Jumat, 19 Desember 2014

december's read; Sherlock, Lupin, dan Aku : sobekan peta misterius


sepanjang membaca kisah mengenai Sherlock, saya tidak pernah merasa cocok dengan gaya penulisan selain milik Sir Arthur. bagaimana yaa, seakan semua mental kalau dibanding dengan pencipta detektif nomor satu di dunia ini. berbeda ketika saya bertemu dengan Irene Adler-nama pena untuk serial ini, saya jatuh cinta. dia membuat novel seakan dongen masa kanakkanak, membentuk Holmes menjadi yang terbaik sejak kecil. memang memakai sudut pandang Irene dan bukan semata kekuatan Holmes saja yang ada di buku ini, tapi efeknya lumayan dahsyat juga untuk saya.



kali ini, dengan setting Prancis di mana Irene harus pindah sebab kesehatan ibunya yang memburuk. berpisah dengan Arsene dan Sherlock adalah suatu awal kebosanan bagi kedidupan Irene, sampai akhirnya ada seorang wanita asing yang memberikan dia sobekan kertas, yang awalnya dianggap tidak berarti.

bertemu Lupin dan Sherlock adalah pemecahan masalah yang tentu saja diambil Irene dengan senang hati. Sherlock mengungkap itu adalah sobekan peta, yang menuntun mereka ke petualangan seru berikutnya.

***

tbh, yang satu ini, ummm gimana, yaa? kurang. i'm so sorry, this one is soooo far away dari pendahulunya. kisah yang menarik, penulisan yang langsung dan tepat sasaran. tapi tetap saja ada yang kurang, sekalipun yah saya pikir wajarlah, kan ini cerita anakanak, ga mungkin ada pengejaran tersangka seseru di kisah Holmes yang sesungguhnya, atau Poirot, terlebih Eve Dallas.

"kebenaran itu seperti kupukupu pada malam hari. tak terlihat pada siang hari."

"aku bersembunyi di loteng ini, Irene di balik pintu, dan kau, Sherlock, di mana kau bersembunyi." | "di dalam kepalaku sendiri."

"kita harus bersumpah akan selalu mengatakan kebenaran. sejak saat ini dan seterusnya, selamanya, apapun yang terjadi."

perang juga bisa membuka kesempatan bagi orangorang tertentu. setiap situasi dans etiap tindakan manusia, bisa saja menimbulkan akibat yang tak terduga : menaikkan kita atau menurunkan kita... selalu ada sesuatu di atas kita, atau di bawah kita.

seperti yang selalu terjadi, kemiskinan dan kemewahan terletak berdekatan, tetapi kondisi mereka amat berbanding terbalik.

"aku hanya ingin mengungkapkan kebenaran, walaupun kebenaran itu ternyata sukar untuk dipercaya dan sangat mengejutkan."

"kita tak akan pernah tahu tangan manakah yang menyingkap pintu kebenaran bagi kita."