Minggu, 22 April 2012

taujih ahad pagi

Allah, susurkan & susulkan kami di jalan mereka yang Kau limpahi cinta; dalam sempit maupun lapangnya, senyum & juga lukanya.

Allah, walau tak Kau kayakan kami seberlimpah Sulaiman; karuniai kami syukur & tawadhu'-nya nan hormati semut & burung Hudhud.

Allah, walau tak Kau beri kami daya raga & keajaiban seperkasa Musa, curahi kami keberanian & keteguhannya memimpin bangsa.

Allah, walau usia tak sepanjang Nuh mulia, tegarkan kami dengan kegigihan da'wah & tekad bajanya berbagi kebenaran bermacam cara.

Allah, walau paras tak setampan Yusuf rupawan, kuatkan diri kami menahan segala goda & derita, tajamkan nurani baikkan negeri.

Allah, walau keajaiban tak sertai perjalanan, penuhilah hati kami dengan kasih mesra seperti 'Isa, tunduklah musuh dalam cinta.

Allah, walau tak perlu ditelan ikan di gelap lautan, hiasi jiwa kami dengan kepasrahan Yunus nan rintih doanya Kau dengarkan.

Allah, walau tak usah kehilangan, dicekik sakit, miskin, & musibah; sejukkan hati kami dengan kesabaran & dzikir Ayyub nan tabah.

Allah walau ujian cinta tak seberat Ibrahim, Hajar, & Sarah; kurniai kami sakinah-mawaddah-rahmah, & keturunan shalih-shalihah.

Allah, walau ibadah tak seterpelihara Zakaria & kesucian tak seterjaga Maryam; nikmatkan kami bakti anak seperti Yahya & 'Isa.

Allah, walau belum pernah cicipi surga bak Adam-Hawa, jadikan rumah kami surga sebelum surga, terimalah taubat atas dosa-dosa.

Allah, walau jangan sampai Kau beri kami pasangan mirip Fir'aun; teguhkan kami bagai Asiyah, anugerahkan rumah surga di sisiMu.

Allah, walau kerajaan tak seluas Dzul Qarnain, curahi kami akhlaq pemimpin; menyeru iman, membebas ummat, menebar manfaat.

Allah, walau hidup tak sewarna-warni Ya'qub, jadikan kami mengadu padaMu semata, tampilkan kesabaran cantik yang mencahaya.

Allah, walau ilmu & kebijaksanaan tak seutuh Luqman Al Hakim; tajamkan fikir & rasa kami tuk mengambil 'ibrah di tiap kejadian.

Allah, walau soalan hidup tak sepelik Ibunda Musa, bisikkan selalu kejernihanMu di firasat kami saat hadapi musykilnya hari.

Allah, walau tak harus lari-sembunyi seperti Ashabul Kahfi, beri kami keberanian & lindungan saat katakan Al Haq di depan tiran.

cc : Salim A. Fillah Twitter

Minggu, 08 April 2012

Sang Penandai

"pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya."

"kematian tidak pernah bisa membunuh cinta sejati."

"pemilik semesta alam menciptakan dunia dengan cinta. kau tahu, Dia mematikan yang hidup dengan kasih sayang. menghidupkan yang mati juga dengan kasih sayang."

"adalah kebodohan terbesar di dunia jika kau harus membunuh dirimu saat kekasihmu pergi."

"semakin bijak seseorang maka semakin banyak ia memiliki pertanyaan yang tidak terjawab."

"kesepian memang selalu mengundang masa lalu. dan masa lalu yang tidak menyenangkan itu membawa resah dalam hati."

"kita memang tidak pernah tahu kekuasaan apa saja yang ada di atas dunia ini. apalagi kekuasaan yang ada di langit."

"ia sungguh masih mencintainya. selalu. cinta pertamanya."

"apakah, apakah kau masih mencintainya? | dan Jim perlahan mengangguk."

"dia tetap kekasih sejatiku."

"untuk bisa sempurna berdamai dengan masa lalu itu kau juga harus menerima semua kenangan itu. meletakkannya di bagaian terpenting hatimu, memberikannya singgasana dan mahkota. karena bukankah itu semua kenangan yang paling indah? paling berkesan. paling membahagiakan."

"penerimaan itu bukan sesuatu yang sederhana. banyak sekali orang-orang di dunia ini yang berpura-pura. berpura-pura menerima tetapi hanya berdusta. kita semua harus berlatih susah-payah untuk belajar menerima. apakah itu sulit? tidak, Jim. itu mudah. tetapi kau memang tak pernah memulainya. kau justru terjebak dalam lingkar penyesalan. tidak boleh, anakku, urusan ini tidak pernah boleh melibatkan walau sehelai sesal."

"tak ada kebahagiaan di dunia ini jika kau masih memiliki satu rasa sesal dalam hidup, sekecil apapun penyesalan itu."

"menunggu dan terus berharap kekasih kau menyelesaikan bagiannya. percaya, hanya itu yang bisa kau lakukan. maka semesta alam akan menyaksikan hadiah hebat untuk orang yang percaya hingga detik penghabisan."

"ia akan menunggu dengan sabar setiap hari, setiap detik, hingga kekasih hatinya datang menjemput."

#neraka

#neraka 1. Sedikit yuk, belajar ttg neraka...

#neraka 2. Sore2, bukannya ngomongin yg enak2, ustadz mah ngomongin neraka... Ngeteh, makan pisang goreng, gitu...

#neraka 3. Nah itu dia, kita kebanyakan enak. Kebanyakan santai....

#neraka 4. Mlh kbanyakan lalai. Ga paham bhw tar di sakratul maut aja, udah mulai tuh sgl kesusahan terhidang... Blm lg di neraka.

#neraka 5. Atau mlh udah ada yg brasa neraka dunia, skrng. Cuma, ada yg laa yasy'uruun, yg ga tau, ga paham, sdg susah...

#neraka 6. Ada yg laa ya'lamuun, yg ga tau bhw dia sdh berada di posisi segaris dg pintu neraka.

#neraka 7. Ngeri. Orang skrng cuma takut ama neraka2 dunia, kesusahan2 dunia. Ama neraka&kesusahan yg sebener2nya kesusahan, ga takut.

#neraka 8. Penyebabnya: G ada ilmu. G paham. Ga ngerti. Ga mau ngaji juga. Alhamd., ada twitter. Mau ga mau baca, he he.

#neraka 9. Di Padang Makhsyar nanti, tempat di mana kita itu dikumpulin, u/ siap2 masuk hari hisab, saat matahari tinggal sejengkal...

#neraka 10. Akan lwt neraka... Ditarik dg 70rb tali kekang. Tiap2 tali kekangnya ditarik sama 70rb malaikat...

#neraka 11. Bayangin coba... Ditarik dg 70rb tali kekang, dg tiap2 tali kekang, ditarik oleh 70rb malaikat.

#neraka 12. Di sini, kuda liar, atau binatang buas, emang jg perlu penanganan khusus, tdk bs ditangani 1-2 orang saja. Lalu neraka?

#neraka 13. Neraka emang ganas banget2. Ibarat binatang buas, ia menggelegak, dan bawaannya mau narik atau nyemplungin kita2.

#neraka 14. Neraka selalu kelaperan. Suka bcr: ada lagi tambahan untukku ya Robb?

#neraka 15. Orang2 yg dimasukkan neraka, digedein dulu sama Allah badannya.

#neraka 16. Coba skrng perhatikan bahu saudara. Sbrp sih dia gedenya? 2 jengkalan tangan aja, kiri kanan. Di neraka?

#neraka 17. Di neraka, dari bahu kiri ke kanan, atau sebaliknya, perlu perjalanan 3hr u/ melewatinya!

#neraka 18. Itu pun tentu bukan ukuran 1hr kayak di bumi ini. 1hr nya beda. Asli beda. Ga kebayang dah.

#neraka 19. Gigi gerahamnya manusia yg di neraka, digedein sampe tu gigi geraham sebesar gunung uhud.

#neraka 20. Demikian pula paha/kakinya. Perjalanan 3hr jg u/ beralih dari sisi kanan ke kiri.

#neraka 21. Sahabat bertanya, knp begitu yaa Rasuulallaah...? Spy bertambah2 kepedihan dan siksaan di neraka itu..

#neraka 22. Dalamnya neraka jg ampuuuuunnn...

#neraka 23. Kalau sekiranya dilemparkan bayi manusia yg baru lahir, atau batu, maka 70th baru mencapai dasarnya neraka...

#neraka 24. Ada neraka yg isinya uler. Uler yg ga bisa ditundukin oleh jagoan uler di dunia. Neraka saqor namanya. Buat siapa ini neraka?

#neraka 24. Buat yg kagak shalat, atau shalatnya kaga beres. Segede2nya itu neraka, isinya uler yg ga keruan bentuk, rupa, dan besarnya.

#neraka 25. Kita suka bercanda dg kehidupan ini. Nganggep enteng dosa. Neraka itu Janji Allah.

#neraka 26. Mdh2an bisa dah ngaji bab neraka di kemudian hari ya. Spy rada2 insyaf, mau sedikit demi sedikit ninggalin yg jelek2, &saleh.

#neraka 27. Bahkan ada orang2 yg dijadikan sama Allah, keraknya neraka... Wuaaaah... Na'uudzu billaah dah.

#neraka 28. Kalo dah ngaji bab neraka, susah mestinya makan duit orang, susah buat nyelewengin tugas, amanah, harta...

#neraka 29. Kl udah paham sama neraka&sifat2nya, mestinya bnr2 susah buat shubuh kesiangan. Mending begadang dah, buat nungguin shubuh.

#neraka 30. Kl sj sedikit tau ttg neraka, sulit rasanya ga pake jilbab buat para perempuan, aurat ampe kebuka...

#neraka 31. Gaji yg kecil, atau penghasilan besar, tp aurat kebuka, ya Allah, tukerannya mahal banget. Nerakanya mengerikan. Maaf ya. Maaf.

#neraka 32. Sulit jg buat para lelaki, bila paham neraka, mau mengaji sedikit saja ttg neraka, lalu ia sembarang megang kulit perempuan...

#neraka 33. Sekedar megang kulit perempuan yg ga halal, udah ga bakal berani. Apalagi sampe zina. Duh duh duh...

#neraka 34. Sulit buat para anak, bandel, doraka, sama ayah ibunya. Sulit buat ayah ibu, nyariin rizki yg ga halal buat anak&keluarganya.

#neraka 35. Sbb apa? Sbb daging, kulit, darah, yg dialiri rizki haram, neraka yg berhak jadi tempatnya.

#neraka 36. Dan neraka udah menyeringai senang, sejak seseorang sdh akrab dg rizki haram. Ada makanan.

#neraka 37. Makanya kadang Allah hentikan gerak seseorang yg rakus thd barang haram, rizki haram, dg sakit, penjara, atau lain2...

#neraka 38. Sbb Allah sayang, jgn sampe abadan abadaa di nerakanya. Jgn sampe abadi. Siapa tau ada amal saleh yg bs ngeluarin dia...

#neraka 39. Kadang Allah pisahkan istri yg baik, anak yg baik, dari ayah yg berizki haram, dg perceraian, lalu Allah carikan ayah baru.

#neraka 40. Sbb Allah sayang juga barangkali dg istri dan anak2 ini.

#neraka 41. Segala kesusahan neraka, nabi sangat nguatirin bener. Sampe dlm sujud2nya nabi nangis begitu mendalam. Sholuu 'alannabiyy...

#neraka 41. Bershalawatlah kpd Nabi. Betul. Bershalawatlah. Sbb Nabi sangat sayang sama kita semua.

#neraka 42. Pernah diriwayatkan bhw Nabi pernah sedih dan kuatir berkepanjangan thd nasib ummatnya... Sblm&ssdh turun surat adh Dhuhaa...

#neraka 43. Ketika ditanya Allah, apa yg paling diinginkan kekasih-Nya ini, Nabi menjawab, bhw yg Nabi pengenin, adlh ummatnya selamat...

#neraka 44. Selamet dari azab neraka. Ga ada yg dimasukin neraka.

#neraka 45. Allah tetapkan Nabi Muhammad sbg pemberi syafaat. Nabi diizinkan oleh Allah menolong ummatnya...

#neraka 46. Aaaaahhh... Pengen terus nulis.

#neraka 47. Tp udah mau maghrib. Tar terusin aja lg besok2.

#neraka 48. Doain, spy saya diizinkan ngajar ttg neraka ini di Kuliah Wisatahati di antv, yg jam 5pg itu, yg dari senen s/d jum'at.

#neraka 49. Teringat di penghujung tweet ini, kisah Nabi ketika dibangunkan dari kematiannya...

#neraka 50. Nabi dibangunkan Jibril, yg ditemani 3 malaikat lain: Isrofil, Izrail, Mikail...

#neraka 51. Ketika bangun, Nabi bertanya: Hari apakah ini?

#neraka 52. Jibril menjawab, hari ini hari di mana surga yg dihias oleh Malaikat Ridwan, dibuka...

#neraka 53. Jibril msh terus menjawab... Hari ini jg Neraka yg udah dipanaskan berpuluh2 ribu tahun, dibuka...

#neraka 54. Lalu ketika Jibril mengisahkan ttg nikmatnya hari itu u/ mereka yg masuk surga..

#neraka 55. Dan susahnya mereka yg masuk neraka...

#neraka 56. Rasul kemudian bertanya lagi... "Aina ummatiii...? Kalau begitu... Di mana ummatku wahai Jibril...?"

#neraka 57. Hari hisab digelar. Segala amal dibuka. Ketika di dunia, jagoan2 dunia, yg menguasai hukum&keadilan, ga akan ada lagi.

#neraka 58. Saat itu Nabi memainkan peran yg maha penting buat semua yg beriman, Nabi memiliki syafaat. Nabi memiliki izin dari Allah...

#neraka 59. Untuk menolong ummatnya agar selamat dari neraka, dan masuk ke surga.

#neraka 60. Teriring shalawat dan salam u/ Rasulullaah Muhammad shollaa 'alaih...

#neraka 61. Rasul menyuruh ummatnya u/ memperbanyak sujud, agar beliau bisa menolong kita. Jaga shalat yg 5 wkt...

#neraka 62. Sebisa mungkin menghidupkan amalan2 sunnah, dan menjauhi dosa dan maksiat...

#neraka 63. Apalagi kematian bukan nomor urut. Tapi nomor cabut. Hingga Malaikat Izrail pun tdk tau siapa yg dicabutnya kemudian.

#neraka 64. Alangkah enaknya dicabut nyawa pas lagi shalat maghrib di masjid. Maka bergegaslah ke masjid u/ shalat maghrib....

#neraka 65. Salam hormat, dari yg butuh doa dari semuanya, Yusuf Mansur... Saling doa u/ semua ummat muslim sedunia, dari segala zaman...

#neraka 66. Oh ya, jgn lupa, baca subhaanallaahi wabihamdih, 100x. Spy diampunin total.

#neraka 67. Baca juga allahumma ajirnaa minannaar 7x hbs maghrib dan shubuh besok, spy ditutup itu 7 pintu neraka selama2nya.

cc : cc : Yusuf Mansur Twitter

ridha dan ikhlas

1) Jalan kebahagiaan di dunia & akhirat terrangkum dalam 2 kata yang sederhana; RIDHA & IKHLAS.

2) RIDHA pada segala yang telah Allah karuniakan pada kita; ketetapan, pembagian, & tata aturan.

3) IKHLAS atas segala yang kita persembahkan kepada Allah; shalat, ibadah, hidup, & mati kita.

4) RIDHA pada ketetapan Allah; maka nikmat & musibah jadi jalan; syukur & sabar jadi kendaraan. Jurusannya sama-sama surga.

5) RIDHA pada pembagian Allah; apa & berapapun pasti cukup untuk beramal mentaati; tiada iri & dengki; bersyukur menambahi.

6) RIDHA pada tata aturan Allah; dalam berpribadi, berkeluarga, bermasyarakat, bernegara, & berantar bangsa; betapa indahnya.

7) Dan IKHLAS; perjuangan yang kita susuri hingga hawa nafsu tak lagi memiliki bagian dalam shalat, ibadah, hidup, & mati.

cc : Salim A. Fillah Twitter

Senin, 02 April 2012

22 tanda iman anda sedang lemah

Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini. Tanda-tanda tersebut adalah:

1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah! Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.

Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, “Setiap umatku mendapatkan perindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-terangan. Dan, sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan jika seseirang melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia berkata, ‘Hai fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begini,’ padahal sebelum itu Rabb-nya telah menutupi, namun kemudian dia menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya.” (Bukhari, 10/486)

Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.” (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor 86)

2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke dalam ayat ini, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” (Al-Baqarah:74)

3. Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam shalat. Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur’an. Melamun dalam doa. Semua dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan saja. Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh. Ketahuilah! Rasulullah saw. berkata, “Tidak akan diterima doa dari hati yang lalai dan main-main.” (Tirmidzi, hadits nomor 3479)

4. Ketika Anda terasas malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah. Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu. Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis. Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada. Menunda-nunda pergi shalat Jum’at dan lebih suka barisan shalat yang paling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda mengikuti shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka di dalam neraka.” (Abu Daud, hadits nomor 679)

Allah swt. menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang munafik. “Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas.”

Jadi, hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat dhuha dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa Ramadhan.

5. Ketika hati Anda tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda. Suka memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah saw. berkata, “Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati.” (As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)

6. Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Tidak bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut dengan ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat perintah. Biasa saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan neraka. Hati-hatilah, jika Anda merasa bosan dan malas untuk mendengarkan atau membaca Al-Qur’an. Jangan sampai Anda membuka mushhaf, tapi di saat yang sama melalaikan isinya.

Ketahuilah, Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (Al-Anfal:2)

7. Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa kepada-Nya. Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang paling berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula Anda menangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini telah menjadi karakter Anda. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang munafik dengan firman-Nya, “Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit sekali.” (An-Nisa:142)

8. Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata kepala sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah. Ghirah Anda padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan nahyi munkar. Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.

Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Apabila dosa dikerjakan di bumi, maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya –dan kadang beliau mengucapkan: mengingkarinya–, maka dia seperti orang yang tidak menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang yang menyaksikannya.” (Abu Daud, hadits nomor 4345).

Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, “Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman.” (Bukhari, hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70)

9. Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet tampil sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab. Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan orang. Narsis banget!

Allah berfirman, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman:18)

Nabi saw. pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, “Sungguh engkau telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya.” (Bukhari, hadits nomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321)

Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, “Sesungguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan alangkah buruknya yang terakhir.” (Bukhari, nomor 6729)

“Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela, keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hati kiamat, kecuali orang yang adil.” (Shahihul Jami, 1420).

Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabda Rasulullah saw. yang berbunyi, “Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallah’, dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang mengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dari keimanan.” (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits nomor 50)

“Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?” tanya Rasulullah saw. Para sahabat menjawab, “Ya.” Rasulullah saw. bersabda, “Yaitu setiap orang yang kasar, angkuh, dan sombong.” (Bukhari, hadits 4537, dan Muslim, hadits nomor 5092)

10. Ketika Anda bakhil dan kikir. Ingatlah perkataan Rasulullah saw. ini, “Sifat kikir dan iman tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba selama-lamanya.” (Shahihul Jami’, 2678)

11. Ketika Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda perbuat. Ingat, Allah swt. benci dengan perbuatan seperti itu. “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada kamu perbuat.” (Ash-Shaff:2-3)

Apakah Anda lupa dengan definisi iman? Iman itu adalah membenarkan dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan. Jadi, harus konsisten.

12. Ketika Anda merasa gembira dan senang jika ada saudara sesama muslim mengalami kesusahan. Anda merasa sedih jika ada orang yang lebih unggul dari Anda dalam beberapa hal.

Ingatlah! Kata Rasulullah saw, “Tidak ada iri yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harga, ia menghabiskannya dalam kebaikan; dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain.” (Bukhari, hadits nomor 71 dan Muslim, hadits nomor 1352)

Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., “Orang Islam yang manakah yang paling baik?” Rasulullah saw. menjawab, “Orang yang muslimin lain selamat dari lisan dan tangannya.” (Bukhari, hadits nomor 9 dan Muslim, hadits nomor 57)

13. Ketika Anda menilai sesuatu dari dosa apa tidak, dan tidak mau melihat dari sisi makruh apa tidak. Akibatnya, Anda akan enteng melakukan hal-hal yang syubhat dan dimakruhkan agama. Hati-hatilah! Sebab, Rasulullah saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang berada dalam syubhat, berarti dia berada dalam yang haram, seperti penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanaman yang dilindungi yang dapat begitu mudah untuk merumput di dalamnya.” (Muslim, hadits nomor 1599)

Iman Anda pasti dalam keadaan lemah, jika Anda mengatakan, “Gak apa. Ini kan cuma dosa kecil. Gak seperti dia yang melakukan dosa besar. Istighfar tiga kali juga hapus tuh dosa!” Jika sudah seperti ini, suatu ketika Anda pasti tidak akan ragu untuk benar-benar melakukan kemungkaran yang besar. Sebab, rem imannya sudah tidak pakem lagi.

14. Ketika Anda mencela hal yang makruf dan punya perhatian dengan kebaikan-kebaikan kecil. Ini pesan Rasulullah saw., “Jangan sekali-kali kamu mencela yang makruf sedikitpun, meski engkau menuangkan air di embermu ke dalam bejana seseorang yang hendak menimba air, dan meski engkau berbicara dengan saudarmu sedangkan wajahmu tampak berseri-seri kepadanya.” (Silsilah Shahihah, nomor 1352)

Ingatlah, surga bisa Anda dapat dengan amal yang kelihatan sepele! Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menyingkirkan gangguan dari jalan orang-orang muslim, maka ditetapkan satu kebaikan baginya, dan barangsiapa yang diterima satu kebaikan baginya, maka ia akan masuk surga.” (Bukhari, hadits nomor 593)

15. Ketika Anda tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin dan tidak mau melibatkan diri dalam urusan-urusan mereka. Bahkan, untuk berdoa bagi keselamatan mereka pun tidak mau. Padahal seharusnya seorang mukmin seperti hadits Rasulullah ini, “Sesungguhnya orang mukmin dari sebagian orang-orang yang memiliki iman adalah laksana kedudukan kepala dari bagian badan. Orang mukmin itu akan menderita karena keadaan orang-orang yang mempunyai iman sebagaimana jasad yang ikut menderita karena keadaan di kepala.” (Silsilah Shahihah, nomor 1137)

16. Ketika Anda memutuskan tali persaudaraan dengan saudara Anda. “Tidak selayaknya dua orang yang saling kasih mengasihi karean Allah Azza wa Jalla atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh permulaan dosa yang dilakukan salah seorang di antara keduanya,” begitu sabda Rasulullah saw. (Bukhari, hadits nomor 401)

17. Ketika Anda tidak tergugah rasa tanggung jawabnya untuk beramal demi kepentingan Islam. Tidak mau menyebarkan dan menolong agama Allah ini. Merasa cukup bahwa urusan dakwah itu adalah kewajiban para ulama. Padahal, Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penolong-penolong (agama) Allah.” (Ash-Shaff:14)

18. Ketika Anda merasa resah dan takut tertimpa musibah; atau mendapat problem yang berat. Lalu Anda tidak bisa bersikap sabar dan berhati tegar. Anda kalut. Tubuh Anda gemetar. Wajah pucat. Ada rasa ingin lari dari kenyataan. Ketahuilah, iman Anda sedang diuji Allah. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji.” (Al-Ankabut:2)

Seharusnya seorang mukmin itu pribadi yang ajaib. Jiwanya stabil. “Alangkah menakjubkannya kondisi orang yang beriman. Karena seluruh perkaranya adalah baik. Dan hal itu hanya terjadi bagi orang yang beriman, yaitu jika ia mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya; dan jika ia tertimpa kesulitan dia pun bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan baginya.” (Muslim)

19. Ketika Anda senang berbantah-bantahan dan berdebat. Padahal, perbuatan itu bisa membuat hati Anda keras dan kaku. “Tidaklah segolongan orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk yang mereka berada pada petunjuk itu, kecuali jika mereka suka berbantah-bantahan.” (Shahihul Jami’, nomor 5633)

20. Ketika Anda bergantung pada keduniaan, menyibukkan diri dengan urusan dunia, dan merasa tenang dengan dunia. Orientasi Anda tidak lagi kepada kampung akhirat, tapi pada tahta, harta, dan wanita. Ingatlah, “Dunia itu penjara bagi orang yang beriman, dan dunia adalah surga bagi orang kafir.” (Muslim)

21. Ketika Anda senang mengucapkan dan menggunakan bahasa yang digunakan orang-orang yang tidak mencirikan keimanan ada dalam hatinya. Sehingga, tidak ada kutipan nash atau ucapan bermakna semisal itu dalam ucapan Anda.

Bukankah Allah swt. telah berfirman, “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia’.” (Al-Israa’:53)

Seperti inilah seharusnya sikap seorang yang beriman. “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: ‘Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil.’” (Al-Qashash:55)

Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam.” (Bukhari dan Muslim)

22. Ketika Anda berlebih-lebihan dalam masalah makan-minum, berpakaian, bertempat tinggal, dan berkendaraan. Gandrung pada kemewahan yang tidak perlu. Sementara, begitu banyak orang di sekeliling Anda sangat membutuhkan sedikit harta untuk menyambung hidup.

Ingat, Allah swt. telah mengingatkan hal ini, ”Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf:31). Bahkan, Allah swt. menyebut orang-orang yang berlebihan sebagai saudaranya setan. Karena itu Allah memerintahkan kita untuk, “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (Al-Isra’:26)

Rasulullah saw. bersabda, “Jauhilah hidup mewah, karena hamba-hamba Allah itu bukanlah orang-orang yang hidup mewah.” (Al-Silsilah Al-Shahihah, nomor 353).


**sumber : disini

kenapa tak jadi rahasia kau dan Tuhanmu saja?

saya agak gerah. lebih tepatnya sebal sih, dengan orang-orang yang "ke PD an" update status kalau dia sedang senang, sedih, maupun melakukan amal salih.

memang tak ada yang salah mengupdate status di jejaring sosial apalagi kalau niatnya mengingatkan, justru bagus kalau banyak orang yang terinspirasi melakukan kebaikan. tapi.....ntah saya yang sensitif atau apa yaa, merasa bahwa seseorang yang memberitahuan apa-apa saja amal kebaikan yang dilakukannya itu berlebihan dan ga seharusnya.

contoh, mengupdate status bahwa ia baru saja shalat malam atau baru saja setor hafalan atau sedang menahan pandangan dll dsb. untuk apa? bukankah kata Rasul amal yang terbaik itu yang tidak dipamerkan? kenapa tidak menahan diri untuk menjadikan amal itu sebagai rahasia antara kita dan Allah saja?

kalau alasan menginspirasi cukuplah kata-kata Rasulullah yang jadi senjata, apalah arti amal kita dibanding manusia paling sempurna yang diciptakan Allah. bahkan sebelum menciptakan semua makhluk Allah sudah berncana manciptakan Nabi Muhammad.

"seandainya Aku tidak mencipta engkau yaa Muhammad, niscaya tidak akan Ku ciptakan semua makhluk." - hadist qudsi


jadi cukuplah keagungan dan tingkah laku manusia paling agung itu yang menjadi contoh atau para sahabat atau orang-orang salih lain yang memang sudah "teruji". justru ketika kita memberitahukan apa-apa yang sudah kita kerjakan terutama amal kebajikan dan amal ibadah yang memang sangat subhanallah luar biasa apa lantas kita menjadi naik derajatnya dimata Allah, memang yakin amal kita diterima? meskipun kita harus memiliki keyakinan Allah akan meridhai dan menerima amal kita, bukankah lebih baik jadi rahasia diri sendiri dan Dia saja?

berhati-hatilah dengan godaan setan yang bisa membuat kita merasa riya' dengan amal yang kita pamerkan, dan berlindunglah dari setan yang akan menghasut pikiran orang lain yang membaca apa yang kita update di jejaring sosial. bukankah dahulu Rasulullah pernah memberitahukan kepada sahabat-sahabat beliau tentang seseorang yang mempunyai amalan khusus yang menyebabkan ia masuk Surga tapi tak ada seorang pun yang sadar apa amalan tersebut sampai salah satu dari mereka datang menginap dirumahnya dan menanyakannya langsung. apakah orang yang dijamin akan berada di Surga itu sebelumnya memamerkan amalannya?

begitupun dengan tokoh-tokoh ulama saat ini, orang-orang yang kesalihannya tak diragukan. siapa diantara mereka yang mungkin banyak sudah tidak hidup di dunia yang memamerkan amal merka? justru orang lain lah yang memberitahukan kepada dunia apa-apa aja yang sudah orang-orang hebat itu lakukan.

tindakan kitalah yang mencerminkan tingkat kemuliaan kita di hadapan Allah, kata-kata tak akan pernah cukup. mengapa harus memamerkan kemesraan dengan Rabbmu? apakah sebegitu senangnya membuat orang lain mengetahui bahwa kita beriman? bahwa kita salih? bahwa kita sangat menjaga diri? biarkan sanjungan itu hanya datang dari Allah, maka sesuai janjiNya, Ia akan menjadikan seluruh penduduk langit dan bumi mencintaimu.