Kamis, 01 Maret 2012

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

"benci atau suka itu relatif. lama-lama terbiasa, lama-lama jatuh cinta."

"dalam banyak urusan, kita terkadang sudah merasa selesai sebelum benar-benar berhenti."

"kau bolak-balik sedikit saja hati kau. sedikit saja, dari rasa dipaksa menjadi sukarela, dari rasa terhina menjadi dibutuhkan, dari rasa disuruh-suruh menjadi penerimaan. seketika, wajah kau tak kusut lagi."

"aku tidak akan merendahkan kehormatan wanita dengan memegang-megang tangannya."

"perasaan adalah perasaan. meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh menjadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat. hebat sekali benda bernama perasan itu. dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan dikejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang."

"dunia ini terus berputar. perasaan bertunas, tumbuh mengakar, bahkan berkembang biak di tempat yang paling mustahil dan tidak masuk akan sekalipun. perasaan-perasaan kadang dipaksa tumbuh di waktu dan orang yang salah."

"cinta itu macam musik yang indah. bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti."


"cinta sejati selalu menemukan jalan. ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah namanya. tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. kebetulan yang menakjubkan. kalau kau tidak bertemu, berarti bukan jodoh. sederhana bukan?"

"terkadang dalam banyak keterbatasan, kita harus bersabar menunggu rencana terbaik datang, sambil terus melakukan apa yang harus dilakukan."

"jangan pernah menilai sesuatu sebelum kau selesai dengannya, mengenal dengan baik."

"sakit perasaan memang kadang bisa membuat badan ikut sakit. menghela napas terasa berat, menjalankan sepit terasa suram, sepi ditengah keramaian, dan sebaliknya ramai ditengah kesepian. duhai, hati yang memendam rindu."

"semakin berusaha kulupakan, semakin sering muncul, seperti tamu tak diundang yang datang berkali-kali."

"banyak sekali orang yang jatuh cinta lantas sibuk dengan dunia barunya itu. sibuk sekali, sampai lupa keluarga sendiri, teman sendiri. padahal siapalah orang yang tiba-tiba mengisi hidup kita itu? kebanyakan orang asing, orang baru."

"kalau hati kau sedang banyak pikiran, gelisah, kau selau punya teman dekat. mereka bisa jadi penghiburan, bukan sebaliknya. habiskan masa-masa sulit kau dengan teman terbaik, maka semua akan lebih ringan."

"hanya perlu bersabar, dan semua skenario baik itu tercipta sendiri."


"cinta selalu saja misterius. jangan diburu-buru atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri."


"jangan sekali-kali kau biarkan prasangka jelek, negatif, buruk, apalah namanya itu muncul di hati kau. dalam urusan ini, selalulah berprasangka positif. selalulah berharap yang terbaik. karena dengan berprasangka baik saja hati kau masih sering ketar-ketir memendam duga, menyusun harap, apalagi dengan prasangka negatif tambah kusut lagi perasaan kau. kau kecewa, tapi jangan biarkan terlalu. kau sedih, tapi jangan biarkan menganga dalam. esok lusa boleh jadi ada penjelasan yang lebih baik. bersabarlah, kau paham?."

"sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kau pamer-pamerkan. semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu."

"berasumsi dengan perasaan, sama saja membiarkan hati kau diracuni harapan baik, padahal boleh jadi kenyataannya tidak seperti itu, menyakitkan."

"cinta hanyalaah segumpal perasaan dalam hati. sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih sama dengan kau suka makan gulai kepala ikan, suka mesin. bedanya, kita selama ini biasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. kita beri dia porsi lebih penting, kita besarkan, terus menggumpal membesar. coba saja kau cueki, kau lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kau bosan makan kepala ikan."

"percayalah, jika memang cinta sejati kau, maka semenyakitkan apa pun, mau seberapa sulit liku yang harus kalian lalui, dia tetap akan bersama kau kelak, suatu saat nanti. langit selalu punya skenario ternbaik. saat itu belum terjadi, bersabarlah. isi hari-hari dengan kesempatan baru. lanjutkan hidup dengan perasaan riang."

"ketika situasi memburuk, ketika semua terasa berat dan membebani, jangan pernah merusak diri sendiri. boleh jadi ketika seseorang yang kita sayangi pergi, maka separuh hati kita ikut tercabik pergi. tapi kau masih memiliki separuh hati yang tersisa, bukan? maka jangan ikut merusaknya pula. itulah yang kau punya sekarang. satu-satunya yang paling berharga."

"kau satu-satunya kesempatan yang pernah kumiliki, dan aku tidak akan pernah mau menggantinya dengan siapapun."


"aku sungguh selalu menunggu."

"aku berjanji akan selalu mencintai kau. bahkan walau tahu masa lalu yang menyakitkan, itu tidak akan mengubah apapun."

2 komentar:

Danni Moring mengatakan...

Halo pakabar?saya mampir lagi....oo ini kata-kata yang di buku judul "Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah" ya?

Nur'aini Tri Wahyuni mengatakan...

alhamdulillah sehat :)) iya di buku itu tp belum selesai kata-kata bagusnya kebanyakan :D