Rabu, 30 Mei 2012

#kisah

1. Di kalangan Bani Israil; ada seorang pendosa; khazanah kemaksiatannya sebilangan pasir di gurun, melimpah bertimbun-timbun. #kisah

2. Tetapi hidayah Allah menyapa; dia disergap takut oleh dosa-dosa. Semua khilaf menghantui kala sepi, mencekamkan malu saat ramai. #kisah

3. Maka dengan cemas hati; ke negeri jauh dia melarikan diri, menuju tanah baru, menutup pintu rayuan dosa & keliru dari masa lalu. #kisah

4. Dia arungi padang pasir yang menyengatkan terik; batu & kerikil terasa menyala, & matahari sama sekali tak bercadarkan awan. #kisah

5. Dalam langkah-langkah yang menyiksa tubuh & memayahkan jiwa itu; dia berjumpa kawan perjalanan. MasyaaLlah; beliau seorang Nabi. #kisah

6. Menghadapi cuaca begitu beratnya; sang Nabi berkata pada si pendosa; “Mari berdoa, agar Allah payungkan awan di perjalanan kita!” #kisah

7. Memerah muka sang pendosa; takut-takut dia berkata, “Demi Allah, aku malu meminta hal itu, aku amat sungkan menghiba padaNya.” #kisah

8. Nabi Bani Israil itu tersenyum; “Baiklah aku yang berdoa. Kau cukup aminkan saja!” Tak lama, awanpun menaungkan bayang teduhnya. #kisah

9. Lalu tibalah di persimpangan; beda tujuan haruskan mereka berpisah jalan. Setelah salam terkata, masing-masing menempuh arahnya. #kisah

10. Alangkah terkejut Nabi itu ketika mendapati awan yang menaungi selama perjalanan mereka berdua kini tak lagi bersama dirinya. #kisah

11. Yang menakjubkan; ternyata awan tersebut tetap menaungi lelaki yang tadi bersamanya. Bergegas sang Nabi berbalik menghampiri. #kisah

12. “Saudara! Tunggu! Kaubilang tadi tak punya keutamaan apapun; bahkan berdoapun merasa tak layak; tapi awan itu malah mengikutimu!” #kisah

13. “Katakan padaku”, desaknya, “Apa yang menjadi rahasia kemuliaanmu di sisi Allah sehingga justru ucapan Aamiin-mu yang dikabulkan! #kisah

14. Lelaki itu kebingungan. “Apa? Aku tak tahu duhai Nabi Allah.. Aku tak tahu.. Aku hanya pendosa nista yang lari dari masa lalu..” #kisah

15. “..Aku ahli maksiat yang hina, & kini begitu haus akan ampunan Rabbku!”, ujarnya. “Itulah dia! Itulah dia!”, sahut Sang Nabi. #kisah

16. Kemuliaan sang pentaubat dalam perjalanan memperbaiki diri; telah mendahului keutamaan seorang Nabi untuk beroleh naunganNya. #kisah

17. Sesak jiwa & sempit dada sebab terinsyaf dosa-dosa; meleleh airmata sebab takut padaNya; ialah harga bahagia di hidup berikutnya. #kisah

18. Semoga kita bukan hamba yang karena banyak minta & merasa belum terkarunia; limpahan nikmat tak tersyukuri & dosa tak tertaubati. #kisah

19. Semoga kita adalah hamba yang jika berdoa; bukan hanya isi pinta yang jadi hasrat utama, tapi bermesra denganNya-lah hajat mulia. #kisah

20. Ujar Hasan Al Bashri, "Hukuman atas dosa bukan terputusnya rizqi, melainkan terputusnya munajat mesra dengan Ilahi." Mari benahi. #kisah

21. Maka beruntung yang dosanya mengantar pada taubat nashuha; yang ibadahnya tak membuat berbangga, hanya harap-cemas akan ridhaNya. #kisah

22. Kekayaan terbesar pagi ini adalah dosa yang diampuni, ibadah yang diridhai, nikmat yang tersyukuri, & musibah yang tersabari. #kisah

23. Adalah rahmatNya; Allah jadikan rasa kaya & bahagia itu dalam dada; ridha pada pembagian & ketetapanNya; dunia ringanlah saja. #kisah

24. Pagi indah dengan pesan 'Utsman; "Bergalau soal dunia jadi kegelapan dalam dada. Gelisah akan akhirat ialah cahaya terangi jiwa." #kisah

25. Selamat memperbarui taubat & niat Shalih(in+at); moga Allah menolong hingga tergapai ikhlasnya maksud & ihsannya upaya menjemput. #kisah

cc : Salim A. Fillah Twitter

Tidak ada komentar: