Rabu, 28 Maret 2012

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

"kalian tidak penting menanyakan pertanyaan apa pun lainnya saat pertama kali bertemu dengan seseorang selain bertanya apa kabar."

"yaa Tuhan, semua takdirMu baik. semua kehendakMu adalah yang terbaik."

"daun yang jatuh tak pernah membenci angin. dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. tak melawan. mengikhlaskan semuanya."

"kehidupan harus berlanjut. ketika kau kehilangan semangat, ingatlah kata-kataku dulu. kehidupan ini seperti daun yang jatuh. biarkanlah angin yang menerbangkannya."


"yakinlah, mengenang semua perasaaan itu tidak sesulit yang dibayangkan."

"kebaikan itu seperti pesawat terbang. jendela-jendela bergetar, layar teve bergoyang, telepon genggam terinduksi saat pesawat itu lewat. kebaikan merambat tanpa mengenal batas. bagai garpu tala yang beresonansi, kebaikan menyebar dengan cepat."

"bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. tak perduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. tak masalah walau lewat kejadian sedih dan menyakitkan."

"tak ada yang perlu disesali. tak ada yang perlu ditakuti. biarkan dia jatuh sebagaimanaa mestinya. biarkan angin merengkuhnya, membawanya pergi entah kemana. dan kami akan mengerti, kami akan memahami, dan kami akan menerima."

"bagaimana mungkin kau akan bahagia, jika kau terpaksa menikah dengan seseorang yang tidak pernah kau cintai, tak perduli seberapa besaar dia mencintaimu. itu akan menyakitkan. bagaimana kau akan menjalani hari-harimu?"

Tidak ada komentar: