Kamis, 22 Maret 2012

sebuah nasehat

untuk apa memerlukan sebuah nasehat jika hati tetap berkata tindakan salah kitalah yang paling benar?

apakah hanya karena orang lain berbuat tidak baik pada kita, lantas menjadikan kita juga berbuat hal yang sama?

ketika kita dihadapkan dengan kondisi yang tidak menyenangkan, dimana kita bisa saja "marah" dengan keadaan dan orang sekitar, apa yang akan kita pilih? apakah kita ingin mendapatakan nasehat yang baik, nasehat yang tidak hanya memperbaiki keadaan tapi juga menenangkan hati kita. atau kita lebih ingin mendapatkan sebuah "dukungan" atas kekesalan kita?

kadang kita berpikir bahwa kita boleh saja bersikap yang sama jahatnya dengan orang lain yang berprilaku seperti itu kepada kita, toh Allah dan Rasul membolehkan kita membalah sesuai dengan apa yang kita dapat, akan tetapi bukankah sabar itu lebih baik?

Tidak ada komentar: