Minggu, 12 Februari 2012

cinta, air mata & permata

sy baru saja menyelesaikan nonton "kite runner". disela2 terpesona menatap landsekap indah sabuk pegunungan bersepuh emas putih di kashgar & tashkorgan, xinjiang (tempat shooting film ini--yg menggantikan tempat asli cerita di kabul, afganistan); menelan ludah menyimak hipokrasi dan ekstremitas di afganistan selepas periode invansi soviet; sy menemukan metafor yg elok dan boleh jd orisinil. kisah yg disampaikan oleh amir ke hasan saat mereka masih kanak2.

seperti apakah kehidupan cinta kalian selama ini?

simaklah kisah berikut (dgn beberapa tambahan versi dr sy utk menambah kontekstualnya):

"dahulu kala, hiduplah seorang pemuda. pemuda itu miskin. orang paling miskin di seluruh kota. harta satu-satunya adalah: istrinya yg amat mencintainya. bagaimana tidak cinta? sang istri tak pernah mengeluh, bahkan selalu menghibur suaminya dgn janji2 suatu saat dia akan jadi pemuda yg kaya raya... tp jauh dr api dia akan kaya, sudah miskin, pemuda itu harus menghidupi ibunya yg sepuh dan sakit2an pula. tak ada kalimat2 yg lbh pantas untuk mengisahkan betapa sengsaranya hidup mereka. istrinya saat itu sedang mengandung.

suatu malam, ibunya yg sakit2an meninggal karena mereka sudah berbulan2 tdk punya uang utk memanggil tabib. beban hidup semakin sulit sejak bayi perempuan mereka lahir dua bulan lalu. kesedihan mendalam menimpa pemuda itu. malam itu, pemuda malang ini menangis di gundukan tanah merah kuburan ibunya. menyesali dia tdk bisa melakukan apa2 demi ibunya. nah, mendengar tangis ini, ada malaikat yg berbaik hati menolong. air mata terakhir yg menetes dr sang pemuda berubah menjadi permata. berseru terkejutlah pemuda itu. apa yg telah terjadi? bagaimana mungkin air matanya berubah menjadi permata?

tp dua permata yg diperoleh malam itu tidak cukup utk menyelamatkan bayi perempuan mereka yg jatuh sakit2an kurang gizi beberapa hari kemudian. maka terjadilah prosesi pemakaman kedua dalam seminggu di keluarga itu. amat menyedihkan melihat kabut duka di mata pemuda miskin itu, menangis tersedu di gundukan tanah kecil bayinya.... kali ini, demi melihat kesedihan sang pemuda, malaikat lebih berbaik hati lagi, setiap tetes air mata kesedihan dr pemuda itu berubah menjadi permata.... malam itu dia membawa pulang dr kuburan segenggam permata berharga. pemuda itu mengerti sudah: setiap kali dia menangis sedih, maka air matanya berubah menjadi permata.

dan beberapa hari kemudian, tahukah kalian, tetangga menemukan pemuda itu duduk di hamparan tumpukan permata di kamarnya... dengan tubuh istrinya yg terkulai di pangkuan, ada belati yg menancap di jantung istrinya yang selama ini amat mencintainya...

*maret 2008

REPOST :http://www.facebook.com/note.php?note_id=183755538341689

Tidak ada komentar: