Minggu, 12 Februari 2012

tidak memperhatikan

tambah banyak saja, orang2 yg tidak memperhatikan.

di rapat2, saat peserta rapat sibuk berpikir, membahas banyak hal, ada yg asyik nyempil main hp, sibuk berkelana di luar ruangan. ada yg main ipad, apa saja, tidak memperhatikan.

di ruang keluarga, anak2 bicara, orangtuanya sibuk dgn pikiran sendiri, tidak memperhatikan. apalagi yg diharapkan? saat orangtua mereka bicara, anak2 lbh sering sibuk dgn dunianya sendiri, tdk memperhatikan.

di kafe2, teman berkumpul satu sama lain, tetap sj sibuk dgn 'mainan' di tangan. di tempat bercengkerama, sahabat bertemu satu sama lain, tetap sj sibuk dgn 'mainan' di tangan, tidak memperhatikan. juga pun meski dgn pacar yg katanya tersayang, justeru tak ada pulsa yg membuat perhatian--karena tdk bisa online lg.

dulu, orang bicara, masuk kuping kiri keluar kuping kanan, wajah plongo memperhatikan.

sekarang, orang bicara, masuk kuping kiri keluar kuping kanan, wajah sok memperhatikan, tangan sibuk bekerja.

seberapa besar teknologi telah menelan kebiasaan baik kita? pesawat baru sj menjejak runaway, mendarat, bergegas menghidupkan hp, seolah menunggu telepon dr presiden, atau perlu mengupdate status, seolah artis dgn 18 juta follower. kita sibuk sekali dgn dunia baru itu. sampai lupa bertanya, lantas apa yg sebenarnya 'dunia baru' itu telah berikan kpd kita?

selamat datang di dunia 'tidak memperhatikan'. maka bersiaplah dgn resikonya, jika kita juga tdk diperhatikan orang lain saat bicara dan butuh diperhatikan.

REPOST : http://www.facebook.com/note.php?note_id=308263422557566

Tidak ada komentar: