Minggu, 08 April 2012

Sang Penandai

"pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya."

"kematian tidak pernah bisa membunuh cinta sejati."

"pemilik semesta alam menciptakan dunia dengan cinta. kau tahu, Dia mematikan yang hidup dengan kasih sayang. menghidupkan yang mati juga dengan kasih sayang."

"adalah kebodohan terbesar di dunia jika kau harus membunuh dirimu saat kekasihmu pergi."

"semakin bijak seseorang maka semakin banyak ia memiliki pertanyaan yang tidak terjawab."

"kesepian memang selalu mengundang masa lalu. dan masa lalu yang tidak menyenangkan itu membawa resah dalam hati."

"kita memang tidak pernah tahu kekuasaan apa saja yang ada di atas dunia ini. apalagi kekuasaan yang ada di langit."

"ia sungguh masih mencintainya. selalu. cinta pertamanya."

"apakah, apakah kau masih mencintainya? | dan Jim perlahan mengangguk."

"dia tetap kekasih sejatiku."

"untuk bisa sempurna berdamai dengan masa lalu itu kau juga harus menerima semua kenangan itu. meletakkannya di bagaian terpenting hatimu, memberikannya singgasana dan mahkota. karena bukankah itu semua kenangan yang paling indah? paling berkesan. paling membahagiakan."

"penerimaan itu bukan sesuatu yang sederhana. banyak sekali orang-orang di dunia ini yang berpura-pura. berpura-pura menerima tetapi hanya berdusta. kita semua harus berlatih susah-payah untuk belajar menerima. apakah itu sulit? tidak, Jim. itu mudah. tetapi kau memang tak pernah memulainya. kau justru terjebak dalam lingkar penyesalan. tidak boleh, anakku, urusan ini tidak pernah boleh melibatkan walau sehelai sesal."

"tak ada kebahagiaan di dunia ini jika kau masih memiliki satu rasa sesal dalam hidup, sekecil apapun penyesalan itu."

"menunggu dan terus berharap kekasih kau menyelesaikan bagiannya. percaya, hanya itu yang bisa kau lakukan. maka semesta alam akan menyaksikan hadiah hebat untuk orang yang percaya hingga detik penghabisan."

"ia akan menunggu dengan sabar setiap hari, setiap detik, hingga kekasih hatinya datang menjemput."

Tidak ada komentar: