Sabtu, 19 Juli 2014

sepotong bulan di pagi hari


ada yang separuh
mengantung di langit pagi
gagah menghadang matahari
sementara ia tak punya banyak waktu
sebelum hilang mengikuti bintangbintang

ia, rembulan yang separuh
pagi ini membayangi kota kami
yang sejak kau tinggalkan sering berubah muram
dan menangis tibatiba
hanya gerimis, tapi tetap saja hati seakan teriris

ada bulan yang separuh pagi ini
di langit kota kami
sementara terkadang saat malam ia menghilang,
pagi ini ia kembali
seperti mengingatkan bahwa selelah apapun aku mencari
kadang ia malah muncul saat aku pikir sudah sembunyi

((seharusnya ditulis dua hari lalu))