Selasa, 24 Februari 2015

i saw the devil ; who's the devil you look in the mirror, him or yourself?


"kau tidak harus menjadi moster untuk menghadapi monster."

kesel. kenapa gue nonton film ini baru sekarang, padahal udah di review dengan baik dan benar oleh beberapa blogger tukang riview dengan ratting yang lumayanlah untuk film korea.

berkisah tentang pembalasan dendam seorang -apa yaa kalau di Indonesia mungkin kayak pegawai intelegen pemerintahan, yang mendapati kekasihnya menjadi korban mutilasi. ia bertekad untuk mencari dan menghukum pelaku tersebut sampai sedemikian menderita. dimulailah petualangannya untuk mempelajari satu per satu kandidat pelaku yang mungkin saja menjadi tersangka utama dari kasuskasus yang pernah terjadi sebelumnya.

tidak banyak sinopsis yang bisa diberikan untuk film ini karena isinya yaa adeganadegan sadistik, darah sana sini, bacokbacokan, kekerasan seksual, dan semacamnya ((kok selera gue gini amat, yak?)). rattingnya lumayan tinggi di imdb, dan yaa Tuhan saya suka sekali setiap scene peran utamanya menyiksa pelaku mutilasi itu, #duhdek.

***

akting yang paling keren buat saya jelas dari sikopatnya, huhu, kayak yang mancai bener gitu dia bisa begitu menjiwai peran. bagaimana dinginnya saat membunuh korban, dan bagaimana ia memutuskan untuk menghilangkan nyawa udah kayak orang ga bakal mati aja ditusuk pisau berkalikali, dan bagaimana ia memiliki ketahanan tubuh yang sangat baik sehingga saat jagoan ((saya ga ngerti apakah dia sebaiknya diberi title jagoan atau justru setan?))