Selasa, 13 September 2011

iman itu

Pengertian iman, dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata. (http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/pengertian-iman/)

kalau begitu iman artinya percaya, meskipun kita belum melihat secara nyata. percaya pada keberadaan Allah, meskipun belum pernah melihat Dzat-Nya, jangankan melihat membayangkan saja jangan deh, sebab akan terlalu tinggi dan terlalu indah untuk dibayangkan. belum saatnya, nanti di Surga kan bisa melihat Allah. masalahnya masuk Surga apa kagak. *itulah*

iman, percaya. percaya akan janji kebaikan. mengapa kadang manusia berterimakasih pada Tuhan, mengakui kuasa dan kebenaran Allah, dan tersenyum akan ketetapan-Nya setelah kejadian itu nyata dihadapannya. sebelum permintaannya terkabul apakah manusia mau berpikir janji-Nya itu pasti ? sebelum permintaannya terpenuhi apakah yakin janji itu benar ? ada. tapi sungguh tak banyak yang memahami ini.

itulah guna iman dalam hati. percaya, meskipun ketetapan janji kebaikan-Nya itu belum nyata di depan mata. bagaimana bisa dikatakan beriman apabila terus meragu akan kemudahan yang Ia janjikan setelah adanya kesusahan ? bagaimana bisa dikatakan iman bila hanya berterimakasih saat keinginan sudah terkabul ? dimana iman ketika ujian kesabaran datang ? yakini dalam hati, ucapkan dengan lisan dalam setiap do'ado'a, dan lakukan dengan perbuatan.

iman itu artinya percaya, meski belum nampak padamu keterangan yang nyata, hanya percaya akan janji masa depan yang lebih baik tanpa bertabur keluhan. mengeluh pada manusia lewat cara/media apapun juga = mengadukan sang Maha rahiim kepada yang tak memiliki belas kasih. bukankah tak sebanding kasih sayang Allah dengan manusia -yang paling mencintai kita sekalipun-. nah jika bukan pada Rabb mu kau percaya, kepada siapa lagi ? Dia, bahkan 'rela' berlari menemuimu meskipun kau datang menemuinya dengan berjalan. pahami disini Siapa yang mendatangi siapa.

iman itu, percaya.

Tidak ada komentar: