Selasa, 27 Maret 2012

Senja Bersama Rosie

"bagiku waktu selalu pagi. di antara seluruh potongan 24 jam sehari, bagiku pagi adalah waktu terindah. ketika janji-janji muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan, ketika harapan-harapan baru merekah seiring kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan. pagi, berarti satu hari lagi yang melelahkan telah terlampaui. satu malam lagi dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati. malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan dan helaan napas tertahan."

"bukankah masalah itu sederhana? bukankah masalh itu amat sederhana? meski harus membusai hatiku berkeping-keping? semua tentang pilihan."

"memandangnya dari sisi lain, merasakannya dari sisi lain ternyata tidak kalah indah dengan mimpi-mimpi yang kuanyam, mimpi-mimpi yang kurajut."

"aku mencintaimu.... Demi Tuhan! aku tidak pernah mengerti perasaan itu, tapi aku mencintaimu."

"aku tidak tahu apa perasaan itu! yang aku tahu aku selalu merasa senang bersamamu. merasa tenteram dari semua galau. merasa damai dari semua senyap. aku merasa kau membuatku setiap hari lebih baik. menumbuhkan semangat, memberikan energi."

"aku akan beruntung sekali kalau ada lelaki yang mencintaiku sebesar itu. cinta yang teramat besar, meski tidak pernah terucapkan."

"tidak akan pernah bisa menghilangkan perasaan itu."

"aku bisa mengukir wajahnya di langit-langit kamar. menatap wajahnya di bening bak mandi. di piring kosong. membuatku tergugu. tersedan dengan segala perasaan."

"tidak ada yang bisa membantu selain waktu. tapi agar waktu berbaik hati maka kita juga harus berbaik hati kepadanya, dengan menyibukan diri. sepi hanya mengundang lipatan-lipatan kesedihan lainnya."

"kepergian tidak selalu berarti kesedihan berkepanjangan."

"bertahanlah. sekuat yang bisa kau lakukan. sisanya serahkan pada waktu. waktu akan mengubur seluruh kesedihan. waktu akan membakar setiap jengkal rasa sakit."

"janji masa depan yang hebat, janji masa depan yang esok lusa membuatku bertahan atas segala kejadian ini."

"dua puluh tahun dari sekarang kau akan lebih menyesal atas apa-apa yang tidak kau kerjakan dibandingkan atas apa-apa yang kau kerjakan."

"kau tidak pernah tahu malam-malam yang sesak! tapi aku sungguh tidak pernah bisa meninggalkanmu!"

"i bless the day i found you. let it be me."

"memaafkan orang lain jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri."

"semua gurat takdir ini mungkin kejam. aku tak akan pernah erani memuat kesempatan. karena aku terlanjur mempercayai sepenuhnya janji kehidupan itu kepada Tuhan. malam ini, iarlah semua terasa lengkap. sempurna. aku titipkan seluruh urusan ini kepada-Mu, Tuhan! jika Engkau mengehndaki mawar itu tumuh di atas tegarnya karang, maka iarkanlah itu terjadi. Kau akan mengirim keajaiban itu"

"biarlah kesempatan itu datang dari langit. semua sudah cukup sekarang!"

"aku tidak akan berpura-pura mencintainya. aku memang mencintainya. entah dengan pengertian atau pemahaman cinta yang mana."

"mawar akan tumbuh di tegarnya karang, jika Dia menghendakinya."

Tidak ada komentar: