Sabtu, 06 Februari 2016

beautiful things


beautiful things, don't ask for attention.

saya pernah kepikiran apa sih makna "beautiful" sesungguhnya, sampai akhirnya saat saya sedang menjelajah Pinterest saya menemukan sebuah quotes yang diambil dari salah satu buku dan film berjudul, "The Secret Life of Walter Milty" dan langsung yang, "eh, iya juga".

setelah itu mulai mikir dan sok berfilosofi apa maksud kalimat tersebut, kenapa sampai ada yang menyimpulkan bahwa "keindahan tidak pernah meminta perhatian", saya jadi ingat dengan pembicaraan waktu masih SMA dengan beberapa teman :

"iyalah, gue kan baik." | "mana ada orang baik ngomongngomong kalau dia baik"

semacam itulah, yang intinya, kalau seseorang memang baik hati dia ga akan ngomong ke manamana kalau dia baik, sama seperti wanita yang cantik dia ga akan bilang kemanamana kalau dia cantik, atau seseorang yang sukses dan kaya raya (harta) ga akan pernah menggembargemborkan kekayaannya atau pamer apa saja yang ia punya, karena tanpa mereka berusaha menunjukkan, alam sendiri yang akan memberitahukan ke seluruh penjuru semesta apa yang mereka punya.

pantai yang indah, gunung gagah menawan, pemandangan yang cantik, orang yang tulus memiliki hati yang baik dan membantu sesama, semua itu tidak pernah mencari perhatian. serius. dalam bentuk apapun, terlebih #kode dan #pencitraan kalau mereka mencari perhatian, fix mereka tidak seindah yang terlihat atau yang dipamerkan.

semakin saya merenungi dan memikirkan saya semakin menyukai quotes ini, benarbenar memberikan kesempatan untuk diri sendiri supaya introspeksi, apakah saya memang baik atau melakukan sesuatu hanya agar dianggap "indah" oleh orang lain. jujur saja, saya muak dengan orangorang yang #pamerterselubung tapi ga mau ngaku. kayak orang yang jam 03.00 pagi bangun dan tahajud, harus update status, bbm, twit, path, dll dsb? untuk apa? supaya orangorang tau kamu bangun jam segitu trus solat tahajud? iya kalau solat, kalau abis itu tidur lagi? atau seperti beberapa waktu lalu yang saya lihat di home facebook, ada -banyak- orang yang serius, itu pamer. ga usah melengos dan berdalih bukan bermaksud pamer, riya, dan hanya ingin bercerita sambil berbagi nasehat. mana ada orang yang 'ngelurusin niat' pake bilangbilang ke medsos segala, tjuy? yang ada mending tausiyah atau cerita dengan nasehat, pake orang ketiga, jangan diri sendiri.

kita hidup dijaman yang segala sesuatu diukur dari update social medianya, semua hal dilihat dan diambil kesimpulannya dari apa yang dia ucapkan di jejaring sosialnya. saya ga pernah abis pikit dengan orang yang ngakungaku baik, kaya, cantik, i mean kalau seseorang memang memiliki semua itu dia ga akan pamer, deh. asli. ga akan repot ngakungaku atau memperlihatkan pencapaiaannya, mereka ga akan ; cakep dikit, cekrek - beli barang branded, cekrek - abis nolongin semut, cekrek #YHA

mereka ga akan repot ngasih tau ke seluruh dunia, karena tanpa mereka ngasih tau dunia pun akan tau. kalaupun dunia dan seisinya ga tau, atau ga memberikan pujian pun ga akan mempengaruhi apapun dalam hidupnya karena dilihat ataupun engga, dipuji atau bahkan dimaki sekalipun, yang ada dalam dirinya ga akan berkurang.  serius, deh, ga akan berkurang keindahan yang kamu punya, dalam bentuk apapun itu, sekalipun kamu ga pernah berusaha untuk ngatih tau ke orangorang. kamu tetap baik, tetap kaya, dan tetap cantik.

kamu cantik, trus kamu posting fotofoto selfie yang menunjukkan kecantikan kamu, apa dengan itu kecantikan kamu bertambah atau berkurang? ga, kan. yang ada komentar dan "pengakuan" yang didapat, entah tulus atau minta diakuin balik, toh sering ada yang komen, "kamu cantik" trus dibalesnya "makasih yang lebih" duh kurang alay apa coba? wkwkwk. 

kamu kaya, trus ngasih tau punya mobil, bisa beli tas mahal yang asli ga kawe, atau pamer tiket nonton Liverpool langsung di Anfield, duh dek, sungguh berlebihan. padahal ga pamer sekalipun harta kamu toh ga bakalan berkurang, ga kamu pamerinpun kamu tetap akan dikenal sebagai oramg kaya. 

kamu soleh/solehah? rajin ibadah? selalu meluruskan niat dan selalu bersyukur atas semua pemberian Tuhan? pentingkah buat kamu untuk ngasih tahu s eluruh dunia kalau kamu begitu? kalau kamu dekat dengan Tuhanmu, mencintaiNya begitu dalam? memangnya kalau kamu ngasih tau keorangoran g apakah itu akan nambah amal kamu? seyakin apa kamu mampus menepis keinginan riya dalam niat? padahal, dengan ga bilangbilang semua pahala akan terjaga.

kita bahkan sebenarnya hanya meyakinkan diri sendiri tentang apa yang kita punya. dan berusaha menghibur diri sendiri bahwa apa yang kita alami atau yang terjadi dikehidupan kita memang seperti yang selama ini kita perlihatkan di dunia maya, seperti yang selama ini kita tunjukan kepada orangorang. padahal, terlepas semua itu, kita punya the real life, di mana segala sesuatu yang ada itu nyata, kita perjuangkan sedemikian rupa sesuai dengan apa adanya. ga perlu repot meyakinkan orang lain, karena kalau mereka memang yakin mereka ga akan butuh pembuktian, tapi kalau mereka ga yakin mau kamu jungkir balik ngotot pun, kamu ga akan dapet apaapa.


sekarang kita memang hidup di dunia yang "apaapa harus diberitahukan ke oranglain", mau makan foto dulu makanannya, mau jalanjalan posting dulu tiketnya, cek in di rumah makan-hotel-mall-bioskop sebelum atau sesudah ber aktifitas di sana. jujur aja, saya juga gitu, kok, duluuuuu, dan sekarang masih terus berusaha untuk menahan semua hasrat /tsaelaaah/ pamer. ya, kan, pamer, kan, namanya, kalau apa apa kamu posting, bahkan sekedar bersyukur kepada Allah aja dikasih tau, yaa, niatnya mungkin baik, bisa jadi agar oranglain ikut berusaha beribadah supaya mendapat keistimewaan yang sama. tapi, apakah harus?

apa gunanya nunjukin ke orang lain tentang apa yang kita rasakan? nih, saya kasih tau, yaa, sebuah teori yang saya percaya sampai sekarang :
kalau kamu posting kebahagiaan, 50% ga perduli - 50% ga suka
posting kesulitan-kesedihan, 20% ga perduli - 80% senang dengan keadaan tsb
posting marahmarah, 100% seneng karena merasa mereka yang baca ga punya emosi yang sebesar tukang postingnya.

yah, ini, sih, emang teori amatir, yak. ga harus dipercaya juga. cuma sekadar penelitian kecil ((terutama ke diri sendiri-hahahaha)) dan mungkin kalian akan menilai, ini yang nulis blog nyinyir amat hidupnya, wkwkwkwkwk. intinya, berhentilah menunjukan emosi berlebihan kepada orang lain yang boleh jadi terganggu dengan sikap kita. apasih susahnya menyimpan untuk diri sendiri? ah, saya pikir ga susah, lah, toh kalau di diri kita ada kejelekan kita sekuat tenaga dan upaya untuk menutupinya, kan? jadi, ga sulit, dong, menyembunyikan kebaikankebaikan kita juga?

percaya, deh, kalau kamu memang 'beautiful', semesta raya ini yang akan nunjukin dengan caranya sendiri. kamu ga perlu tahu gimana penghuni langit dan bumi bakal tahu, yang kamu perlu hanya berbuat baik, dan ikhlas, tanpa harus kamu perlihatkan atau umbar kemanamana. jadi, inget, yaa, yang beneran, ga akan capek nunjukin ke orangorang. mereka hanya berbuat yang seharusnya. 

ps. semoga kelak, jika Allah berkenan memberikan, seseorang yang hanya menyimpan rasa cintanya untuk saya ketahui diamdiam, hanya saya yang tau seberapa besar cintanya untuk saya, ga perlu dia kalau saya lagi sakit atau lagi kenapakenapa dia pengumuman tentang perhatiannya dan perasaannya. karena tanpa dia tunjukan ke seluruh dunia, pun, saya pasti tahu. ((udah, ah, baper))