Senin, 13 Februari 2012

anak gadis keluar malam2

tadi malam, sy pulang kemalaman dari tangerang. tiba di bandung sekitar pukul 21.15. karena istri sy sms minta dibawakan donut, maka meskipun bawa2 barang, menyempatkan mampir di cihampelas walk (ciwalk--mall sekaligus tempat hiburan yg amat terkenal itu di bandung). biasa saja sebenarnya pergi ke ciwalk. kami sering nongkrong di mall ini. bedanya kami pergi pagi2, persis jam buka, jadi biar pasai anak kami 20 bulan bisa lari2an bebas, duduk di salah-satu kedai pizza, main apa saja, belum banyak pengunjung, jalan memapah pasai berkeliling. sy hafal detail ciwalk.

nah, tadi malam, ciwalk ramai seperti pasar kaget. malam minggu, maklum. sy memaklumi juga keramaian itu. tapi yg sungguh membuat sy sedih adalah:

1. lebih banyak pengunjung perempuan dibanding laki2. dan kebanyakan pengunjung perempuan itu adalah remaja.

2. dan hei, ini bandung, ciwalk itu terletak di bandung utara pula, semalam gerimis, suhu lebih dingin dan lembab dibanding biasanya. lantas apa maksudnya remaja2 perempuan berpakaian seperti bercelana pendek saja, kaos lengan pendek saja. ataupun kalaupun berjilbab, seadanya saja, tetap ketat2 juga ujungnya. bergerombol dgn geng, teman2, tertawa entahlah. sy tidak mengerti poin gaya berpakaiannya. ini bandung, dingin. dan ini gerimis, bedak kalian akan luntur saat berjalan di luar.

3. dan sy tidak habis pikir, itu nyaris setengah sepuluh malam, masih asyik bercengkerama di luar rumah. kalian akan pulang jam berapa? tidakkah cemas orang tua kalian? tidakkah cemas kalian dgn banyak hal?

sy tdk akan menutup notes ini dgn berceramah. sy hanya akan bilang, jalan2, asyik beranjangsana, asyik bercengkerama malam2 hari itu adalah semu. tere liye pernah melintasi banyak tempat sendirian, menghabiskan malam2 melihat banyak kebiasaan setempat di sudut2 kota orang lain, belajar banyak hal, dan percayalah, semua itu semu, semuanya tertinggal di belakang. 'anjrit, seneng banget gw tadi malam sampai jam 12 di ciwalk, bareng temen2 se-geng'. itu semu. bahkan hitungan bulan saja perasaan keren itu musnah--kecuali kalian tetap terkunci di kesenangan semu itu. terus, terus, awalnya pengin cuci mata, seru2an, mulai bosan, upgrade lagi yg sedikit aneh2, terus, terus, sampai batas apapun, melakukan hal2 yg malah membahayakan, kesenangan itu semu, dan kalian tetap saja terjebak di pemahaman keliru tersebut.

jadi, kalaupun sy tdk bisa melarang, toh, mungkin boleh sekali dua kongkow bareng teman ke ciwalk malem2, sambil cuti mata lihat cowok2 keren, pahamilah, semalam apapun kalian pulang, tetap pintu rumah keluarga tempat kembali. bahkan ketika kalian memang punya kelebihan uang, terkenal, kekuasaan, semalam apapun kalian pulang, tetap pintu rumah/apartemen/kamar/kostan tempat pulang. lantas terkapar tidur kesiangan. ditipu pesona malam dan perasaan ingin seru2an yg sejatinya kosong seperti gelas berdebu di pojokan kamar tdk pernah terpakai. pahamilah.

adios.

REPOST : http://www.facebook.com/note.php?note_id=317138408336734

Tidak ada komentar: