tdk memiliki ilmunya, maka kisah cintanya hanya akan merusak diri sendiri, bahkan keluarganya sendiri.
Apa itu pemahaman yg baik? Banyak. Ada dalam agama kita, ada dalam nasehat orang tua kita, ada dalam pengamatan sehari2, ada dari belajar pengalaman orang sekitar, ada di mana2.

Pertanyaan: Bang Tere bagaimana biar kita tahu apakah kita suka ikut2an atau tidak atas sesuatu?
Jawaban: Mudah. Lihat saja apa reaksi kita saat melihat postingan yg mengingatkan soal tersebut. Kalau kita sakit hati, tersinggung, defensif, komplain, keberatan, marah2, balas sok tahu menceramahi/menasehati atas postingan tersebut, baik langsung, maupun hanya dalam hati, maka biasanya positif ikut2an. Karena orang yg tahu persis dia TIDAK ikut2an, saat ada orang yg menyebut2, menyindir2, maka dia baik2 saja, karena dia tahu persis kenapa dia melakukannya. Demikian.

**sumber : Darwis Tere Liye Facebook

Tidak ada komentar: