Minggu, 16 Oktober 2011

dari Allah, untuk kita

Demi kemuliaan dan kebesaran-Ku dan juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukan-Ku di atas Arsy.

Aku akan mematahkan harapan orang yang berharap kepada selain Aku dengan kekecewaan.
Akan Aku pakaikan kepadanya pakaian kehinaan di mata manusia.
Aku singkirkan ia dari dekat-Ku, lalu kuputuskan hubungan-Ku dengan-Nya.

Mengapa ia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan, padahal sesungguhnya kesulitan itu berada di tangan-Ku dan hanya Aku yang dapat menyingkirkan nya.
Mengapa ia berharap kepada selain Aku dengan mengetuk pintu-pintu lain, padahal pintu-pintu itu tertutup ?
Padahal, hanya pintu-Ku yang terbuka bagi siapa pun yang berdoa memohon pertolongan dari-Ku.

Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya lalu Aku kecewakan ?
Siapakah yang pernah mengharapkan Aku karena dosa-dosanya yang besar, lalu Aku putuskan harapannya ?
Siapakah pula yang pernah mengetuk pintu-Ku lalu tidak Aku bukakan ?

Aku telah mengadakan hubungan langsung antara Aku dengan angan-angan dan harapan seluruh makhluk-Ku.
Akan tetapi, mengapakah mereka malah bersandar kepada selain Aku ?
Aku telah menyediakan semua harapan hamba-hamba-Ku, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindungan-Ku ?

Dan Aku pun telah memenuhi langit-Ku dengan para malaikat yang tiada pernah jemu bertasbih pada-Ku, lalu Aku perintahkan mereka supaya tidak menutup pintu antara Aku dengan hamba-hamba-Ku.
Akan tetapi, mengapa mereka tidak percaya kepada firman-firman-Ku?

Tidakkah mereka mengetahui bahwa siapa pun yang ditimpa oleh bencana yang Aku turunkan tiada yang dapat menyingkirkannya kecuali Aku ?
Akan tetapi, mengapa Aku melihat ia dengan segala angan-angan dan harapannya itu, selalu berpaling dari-Ku ?

Mengapakah ia sampai tertipu oleh selain Aku ?

Aku telah memberikan kepadanya dengan segala kemurahan-Ku apa-apa yang tidak sampai harus ia minta.
Ketika semua itu Aku cabut kembali darinya, lalu mengapa ia tidak lagi memintanya kepada-Ku untuk segera mengembalikannya, tetapi malah meminta pertolongan kepada selain Aku ?

Apakah Aku yang memberi sebelum diminta, lalu ketika dimintai tidak Aku berikan ?
Apakah Aku ini bakhil sehingga dianggap bakhil oleh hamba-Ku?

Tidakkah dunia dan akhirat itu semuanya milik-Ku ?
Tidakkah semua rahmat dan karunia itu berada di tangan-Ku ?
Tidakkah dermawan dan kemurahan itu adalah sifat-Ku ?
Tidakkah hanya Aku tempat bermuaranya semua harapan ?

Dengan demikian,siapakah yang dapat memutuskannya dari-Ku ?
Apa pula yang di harapkan oleh orang-orang yang berharap, andaikan Aku berkata kepada semua penduduk langit dan bumi,

"Mintalah kepada-Ku!" Aku pun lalu memberikan kepada masing-masing pikiran apa yang terpikir oleh semuanya.
Dan semua yang Kuberikan itu tidak akan mengurangi kekayaan-Ku meskipun sebesar debu.
Bagaimana mungkin kekayaan yang begitu sempurna akan berkurang, sedangkan Aku mengawasinya ?

Sungguh, alangkah celakanya orang yang terputus dari rahmat-Ku. Alangkah kecewanya orang yang berlaku maksiat kepada-Ku dan tidak memperhatikan Aku dan tetap melakukan perbuatan-perbuatan haram seraya tiada merasa malu kepada-Ku."

(Hadist Qudsi, Riwayat Ibnu Husain)

Tidak ada komentar: