Selasa, 22 Mei 2012


"Bercukup dengan sunnah lebih selamat daripada berpayah dengan bid'ah", ujar Ibn Mas'ud. Duh Ya Allah; bahkan soal wajibpun kami belepotan..

Dua kelopak bagi mata, dua bibir bagi lisan, & dua kaki bagi kemaluan adalah penjaga; hanya dibuka teruntuk apa yang diridhaiNya. -Al Alusi-

Jika jari terkena telusuk lalu kita membiarkannya bengkak & membusuk; bahkan dia yang menyalami sambil tersenyum pun kita anggap menyakiti:)

Maka di hati yang berluka; "Aku lebih memilih pendapat ini" bisa terdengar "kamu sesat"; menjelaskan pendirian bisa dikira menganggap bodoh.

Tapi begitulah bergaul dengan insan menuntut keinsyafan, "Jika semua orang terasa bermasalah dengan kita; jangan-jangan kitalah masalahnya."

Segala luka & kecewa tampaknya kan malu & meniada: ketika kita insyafi bahwa Allah Yang Maha Mengatur tak pernah keliru, tak pernah aniaya.

Memiliki Rabb Maha Mendengar & Pengabul Doa; betapa gila yang tak pernah meminta; betapa bodoh yang hanya memohon remeh-temeh dunia. -Quthb-

'Ulama terdahulu menasehatkan; "Bahkan istighfar kita masih harus diistighfari. Bahkan taubat kita tetap perlu ditaubati." Dalam..

Jika ada niat tak lurus dalam 'amal baik kita yang lalu; mungkin cara Allah menyempurnakannya adalah dengan mengirim pemfitnah & pencela:)

Bersanding KitabuLlah, membaca & bertadabbur; menambah & membarukan iman; menaikkan ruh ke ufuk tinggi; mengangkat semangat, lenyapkan ragu.

cc : Salim A. Fillah Twitter

Tidak ada komentar: