Rabu, 01 Oktober 2014

status (bagian ketigapuluh delapan)


Hidup ini harus dilalui dengan gagah perkasa. Tahan banting. Bukan ngesot, merangkak apalagi sampai meratap di dinding dunia maya.

Jangan terlalu erat2 memegang sesuatu; nanti kita susah berhenti sedihnya karena ternyata malah sesuatu itu yang memutuskan pergi.
Pun jangan terlalu longgar memegang sesuatu; nanti kita menyesal tak berkesudahan karena saat terlepas, baru menyadari sesuatu itu amat berharga.
Pegang dengan tangan, lengkapi dengan akal sehat dan pemahaman terbaik. Dijamin tidak sedih dan tidak menyesal apapun yang terjadi.

Seorang guru pernah menasehati:
Semakin dalam sebuah sungai, maka permukaannya akan terlihat tenang. Tidak beriak walau se-mili. Tapi jangan coba2 lompat, kita bisa terkejut dengan betapa dalam dasarnya.
Sebaliknya, semakin dangkal sebuah sungai, airnya mengalir deras, berisik, bergemuruh, terpercik kemana-mana. Tapi dangkal saja, cuma sebetis kaki, langsung terlihat dasarnya.
Begitu juga manusia. Semakin dalam pengetahuannya, dia tenang mengagumkan. Semakin dangkal wawasannya, dia berisik amat mengganggu tiada banyak manfaatnya.
 

Allah-lah yang paling mengenal kita. Allah sangat tahu tabiat asli kita, semua detail, pernak-pernik, karena Allah-lah yang menciptakan kita.
Maka, jika kita merasa sedang punya masalah, ada yang macet, mogok, eror, tidak berfungsi, kenapa kita tidak membawanya langsung kepada Allah--yang paling paham? Dan jangan lupakan, ada "user manual/guide" untuk kita semua. Pelajarilah. Setiap rumah pasti punya, itu penuh dengan petunjuk jika ada yg korslet dalam hidup kita.
 

Kita tidak perlu sibuk2 menjelaskan ke orang lain jika kita merasa benar dan yakin. Buat apa? Toh, pendapat orang lain tidak akan mengganggu kebenaran dan keyakinan tersebut.
Maka, jika kita ternyata repot2 memilih menjelaskan, membela diri, bahkan ber-argumen kepada orang yang bahkan kita kenal juga tidak, dilakukan pula di tempat orang lain, itu sih simpel menunjukkan ada keraguan diri sendiri.
Itulah kenapa guru2 dulu yang dalam wawasannya, menolak berdebat. Dia cukup menyatakan pendapatnya di hadapan murid2nya; atau menulis buku2, tapi tidak akan bersedia berseru2 di tempat orang lain, berbantah2an, berdebat, pun bergegas harus berkomentar--padahal tidak ada pula yg meminta berkomentar.
 

Hari ini, orang2 lebih berjuang habis2an mempertahankan hubungan pacaran tapi setelah menikah bubar karena alasan sepele saja, sudah tak cinta.
Hari ini, orang2 lebih mesra dan aduhai sayangnya saat pacaran, untuk hambar nan dingin setelah menikah.
Tentu saja kalian jangan mudah percaya dengan kalimat2 saya ini, silahkan observasi sendiri di sekitarnya, jadikan pelajaran.
 

Ada empat hal dari sebuah persaudaraan:
1. Memberikan nasehat yang baik
2. Menutupi aibnya
3. Memaafkan kesalahannya
4. Membantunya saat butuh pertolongan
Pegang erat hal ini, lebih khusus lagi soal aibnya.
 

Saya kira, akun2 di facebook/twitter yang sering banget merilis postingan bertengkar, membela habis2an kelompoknya tapi menghina orang yang tidak sekelompok, dsbgnya itu, harus banyak2 mengkonsumsi ekstrak kulit manggis. Biar hatinya putih cemerlang. Pasti good.

Pembusukan itu bukan ketika orang lain menilai lembaga kita busuk, lantas jadi busuk sudah. Melainkan terjadi ketika anggota kita melakukan hal2 busuk secara terus menerus tanpa malu. Itulah pembusukan yang sebenarnya.
**sy tdk menyebut nama lembaganya, hari ini, salah omong, bisa dituntut.
  

Pernikahan adalah urusan jangka panjang.
Maka jangan dibangun hanya dari hubungan serta rasa suka jangka pendek. Tidak akan cukup bensinnya. Bisa mogok.

Jangan menghina fisik dan wajah orang lain. Sungguh jangan. Mau bergurau, main2, atau ikut2an, segera berhenti.
Apa hak kita menghina mahkluk ciptaan Allah? Jauh sekali dari ahklak terpuji.

Jangan suka bilang hidup kita hampa. Kosong.
Karena coba dongakkan wajah ke atas, tatap langit. Sejak jaman dinosaurus hingga jaman android hari ini, itu langit sudah hampa. Benar-benar kosong.
Tetapi langit punya penghiburan, punya kegiatan yang indah, sesekali melintas awan, hujan, sesekali dihiasi pelangi, sesekali di penuhi titik bintang dan bulan. Maka indah sudahlah kehampaannya.

Jika DPRD diberikan kekuasaan memilih kepala daerah (bupati, walikota), maka itu persis seperti kucing disuruh menjaga ikan.
Siapapun yang masih berpikir jernih (bukan karena sakit hati), akan melihat masalah ini terang sekali. Berapa sih yang berhasil dihemat? Boleh jadi kita malah tekor 10x lipat dengan cara begini.
*18 tahun lalu, saya sudah menjadi penulis kolom opini politik dan ekonomi di koran2 nasional lainnya. sy bosan dengan orang2 yang keberatan sy membahas tentang politik di page ini. dan lebih bosan lagi menghadapi fansboy partai, yg saat mereka masih berseragam merah putih, sy sudah menghadapi kengerian cemas salah tulis di media.

Ambisi, keinginan, nafsu membuat seorang RAJA menjadi budak.
Tapi sabar justeru membuat seorang BUDAK menjadi raja.
*nasehat seorang guru, Imam Ghazali

Kenapa anak2 sekarang mudah sekali bicara buruk di media sosial? Memaki. Menghina. Merendahkan.
Karena kita orang dewasa mencontohkannya. Kita mungkin tidak merasa "bicara buruk", tapi kelakuan kita penuh dengan teladan buruk. Negeri ini dipenuhi dengan teladan buruk itu. Di televisi, di internet, di koran, penuh teladan buruk itu.
Jadi daripada kita sibuk menangkapi mereka, memenjarakan, mungkin tiba saatnya kita semua melakukan evaluasi, bercermin.

Wanita itu amat "pengingat". Kita tidak tahu sama sekali, berapa lama kalimat2 yang pernah kita ucapkan akan diingat oleh mereka.
Dan menariknya masalah ini, laki2 itu justeru "pelupa". Mereka bahkan bisa segera lupa janji2 apa saja yang pernah diucapkannya kepada wanita.
*tidak selalu begitu, tapi tips ini bermanfaat memahami dua dunia berbeda laki2 dan wanita

Jika seseorang itu memang sungguh2 ingin tinggal, maka dia akan selalu punya alasan, meskipun sudah beribu gagal. Dia akan menemukan alasan baik berikutnya.
Tapi sebaliknya, jika seseorang itu memang sudah ingin pergi, seribu alasan baik pun tidak akan berguna lagi. Dia tetap akan pergi.

Penerimaan yang tulus, bahkan bisa membuat beban segunung terasa seberat bulu ayam. Ringan.
Tapi penolakan yang keras, membuat masalah se-bulu ayam terasa berat segunung.

Kita bisa berubah karena orang lain. Bisa.
Tapi sebaiknya, berubahlah karena diri sendiri. Agar besok lusa, jika orang lain itu sudah pergi, orang lain itu mengecewakan, kita tetap punya alasan baiknya.
  
Hukuman terbaik bagi penipu adalah: kita jujur padanya.
Hukuman terbaik bagi si pelit adalah: kita pemurah padanya.
Hukuman terbaik bagi si pembenci adalah: kita menghormatinya.
Percayalah, jurus2 ini sakti sekali.
 

Menghina fisik/wajah orang lain sama sekali bukan ahklak islam yang baik. Siapapun pelakunya, mau dia bergurau, ikut2an, buat lucu2an saja, maka tetap saja itu sama. Apalagi sampai dijadikan foto2, diposting, disebarkan. Itu tidak lucu sama sekali.

Orang yang sakit hati, tapi dia bisa mencegah dirinya dari merusak diri sendiri, merusak orang lain, sudah masuk dalam kategori orang2 kuat. Tidak apa menangis, marah, sebal, itu manusiawi. Sepanjang tidak merusak.
Itulah kenapa definisi "kuat" itu tidak ada korelasinya dengan badan besar, kaya raya, terkenal dsbgnya. Tapi melekat pada prinsip2 hidup yang baik.
 

Orang sakit hati itu, jika tidak dikendalikan, bisa melakukan hal2 yang jahat sekali. Namanya juga sakit hati. Mulai dari nyumpahi, hingga merusak janur kuning (jika sakit hatinya karena urusan cinta), bisa dilakukan kalau sudah gelap mata.
Apa muasal sakit hati? Kebencian tidak tertahankan. Kekecewaan tiada terperi. Itu bisa jadi bara api sakit hati.
Bagaimana mengatasinya? Mudah. Meyakini bahwa hidup ini hanya sementara. Meyakini Allah tahu yang terbaik bagi kita, itu lebih dari cukup untuk mengobati sakit hati. Harus melawan diri sendiri, disingkirkan sakit hatinya.


Dalam hidup ini, lebih baik dibenci orang daripada bermuka dua. Kemarin ngomong apa, besok ganti lagi. Kemarin gaya banget bilang ini, besok berubah lagi sesuai kepentingan, untuk kemudian belepotan banyak banget alasannya.
Hidup apa adanya, meyakini prinsip2 sendiri, terus bekerja dengan tulus, berani mengambil resiko. Cukup.

Kalau anggota DPR itu benar2 berhati mulia, maka dalam draft UU Pilkada, bukannya memasukkan pilkada oleh DPRD melainkan:
Dilarangnya anak, istri, adik, kakak kandung, ipar mencalonkan setelah incumbent berakhir. Agar tidak ada dinasti politik
Tapi mana mau mereka memasukkan pasal ini. Bahkan partai/politikus yang dulu koar-koar menentang dinasti politik, ketika giliran mereka berkuasa, malah paling ngences ludahnya, berlagak lupa apa yang dulu mereka katakan.
Ingatlah selalu, Indonesia ini milik Allah, dititipkan kepada rakyat. Negeri ini bukan milik sekelompok orang rakus yang ingin keluarganya terus berkuasa.
 
Lagi, dan lagi-lagi.
Perusahaan rokok Bentoel juga akan menutup 8 dari 11 pabrik rokoknya. Mereka barusaja merilis tawaran PHK sukarela kepada ribuan karyawannya. Maka dalam setahun terakhir, semakin banyak saja pabrik rokok ditutup. Ribuan karyawan di PHK. Bukan karena industri rokok menurun, tapi mereka ingin lebih efisien, menggunakan mesin, dsbgnya. Produksi rokok sih terus naik, buruhnya yang dipecat.
Nah, buat yang hobi sekali membela pabrik rokok memberikan lapangan pekerjaan bagi banyak orang, mungkin bisa bantu demo/protes deh. Sekalian tambahkan, impor tembakau dari luar negeri terus naik setiap tahun. Lebih dari 50% tembakau diimpor. Nah, lagi, dan lagi2, yang hobi banget membela pabrik rokok karena menjamin kelangsungan petani tembakau, mungkin bisa bantu demo/protes loh. Sebelum kalian tercengang, ternyata 10 tahun lagi, seluruh uang bisnis rokok mengalir ke luar, sedangkan kita hanya kebagian getah penyakitnya.
Dan tentu saja, yang sehatlah yang dibebani merawat para perokok yang terkena penyakit serius. Catat baik2: yang sehatlah, yang hari ini menasehati kalian, besok lusa yang harus menanggung kehidupan perokok yang jatuh sakit.
Pikirkanlah.

Apakah ada kebersamaan yang kebetulan?
Tidak ada. Semua adalah skenario dari maha memiliki skenario terbaik.
Kecuali jika kalian tidak mempercayai Tuhan, kalian adalah orang2 yang mempercayai kehidupan ini juga hanya kebetulan saja. Maka, sekali lagi, jangan cemas, jangan galau atas kisah perasaan kalian.
Apakah ada kebersamaan yang kebetulan?
Jawabannya: tidak ada.

Saya kira, malaikat Rakib itu sudah sangat profesional, dia tidak akan keliru catat. Jadi kita tidak perlu membuat catatan amalan tandingan di facebook masing2.
Karena, kalau malaikat Rakib sungguhan tidak profesional, kita harus mencemaskan sekali bagaimana dengan malaikat Atid? Nanti dia salah catat? Ini lebih serius. Kenapa kita tidak bergegas membuat catatan aib, keburukan tandingan di facebook masing2?
 
Laut dalam tidak pernah perlu menjelaskan betapa LUAS dan DALAM dirinya. Tidak pernah dan tidak perlu.
Maka, jangan2 hanya orang2 yang sempit dan dangkal saja yang sibuk menjelaskan siapa dirinya, apa yang telah dia lakukan, mendaftar seluruh riwayat hidup dan meletakkan seluruh gelar2--yang tetap saja gagal membuat orang sedang menatap Laut dalam.

Sajak "Itulah, Nak"
Jatuh cinta itu persis kau naik gunung, tiba2 terjerambab ke dalam jurang dalam, meluncurnya mudah, tapi susah payah merangkak naik kembali.
Jatuh cinta itu persis seperti komputer atau HP kau tiba2 terkena virus, kena-nya gampang, tapi memperbaiki, servis datanya susah kali--bahkan tetap tidak bisa diperbaiki hingga kapan pun.
Jatuh cinta itu sama dengan kau naik mobil cepat, kau gas kencang, jalan landai, tiba2 rem-nya blong. Mobil kau melaju tak terkira, susah payah menghentikannya. Bahkan harus menabrak sana-sini, kau patah hati.
Maka, pahamilah resikonya.

Tidak ada yang bisa dilupakan, termasuk sekalipun kita memang tidak ingat lagi. Karena boleh jadi, di sisi2 lain, hal tersebut tetap diingat hingga kapanpun.
Jika kita tidak bisa memahaminya dari sisi yang tidak ingat lagi, maka cobalah dari sisi yang hingga kapanpun tetap mengingatnya. Dengan demikian, semoga kita selalu bisa menghormati perasaan-perasaan yang sempat bersinggungan dengan hidup kita.

Berhati2lah, jangan mudah ikut2an ajaran, paham, kelompok.
Sekali sebuah ajaran membuat kita berjarak dengan keluarga, menutup diri dari teman, membuat sekolah gagal, membenci banyak orang, dsbgnya, maka tinggalkan. Bergegas jauhi!
Tidak ada dalam agama ini, seseorang diajarkan untuk memutus hubungan dengan orang tua, keluarga sendiri hanya karena: "Ana sudah berbeda dengan antum. Ana sudah dijamin masuk surga." atau "Ana tidak mau hidup bertetangga dengan siapapun, mereka sesat dan menyesatkan. Mereka sudah rusak."

Hampir semua pengikut paham2 ekstrem itu bahkan bertetangga pun tidak. Mereka menutup diri, tidak diketahui orang2 sebelah rumah, tertutup sekali. Itu cukup untuk menyimpulkan mereka berbeda sekali. Bertetangga itu adalah "hal kecil" yang dinasehatkan Nabi. Jika hal kecil saja mereka tidak bisa melakukannya, maka sisanya jadi meragukan.
Akan semakin banyak paham2 seperti ini. Mereka aktif di dunia maya, di dunia nyata, dsbgnya. Berhati2lah, jangan mudah ikut2an. Sekali sebuah ajaran membuat kita berjarak dengan keluarga, menutup diri dari teman, membuat sekolah gagal, membenci banyak orang, dsbgnya, maka tinggalkan. Bergegas jauhi!
**siapapun yang tersinggung atas postingan ini, marah2, membela diri, menjelaskan, maka itu konfirmasi dengan sendirinya. postingan ini bukan buat kalian, tapi buat 2/3 anggota page yg masih usia sekolah

Cinta itu tidak pernah buta, mayoritas orang di dunia justeru jatuh cinta karena mata. Tapi cinta membuat mata kita tidak memperhatikan hal-hal masuk akal lainnya. Semakin berlebihan, semakin banyak yang terabaikan.

Ketika kita gagal memiliki sesuatu, boleh jadi karena kita memang belum pantas memilikinya. Dan yang menilai pantas atau tidak itu, bukan kita, melainkan yang maha memberikan penilaian.
Maka bersabar selalu lebih baik

Salah satu ironi itu adalah:
Banyak orang merasa amat cemas kehilangan sesuatu atau seseorang yang sebenarnya menyakiti dan merusak dirinya sendiri.
Tapi cuek dan santai saja melepaskan sesuatu atau seseorang yang sebenarnya setia dan selalu ada untuknya.

Kita tidak bisa menghakimi orang lain hanya karena kita memakai jilbab orang lain tidak. Kita pun tidak bisa memvonis orang lain hanya karena kita rajin shalat orang lain tidak.
Jika kita melakukan hal tersebut, maka kita lupa bahwa agama ini adalah nasihat. Orang lain itu adalah saudara kita sendiri, apakah kita akan sibuk menghakiminya atau sibuk saling menasihati? Beda sekali antara dua hal ini. Jika kita sibuk menghakimi, maka kalimat, tulisan, semua yang keluar dari kita adalah kebencian, tuduhan, fitnah, tapi jika sibuk menasihati, yang keluar adalah kasih sayang.
Inilah yang kadang dilupakan oleh kita. Termasuk saat bergegas memvonis orang lain sesat, berbahaya, dsbgnya. Kita lupa betapa sayangnya Nabi bahkan kepada seorang yang mencacinya.

Sebenarnya banyak orang yang melakukan kesalahan yang sama lebih dari dua kali padahal mereka tahu itu hal menyedihkan. Ada yang bahkan melakukannya 10x, kesalahan yang sama, orang yg sama, situasi yg sama. Berakhir dengan sakit hati yang sama, kekecewaan yang juga sama.
Itulah kenapa manusia itu kadang disebut keras kepala.

Hidup ini kadang tidak berjalan sesuai keinginan kita. Karena pengemudi hidup kita sejatinya bukan kita sendiri.
Jadi, tidak apa, kalau lagi susah hati, beban menumpuk di pundak, sesak, terperangkap di tengah, mau berteriak marah, nangis. Namanya juga hidup. Bersabarlah, tidak akan rugi orang2 yang bersabar. 

Obat dari segala obat, manjur di atas manjur bagi penyakit hati apapun adalah 'rasa syukur'. Cukup kecil saja dosisnya, sudah efektif mengobati hingga ke dalam-dalamnya.

Tidak ada yang kebetulan di muka bumi. Semua adalah skenario Tuhan, pemilik rencana paling sempurna.
Dengan meyakini semua adalah skenario dari Tuhan, kita bisa menerima kejadian apapun dengan lapang dada sambil terus memperbaiki diri, agar tibalah skenario yang lebih baik lagi.
 

Semakin banyak seseorang berjanji, maka seharusnya kita semakin menjaga jarak. Bukan sebaliknya malah cekikikan bahagia, percaya begitu saja.
Orang yang mudah sekali berjanji, biasanya, juga mudah sekali mengingkari.

Perpustakaan pertama yang memiliki novel RINDU adalah perpustakaan SMA Muhammadiyah 1, Yogyakarta. Saya bawa satu buku itu dari Bandung menemani perjalanan dua hari terakhir, agar bisa memeriksa hasil cetakan fisiknya.
Pagi ini, setiba di SMA Muhi, mengisi daftar tamu di perpustakaan, saya terdiam melihat belasan judul buku2 saya di letakkan di rak depan. 19 tahun lalu, saya harus berjalan kaki lima kilometer hanya untuk membaca buku di perpustakaan, hari ini tidak terbayangkan, sekolah2 mengkoleksi buku2 saya--termasuk yang berjudul 'bedebah' sekalipun. Saya berikan novel RINDU pertama itu ke perpustakaan.
Semoga novel RINDU bermanfaat. Novel ini baru didistribusikan minggu depan, baru merata di toko2 seluruh Indonesia akhir September.

Segelas jus pare itu terasa pahit, karena ada di satu gelas, lantas kita minum. Coba tuangkan segelas jus pare itu ke dalam kolam renang, apa masih pahit air kolamnya?
Begitulah pula kehidupan. Rasa sakit, sesak, kesedihan, kesusahan, kesulitan yg kita alami, itu terasa pahit kalau dilihat dari satu titik waktu, coba dibentangkan lebih luas demi masa depan yg lebih baik, demi manfaat bagi sekitar, maka apa tetap terasa pahit?

Mencintai dalam diam adalah seperti menari takjim sendirian di antara kabut pagi di sebuah padang rumput yang megah dan indah. Dan meski tidak tersampaikan, tidak terucapkan, demi menjaga kehormatan perasaan, kita selalu tahu itu sungguh tetap sebuah tarian cinta.
Semoga besok lusa bisa menari bersama dalam ikatan yang direstui agama, dicatat oleh negara.

Jangan bersedih hati meski keran rezeki kita kecil. Yang penting halal dan baik.
Jangan berkecil hati meski nilai2 kita seadanya. Yang penting jujur dan tdk mencontek.
Jangan merasa minder meski pekerjaan kita tidak keren di mata bnyk orang. Yang penting tdk menyuap masuknya.

Masa lalu itu bisa menyakitkan, dan ironisnya, kita tidak bisa lari darinya--meski sudah tertinggal di belakang. Jadi lebih baik belajar darinya. Jadikan guru terbaik.

Bahkan dalam posisi benar sekalipun, kita dilarang berdebat habis2an, ngotot2an minta ampun. Silahkan merujuk kitab suci, hadist2 sahih.
Tapi jangan berkecil hati, jika orang lain tetap asyik melakukannya, kita cukup menjaga diri, dan orang2 di sekitar kita yang masih bersedia mendengarkan. Di luar itu, bukan urusan kita lagi.

Bangsa ini suka sekali berdebat. Bahkan hal sepele sekalipun dibuat berdebat, yang tidak disadari justeru menjerumuskan kita semua ke lubang dalam kesia-siaan.
Ketahuilah, ketika kita asyik berdebat, bahkan yang bijak nan berilmu pun jadi ditarik ke dasar lubang itu.
Tinggalkanlah. Bergegas.

Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Itu kehidupan kita, tidak perlu siapapun mengakuinya untuk dibilang hebat. Kitalah yang tahu persis setiap perjalanan hidup yang kita lakukan.
Karena sebenarnya yang tahu persis apakah kita itu keren atau tidak, bahagia atau tidak, tulus atau tidak, hanya diri kita sendiri. Kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia sedunia.
Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri.

Ada banyak hal yang sebaiknya orang lain tidak perlu tahu. 

Perasaan itu tidak seperti lampu lalu lintas. Yang petunjuknya jelas, lampu merah berarti stop, lampu hijau berarti ayo jalan, atau kuning berarti siap-siap. Kita tidak pernah tahu kapan waktu terbaik jika sudah berurusan dengan perasaan.
Bukankah sering kita merasa sudah "lampu hijau", ternyata cuma ke-GR-an doang. Merasa "lampu merah", tidak ada kesempatan, ditinggalkan, untuk besok lusa, berpuluh tahun kemudian setelah masing2 berkeluarga dengan orang lain, baru tahu ternyata dulu "hijau" sekali.
Demikian.

Cinta itu bukan soal kebersamaan apalagi memiliki.
Melainkan pada ingatan yang diletakkan di hati kita masing2, pun dalam doa2 yang dipanjatkan dalam senyap.
Itulah kenapa, kalaupun kita tidak memiliki seseorang/sesuatu, tidak bersama dengannya, atau malah dibenci karena salah paham, perbedaan, atau memang simpel karena tidak suka (apapaun alasan tdk suka tersebut), kita tetap selalu bisa menyebutnya dengan kata cinta.

*Sajak Ketika Sakit Hati
Ketika orang miskin dan lemah sakit hati,
Mereka hanya terduduk menangis tidak berdaya.
Ketika orang2 kaya dan kuat sakit hati,
Mereka bisa menghancurkan seluruh sistem.
Tapi jangan bersedih, karena ada sebuah rahasia kecil terbaik dalam sakit hati ini.
Yaitu ketika orang2 baik sakit hati, maka mereka akan menyiapkan rencana baru, mencari cara lain, semakin teguh berjuang, semakin tulus berusaha.
Kita selalu bisa memilih jenis yang mana. 

Hidup ini kadang hanya soal ditolak atau diterima.
Ditolak jangan2 buru sedih, boleh jadi telah menunggu kesempatan lebih baik. Diterima pun jangan buru2 riang gembira, boleh jadi itu buruk dan sangat buruk bagi kita.
 

**sumber : Facebooknya Bang Tere yang lagi ga aktif itu.